kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Penyakit Hanin


__ADS_3

"Olivia bangun.. Olivia" Hanin mengguncang Lembut tubuh Olivia


"Emmhh.. kenapa bu? " Olivia langsung duduk seraya mengucek matanya


"Bangun sayang.. hari ini pernikahanmu" mendengar hal itu Olivia mematung dengan mata berkaca kaca


"Sayang ibu tahu ini berat, tapi perbuatan kalian sudah terlanjur jauh ada anak yang butuh pertanggungjawaban, kau mengerti bukan? satu hal yang harus kau tahu nak menjadi orang tua itu tidak mudah" Hanin menggenggam tangan Olivia


"Kau paling tahu kakakmu, dia pria baik dan sangat menyayangimu, ibu lebih percaya kau di bawah perlindungan Kenzo meskipun mungkin kali ini dia berada di luar batasnya"


"Ibu tahu kakak selalu memaksaku? aku sama sekali tidak mencintainya lebih dari sekedar seorang kakak" air mata Olivia berlinang


"Dia menyayangimu dan ibu percaya kau di bawah perlindungan-Nya, Ketika ibu pergi nanti maka ibu akan merasa tenang saat kau memiliki pelindung yang akan menyayangimu serta merawatmu dengan baik, ibu percaya Kenzo bisa melakukannya"


"Ada ibu aku tidak membutuhkan orang lain lagi bu"


"Cepat mandi ibu akan membantumu bersiap" Hanin menahan air mata di kelopak matanya


"Bu tolong jangan lakukan ini, biarkan aku menggugurkan bayi ini" Tangisan Olivia pecah saat memohon pada Hanin


"Ibu tidak ingin mendengarnya, sekarang cepat bersihkan dirimu"


Setelah beberapa saat Olivia sudah rapih dengan gaun dan sedikit polesan make up, Hanin membantunya menuruni anak tangga


Kenzo tersenyum melihat Olivia yang tampak cantik meskipun di wajahnya tidak ada senyuman serta keramahan, Kenzo menghampiri Olivia di tangga terakhir dan mengulurkan tangannya pada Olivia


Olivia hanya diam bahkan memalingkan wajahnya enggan menatap Kenzo, Hanin mengambil tangan Olivia dan menyatukannya dengan Kenzo


Ketika pernikahan mereka berlangsung Olivia hanya akan menjawab jika Hanin mengangguk untuk meyakinkannya, pernikahan di akhiri dengan bertukar cincin baru saja keduanya bertukar cincin tiba tiba tubuh Hanin terhuyung beruntung Tristan dapat menangkap tubuhnya


"Hanin.. kau kenapa? " dari hidung Hanin mengeluarkan darah


Kenzo dan Olivia berlari menghampiri Hanin lalu Kenzo menggendong sang ibu masuk ke dalam mobil untuk membawanya ke rumah sakit


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Cassandra tunggu" Lola menghentikan langkah Cassandra


"Kenapa kak? "


"Apa kau bertemu Olivia? aku tidak bisa menghubunginya"

__ADS_1


"Aku juga, aku kerumahnya tapi kak Olivia tidak mau bertemu siapapun dia mengunci diri di kamar" jawab Cassandra


"Apa kau tahu kenapa dia keluar dari sekolah? tanya Lola


" Tidak.. ayahku juga tidak mau membahas ini saat aku bertanya lagi sepertinya ayah tahu namun enggan mengatakannya "


"Coba temui dia sekali lagi, ajak dia bertemu aku merindukannya" pinta Lola


"Aku usahakan, tapi aku tidak janji"


"Hmm.. oke, ini simpan nomor telepon ku nanti hubungi aku" Lola memberikan selembar kertas bertuliskan nomor teleponnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kau memperlakukanku seperti ini selama bertahun-tahun? apa kau tidak pernah membuka sedikit saja hatimu untukku sedikit saja? "


"Tidak" jawab Luis dengan singkat


"Apa kau akan terus mengharapkan wanita yang jelas jelas sudah hidup bahagia dengan keluarganya? apa kau akan menunggunya sampai mati? kau bahkan tidak pernah menyentuhku setelah kita menikah.. aku tidak percaya kau bisa menahan hasratmu belasan tahun lamanya"


"Aku sudah tidak memiliki hasrat pada wanita mana pun, aku juga tidak berbuat hidup bersama wanita manapun, bersyukurlah aku sudah menyelamatkan nama baikmu dan keluargamu apa itu belum cukup? " bentak Luis


"Kenapa kau tidak punya hati.. aku mencintaimu dengan tulus, aku selalu merawatmu dengan baik apa ini tidak cukup untuk membuka hatimu?"


"Apa aku begitu tidak layak mendapatkan cinta dan kasih darimu? apa aku tidak layak mendapatkan perhatian serta kata kata lembut darimu? kau begitu dingin dan kasar padaku bahkan anakku" lirihnya dengan tangis memilukan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


..."Leukemia Akut...


Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari.


Terdapat dua subjenis leukemia akut yang diklasifikan berdasarkan jenis selnya, diantaranya: Lymphoblastik (Leukemia Limfoblastik Akut/ALL): tipe leukemia yang menyerang 75% pasien anak-anak usia 3-4 tahun. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih. 


Mieloblastik (Leukemia Myeloid Akut/AML): sebelumnya tipe ini disebut leukemia nonlimfositik akut. Insiden AML terjadi 80% pada dewasa dan pada orang tua berusia lebih dari 40 tahun.


Gambaran klinik dan gejala leukemia akut:


Kegagalan sumsum tulang yang memicu anemia, demam, infeksi, perdarahan (trombositopenia)


Infiltrasi ke organ (nyeri tulang, limfadenopati, splenomegali, hepatomegali)

__ADS_1


Gejala meningeal (sakit kepala, mual, muntah, kejang)


Hipertrofi gusi (bengkak)


Ini hasil tes laboratorium anda nyonya, Kadar Hb, Ht, jumlah eritrosit: turun, Jumlah leukosit: meningkat, Jumlah tombosit : menurun, LED : meningkat, Hapusan darah tepi : blast"


Mendengar penuturan dokter Hanin mematung dia tidak menyangka mengidap penyakit yang begitu berbahaya, dokter beberapa kali memanggilnya untuk menanyakan apakah keluarga boleh masuk atau tidak karena sedari tadi mereka mondar mandir di depan pintu


"Nyonya.. nyonya.. "


"Ahh.. aku akan menjalani pengobatan tapi bisakah kau merahasiakan ini dari anak dan suamiku? aku tidak ingin membuat mereka cemas"


"Tapi nyonya.. "


"Aku mohon"


"Baiklah.. aku akan memanggil mereka masuk jika kau sudah siap" Hanin meminta keluarganya tetap di luar saat mereka di tangani karena dia merasa ada sesuatu yang aneh yang dia rasakan akhir akhir ini


Dan benar saja dia mengidap penyakit ganas yang bisa merenggut nyawanya kapan saja, Hanin tidak ingin keluarganya mengetahui penyakitnya dia ingin terlihat Baik baik saja agar mereka tidak sedih


"Jadi apa istri saya baik baik saja? " tanya Tristan


"Nyonya hanya perlu istirahat dan mengonsumsi beberapa obat saja" dokter meresepkan obat untuk Hanin


"Ibu membuatku khawatir" ucap Olivia memeluk Hanin


"Kemarilah.. " Hanin menyatukan tangan Olivia dan Kenzo


"Dengarkan ibu, kalian harus saling menyayangi, melindungi, Kenzo jaga Olivia jangan sampai dia bersedih dan terluka dan kau Olivia kau juga harus menjaga Kenzo cintai dia" Olivia dan Kenzo saling memandang lalu memalingkan wajahnya


"Ibu jangan terlalu banyak berpikir, aku akan menjaga dan melindungi Olivia, aku mencintainya aku akan menjaganya sebisaku" ucap Kenzo


"Olivia... "


"Iya ibu? "


"Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu, ibu merasakan itu dulu ibu begitu membenci ayahmu yang selalu semaunya sendiri juga selalu menyakiti ibu tapi seiring berjalannya waktu ayahmu bisa luluh bahkan dia seperti orang gila mencari ibu yang menghilang waktu itu" Hanin tersenyum mengingat kenangan pahitnya dulu bersama Tristan


"Kenzo kau pendendam seperti ayahmu, ubah sikap itu jadilah pemaaf dan berlapang dada memaafkan kesalahan orang lain, dendam hanya akan membawamu pada kesengsaraan mungkin kau akan puas tapi kau tidak akan tenang" Hanin menasehati Kenzo yang sifatnya sama seperti sang ayah


"Kalian sedang membahas apa? kenapa menyebut nama ayah? " Tristan baru saja bergabung setelah berbincang dengan dokter dan menebus obat

__ADS_1


"Siapa yang menyebut namamu? percaya diri sekali" Hanin bergurau membuat Tristan dan Kenzo terkekeh kecuali Olivia yang memasang wajah sendu


__ADS_2