
"Sayang kalian dimana? " Hanin dan Tristan baru saja kembali
Hanya ada Kenzo yang sedang sarapan sementara Olivia tidak terlihat batang hidungnya, Hanin mengusap serta mencium kepala Kenzo
"Mana adikmu? " tanya Hanin
"Mungkin masih di kamar, ibu makanlah dulu aku akan memanggilnya"
"Baiklah sayang.. cepat panggil dia kalian harus berangkat sekolah" Hanin dan Tristan duduk mengambil piring di atas meja
Melihat kakaknya muncul di balik pintu Olivia segera beringsut menutupi tubuhnya dengan selimut, kenzo berjalan dengan seringai di wajahnya
"Apa kau masih mengantuk? apa semalam kau menikmatinya? " Kenzo mulai merangkak naik ke ranjang sementara Olivia mulai menangis
"Jangan mendekat" Olivia menggelengkan kepalanya
"Kenapa menangis sayang? kau takut? "
Kenzo menarik tangan Olivia yang berontak sebisa mungkin agar lepas dari Kenzo, Satu tangan Kenzo menahan tangan Olivia sementara tangan lain menjelajahi tubuh Olivia
"Hentikan brengsek.. kau pria terjahat yang aku kenal" Olivia berteriak namun Kenzo hanya menyeringai
"Sudah puas? mau lagi? nanti aku akan membuatmu puas sekarang bangun dan sarapan karena ibu ada di bawah atau kau ingin ibu naik dan melihatku menikmati tubuhmu? " Kenzo berdialog sendiri sementara Olivia semakin terisak
"Apa salahku? kenapa kau jadi setega ini" di sela isak tangisnya Olivia berbicara dengan suara gemetar
"Karena aku suka melihatmu menderita, kau bukan adikku dan kau terlahir dari seorang wanita j*l*ng sementara ayahmu.. tidak ada yang tahu siapa ayahmu" Kenzo tertawa mengungkap asal usul Olivia
"Itu tidak benar.. aku adikmu aku anak ayah dan ibu"
"Kau tahu kenapa bibi Iriana membencimu? itu karena ibumu telah membunuh kakek dan saat itu juga ibumu hampir membunuhku"
"Tidak.. tidak.. "
"Kau mau kebenarannya? bagaimana jika aku membongkar semuanya di hadapan teman-temanmu atau aku akan mengatakan yang kita lakukan semalam pada ayah dan ibu" ancam Kenzo
"Aku yang akan lebih dulu mengatakan pada ibu bahwa kau telah memp*rk*s* ku"
"Silahkan.. lihat nanti siapa yang akan lebih di percaya, aku akan mengatakan kau menggodaku dan memaksaku untuk meniduri mu"
"Ibu selalu percaya kata kataku dan ibu lebih menyayangiku karena aku memang anak kandungnya" lanjut Kenzo
"Jadi sekarang kau ingin mengatakannya atau aku yang mulai? atau aku juga akan menyebarkannya di sekolahmu" Olivia terdiam dia malah takut orang orang tahu tentang kejadian memalukan ini
__ADS_1
"Jika rahasiamu ingin aman sebaiknya bersikap biasa saja di hadapan orang lain, kecuali.. kau ingin di hujat semua orang hingga kau tidak bisa keluar rumah bahkan dirimu sendiri akan malu ketika melihat bayanganmu" Setelah mengatakan itu Kenzo pergi
Setelah mandi dan sedikit memoles wajahnya Olivia turun untuk sarapan di meja makan sudah tidak ada orang dia merasa sedikit lega, Ketika sedang makan Olivia di buat terkejut saat Hanin mengusap rambutnya
"Kenapa kau terkejut begitu? " Tanya Hanin melihat Olivia sampai terlonjak
"Ibu mengejutkanku"
"Apa kau baik baik saja? " tanya Hanin
"Aku baik baik saja"
"Kenapa matamu sembab? kau menangis semalaman? " Hanin menarik dagu Olivia menghadapnya
"Tidak ibu.. semalaman aku menonton film dan ikut menangis"
"Kau ini malam itu waktunya tidur, cepat habiskan sarapan mu kau bisa terlambat kesekolah" ucap Hanin
"Ibu hari ini aku berangkat bersama ayah saja ya" pintar Olivia
"Ayah tidak ke kantor hari ini, kau berangkat dengan Kenzo saja seperti biasa" Jawab Hanin lalu pergi
"Tapi.. " belum selesai Olivia berbicara Kenzo menghampiri keduanya
"Hati-hati sayang" Hanin mengantar mereka sampai ke mobil
Sepanjang perjalanan Olivia merasa gugup dia meremas jemarinya sendiri, Kenzo sesekali melirik Olivia dengan senyum smirk di bibirnya
"Sudah sampai sayang" Kenzo mencondongkan tubuhnya ke arah Olivia
Olivia semakin gugup dia berusaha melepas sabuk pengamannya namun sialnya dia sabuk pengaman itu sulit terbuka karena tangannya gemetar, Kenzo menarik tangan Olivia dan menciumnya membuat Olivia semakin ketakutan
"Kenapa tanganmu dingin? apa kau butuh kehangatan? " tangan Kenzo membelai kaki Olivia yang sudah merasa frustasi
"Aku harus pergi" suara Olivia gemetar matanya berkaca kaca
"Pergi? beri aku sebuah kecupan"
"Lepaskan aku.. aku mohon" suara memohon Olivia terdengar memilukan
"Tidak sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan" Kenzo menekankan tengkuk Olivia dan menciumnya kasar,
Olivia bergegas melepaskan sabuk pengamannya lalu segera pergi, Olivia tidak menghiraukan Lola yang menyapanya dia berlari ke kamar mandi
__ADS_1
Olivia luruh di lantai dadanya terasa sesak menahan tangis ingin rasanya dia menjerit namun dia harus menyembunyikan semuanya, pintu toilet di ketuk Olivia segera bangun dan menghapus air matanya memakai sedikit bedak untuk menutupi wajahnya yang baru saja menangis
"Olivia kau baik baik saja? " tanya Lola ketika Olivia baru saja keluar
"Aku baik.. maaf tadi mengacuhkanmu aku tidak bisa menahannya"
"Aku kira kau marah padaku jadi aku menyusulmu kesini"
"Marah padamu? mana mungkin aku bisa marah pada gadis selucu ini" Olivia terkekeh menggandeng tangan Lola
"Tadi Rai mencarimu"
"Benarkah? biarkan saja aku tidak mau menemuinya sekarang" ucap Olivia
"Tapi kenapa? " tanya Lola
"Karena bel sudah berbunyi, aku bicara nanti saja saat istirahat"
"Ohh.. aku kira kalian bertengkar"
"Lola.. " Olivia ragu ragu untuk bicara
"Ya.. kenapa? "
"Apa aku boleh menginap di rumahmu? " tanya Olivia
"Benarkah? kau ingin menginap di rumahku? kebetulan sekali aku hari ini hanya sendiri di rumah orang tuaku pergi semalam" Lola terlihat senang
"Baiklah sepulang sekolah aku langsung kerumah mu, aku juga akan meminjam bajumu"
"Aku punya banyak baju kau bisa memakai sepuasnya, aku senang kau mau menginap di rumahku" Lola memeluk Olivia saking senangnya
"Setidaknya hari ini aku tidak akan bertemu dengannya" batin Olivia
Jika dulu bersama kakaknya menjadikan Olivia merasa nyaman dan aman sekarang Olivia merasa takut dan waswas, dia tidak menyangka bahwa dia bukan anak kandung ayah dan ibunya
"Lalu siapa orang tua kandungku? pada siapa aku harus bertanya? aku tidak mau menyinggung ibu aku takut dia kembali terluka" Olivia membatin sampai-sampai tidak menyahuti ketika diajak bicara oleh Lola
"Hei.. kenapa kau melamun? " tegur Lola
"Ahh.. kau bertanya apa tadi? "
"Sudahlah kita harus cepat ke kelas" Lola membawa Olivia berlari
__ADS_1