kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Sedikit perubahan


__ADS_3

Pagi pagi Cassandra kedatangan tamu spesial di rumahnya, dia begitu bahagia menyambutnya dan mempersilahkan mereka masuk


"Ayah.. ayah.. ada tamu" Cassandra mengetuk pintu kamar Bayu


"Siapa sayang? " Tanya Bayu seraya membuka pintu kamarnya


"Cepat keluar temui mereka" Cassandra menarik tangan Bayu tak sabaran


"Siapa sayang? " Tiba-tiba Bayu mematung menatap dua orang tua di hadapannya


Dengan langkahnya yang sudah tertatih wanita tua itu menghampiri Bayu, tangannya terulur menyentuh wajah Bayu yang kini di tumbuhi bulu


"Semarah itukah kau sampai meninggalkan kami selama ini, Aku mengaku salah.. tolong maafkan aku sebelum aku tutup usia" Air matanya mengalir deras di pipinya yang sudah keriput meskipun di rawat dengan baik


"Apa kau tidak pernah mengingat ibu yang sudah melahirkanmu? Apa kau tidak merindukan kami orang tuamu"


Bayu mematung tanpa ekspresi hingga akhirnya Iriana memeluknya dengan tangis yang pecah, Bayu meneteskan air mata begitupun Cassandra


"Sampai kapan kau akan mendiamkan ibu nak? sampai kapan? apa jika aku mati kau akan memaafkanku? aku menyesal tidak menerima Vera dan tidak memperlakukanku dengan baik"


"Maaf... " Hanya itu yang terdengar dari mulut Bayu


Iriana mendongak menatap wajah sang anak dia benar benar menyesal membuat hidup anaknya kesepian, Cassandra menceritakan bahwa sang ayah tidak pernah membawa seorang wanita sekali pun dia hanya menyibukkan diri dengan bekerja dan bekerja


"Maaf nak, ibu membuatmu menderita membesarkan anakmu sendiri aku sangat sangat menyesal" Akhirnya Bayu membalas pelukan Iriana, ayahnya juga Cassandra ikut berpelukan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Hari ini jadwal Olivia psikoterapi di temani Oleh Kenzo, Kali ini kali kedua pertemuan dengan psikiater yang menangani Olivia


Terapi psikoanalitik dan psikodinamik


Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien melihat lebih dalam ke alam bawah sadarnya. Pasien akan diajak untuk menggali berbagai kejadian atau masalah yang selama ini terpendam dan tidak disadari.


Kali ini Olivia mulai percaya pada dokter yang menanganinya dan bercerita tentang semua kejadian yang membuatnya takut, dokter menggeleng menatap Kenzo dengan tatapan yang tidak biasa


"Jadi sekarang menurutmu dia baik? "

__ADS_1


"Mungkin.. aku takut dia hanya bersandiwara" lirih Olivia


Di lain waktu Olivia juga melakukan terapi karena masih belum ada perubahan bahkan dia takut ketika melihat orang baru, Namun hubungannya dan Kenzo mulai membaik setidaknya dia tidak menolak saat di bantu tapi dia tidak ingin tidur bersama Kenzo karena terakhir tidur bersamanya dia kecolongan


"Aku pernah berhubungan dengannya namun karena itu dia tidak ingin lagi tidur bersamaku" ucap Kenzo


"Apa anda memaksanya? "


"Tidak.. dia tidak menolak sama sekali" jawab Kenzo


Terapi interpersonal


Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien untuk mengevaluasi dan memahami bagaimana cara pasien menjalin hubungan dengan orang lain, seperti keluarga, pasangan, sahabat, atau rekan kerja. Terapi ini akan membantu pasien menjadi lebih peka saat berinteraksi atau menyelesaikan konflik dengan orang lain.


Sungguh Kenzo merasa senang saat Olivia mau mengeluarkan suaranya pada Kenzo meskipun hanya beberapa kata, Sepulang dari sana Kenzo langsung mengabarkan hal baik ini pada orang tuanya


.


.


"Kenapa nona? ada yang bisa di bantu? " tanya suster, Olivia celingukan seperti mencari sesuatu


"Tuan muda? dia pergi sebentar, nona tunggu di dalam saja" ucap suster


Olivia kembali ke dalam dengan wajah sedih, entah mengapa Olivia tidak ingin Kenzo pergi kemana pun


Suara mobil berhenti di halaman rumah Olivia berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang datang, Renata turun dari mobil sepertinya wajahnya sedang tidak bersahabat


"Kemari kau.. " Renata menarik tangan Olivia kasar


"Kau... kau menggoda Kenzo bukan? lihatlah betapa murahannya dirimu sampai kau menggoda kakakmu sendiri, Apa kau akan tetap melahirkan anak haram ini? gara gara dirimu Kenzo meninggalkanku"


"Aku kira kau hanya gadis polos, kakakmu memang tampan tapi dimana akal pikiranmu sampai sampai kau menggodanya, dasar j*l*ng apa kata orang tuamu? jangan jangan mereka pergi karena malu"


"Kenapa kau hanya menangis? bicaralah apa kau bisu? " Olivia menangis tersedu memeluk perutnya yang sudah terlihat bulat


Renata menampar dua kali wajah Olivia membuatnya semakin terisak, mobil Kenzo baru saja tiba dia turun dengan tergesa-gesa melihat Olivia di pukul Renata

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan" Kenzo menarik tangan Renata yang melayang di udara hendak memukul Olivia


Kenzo mendorong tubuh Renata hingga menabrak mobilnya sendiri, Renata menangis menghampiri Kenzo berharap Kenzo mau kembali padanya


"Kenzo dia sudah keterlaluan menggodamu hingga dia hamil bukan? Aku tahu kau tidak bersalah"


"Dari mana kau tahu hal itu? aku memang sejak dulu mencintai adikku, Aku tidak pernah mengizinkannya dekat dengan pria lain karena aku mencintainya, hubungan kita.. aku hanya berpura-pura mencintaimu untuk memanas-manasi Olivia" ucap Kenzo, Olivia menatap wajah Kenzo dia tidak percaya dengan apa yang di katakan olehnya


"Katakan kau bohong Kenzo, kita baik baik saja sebelumnya"


"Pergilah atau Scurity akan mengusirmu" ucap Kenzo lalu membawa Olivia kedalam rumahnya


"Apa sakit? " tanya Kenzo seraya mengangkat dagu Olivia, Olivia hanya mengangguk


"Maaf tadi aku meninggalkanmu, Sejak ibu dan ayah pergi aku jarang masuk kuliah dan tadi dosen menegurku" ucap Kenzo Seolah sedang curhat pada Olivia seraya mengobati bekas tamparan di wajah Olivia


"Bagaimana menurutmu? apa aku kembali melanjutkan kuliah atau berhenti sebentar sampai kau benar benar pulih? " Olivia menggeleng, dia ingin Kenzo meneruskan belajarnya karena bagaimana pun dia yang akan menggantikan ayahnya memimpin perusahaan


"Jangan hanya mengangguk dan menggeleng, bicaralah" ucap Kenzo seraya mencolek hidung Olivia


"Kau masih takut padaku? aku tahu aku salah maafkan aku, setidaknya bicaralah padaku meskipun itu sebuah kata kata kasar"


"Aku tahu betapa bodohnya aku, aku terlalu jahat padamu, aku tahu tidak mudah untuk memaafkanku tapi kita bisa lakukan perlahan, Maaf aku terlalu cepat terpengaruh " lirih Kenzo


Kruyuk


"Kau lapar? " Kenzo mendengar suara perut Olivia


"Ayo.. aku buatkan makanan, tapi sebelum itu cium aku dulu" Kenzo menunjuk bibirnya


Olivia hendak pergi namun Kenzo menarik tangannya dan tidak akan melepaskannya sebelum dia mendapatkan apa yang dia mau, dengan malu malu Olivia mendekat Kenzo merasa kesal terlalu lama menunggu hingga dia menekan tengkuk Olivia dan menciumnya


"Aku merindukanmu.. Sangat sangat merindukanmu" Kenzo membelai wajah Olivia kembali menciumnya namun kini berbeda, ciumannya lebih menuntut membuat Olivia ketakutan dan langsung berdiri meninggalkan Kenzo


"Olivia.. " Olivia pergi begitu saja mengunci pintu kamarnya


"Aku terlalu terburu buru" gumam Max

__ADS_1


__ADS_2