
"Kenzo diam lah" Olivia sedang memasak namun Kenzo terus mengganggunya
"Aku suka melihatmu seperti ini, aku suka keringatmu" Kenzo memeluk Olivia seraya menciumi lehernya
"Kau suka seperti apapun keadaanku, tunggu aku menyelesaikan ini aku akan mengurusmu nanti" jawab Olivia
"Ada bibi.. kenapa kau harus repot repot? kau hanya harus mengurus segala kebutuhanku "
"Kau ini bukan bayi, Natasya saja di asuh suster" ucap Olivia
"Apa kau mau aku di urus orang lain? kalau begitu akan membayar suster muda yang seksi"
"Kau mau panci panas ini melayang di kepalamu? " ucap Olivia penuh penekanan
Kenzo tertawa semakin mempererat pelukannya, Kenzo terus saja mengganggu Olivia sampai Olivia kesal dan merengek
Hanin melihat kedekatan mereka dan tersenyum tiba tiba dari belakang Tristan memeluk serta mencium pipinya
"Aku melihat kita semasa muda ketika melihat mereka" ucap Tristan
"Tapi beruntung anakku bukan pemain wanita" ucap Hanin seraya menoleh pada Tristan
"Kau masih saja mengingatnya"
"Aku akan mengingatnya seumur hidup, bagaimana kau menyiksa dan mempermainkanku" ucap Hanin
"Apa hanya kenangan buruk yang kau ingat? apa kau tidak akan mengingat masa masa indah kita? "
"Aku akan ingat semuanya, ketika mengingat kebahagiaan aku ingin memelukmu, tapi ketika aku mengingat hal menyakitkan aku rasanya ingin memelukmu sampai mati"
"Kau selalu emosional" ucap Tristan sambil terkekeh memeluk sang istri
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Cassandra tersenyum melihat kedatangan ayahnya dengan seorang pria, Bayu mengecup kening Cassandra dan Cassandra memeluk pinggang ayahnya
"Siapa ini ayah? " tanya Cassandra
"Ini tunanganmu"
"Tunangan? benarkah? tapi kenapa aku baru melihatnya? " tanya Cassandra
"Maaf aku baru bisa menjengukmu sekarang, aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di luar negeri"
"Selama ayah menjagamu dia yang menggantikan ayah bepergian keluar negeri" jawab Bayu
"Ohh... " Singkat Cassandra
"Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun padanya jika dia benar-benar tunanganku? " batin Cassandra
__ADS_1
"Ayah akan kembali ke kantor, dia akan menemanimu disini sampai ayah pulang"
"Baiklah hati hati ayah" ucap Cassandra saat ayahnya hendak pergi
"Kau mau sesuatu? " tanya pria itu
"Tidak.. apa kau benar-benar tunanganku? apa kita saling mencintai atau kita di jodohkan? " tanya Cassandra ketika ayahnya sudah pergi
"Apa yang kau katakan? kita saling mencintai, lihat foto foto kita kau tersenyum begitu bahagia" pria itu menunjukkan foto foto mereka di handphonenya
"Siapa namamu? " tanya Cassandra
"Richard"
"Oh.. Richard bisakah kau membelikan aku sesuatu? aku ingin makan sesuatu yang manis" ucap Cassandra ketika melihat Rai di luar kaca yang ada di pintu
"Baiklah.. jangan kemana mana nanti kau jatuh" Cassandra mengangguk
Setelah Richard pergi Rai pun masuk ke dalam membawa makanan kesukaan Cassandra, Wajah Cassandra begitu bahagia melihat kedatangan Rai
"Apa kabar kau hari ini? lihat aku membawa makanan kesukaanmu" ucap Rai
"Terima kasih.. apa kau mau membawaku jalan jalan lagi? aku bosan" ucap Cassandra
"Baiklah.. " Rai memindahkan Cassandra ke kursi roda dan membawanya pergi
"Siapa pria yang keluar dari ruanganmu?" tanya Rai seraya menyuapi Cassandra
"Ingat perlahan lahan saja, kau mau melihat sesuatu? " Rai mengambil handphonenya dan memperlihatkannya pada Cassandra
"Ini saat kita sekolah menengah.. kau ingat siapa mereka? " tanya Rai
"Aku hanya tahu ini kakak sepupuku, dia pernah menjengukku"
"Ini kau.. yang ini aku tidak tahu" lanjut Cassandra
"Ini Lola, sayang sekali aku tidak punya kenangan yang lain lagi" ucap Rai
"Apa kau bisa menceritakan sesuatu padaku? " tanya Cassandra
"Aku tidak bisa, kau akan kesakitan jika aku menceritakannya.. ingat sendiri saja pelan pelan"
"Bagaimana aku bisa mengingatnya, aku bahkan tidak ingat namaku sama sekali" lirih Cassandra
"Nanti kau akan mengingatnya jika sering bertemu denganku" ucap Rai
"Hah.. kau ini penuh teka teki"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Kau melupakanku begitu saja, kenapa kau begitu mencintai bajingan itu Hanin" Luis menatap foto masa muda Hanin
"Kau tidak tahu besarnya cintaku melebihi suamimu Hanin, apa yang tidak bisa aku berikan untukmu? aku bisa memberikan semua yang suamimu berikan padamu bahkan aku bisa memberimu lebih"
"Luis... apa yang kau lakukan? kenapa kau mengharapkan wanita yang jelas jelas sudah berkeluarga? sebesar apapun pengorbananmu tidak akan ada harganya di matanya" ibunya masuk ke dalam kamar dan menemukan Luis sedang duduk di lantai menangis menatap foto Hanin
"Semua karena ibu... jika saja ibu dulu merestui kami maka aku tidak akan kehilangan Hanin"
"Sadarlah Luis.. kau menyia-nyiakan seumur hidupmu hanya untuk mengharapkan wanita yang sudah menikah, bahkan kau rela kehilangan wanita yang tulus mencintaimu" Ibu Luis mengguncang bahu anaknya
"Ini yang ibu mau bukan? ibu tidak merestui hubunganku dan Hanin itu sama saja ibu menginginkan aku sendirian sampai mati"
"Bukan itu yang ibu harapkan nak.. ibu hanya ingin yang terbaik untukmu" ucap ibunya
"Maka ini akan menjadi yang terbaik untukmu bu, Terima saja kenyataan bahwa anakmu tidak akan pernah mencintai perempuan mana pun selama hidupnya.. petiklah buah dari keegoisan ibu"
"Luis.. jangan katakan itu, ibu minta maaf padamu Luis.. Luis.. ibu mohon nak" Luis pergi begitu saja tanpa menoleh pada ibunya
"Aku mencintaimu Hanin.. biarlah ku bawa cintaku sampai aku mati" Gumam Luis meninggalkan kediaman ibunya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Richard mencari Cassandra yang menghilang dari kamarnya, dia mengelilingi rumah sakit sampai menemukan Cassandra bersama seorang pria di taman
"Cassandra.. bersama dengan siapa? " Richard berjalan menghampiri mereka namun saat dia sampai di dekat kursi roda Cassandra si pria itu hilang
"Kenapa kamu disini? " tanya Richard
"Aku biasa minta suster temani jalan jalan di sekitar sini"
"Lalu kemana pria tadi yang bersama kamu? " tanya Richard
"Pria yang mana? aku disini sendiri karena suster sedang mengambil obatku dulu" jawab Cassandra
"Tadi ada pria bersamamu disini"
"Ohh.. itu hanya menanyakan jalan saja" Cassandra berbohong
Padahal yang sebenarnya Cassandra melihat Richard berjalan kesana hingga Rai bersembunyi kemudian mereka menyuruh suster membawakan obat Cassandra di mobil
"Nona.. ini obat anda" suster baru saja datang memberikan obat dan segelas air
"Antar aku ke kamar ya" pinta Cassandra pada Richard
Richard membawa Cassandra kembali ke kamar dan membantunya berbaring dan menyelimutinya, Richard memang sudah menyukai Cassandra sejak lama
Kebetulan Bayu ingin menjodohkannya dengan Cassandra tentu saja dia tidak akan menolak tawarannya, meskipun ayahnya mengatakan Richard adalah tunangannya namun hati Cassandra tidak merasakan apapun padanya
"Apa kau sungguh tunanganku? tanya Cassandra
__ADS_1
" Tentu saja.. lihat cincin kita ini" Richard menunjukkan cincin yang dia dan Cassandra pakai
"Sejak kapan aku pakai cincin ini? " gumam Cassandra tidak menyadari bahwa dia memakai cincin tunangan di jarinya