kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Petak umpet


__ADS_3

"Kakak.. " Andrew menelpon Hanin


"Kenapa degan suaramu? apa kau sakit? " tanya Hanin


"Kakak maafkan aku" lirih Andrew suaranya tampak seperti sedang menangis


"Ada apa denganmu? jangan membuatku khawatir"


"Kakak bagaimana jika aku tidak menyelesaikan sekolahku? aku akan bekerja saja " ucap Andrew


"Jangan bercanda, apa ayah menghentikan biaya pendidikanmu? atau kau melakukan sesuatu yang membuatmu di keluarkan dari sekolah? "


"Tidak keduanya, aku berpikir hanya ingin bekerja saja"


"Apa kau bodoh? kita hidup susah sudah untung ada yang mau membiayai sekolahmu dan sekarang kau malah memilih bekerja? apa kau tidak menghargai pengorbanan kakakmu? jangan main main Andrew lanjutkan sekolahmu dengan benar jangan mengecewakanku dan ayah" Hanin menggerutu dengan cepat


"Kak.."


"Jangan menelpon ku lagi jika kau masih bersikeras untuk tidak melanjutkan sekolah" Hanin kemudian menutup teleponnya


"Aku tidak habis pikir kenapa dia menyia-nyiakan kesempatan, dia yang paling semangat melanjutkan sekolah sekarang dia malah ingin menyia-nyiakannya" Hanin masih menggerutu sampai masuk ke dalam kamarnya


"Kenapa kau menggerutu? " tanya Tristan.


"Diamlah aku sedang kesal" ketus Hanin


"Kenapa kau juga marah padaku? dasar cerewet" gumam Tristan


"Kau bilang apa? "


"Kau cantik sayang lebih cantik lagi kalau kau tersenyum" jawab Tristan


"Bukan itu yang aku dengar"


"Lalu apa? kemari bawa obatnya" Hanin dengan wajah cemberut melangkah mendekati Tristan


"Suapi aku" Tristan menarik Hanin agar duduk di pangkuannya


"Kau sudah sembuh, panasmu sudah turun" ucap Hanin seraya menyentuh kening Tristan


"Iya.. besok aku akan pergi ke luar kota selama tiga hari"


"Keluar kota? " tanya Hanin


"Hmm.. jadi hari ini kau harus melayaniku dengan baik" jawab Tristan


"Kapan aku tidak melayanimu?"

__ADS_1


"Kau memang selalu melayaniku dengan baik tapi bukan itu maksudku" Tristan menatap lekat wajah Hanin dengan jarak yang sangat dekat


"Lalu? "


"Aku ingin.... " Tristan mengelus kaki Hanin dari bawah ke atas lalu menyatukan bibirnya


Hanin mengerti apa yang di inginkan suaminya dia mengalungkan tangannya ke leher Tristan membiarkan suaminya meraba setiap bagian tubuhnya, Ketika mereka sedang di puncak permainan Kenzo tiba tiba bangun menatap kedua orang tuanya


"Dia menatap kita" bisik Hanin


"Sebentar lagi jangan bergerak" Tristan masih menggerakkan tubuhnya


"Dia memandangi kita"


"Biarkan saja dia tidak mengerti" Tristan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan Hanin, hanya terdengar suara d*s*h*n tertahan di balik selimut


"Aakkkhh.. " d*s*h*n panjang Tristan mengakhiri permainannya


Kenzo mengira orang tuanya mengajak bermain petak umpet Kenzo merangkak membuka selimut dan mengintip orang tuanya dengan mengedipkan ngedipkan matanya yang bulat


"Ma.. mama.. ma.. " Celotehnya di iringi tawa khas bayi


Hanin spontan menggulingkan tubuh Tristan lalu meraih tubuh Kenzo dan menidurkannya, Kenzo kembali tertidur setelah Hanin memberinya Asi


"Mau kemana? " Tanya Tristan saat Hanin beranjak dengan tubuh polosnya


"Aku ikut" Tristan berlari mengejar istrinya masuk ke kamar mandi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sebelum berangkat ke kantor Bayu kerumah sakit terlebih dahulu dia menjenguk ibunya yang masih di rumah sakit, disana sudah ada ayahnya, Janu, Ressa juga Hanin dan Tristan


"Jadi itu yang membuatku syok" akhir kata yang di ucapkan Iriana yang di dengar Bayu


Sepertinya Iriana menceritakan semuanya pada mereka, saat kedatangan Bayu tatapan mereka semua beralih menatap pria tampan dengan alis tebal tersebut


"Sepertinya kau lebih baik hari ini" ucap Bayu


"Duduk.. aku ingin bicara denganmu" ucap ayahnya


"Ayah.. aku tidak mau membicarakan apapun disini, kita akan bicara nanti di rumah" Jawab Bayu


"Apa kau masih mau mempertahankan wanita j*l*ng itu? " ketus Iriana


"Bibi... " Hanin hendak bicara namun Tristan menahannya


"Aku harus berangkat ke luar kota, kami permisi" Tristan menuntun tangan Hanin keluar

__ADS_1


"Bicarakan ini secara baik baik Iriana, setiap orang punya masalalu jika anakmu sudah menerimanya kenapa kau harus meributkan masalah ini" ucap Janu


"Kau bisa berkata seperti itu karena menantumu wanita baik baik, jika saja Tristan melepaskannya saat itu aku lebih setuju Bayu menikahi mantan istri kakak sepupunya" Jawab Iriana


"Menantuku memang wanita baik baik, tapi lihat anakku aku lebih malu mempunyai anak seperti Tristan tapi lagi lagi Hanin menerimanya kembali, kisah cinta anak kita biarlah urusan mereka seperti apapun masalalu seseorang biarlah berlalu yang terpenting orang tersebut bisa merubah dirinya setelah bersama"


"Tetap saja keluarga kita pasti menjadi gunjingan para pelanggannya, aku tidak akan sanggup jika mendengar mereka mengatakan hal hal yang merendahkan keluarga kita" Iriana tidak mau mendengarkan perkataan Janu


"Jangan seperti ayah Iriana, jangan terlalu mementingkan omongan orang yang terpenting hidup kita bahagia bersama orang yang kita cintai jika kau bersikap seperti ini terus maka mereka yang mencintaimu akan pergi menjauh" orang yang di Maksud dari kata kata Janu adalah Bayu dan Vera


"Paman, bibi, ayah aku pergi ke kantor dulu, permisi" Bayu enggan mendengar perkataan sang ibu lebih jauh lagi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sedang apa? " Vio terlonjak saat Andrew menyapanya dari belakang


Vio duduk melamun sendiri di bawah pohon tiba-tiba saja Andrew datang mengejutkannya, Vio hanya tersenyum kikuk sedikit bergeser menjauh ketika Andrew duduk di sampingnya


"Vio bisakah kau mendengarkanku sebentar? "


"Aku ada janji dengan temanku, kita bicara lain kali saja" Vio berdiri hendak melangkah namun Andrew menarik tangan Vio agar dia kembali duduk


"Tatap aku.. apa aku terlihat seperti pria brengsek dimatamu? apa kau percaya dengan apa yang ada di foto itu? "


"Kau memang tidak terlihat seperti pria brengsek namun beberapa mampu menyembunyikan jati dirinya " jawab Vio, tatapan mereka bertemu Vio memang tidak melihat kebohongan di mata Andrew


"Jika aku menceritakan semuanya apa kau akan percaya? "


"Entahlah.. kenapa kau harus menjelaskannya padaku? kita tidak memiliki hubungan apapun kau tidak berkewajiban menjelaskan apapun"


"Karena aku mencintaimu Vio, aku tidak ingin kau menjauhiku" Vio terdiam dia menatap mata Andrew yang tampak berkaca kaca


"Bicaralah, Aku akan mendengarkanmu" Andrew mulai menceritakan saat malam di pesta ulang tahun temannya sampai pagi pagi dia terbangun ada di sebuah hotel


Vio mendengarkan dengan serius apa yang di ucapkan Andrew, Vio menatap dalam mata Andrew mencari celah kebohongan namun lagi lagi sepertinya Andrew jujur dengan apa yang di katakannya


"Dia mengancam akan menyebarkan foto itu jika aku menolak nya, aku tidak akan sanggup menanggung malu jika dia menyebarkannya tapi aku juga tidak ingin terikat dengannya, aku akan mengundurkan diri dari Universitas dan pulang "


"Kenapa dia setega itu? kenapa demi sebuah perasaan dia tega menghancurkan masa depan seseorang? " ucap Vio tidak mengerti dengan jalan pikiran Sashi


"Aku akan membantumu.. jika dia menyebarkannya kita harus punya bukti untuk mematahkan semua tuduhannya" Andrew mengangkat kepalanya yang semula menunduk


"Apa kau sungguh sungguh? kau percaya padaku? " Vio tersenyum seraya mengangguk


"Terimakasih... aku akan membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar" Andrew memeluk Vio


"Kita harus meminta bantuan ayah angkatmu, kau harus menceritakan ini padanya"

__ADS_1


"Baiklah, aku nanti akan bicara padanya"


__ADS_2