
"Kenapa mendadak sekali? " Hanin terkejut saat supir Iriana menjemputnya untuk menghadiri pernikahan Bayu dan Vera
"Saya tidak tahu tapi nyonya hanya menyampaikan itu saja"
"Sus jaga Olivia saya dan Kenzo pergi dulu" Hanin pergi bersama supir Iriana
Sesampainya ditempat ternyata disana sudah hadir Tristan juga mertuanya dan saudara yang lain juga beberapa teman bisnis Bayu serta ayahnya, Kenzo langsung diambil para saudara Tristan karena saking gemasnya
"Kau tidak memberitahuku" bisik Hanin
"Aku juga tidak tahu, aku baru sampai" Tristan ikut berbisik
Pernikahan Bayu dan Vera selesai diakhiri dengan melemparkan bunga, tanpa sengaja bunga yang di lemparkan Vera jatuh tepat di pangkuan Tristan
Hanin mengikuti arah kemana bunga itu terbang dan menajamkan tatapannya saat bunga mendarat di pangkuan suaminya, Tristan tersenyum mengangkat bunganya namun saat melihat tatapan Hanin sontak saja Tristan melemparkan bunga tersebut ke lantai berekspresi seperti jijik
"Sayang... " perkataan Tristan terhenti saat Hanin mengacungkan jari telunjuknya agar dia diam
Tristan menghela nafas melihat wajah cemberut istrinya yang pasti akan mengoceh setelah pulang, Hanin berdiri di ikuti Tristan untuk memberi selamat pada Bayu dan Vera
"Kenapa mendadak sekali? " tanya Hanin pada Bayu dan Vera
"Aku tidak tahu, kemarin menginap pagi pagi Bayu langsung menyuruhku pakai gaun pengantin" lirih Vera
"Rupanya kau sudah tidak tahan, aku pikir kau tidak menyukai wanita" ucap Tristan sambil terkekeh
"Awalnya aku akan menikahi Hanin jika dia sudah menjadi janda tapi ternyata dia memilih kembali pada bajingan sepertimu" bisik Bayu
"Waahh.. kurang ajar sekali kau" wajah Tristan berubah kesal
"Kau ingin tahu dia membisikkan apa? dia berkata ingin menikahi Hanin jika dia menjadi janda" ucap Tristan pada Vera
"Kau percaya sayang? apa kau percaya pada pria yang bisa mengkhianati istrinya sendiri? " Vera menggeleng mendengar perkataan Bayu yang memang ada benarnya
"Jangan dengarkan omong kosong mereka, nikmati hari kalian kami akan pergi makan" sergah Hanin segera menarik tangan Tristan menjauh
"Apa kau gila? kenapa berbicara seperti itu pada Vera, kau ingin mengacaukan pernikahan saudaramu? " gerutu Hanin
"Aku hanya menyampaikan apa yang dia bisikkan, dia sungguh mengatakan itu" jawab Tristan sambil cemberut
__ADS_1
"Dia hanya bergurau, jika mereka bertengkar bagaimana"
"Kenapa kau jadi marah padaku? " Kesal Tristan
"Karena kau menyebalkan, kau membuatku kesal aku ingin sekali memukul kepalamu" gerutu Hanin seraya meninggalkan Tristan untuk mengambil Kenzo
Tristan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sebenarnya Hanin selalu kesal pada Tristan saat mengingat masa lalunya apa lagi Tristan adalah pelanggan setia club malam Dika tempat dimana Vera bekerja
Hanin membayangkan bagaimana dulu saat Vera melayani Tristan itu selalu berputar di kepalanya, pertanyaan demi pertanyaan muncul di benaknya membuatnya selalu kesal setiap mengingatnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Andrew tunggu" Vio berlari kecil mengejar Andrew
"Ada apa? kau belum makan siang? " tanya Andrew hanya di jawab anggukan oleh Vio
"Kalau begitu kita makan siang bersama saja, aku sudah sangat kelaparan" Andrew menarik tangan Vio
Mereka berdua makan siang bersama di sebuah restauran cepat saji, mata Vio tiba tiba menyipit melihat seseorang yang terlihat familiar
"Sashi melanjutkan sekolah sini juga? " tanya Vio pada Andrew
"Aku tidak tahu" jawab Andrew seraya menggidikkan bahunya
"Kenapa kau ada disini? " tanya Andrew
"Aku juga sekolah di tempat yang sama dengan kalian jadi kita akan sering bertemu" ucap Sashi
"Aku masih ada kelas, ayo pergi" Andrew menarik tangan Vio agar pergi dari sana, dia malas menghadapi Sashi
Baginya waktu tiga tahun cukup memuakkan satu sekolah dengan Sashi yang selalu mengejar ngejarnya, dia ingin belajar dengan tenang kali ini namun sepertinya akan sulit menghadapi hari harinya dengan Sashi yang ada di dekatnya
"Andrew tunggu" Sashi mengejar langkah mereka yang sudah keluar dari restauran
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang.. " Tristan baru saja pulang, setelah acara pernikahan Bayu dan Vera dia langsung kembali ke perusahaan
"Diamlah Kenzo baru saja tidur" ketus Hanin, seraya menepuk bokong Kenzo yang tidur di box bayi
__ADS_1
"Ketus sekali, aku mau mandi tolong siapkan air hangat" ucap Tristan seraya memeluk Hanin dari belakang
Tanpa bicara Hanin melepaskan tangan Tristan dari pinggangnya dan pergi ke kamar mandi, setelah mengisi air hangat Hanin hendak keluar namun Tristan menahannya di pintu
"Apa lagi? " tanya Hanin
"Temani aku mandi" Tristan mendorong tubuh Hanin dengan tubuhnya
"Aku sudah mandi"
"Tidak masalah mandi satu kali lagi, sudah begini aku tidak bisa menahannya" Tristan mengalihkan pandangannya ke bawah diikuti pandangan Hanin
"Tidak.. aku lelah" Hanin berusaha keluar namun Tristan mengunci pintunya dia memeluk erat tubuh
"Berapa lama lagi? aku lelah" pertanyaan Hanin tidak Tristan jawab
Beberapa menit kemudian mereka mengakhiri pergulatan panasnya dengan berendam berdua, Tristan menyandarkan tubuhnya dengan Hanin bersandar di dada bidangnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di kamar pengantin baru suasana sama panasnya dengan kamar mandi Tristan, Bayu menatap wajah Vera yang berkeringat di bawah kungkungan nya
"Kenapa menatapku seperti itu? " Vera memalingkan wajahnya merasa malu dengan tatapan Bayu
"Kenapa kau secantik ini? " Bayu membalikkan wajah Vera agar menatapnya
"Aku suka melihatmu seperti ini"
"Kau lelah? " tanya Bayu, Vera hanya mengangguk
"Tapi aku masih menginginkannya"
"Kau gila" pekik Vera saat Bayu menggigit kecil bagian tubuhnya
Malam ini menjadi malam yang melelahkan bagi kedua wanita yang bersahabat ini, suami mereka seakan tidak ada lelahnya menggempur mereka sepanjang malam
Mereka memejamkan mata sebentar namun suami suaminya kembali mengungkung istrinya setelah beberapa jam tertidur, Hanin sampai memukuli bahu Tristan dia menolak suaminya
Tristan hanya terkekeh dia tidak memperdulikan penolakan Hanin yang akhirnya akan dapat dia taklukan juga
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote
Dukungan dari kalian sangat berharga untuk author