
" Olivia makan" Kenzo membuka kamar Olivia dengan kunci cadangan, dia juga membawa makan malam untuk Olivia
"Apa aku masih punya selera makan? dia tidak mengerti sama sekali perasaanku, aku korban tapi orang-orang menganggap aku sebagai tersangka utama" Gumam Olivia
"Ayolah.. kau harus makan, anak kita butuh asupan nutrisi"
Kenzo mengambil mangkuk sup hendak menyuapi Olivia namun malas dia tepis hingga kuah panasnya mengenai tangan Kenzo, Kenzo meminum kuah sisa di mangkuk lalu menekan kedua sisi wajah Olivia dan memindahkan kuah sup ke mulut Olivia
"Apa kau ingin makan dengan cara seperti itu? Oke.. kita lakukan"
"Tidak, aku bisa sendiri" mengambil makanannya
"Tapi aku ingin menyuapimu seperti itu" Kenzo kembali menekan kedua pipi Olivia
"Aku bukan burung" Olivia menepis tangan Kenzo
"Tapi kau suka burung bukan? " Goda Kenzo
"Tidak.. aku lebih suka ular" ketus Olivia bicara sembarangan
"Lalu berapa anak ular yang kau kandung? " Kenzo mencondongkan tubuhnya kearah Olivia
"Apa maksudmu? "
''Bukankah kau suka ular milik ku? " bisik Kenzo seraya mengusak kepalanya di leher Olivia
"Bicara apa kau ini.. pergi sana obati tanganmu aku akan makan sendiri" ucap Olivia ketika melihat tangan Kenzo memerah
"Ahh.. ini sakit sekali, sepertinya aku butuh seseorang untuk mengobatinya" ucap Kenzo seraya merebahkan tubuhnya di samping Olivia
"Kau tadi menekan wajahku kuat sekali, sekarang kau tidak bisa mengobati lukamu sendiri? itu aneh" ucap Olivia mulai menyantap makanannya
"Kau tidak mau mengobati lukaku? baiklah... aku akan mencari wanita lain saja untuk mengobatinya" Mendengar hal itu Olivia segera mengambil salep di laci dan memberikannya pada Kenzo
"Tidak harus selalu wanita bahkan satpam dan tukang kebun pun bisa mengobatinya, pergilah" ucap Olivia dingin
"Aku tidak mau pergi" Kenzo berlutut di lantai memeluk dan mencium perut Olivia sampai berulang ulang
"Geli" Olivia menjauhkan kepala Kenzo dari tubuhnya
"Sayang maafkan aku.. Aku akan mengakui semuanya, jangan seperti ini" Kenzo merebahkan kepalanya di pangkuan Olivia
"Ayolah sayang, marah pun percuma semua sudah Terjadi tapi aku akan memperbaiki semuanya" Olivia menghela nafas
"Baiklah.. kau harus membersihkan namaku" ucap Olivia
"Aku berjanji... cium dulu" Kenzo mengerucutkan bibirnya meminta Olivia menciumnya namun Olivia malah memasukan sendok ke mulut Kenzo
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Cassandra mempertimbangkan kata kata ayahnya, dia sadar bahwa seperti apapun dia memperlakukan Rai namun tetap dia tidak akan mendapatkan hatinya
Hari ini Rai terlihat menyendiri duduk di kursi di dalam kelasnya memandang keluar jendela, Rai menoleh saat mendengar suara Cassandra yang memanggil Lola
"Kak pinjem komik lagi dong, punya yang baru gak? "
"Ada tapi aku baru baca setengah.. besok aja gimana? "
"Ya udah besok bawa ya"
"Oke.. ehh, ini mau gak? biasanya aku membaginya dengan Olivia tapi sekarang dia tidak disini lagi" lirih Lola dia merasa sedih sahabatnya tidak bersamanya lagi
"Kak Olivia baik baik saja, hanya saja kabar saat ini mungkin akan membuatnya sedikit terganggu"
"Aku percaya pada Olivia dia bukan gadis seperti itu" ucap Lola
__ADS_1
"Bagaimana jika pulang sekolah kita kerumahnya? " Ajak Cassandra
"Apa kak Kenzo tidak akan marah? "
"Sepertinya tidak.. apalagi kita datang untuk menghiburnya" jawab Cassandra
"Nanti aku tunggu sepulang sekolah" lanjut Cassandra
Cassandra hendak pergi namun Rai menahan tangannya dan menariknya lembut membawanya keluar kelas, Cassandra mengikuti langkah Rai tanpa bertanya
"Kenapa kau tidak menyapaku? " tanya Rai
"Aku tidak melihatmu, maaf.. "
"Apa aku sebesar ini tidak terlihat? aku sudah menghubungimu dari kemarin tapi kau tidak membalas pesan juga tidak menjawab teleponku"
"Aku tidak pegang ponsel kemarin, Aku harus pergi ke kelas sebentar lagi pelajaran di mulai" Cassandra menyingkirkan tangan Rai dari tangannya
"Aku kesepian Cassandra, aku tidak memiliki teman selain dirimu" Cassandra tersenyum kecut
"Kalau begitu mulailah mencari teman baru, karena mungkin suatu saat kita akan mempunyai kehidupan baru dan membuat kita harus menjaga jarak untuk menjaga hati pasangan kita masing-masing" ucap Cassandra lalu berbalik hendak pergi
"Aku hanya ingin dirimu yang menjadi temanku.. tidak peduli kita memiliki pasangan kedepannya" Rai menahan tangan Cassandra
"Itu akan menyulitkanku, aku tidak bisa membuka hati ku jika kau terus bersamaku" ucap Olivia lalu benar-benar pergi
"Apa maksudnya? " Gumam Rai
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aku akan pergi bersama asisten ayah, aku akan selesaikan semuanya" ucap Kenzo
"Ya.. selesaikan apa yang kau mulai" ucap Olivia
"Bukannya memberi semangat pada suamimu kau malah berkata pedas seperti itu"
Kenzo hanya tersenyum melihat istrinya menggerutu, bagaimana pun dia yang bersalah sepenuhnya dalam hal ini
Setelah Kenzo pergi Olivia menghidupkan televisi untuk melihat wawancara suaminya, Kenzo tampak tampan dia tidak terlihat cemas sedikitpun
Kenzo mulai di berondong segala pertanyaan yang di lontarkan wartawan dan dia menjawabnya dengan jujur, terakhir dia meminta maaf pada Olivia yang sudah banyak menderita karena kelakuannya
"Dia gadis baik baik, dalam hal ini aku yang bersalah dan aku pria yang bodoh saat itu karena terbawa emosi dan membuat Olivia tersakiti"
"Aku yang telah memperkosanya karena kesalahan yang di sebabkan ibunya di kehidupan keluargaku dulu, aku begitu marah hingga melampiaskannya pada Olivia.. orang yang pantas caci maki adalah aku"
"Aku mohon jangan menyalahkannya untuk semua yang terjadi , dia sudah cukup menderita karena perbuatanku, Terserah apa yang akan kalian lakukan padaku tapi jangan mengganggu Istriku.. maafkan aku sayang, aku mencintaimu"
"Dan satu lagi tentang hubunganku dan nona Renata tidak lebih dari seorang teman kuliah, aku tidak memiliki kekasih karena mungkin sejak awal sebenarnya aku memiliki perasaan lebih pada adik angkat ku sendiri namun aku belum menyadari jika itu perasaan cinta"
Dan banyak lagi Fakta yang di ungkap oleh Kenzo termasuk orang tuanya yang saat ini tidak ada bersama mereka, Kenzo menyebutkan bahwa saat ini sangat ibu tengah menderita penyakit parah dan sedang melakukan pengobatan di luar negeri
Olivia tersenyum mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh Kenzo, dia bisa tenang sekarang setelah ini dia tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa ini? Kenzo mengatakan kau bukan kekasihnya" Ucap seorang teman Renata
"Dan apa kau tahu? ternyata Kenzo yang memaksa adiknya hingga hamil"
"Oh.. my god, ini terasa seperti mimpi seorang Kenzo melakukan hal itu? "
"Tapi aku suka dia gentleman mengakui semua kesalahannya"
"Bagaimana nasib kuliahnya? "
__ADS_1
"Kenzo benar-benar"
Teman kuliahnya membicarakan berita terbaru tentang Kenzo, Setelah konferensi pers itu selesai Kenzo di panggil pihak kampus
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nona ada tamu di luar" Bibi mendatangi Olivia yang sedang menonton televisi
"Siapa? " Tanya Olivia
"Nona Cassandra dan temannya"
"Suruh mereka masuk dan nanti bawakan cemilan dan jus juga" Ucap Olivia
"Baik.. "
"Olivia.... " Lola berlari memeluk Olivia
"Aku merindukanmu"
"Aku juga.. " Olivia dan Lola tampak berkaca kaca
"Apa kau tidak merindukanku? " Cassandra mengerucutkan bibirnya
"Tentu saja gadis bodoh.. kemarilah" Mereka bertiga berpelukan
"Kau jadi semakin berisi sekarang" Ucap Lola seraya memutari tubuh Olivia
"Bagaimana lagi? " Jawab Olivia mengangkat bahunya
"Kita bicara di tempat yang lebih santai" Usul Cassandra
"Kita berbincang di tepi kolam sepertinya seru" Jawab Olivia
Ketiganya tertawa lepas menceritakan hal hal lucu juga saling melemparkan cemilan, Kenzo yang baru saja pulang melihat tawa Olivia begitu lepas membuatnya ikut bahagia
"Eehh.. " Gumam Lola menunjuk ke arah Kenzo dengan dagunya
"Kau sudah pulang? " Tanya Olivia
Kenzo berjalan mendekat lalu tidur di pangkuan Olivia, Olivia mengusap kepala Kenzo tampaknya dia sedang ada masalah
"Kenapa? " tanya Olivia
"Aku di keluarkan dari kampus" Cassandra dan Lola merasa tidak enak berada di sana sementara Kenzo sepertinya sedang kacau
"Kami pulang dulu kalau begitu" ucap Cassandra
"Mau kemana? temani saja Olivia disini atau kalian juga boleh menginap, bukankah besok hari minggu? " ucap Kenzo
"Apa kau serius? " Tanya Olivia, dia tidak percaya Kenzo sebaik itu mengizinkan teman temannya menginap
"Aku serius.. sepertinya kau sangat senang dan bahagia bersama mereka"
"Terimakasih" ucap Olivia sambil tersenyum, Kenzo mengusak kepala Olivia lalu mencium pipinya
Lola dan Cassandra melebarkan matanya lalu saling menatap, Mereka membuang pandangan kearah lain merasa canggung berada di dekat dua sejoli ini
"Aku harus ke kantor.. aku pulang hanya memastikan kau baik baik saja"
"Sudah sore apa masih harus ke kantor? " Tanya Olivia
"Kenapa? apa kau tidak rela aku pergi? Cium aku untuk menambah staminaku untuk lembur nanti malam"
"Omong kosong apa yang kau bicarakan, mereka ada disini" Olivia tersenyum kikuk seraya bicara pelan
__ADS_1
"Mereka tidak akan melihatnya" Ucap Kenzo melihat kedua temannya sedang melihat ke berbagai tempat
Kenzo mengambil komik yang tergeletak di lantai untuk menutupi wajah mereka yang sedang berciuman, Lola dan Cassandra mengintip lalu kembali menatap sembarang arah ketika Kenzo membuka penutupnya