
WARNING 21+
•
•
•
•
•
•
Di Dalam mobil
"Dimana rumah mu? Biar aku antarkan kau kesana," ucap Bastian saat mobil sudah menjauh dari club malam.
Amelia tidak menjawab karena saat ini tubuhnya sedang merasakan reaksi obat. "Tolong aku, sungguh aku tidak kuat lagi." ucapnya memohon.
__ADS_1
Amelia langsung melepaskan pakaian yang ia kenakan begitu saja sebab ia merasakan panas yang tidak terbendung dari dalam tubuhnya. Amelia merasakan gelenyar aneh yang tidak bisa ia jabarkan dengan kata-kata.
Kewanitaannya terasa berdenyut hebat. Ia ingin sekali dimanjakan oleh laki-laki yang ada di sampingnya saat ini. Amelia seperti kehilangan akal sehat nya tanpa ragu sedikitpun ia bangkit dari tempatnya duduk tampa rasa malu dan canggung Amelia langsung menelusuri tubuh Bastian yang nampak begitu menggoda di matanya.
"Ooh sihit!! Apa yang kau lakukan?!" bentak Bastian kesal. Bastian langsung menepikan mobilnya di jalan yang tampak sunyi dan sepi.
"Aah! aah! … tolong aku … aku merasa tersiksa," ucap Amelia dengan suara parau.
Napas Amelia tersengal, tangannya terus menelusuri tubuh Bastian dan ia tidak segan-segan menyesap bibir Bastian dengan begitu liar. Bastian langsung mendorong tubuh Amelia agar menjauhi darinya.
Bastian menatap manik Amelia yang memiliki mata seperti kacang almond berwarna cokelat kehitaman. Mata itu menatap dirinya penuh permohonan. Mata Bastian terus menelusuri wajah yang ada di hadapannya saat ini, wanita itu mempunyai hidung yang mancung dengan bibir tipis dan ranum yang telah berani menyentuh dirinya dengan sangat liar.
"Aku harap kau tidak menyesali atas apa yang akan terjadi saat ini karena kau yang memintanya. Aku hanya laki-laki normal," Bastian berucap tanpa melepas pandangan matanya pada wajah Amelia.
Bastian yang mendapat serangan mendadak langsung menekan Reclining seat untuk merebahkan kursi mobil. Bastian langsung membalikkan tubuh Amelia yang ada di atasnya saat ini.
Tanpa berlama-lama Amelia membuka kancing baju Bastian saat ia sudah berada dibawah Kungkungan tubuh laki-laki yang terlihat tampan dan menggoda. Amelia langsung bisa melihat tubuh Bastian yang memperlihatkan delapan buah kotak yang menonjol di perutnya dengan ABS yang begitu sempurna.
Sempitnya tempat tidak menyurutkan gai_rah mereka berdua. Bastian sadar saat ini ia tengah menggagahi seorang wanita yang masih perawan karena saat kejantanannya masuk untuk membobol gawang milik Amelia begitu susah dan butuh usaha.
__ADS_1
Belum lagi ia harus menahan sakit akibat cengkraman kuku Amelia pada lengan tangannya. Tetapi seakan ia tidak peduli dengan rasa perih yang tercipta, yang tidak seberapa ini. Karena kemolekan wanita yang ada di hadapannya saat ini membuatnya mabuk kepayang.
Amelia bisa melihat wajah Bastian yang sedang bergerak dengan rtime cepat tanpa keraguan.
ia hanya bisa menikmati apa yang laki-laki diatas berikan. Mengeluarkan, masukan kejantanannya ke dalam tubuhnya. Meski awalnya sakit untuk dirinya. Tetapi ia menikmati semua permainan yang laki-laki itu berikan. Sesekali matanya terpejam dengan kepala mengadah merasakan kenikmatan yang laki-laki itu ciptakan untuk pertama kali dirinya rasakan.
Goyangan mobil Bastian seirama dengan hentakan yang Bastian berikan kepada Amelia. Sesekali ia menjabat rambut wanita yang ada di bawah kendalinya saat ini. Malam panas mereka masih terus berlangsung cukup lama.
Sebuah erangan keluar dari mulut Amelia menjadi saksi sebuah pencapaian begitu nikmat dengan diikuti Bastian yang juga menggapai pencapaiannya dengan deru nafas yang terengah-engah Bastian bangkit dari atas tubuh Amelia dengan peluh masih membanjiri kedua nya.
Tok … tok …
Suara kaca yang diketuk dari luar mengagetkan mereka berdua yang baru saja menyelesaikan pertempuran penuh kenikmatan itu. Keduanya pun panik dan sama-sama merapikan penampilan mereka berdua sebelum akhirnya mereka keluar. Untung saja kaca mobil Bastian tidak bisa dilihat dari luar.
Amelia membulatkan matanya saat ia tahu siapa orang yang ada di hadapannya saat ini. Panas nya udara tadi didalam mobil mengalahkan panasnya udara di luar mobil. Padahal saat ini diluar angin berhembus kencang sampai-sampai menerbangkan helaian rambut Amelia yang tergerai indah yang terlihat sedikit berantakan akibat pergulatan mereka tadi di dalam mobil.
Amelia merasakan udara di luar benar-benar terasa panas hingga ia susah untuk bernapas. Amelia kehilangan suaranya untuk berkata-kata, tenggorokannya terasa tercekat, wajahnya terlihat pucat, bibirnya terkulum kedalam, ia hanya bisa menundukkan wajahnya saja tanpa mau berkata apapun.
Tamat sudah riwayat nya saat ini. Sekali lagi ia merutuki pria yang telah menaruh obat itu untuk dirinya. Amelia hanya ingin bersenang-senang seperti teman-teman yang lainnya yang menikmati masa-masa remaja selama ini kehidupan nya bagaikan burung dalam sangkar emas. Sekalinya Amelia bisa keluar ia langsung terjerat karena orang-orang tahu betapa berharganya dirinya.
__ADS_1
Sedangkan Bastian hanya terdiam berdiri disamping mobil seperti tidak terjadi sesuatu.