kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Ulang tahun Rai


__ADS_3

"Mau kemana? " tanya Kenzo saat melihat Olivia sudah bersiap dengan gaun yang cantik


"Aku di undang ke acara ulang tahun temanku"


"Temanmu yang mana? "


"Ada lah temanku, kakak gak akan kenal.. aku pergi sebentar ya pleaseee"


"Temanmu yang mana? "


"Jam 10 aku sudah pulang, ya kak " Olivia memegangi lengan Kenzo bersikap manja


"Bagaimana jika aku pergi denganmu? "


"What? kenapa kakak ikut? "


"Memangnya kenapa? atau ada yang kau rencanakan? aku tidak akan mengizinkanmu jika pergi sendiri"


"Baiklah kau ikut" ucap Olivia, wajahnya terlihat kesal


Setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah rumah yang tak kalah mewah dengan rumah mereka, tangan Kenzo senantiasa menggandeng tangan Olivia bak seorang kekasih


"Selamat ulang tahun.. ini hadiah kecil dariku" ucap Olivia saat menjabat tangan Rai


"Selamat ulang tahun.. maaf aku tidak membawa hadiah" Kenzo segera melepas jabatan tangan mereka lalu menjabat tangan Rai


"Tidak masalah, terimakasih sudah mau datang"


"Aku hanya menemani adikku" jawab Kenzo kalau kembali menggenggam jemari Olivia


"Livia... " Lola menghampiri Olivia


"Hai kak"


"Hai" singkat Kenzo


"Boleh tidak aku mengajak Olivia bergabung bersama teman yang lain? " tanya Lola, Kenzo menatap Olivia


"Pergilah, aku mengawasimu disini" Kenzo duduk menyilangkan kakinya dengan satu gelas minuman


Saat Olivia mengambil makanan Rai terlihat mendekatinya entah apa yang mereka bicarakan namun tampaknya Olivia begitu senang, Kenzo yang melihat hal itu segera berdiri menghampiri mereka


"Mau pulang sekarang atau nanti? " tanya Kenzo, Olivia tahu persis apa yang di maksud kakaknya, Jika dia masih ingin disini maka jangan dekat dengan laki laki


"Nanti saja, Rai aku kesana dulu" Olivia meninggalkan keduanya menuju Lola


"Jangan pengaruhi adikku dengan hal negatif, aku tidak mengizinkan dia memiliki kekasih" Kenzo memberi sebuah peringatan

__ADS_1


"Kami hanya berteman " jawab Rai


"Kita sama sama seorang pria aku tahu kau mempunyai ketertarikan pada adikku"


"Kau tahu itu, dan aku pun tahu sikapmu ini melebihi batas seorang kakak, apa kau mencintai adikmu? " Kenzo mengepalkan tangannya


"Tutup mulutmu" Kenzo mencengkram jas Rai


"Jangan membuat kacau di pesta ku" Rai menurunkan tangan Kenzo


"Batasi perasaanmu, aku tahu perasaanmu lebih dari perasaan seorang kakak, kita sama sama pria aku juga tahu perasaanmu hanya dari sikapmu" Rai pergi meninggalkan Kenzo


"Sial.. omong kosong apa yang dia katakan? " gumam Kenzo


Sudah satu jam mereka berada di pesta itu Olivia bersenang-senang dengan temannya sementara Kenzo mengawasi Olivia dari para pria, ketika Olivia menoleh ke arah dimana Kenzo duduk dia memberengut kesal


Kenzo sedang berbincang dengan gadis cantik dan tampaknya mereka sudah saling mengenal, Terlalu fokus menatap Kenzo dia tidak sadar bahwa Rai sudah berdiri di hadapannya membawa sepotong kue ulang tahun


"Ini dia.. siapa gadis itu? " MC berbicara menggunakan microphone namun sepertinya Olivia tidak mendengarnya karena terus memandangi Kenzo


"Livia" bisik Lola seraya mencolek colek lengannya


"Siapakah gadis beruntung yang mendapat potongan kue selanjutnya? ya.. nona yang memakai gaun lilac, siapa namanya? "


"Olivia" sahut para teman temannya


"Olivia" ucap Rai seraya menyentuh lengannya


Olivia terlonjak dia benar-benar terkejut baru menyadari Rai ada di hadapannya, sontak semua tamu yang hadir mentertawakannya


"Apa yang anda lihat nona? kenapa sampai tidak mendengar ketika dipanggil" MC juga ikut tertawa melihat reaksi terkejut Olivia


"Maaf" Olivia hanya menunjukkan senyum lebar dia benar-benar malu


"Maukah kau menerima ini" Olivia mengangguk lalu memakan kue dari sendok yang di berikan Rai


Semua tamu bertepuk tangan bahkan ada yang menyuruh Rai mencium Olivia, Kenzo segera berdiri menghampiri keduanya suara suara teman temannya menjadi hening seketika


"Sudah pukul 10 malam kita harus pulang" ucap Kenzo


"Tapi kak.. "


"Kau sudah berjanji" mendengar kata kata Kenzo raut wajah Olivia berubah seketika


"Pulanglah, terimakasih sudah datang" ucap Rai dengan senyum lembutnya


"Maaf aku tidak bisa ikut sampai pesta berakhir" lirih Olivia

__ADS_1


"Tidak apa apa, aku senang kau sudah datang"


Kenzo menarik tangan Olivia keluar dari rumah tersebut dan masuk kedalam mobil, di dalam mobil sangat hening mereka tidak bicara sama sekali sampai rumah


"Olivia" tegur Kenzo namun Olivia tak menggubris nya dia segera masuk ke kamar lalu mengunci pintunya


"Kenapa dia begitu menyebalkan? kenapa dia bersikap seperti itu? kenapa dia tidak memberiku kebebasan padahal ayah dan ibu selalu mengizinkanku untuk apapun asal itu tidak di luar kendali"


"Hanya aku yang tidak pernah memiliki kekasih, kapan aku seperti yang lain? dia terlalu mengekangku, apa dia ayahku? kenapa dia menyebalkan" teriak Olivia yang sudah merasa jenuh dengan sikap posesif Kenzo padanya


Kamar Olivia memiliki peredam suara dia bebas berteriak memaki Kenzo, sementara Kenzo juga kesal sendiri selepas pulang dari pesta dia memikirkan perkataan Rai juga kesal melihat adiknya di dekati oleh Rai


"Ingin sekali aku meremukkan kepalanya" gerutu Kenzo


"Aku mencintai adikku sendiri? dia sudah gila, apa yang dia pikirkan? aku hanya tidak ingin adikku tidak fokus dalam sekolahnya dan di sakiti pria lain jika dia memiliki kekasih, apa itu salah? apa salah sebagai kakak aku ingin melindungi adikku? "


"Mereka saja yang pikirannya sudah rusak, aku kesal sekali" Kenzo hanya berjalan mondar mandir meninju udara


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Apa kau kenal dengan kak Kenzo? " tanya Rai pada wanita yang mengobrol dengan Kenzo


"Kenal dia teman kuliahku, memangnya kenapa? " jawab wanita itu


"Apa dia punya pacar? "


"Entahlah.. kenapa kau bertanya tentang dia? "


"Aku hanya penasaran saja, dia posesif pada adiknya seperti seorang kekasih"


"Kau ini.. wajar saja dia posesif dia itu kakaknya dia hanya takut adiknya terluka atau di sakiti orang lain mungkin" jawabnya


"Kak Renata aku seorang pria, aku tahu tatapan itu tidak seperti kakak pada adiknya"


"Kau hanya sedang cemburu Rai, kau menyukai adiknya tapi Kenzo tidak memberimu restu bukan? " ledek wanita bernama Renata


"Bukan seperti itu"


"Aku tahu, dekati saja gadis itu jika dia menyukaimu kalian bisa pacaran sembunyi sembunyi"


"Benar juga, kenapa aku tidak terpikirkan hal ini? kenapa aku harus pusing pusing memikirkan kakaknya" pikir Rai


"Sudahlah antar aku pulang" Renata adalah kakak sepupu Rai dan teman kuliah Kenzo


Sepulang mengantar Renata pulang Rai membuka kado yang di berikan oleh Olivia, sebuah jam tangan dengan gambar pandai kecil di tengah jarum jamnya juga sebuah surat


"Kau pernah bilang mataku bulat seperti panda, aku sengaja memberimu ini agar kau mengingatku saat kita sudah lulus nanti :) " Rai tersenyum mengingat dia pernah mengatakan itu saat Olivia tidak tidur karena belajar selama beberapa malam hingga kelopak matanya menghitam

__ADS_1


__ADS_2