
Rai mengawasi keadaan rumah sakit sepanjang hari menunggu Bayu pergi dari kamar Cassandra, kesempatan yang di tunggu tunggu datang
Bayu pergi seraya menerima telepon untuk pergi meeting, Rai memanfaatkan itu dan masuk ke dalam kamar dimana Cassandra di rawat
"Hai" Rai duduk di kursi di samping tempat tidur Cassandra
"Kau... siapa kau sebenarnya? kenapa kau kesini? "
"Kau benar-benar tidak mengenalku?" Tanya Rai
"Tidak.. ayahku juga tidak mengenalmu"
"Aku Rai, dan siapa namamu? " Rai tidak mau membuat kepala Cassandra kesakitan lagi, dia akan mendekati Cassandra dengan berpura-pura ingin menjadi temannya
"Aku Cassandra, emmhh.. sebenarnya apa tujuan mu datang kemari? "
"Aku melihatmu sejak lama sebenarnya aku ingin menjadi temanmu sejak dulu tapi ayahmu tidak membiarkanku mendekatimu"
"Apa itu benar? tapi kenapa ayahku tidak memperbolehkan mu berteman denganku? " Cassandra bertanya karena merasa alasan Rai terlalu di buat buat
"Kau tidak percaya? "
"Tidak.. sebab tadi kau mengatakan apa aku tidak ingat siapa dirimu, itu bukankah kau mengenalku? " Rai terkekeh menggaruk tengkuknya
"Baiklah.. kita memang saling mengenal, jangan mengatakan pada ayahmu jika aku menemuimu"
"Memangnya kenapa? " tanya Cassandra
"Dia tidak suka padaku, Jangan banyak bertanya lebih baik kita pergi jalan jalan bagaimana? " ajak rai
"Aku tidak tahu kau orang jahat atau bukan"
"Jika aku orang jahat aku sudah membunuhmu sekarang, kau ini terlalu banyak berpikir negatif" Ucap Rai
Rai mengajak Cassandra berkeliling rumah sakit sambil menceritakan cerita cerita lucu, Cassandra banyak tertawa mendengar lelucon yang di katakan Rai
"Kau ini ada ada saja, itu.. itu ayahku" Cassandra menarik tangan Rai menunjuk ayahnya
"Senang bertemu denganmu, aku harap kita akan bertemu lagi.. sekarang antar aku ke depan biar ayahku yang membawaku kembali "
"Aku juga senang menghabiskan waktu denganmu, besok aku akan kembali.. ini nomor teleponku" Rai memberikan secarik kertas pada Cassandra
"Oke.. sampai jumpa besok" Rai mengantar Cassandra sampai depan rumah sakit menunggu ayahnya
"Kenapa disini sayang? siapa yang membawamu keluar? " tanya Bayu
"Aku meminta suster membawaku jalan jalan, tapi sister izin ke toilet sebentar" jawab Cassandra bohong
"Bagaimana jika kau jatuh? ayo.. jangan keluar sembarangan lagi"
"Iya ayahku yang cerewet" Bayu mendorong kursi roda Cassandra ke dalam rumah sakit
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hanin dan Olivia membawa Natasya menikmati waktu belanja berdua di pusat perbelanjaan, Hanin terlihat lebih bugar sekarang
"Ibu aku ke toilet dulu sepertinya Natasya pup"
"Baiklah.. ibu tunggu disini" Hanin dan Olivia sudah keluar namun Olivia harus mencari toilet karena anaknya pup
"Hanin" Saat Hanin sedang menunggu seseorang berdiri dihadapannya
"Luis kau... " Hanin berdiri melihat dengan jelas siapa yang berdiri di hadapannya, karena setelah pengobatan itu matanya menjadi tidak bisa melihat dengan jelas
Tanpa aba aba Luis memeluk Hanin membuatnya terkejut, Hanin menjauhkan tubuhnya dengan Luis
"Kau kenapa? Kenapa kau sekurus ini? " Luis menangkup wajah Hanin
"Aku baru sembuh dari sakit" Jawab Hanin seraya menurunkan tangan Luis dari wajahnya
"Aku merindukanmu Hanin, maafkan aku.. maafkan semua keegoisanku" ucap Luis
"Kau membuat hidupku menderita Luis, aku tidak menyangka kau selicik itu "
"Aku begitu mencintaimu hingga aku gelap mata Hanin, aku benar-benar minta maaf, cinta yang ku miliki masih begitu besar sampai saat ini"Luis menggenggam kedua tangan Hanin
"Hingga kau menyia-nyiakan anak dan istrimu yang begitu menyayangimu dengan tulus? "
"Dia bukan anakku, aku tidak mencintainya Hanin.. aku tidak pernah mencintai siapapun kecuali dirimu" Hanin menepis tangan Luis
"Bagaimana dengan aku Hanin, bagaimana dengan cintaku? "
"Kita sudah bukan anak muda lagi Luis, Carilah wanita yang mencintaimu dengan tulus dan belajarlah mencintainya.. aku sudah bahagia bersama keluargaku, aku harap jangan mengganggu aku lagi"
"Ibu ayo kita pergi" Olivia baru saja datang
"Paman.. " Olivia melihat Luis juga ada disitu
"Ayo pergi" Hanin menarik tangan Olivia pergi
"Aku permisi paman" Ucap Olivia sebelum pergi
Sesampainya di dalam mobil Olivia menatap ibunya membuatnya salah tingkah, Olivia tidak juga menghidupkan mesin mobilnya dia hanya diam menelisik wajah ibunya
"Kau ini kenapa? cepat jalan" gerutu Hanin
"Kenapa ibu gugup? apa yang ibu dan paman Luis bicarakan? " Tanya Olivia
"Tidak ada.. cepat jalan, Jangan katakan masalah ini pada ayahmu"
"Kenapa? kalau ibu tidak mau jujur aku akan mengatakan pada ayah" Goda Olivia
"Kau ini kenapa? dia hanya teman lama ibu"
__ADS_1
"Ibu gugup? atau jangan jangan wanita yang selama ini menjadi cinta mati paman Luis adalah ibu? " Hanin terdiam memalingkan wajahnya
"Apa itu benar? wow.. ibu yang secantik ini wajar saja banyak di gilai pria"
"Jangan bicara omong kosong, rahasiakan ini dari ayah" ucap Hanin
"Baiklah.. sepertinya ayah sangat pencemburu"
"Begitulah.. maka dari itu jangan sampai ayahmu tahu"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang... kau dimana? "Kenzo baru saja pulang dari kantor
Ternyata kamarnya kosong Natasya berada di bawah bersama Hanin, terdengar suara sing mengalir di kamar mandi Kenzo pun mengendap-endap perlahan masuk ke dalam kamar mandi
" Aku mendapatkanmu" Kenzo memeluk Olivia yang sedang berdiri di bawah kucuran air di bawah shower
"Apa yang kau lakukan? jika ingin mandi tunggulah sebentar aku belum selesai"
"Aku juga ada sesuatu yang harus di selesaikan" ucap Kenzo seraya membalikkan tubuh Olivia
"Bantu aku melepas pakaian" titah Kenzo, Olivia pun menuruti perintah Kenzo
Kenzo memeluk Olivia dengan tangan yang tidak tinggal diam di belakang Olivia, bibirnya mengecup bibir serrta bagian tubuh Olivia
"Kau selalu membuatku gila" pekik Olivia ketika Kenzo berjongkok di bawahnya
"Kau sangat seksi jika sudah seperti ini" bisik Kenzo
Kenzo sengaja mengulur waktu dan mempermainkan Olivia, dia ingin istrinya yang memintanya lebih dulu
"Jangan menggigitnya" Olivia menjauhkan kepala Kenzo dari dadanya
"Aku menginginkannya Kenzo.. aku menginginkan nya berhenti bermain dengan tanganmu" Olivia menjadi agresif dan mulai menyerang Kenzo
Kenzo tersenyum membawa Olivia keluar dan meletakkannya di ranjang, setelah itu Kenzo berbalik hendak meninggalkannya
"Kenzo.. apa apaan ini? kau mencoba mempermainkanku?" Olivia segera bangun menarik tangan Kenzo
"Bukankah sudah cukup? kau sudah menuntaskannya" ucap Kenzo
"Lalu bagaimana dengan dirimu, itu masih.... " Olivia menatap ke bawah Kenzo
"Tapi aku lelah hari ini" jawab Kenzo
Tanpa menunggu lama Olivia menarik dan mendorong Kenzo hingga terlentang di atas ranjang
"Jangan salahkan aku... kita akan bermain sampai aku puas"
Olivia bergerak lincah membuat Kenzo kewalahan menemaninya bermain malam ini, mereka berakhir tertidur bersama setelah melakukan rutinitas yang melelahkan
__ADS_1