kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Sudah aku duga


__ADS_3

"Grandma.. apa ayah ada disini?" Rai menemui neneknya untuk bertemu Luis


"Dia tidak pulang kesini sejak keluar dari rumah kalian" jawabnya, neneknya memeluk Rai dia tahu itu bukan cucunya namun dia terlanjur menyayangi Rai


"Ibu sakit.. bisakah grandma bicara dengan ayah? "


"Entahlah... coba kau temui dia di kantor jika masih tidak ada hasil nanti grandma yang akan bicara" jawabnya


"Terimakasih grandma, selama ini mau menerima aku dan ibuku" lirih Rai


"Bagiku kau adalah cucuku, sampai kapanpun kau tetap cucuku" Rai memeluk neneknya lama sebelum pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Kini Rai sudah berada di depan perusahaan Luis dia menghela nafas sebelum masuk, baru saja melangkah kehadiran Rai sudah di tolak sesuai intruksi dari Luis


"Panggil atasan kalian" ucap Rai


Rai di usir dari sana hingga menimbulkan keributan di dalam kantor, mendapat laporan dari bawahannya akhirnya Luis mengizinkan Rai masuk ke ruangannya


"Katakan cepat aku sedang sibuk" ucap Luis dingin


"Ibuku sakit.. tidak bisakah kau datang menemuinya? "


"Aku tidak bisa pekerjaanku banyak, lagi pula kita tidak memiliki hubungan apapun lagi" Perkataan Luis membuat Rai marah, dia berjalan mendekati Luis lalu mencengkram bajunya hingga menyeretnya dari kursi


"Kau.. apa kau tidak pernah memikirkan ibuku sedikit saja? apa kebaikan, ketulusan serta cinta yang dia berikan belasan tahun ini tidak ada artinya sama sekali untuk mu? kau memikirkan wanita lain yang jelas jelas tidak memperdulikanmu bahkan mungkin dia sudah melupakan dirimu"


"Kau menolak ibuku bahkan sebelum membuka hati untuknya, apa seburuk itu ibuku di matamu? apa kau pria yang sempurna? apa kau merasa ibuku terlalu rendahan untuk bisa berdampingan dengan orang sepertimu? " teriak Rai di hadapan Luis


Sudah 18 tahun sejak Rai di lahirkan ini adalah pertama kalinya dia berteriak di hadapan Luis, Rai selalu bersikap baik dan menuruti keinginan Luis agar bisa mendapatkan hatinya


"Ibumu wanita yang baik.. mungkin kau benar aku bukan pria sempurna tapi untuk menerima ibumu aku sudah mencoba namun tetap saja aku tidak bisa, Kau akan mengerti jika kau benar-benar telah mencintai seorang wanita sampai merelakan hidup dan matimu untuknya" Luis melepaskan cengkeraman tangan Rai


"Pulanglah.. jaga ibumu, aku akan menemuinya setelah pulang bekerja" hanya itu yang di ucapkan Luis lalu pergi meninggalkan Rai di ruangannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tidak berangkat kuliah atau bekerja? " tanya Olivia saat Kenzo tidur di pangkuannya


"Aku ingin istirahat dan menghabiskan waktu denganmu" jawab Kenzo seraya mengusap dan mengecup perut Olivia

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan untuk menghabiskan waktu denganmu? "


"Sebenarnya aku ingin bermesraan seharian tapi... " Kenzo menggantung kata katanya


"Tapi apa? " tanya Olivia


"Tapi aku takut kau tidak bisa bangun setelahnya" jawab Kenzo seraya terkekeh


"Otakmu itu.. apa tidak ada hal lain selain itu? "


"Sebenarnya ada, tapi.. " Kenzo kembali menggantung kata-katanya


"Sudahlah jangan bicara lagi, aku sudah tahu pasti kau menginginkan sesuatu yang tidak jauh dari hal hal berbau mesum" Kenzo terkekeh ketika Olivia menebak isi pikirannya


"Sudah aku duga" gumam Olivia


Kenzo bangun dan meraih tubuh Olivia menyandarkannya di sandaran sofa, Kenzo mencium bibir


"Eehheem.. " sebuah suara mengejutkan keduanya, sontak saja Olivia langsung mendorongnya hingga terjatuh dari sofa


"Kalian terkejut? ahhaa.. maaf aku sudah teriak teriak di depan tapi tidak ada yang membuka pintu jadi aku masuk saja" Ucap Cassandra, dia malu sendiri melihat adegan itu di depan matanya


"Itu.. "


"Kalian bicara saja dulu.. aku akan membuatkan kalian sesuatu" Kenzo pergi ke dapur


"Kak.. aku minta maaf ketika kau dalam masalah aku tidak ada di sampingmu, aku bahkan tidak ada untuk mendukungmu" lirih Cassandra


"Tidak apa apa.. sekarang semuanya sudah membaik, dan aku baik baik saja, lalu kenapa kau tidak menemuiku selama berbulan-bulan?" jawab Olivia


"Aku.. aku.. sebenarnya aku mendengarmu membicarakan hubungan dengan Rai, kau tahu? aku.. aku menyukainya, dia selalu bersikap baik padaku bahkan sudah beberapa kali menemaniku pulang belanja, aku kira dia menyukaiku ternyata aku salah"


"Jadi kau cemburu? " tanya Olivia


"Bukan cemburu, aku hanya kesal karena kalian menyembunyikan hubungan kalian dariku"


"Aku minta Maaf padamu Cashi... jangan membahas ini lagi nanti Kenzo mendengarnya.. aku takut dia marah , Kau bisa mendekatinya nanti" ucap Olivia


Sebenarnya Kenzo sedang menguping pembicaraan mereka dari balik dinding, Kenzo mencebikkan bibirnya mendengar mereka membicarakan Rai


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


Pulang dari rumah Olivia, Cassandra mampir ke sebuah restauran untuk membelikan makanan yang akan untuk ayahnya, pandangannya terkunci pada seseorang kursi paling belakang di sudut dinding


Wajahnya terlihat sendu hanya mengucek makanan di hadapannya, Cassandra menghampiri Rai yang masih belum sadar akan kehadiran Cassandra di sampingnya


"Hai.. boleh aku duduk disini? " Rai menoleh dan tersenyum


"Silahkan.. " jawab Rai


"Kenapa kau sepertinya tidak baik baik saja? " Tanya Cassandra


"Siapa bilang? aku baik baik saja"


"Beberapa hari ini kau tidak sekolah, apa kau sakit? " Cassandra melihat kantung mata Rai sepertinya dia kurang tidur


"Ibuku yang sakit, hari ini aku bisa keluar karena grandma menemani ibuku di rumah sakit"


"Grandma yang waktu itu? "


"Bukan.. Grandma dari pihak ibuku" Cassandra hanya mengangguk sebagai jawaban


"Rasanya ada yang aneh saat melihatmu tidak bersemangat, aku selalu melihat wajahmu ceria di setiap keadaan" ucap Cassandra


"Benarkah? ada banyak hal yang aku pikirkan, mungkin itu yang membuat semangatku menurun"


"Masalah tidak akan selesai jika semangatmu seperti ini, harusnya kau lebih semangat agar bisa dengan cepat menyelesaikan permasalahanmu.. setidaknya jika kita tetap berpikiran positif otak kita bisa berpikir jernih mencari jalan keluarnya" Rai tersenyum menoleh sekejap pada Cassandra


"Seperti kau tidak pernah patah semangat saja"


"Justru karena aku pernah mengalaminya jadi aku bisa mengatakan hal ini padamu" Ucap Cassandra


"Kau ini" Rai mencubit hidung Cassandra pelan membuat wajah Cassandra memerah


"Ponselmu.. " ucap Cassandra ketika handphone Rai berdering


Setelah menjawab telponya tiba tiba Rai menjadi lemas sampai sampai handphonenya terjatuh dari tangannya, Cassandra mengambil handphone tersebut dan mengembalikannya ke atas meja namun tiba tiba tangan Rai menarik Tangan Cassandra keluar menuju mobil


Cassandra tidak mengerti apa yang terjadi pada Rai dia tidak bicara sepanjang perjalanan, wajahnya memerah dengan berderai air mata


Cassandra bingung harus apa dia hanya diam mengusap lengan Rai yang semakin tak kuasa menahan tangisnya, Cassandra ikut sedih melihat Rai yang begitu terlihat rapuh berusaha menyetir sambil menangis terisak


"Apa yang terjadi padamu? kenapa kau sesedih ini? " Batin Cassandra

__ADS_1


Tidak ada yang keluar dari mulut keduanya hanya terdengar isak tangis di dalam mobil


__ADS_2