kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Pencarian Rai


__ADS_3

Rai mengetuk pintu rumah yang tertera alamatnya di kertas, cukup lama dia mengetuk namun tidak ada jawaban


"Anda mencari siapa? " tanya seseorang


"Aku mencari seseorang yang tinggal di rumah ini, Apa anda tahu kemana mereka? "


"Rumah ini sudah lama kosong, semenjak anak mereka banyak membuat masalah dan kasus kasus hukum pemilik rumah pergi" Jawabnya


"Apa anda tahu kemana mereka pergi? " tanya Rai


"Entah mereka sudah pindah atau belum karena sudah belasan tahun juga sejak itu, Kau hanya perlu lurus dari jalan ini lalu belok kiri nanti kau akan melewati perkebunan, ladang, lalu hutan mereka tinggal disana untuk menenangkan diri"


"Kami tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang, entah mereka masih hidup atau sudah tiada, mereka sangat putus asa karena banyak orang yang mencarinya karena ulah anaknya jadi memilih mengasingkan diri karena malu dengan para tetangga" lanjutnya


"Baiklah terimakasih"


"Sudah belasan tahun juga tidak ada lagi yang mencari mereka, kau orang pertama yang mencari mereka setelah bertahun tahun, apa Frederick kembali membuat masalah? " tanya wanita tua itu


"Aku hanya ingin menemui mereka, tidak ada masalah apapun, aku permisi" Rai kemudian pergi menuju jalan yang di arahkan wanita tersebut


Nama Fredrick sudah sangat terkenal buruk di lingkungan itu, banyak orang datang ke rumah untuk mencari Fredrick dan ada juga yang meminta pertanggungjawaban dari orang tua Fredrick


Dari mulai menipu, kejahatan lain, juga terakhir ibu Rai datang bersama ayahnya untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya


Fredrick kabur setelah itu karena ketakutan oleh keluarga Ibu Rai yang bukan orang sembarangan, hingga dia tinggal bersama Yasmine yang kalau itu juga sedang mengandung Olivia


"Apa ini rumahnya? " Rai tiba di sebuah gubuk


Tok.. tok.. tok..


Rai mengetuk pintu gubuk yang sudah tua bahkan tidak terurus, Pintu perlahan terbuka oleh sosok wanita tua dengan berjalan tertatih?


"Siapa? " Dia bertanya dengan nada suara bergetar


"Apa nenek orang tua Fredrick? " wanita tua itu tampak terkejut


"Aku sudah angkat tangan dengan apapun yang dia lakukan, pergilah aku tidak mau tahu apapun tentang anak itu" Wanita tua itu berbalik hendak menutup pintunya


"Apa nenek tahu wanita yang datang dengan orang tuanya 19 tahun yang lalu? " nenek tua itu menghentikan langkahnya


"Wanita kaya itu? " Gumam si wanita tua itu


"Apa yang terjadi pada wanita itu? apa pria brengsek itu menyakitinya lagi? "

__ADS_1


"Tidak.. aku anak yang di kandung wanita itu, aku ingin mencari ayah kandungku" jawab Rai


Wanita tua itu menangis berbalik menatap Rai tangan keriputnya menyeka air mata yang membasahi wajahnya, Hati Rai ikut sakit melihat wanita tua ini menangis dia teringat pada ibunya sendiri


"Kau.. kau cucuku? " Rai mendekat namun wanita itu mundur dan menahan Rai dengan tangan gemetaran


"Jangan mendekat, aku kotor, aku bau.. Masuk nak.. masuklah" Wanita itu tidak mau di sentuh Rai karena merasa minder


Di dalam begitu sumpek tempat tidur bahkan berdampingan dengan dapur, Rai duduk di ranjang dengan kasur yang cukup keras


"Apa kau mau minum? "


"Tidak perlu repot repot, Apa nenek hanya tinggal sendiri? " Tanya Rai, nenek tua itu malah menangis tersedu


"Apa.. apa aku menyinggungmu? maafkan aku " ucap Rai


"Tidak.. aku merasa terharu kau terlahir dan terbiasa dengan kemewahan tapi kenapa kau rela menemuiku ke tempat sekotor ini"


"Hiduplah dengan baik jangan mencari pria tidak berguna itu lagi, kau sudah hidup senang mencarinya hanya akan menimbulkan masalah kedepannya untukmu"


"Nenek maukah kau meninggalkan tempat ini? kembalilah ke rumah lamamu, aku akan menanggung biaya hidupmu" Rai merasa tidak tega melihat wanita tua ini tinggal di gubuk yang sempit, apalagi itu adalah neneknya meskipun dia amat membenci ayahnya


"Jangan pikirkan aku, aku tidak bisa meninggalkan tempat ini.. disini peristirahatan terakhir suamiku aku tidak akan meninggalkannya"


"Dulu dia model terkenal, namun karena kejahatannya namanya sebagian model akhirnya tenggelam seiring berjalannya waktu"


"Ikutlah denganku.. " Rai menggenggam tangan kurus nan keriput itu


"Aku lebih tenang berada disini, Sekarang aku bisa mati dengan tenang setelah melihat cucuku.. maafkan semua kesalahanku dan ayahmu, hiduplah dengan baik hanya itu yang membuatku bahagia"


"Jika kau tetap ingin disini baiklah, tapi jangan menolak apapun yang aku berikan" Ucap Rai


"Aku akan menemuimu kembali setelah urusanku selesai" Setelah cukup mendapatkan informasi akhirnya Rai pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayaaang.. sayang.. sayang.. " Kenzo berteriak-teriak mencari Olivia


"Kenapa kau berteriak teriak? Aku tidak tuli"


"Sayang.. coba tebak apa yang membuat aku senang? " Kenzo menarik Olivia duduk di pangkuannya


"Mana aku tahu.. memangnya apa? " Tanya Olivia

__ADS_1


"Kau tidak seru sekali.. aku punya kabar gembira"


"Iya apa? apa yang membuatmu sebahagia ini? " Kenzo memeluk Olivia erat


"Aku di Terima kembali dengan catatan prestasi ku harus lebih dari sebelumnya" Jawab Kenzo


"Eehhmm.. bersyukurlah kau mempunyai otak yang cerdas, aku rasa kau bisa" Ucap Olivia


"Aku akan membawamu jalan jalan.. cepatlah ganti bajumu"


"Kau mau mengajakku kemana? Aku malas bertemu orang lain" Lirih Olivia


"Ayolah sayang.. apa kau tidak bosan di rumah terus menerus? "


"Aku menghindari tatapan orang-orang yang seakan akan memakan ku, itu semua karena dirimu" Jawab Olivia


"Aku sudah minta maaf sayang, semuanya sudah terjadi kita hanya harus menghadapinya sekarang... sampai kapan kau akan bersembunyi? itu tidak akan mengubah keadaan"


"Kau paling pintar berbicara, kau persis seperti ayah" Ucap Olivia


"Jadi bagaimana? mau tidak? dari pada di rumah aku akan kembali berbuat sesuatu? "


"Baiklah kita pergi, aku ganti baju dulu" Olivia segera berdiri dari pangkuannya Kenzo


"Aku tahu kau pasti takut" Gumam Kenzo tersenyum melihat Olivia kembali ke kamarnya


Kenzo menjadi lesu ketika sudah pergi bersama Olivia, pasalnya sang istri memakaikannya hoodie, topi juga masker membuatnya sangat tertutup


"Apa apaan ini? aku seperti ******* saja" gerutu Kenzo


"Begini tidak ada yang mengenali kita, ayolah.. " Olivia menarik Kenzo keluar dari mobil


"Kau mau makan, belanja atau nonton bioskop? " tanya Kenzo


"Aku mau semuanya... Pertama tama aku mau ke bioskop dulu lalu kita makan setelah itu kita berbelanja" Jawab Olivia


"Baiklah... terserah dirimu saja, Ini pengap sekali" Kenzo hendak membuka Maskernya namun Olivia segera menarik tangannya


"Nanti di bioskop kita buka, ayo cepat beli tiketnya"


Kenzo seharian itu menemani Olivia kemanapun tempat yang dia inginkan, Dia senang meskipun harus membawa barang belanjaan Olivia juga di paksa menghabiskan makanan Olivia


"Aku harus diet" Gumam Kenzo, ketika lagi dan lagi dia harus makan banyak karena Olivia

__ADS_1


__ADS_2