
"Kita mau kemana?" tanya Hanin
"Kita mau ke mansion utama, kakek ingin bertemu denganmu dan Kenzo" Jawab Tristan
"Aku gugup, aku takut bertemu keluargamu" lirih Hanin
"Takut karena kau pernah kabur? " ledek Tristan
"Itu semua juga karena dirimu yang bodoh, apa sekarang kau menyesal? " gerutu Hanin
"Tidak.. aku tidak pernah menyesal sama sekali" jawab Tristan
Hanin tidak lagi menjawab perkataan Tristan dia hanya diam memandang ke depan dengan wajah cemberut, Tristan sesekali melirik nya dengan mengulum senyum
"Kita harus beli apa untuk kakek? " tanya Tristan namun Hanin hanya diam
"sayang.. kenapa kau diam? apa kau sariawan? " godanya
"Apa kau sakit gigi? "
"Apa.. apa kau jadi bisu? " Tristan menghentikan mobilnya saat Kenzo menangis
"Beri dia asi sayang" Hanin memberi Kenzo asi namun lagi lagi Tristan membuatnya kesal
Tristan mempermainkan Kenzo yang sedang menyedot asinya, Tristan menarik p*t*ng dari bibir Kenzo hingga terlepas membuatnya kembali menangis
Hanin yang sudah kesal memukul bahu Tristan lalu memunggunginya menghadap ke arah jendela, Tristan hanya terkekeh seraya mendekati Hanin dan menopang dagunya di bahu Hanin
"Aku menyesal sayang, benar benar menyesal menyia-nyiakan wanita sebaik, setulus, secantik, dan seseksi dirimu'' bisik Tristan seraya mengecup pipi, telinga serta bahu Hanin
" aku tidak akan percaya pada buaya "
"Benarkah? kalau tidak percaya kenapa kau Terima aku lagi? " goda Tristan
"Ya sudah nanti aku pergi lagi, gampang kan? "
"Kau sensitif sekali" Tristan mencubit gemas pipi Hanin
"Dan kau menyebalkan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pagi pagi Bayu mampir ke apartemennya membawakan sarapan untuk Vera, Bayu langsung masuk saja karena paswordnya tidak di ubah oleh Vera
" Astaga... kenapa kau belum berpakaian? " pekik Bayu membelakangi Vera saat melihat Vera hanya menggunakan handuk pendek yang di lilit di tubuhnya
"Maaf tuan saya tidak tahu kalau tuan akan mampir kesini"
"Cepat pakai bajumu, ini sarapan untukmu aku langsung berangkat" ucap Bayu seraya bergeser ke samping menaruh makanannya ke meja lalu bergegas pergi
"Dia memang pria sejati, ahh.. apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama" Gumam Vera
__ADS_1
"Astaga.. apa yang aku pikirkan, bagaimana aku bisa jatuh cinta pada pangeran jelas jelas kasta kita berbeda " lanjutnya
Vera membuka bungkusan tersebut dan menghirup aromanya dalam dalam sebelum memakannya, setelah selesai makan Vera hendak mencuci tempat makanan tersebut dia menemukan sebuah kertas kecil di dalamnya
"Bersihkan apartemenku, aku akan memberimu gaji setiap bulannya" isi dari catatan tersebut
"Manisnya.. kenapa dia tidak mengatakannya secara langsung saja"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa kabar sayang? " Iriana merentangkan tangannya membawa Hanin kedalam pelukannya
"Aku baik bibi, bagaimana kabar bibi dan semuanya? " tanya Hanin ketika memeluk Iriana
"Kami baik sangat baik, aku khawatir denganmu yang menghilang selama ini" ucap Iriana
"Apa aku tidak mendapatkan pelukan? " tanya Tristan
'' Aku benar benar kesal padamu bocah tengik" Iriana memukul Tristan lalu membawa Hanin masuk
"Hei.. aku anggota keluarga ini apa kalian lupa? " pekik Tristan yang tidak di persilahkan masuk
"Benar benar sial" gumam Tristan
Hanin dan orang tua Bayu berkumpul di kamar kakek, Kenzo di tidurkan di sebelah kakek yang tampak gembira kedatangan cicit barunya, sementara Tristan masih mengerucutkan bibirnya di pojok ruangan karena tidak dianggap ada di sana
Hanin sesekali melirik kearah Tristan rasanya kasihan juga melihat dia di asingkan, akhirnya Hanin pamit menidurkan Kenzo
"Mereka hanya memperdulikanmu" Tristan mengadu pada Hanin saat berada di kamarnya
"Jangan begitu sayang, aku sudah berubah aku janji tidak akan menyakitimu lagi" Tristan merengek seperti anak kecil menaruh kepalanya di pangkuan Hanin
"Tidak mudah bagi seseorang untuk berubah" Tristan tidak menjawab perkataan Hanin dia malah mengusak kepalanya di perut Hanin dengan tangan bergerak mengelus kaki Hanin dari balik dress
"Dasar mesum" Hanin memukul tangan Tristan yang semakin bergerak ke atas
"Aku tidak mesum.. aku merindukanmu Hanin sangat sangat merindukanmu " Tristan bangun dari pangkuan Hanin dan kini mengangkat tubuh Hanin agar duduk di pangkuannya
"Apa apaan ini? "
"Aku merindukanmu" Tristan menekan tengkuk Hanin dan menciumnya lembut
"Aku ingin adik untuk Kenzo" bisik Tristan membuat bulu kuduk Hanin meremang
"sayang ibu mertuamu datang" ucap Iriana seraya masuk tanpa mengetuk pintu
Tristan dan Hanin sontak saling mendorong ketika mereka sedang bermesraan, secepat kilat Iriana segera berbalik membelakangi mereka
"Tristan kau tidak tahu waktu ini masih siang" gerutu Iriana
"Kenapa bibi menggerutu? siapa suruh tidak mengetuk pintu" jawab Tristan
__ADS_1
"Nanti lanjut lagi sekarang temui ibumu dulu" Iriana segera bergegas keluar
"Mengganggu saja" gumam Tristan kembali mendekati Hanin
"Kau mau apa? bukannya bibi menyuruh kita menemui ibu? " Hanin mendorong tubuh Tristan kembali lalu berdiri membetulkan pakaiannya
"Sayang.. sebentar saja" rengek Tristan namun Hanin tidak mendengarkannya, dia segera keluar mencari aman
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Jaga dia jangan sampai dia keluar dan mengacau" ucap Luis pada anak buahnya
"Baik tuan"
Yasmine berada di villa Luis di jaga para anak buahnya agar tidak kembali mengacau dan akan menyeret namanya pula, sudah cukup Luis bekerja sama dengan yasmine dia sadar apa yang dia lakukan selama ini bukan membuat Hanin semakin dekat namun malah sebaliknya
Luis tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya Hanin jika suatu saat dia mengetahui bahwa kematian Edward adalah kesalahan yasmine dan dirinya yang memfitnah Hanin, dia menyesal telah mengikuti semua saran yang di berikan yasmine sampai membantunya operasi plastik untuk meninggalkan jejak pada pemilik restauran tempat Edward jatuh
Yasmine yang terpergok Ressa dan anak gadis yang tidak sengaja merekamnya menjadi kalap, dia mendorong Ressa lalu berlari mengejar gadis tersebut
Namun gadis itu berhasil lolos hingga akhirnya Yasmine mengetahui bahwa gadis tersebut anak pemilik restauran
Yasmine awalnya hanya mengancam gadis itu agar menyerahkan rekaman tersebut dengan menyekap ibunya, namun wanita itu berniat kabur sampai tangan yasmine refleks menikamnya hingga terjatuh dari tangga
Gadis tersebut ialah Vio teman Andrew dia menjadi gadis culun untuk menutupi identitasnya, dia juga berpura-pura lemah padahal dia adalah juara taekwondo di sekolah sebelumnya
Yasmine mengira rahasianya aman dia melupakan selama ini Janu masih bergerak mencari tahu penyebab kematian anaknya, meskipun di tutupi dari awak media tapi tetap saja Janu masih ingin pembunuh anaknya di adili seadil-adilnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Setelah berbincang dengan keluarga besar Tristan Hanin pergi ke dapur mengambil cemilan yang sebagian sudah matang di masak pelayan di rumah tersebut
"Hanin.. "
"Ahh.. Bayu kau sudah pulang? " tanya Hanin
"Apa kabar? kau membuat semua orang khawatir ketika kau menghilang"
"Aku baik Bayu.. beruntungnya aku saat itu bertemu orang baik yang mau menampung ku" jawab Hanin
"Apa Tristan bersikap baik padamu sekarang? "
"Aku rasa dia lumayan baik" jawab Hanin dengan kekehan
"Hiduplah dengan baik kali ini, jika sesuatu terjadi padamu katakan semuanya padaku, aku yang akan membantumu setidaknya itu tidak akan membuat semua orang khawatir" ucap Bayu seraya memegang bahu Hanin
"Terima kasih.... "
"Tidak perlu repot Bayu, ada aku sekarang aku tidak akan membuat istriku menderita lagi" sergah Tristan melepaskan tangan Bayu dari tubuh Hanin
"Tidak perlu mengkhawatirkan istriku" lanjutnya
__ADS_1
"Sukurlah kalau begitu, tapi aku tidak percaya padamu.. jaga Hanin atau aku akan merebutnya" goda Bayu seraya pergi menepuk bahu Tristan
"Sialan" umpat Tristan menatap tajam kepergian Bayu