
"Apa kau siap menikah denganku sayang? " Kenzo berbisik dengan senyum jahat di bibirnya
"Aku tidak sudi.. lebih baik aku menggugurkan anak ini"
"Apa? coba katakan sekali lagi? kau berani membunuh benihku maka aku tidak akan segan membuat hidupmu hancur sehancur hancurnya" Kenzo menekan kedua rahang Olivia
"Hidupku memang sudah hancur aku tidak akan takut hancur lagi" jawab Olivia dengan tenang
"Benarkah? kalau begitu langkah pertama aku harus menyebar video panasmu lalu.. "
"Lalu apa? sebarkan saja kau lupa bahwa di video itu bukan hanya ada aku" Olivia menantang Kenzo
"Dan kau lupa dengan siapa kau berhadapan sekarang? aku akan putar sekali lagi untuk mengingatkanmu bahwa hanya ada kau dengan wajah ***** mu itu di dalam video" Kenzo menyambungkan televisi dengan handphonenya dan di putranya video tersebut
"Lihat? Ohh.. dirimu sungguh sangat ***** aku rasa aku menginginkannya sekarang" Kenzo perlahan berjalan mendekati Olivia
"Keluar sekarang keluar.. " teriak Olivia membanting segala yang ada di dekatnya pada Kenzo
"Ingat sayang jangan bertingkah jaga baik baik anakku, tunggu pernikahan kita" Sebelum pergi Kenzo mengedipkan sebelah matanya
"Tuhan.. kenapa aku tidak bisa melawan, kenapa dia menindasku" lirih Olivia tubuhnya terjatuh di lantai
"Hiks.. hiks.. aku harus bagaimana sekarang? kenapa aku tidak bisa berpikir" Olivia mengusap air matanya yang terus mengalir
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ayah sebenarnya kenapa kak Olivia sampai di keluarkan dari sekolah? apa karena dia pingsan saat pertandingan? " tanya Cassandra
"Mungkin ada sesuatu nanti ayah akan tanyakan pada bibi dan paman" jawab Bayu
"Emm.. ayah"
"Ya.. kenapa? "
"Har ini itu aku bertemu dengan nenek dan kakek di rumah paman Tristan, aku sudah tau semuanya dari diary ayah dan ibu lalu aku.. " Cassandra menggantung kata katanya
"Lalu? "
__ADS_1
"Aku membuat nenek menangis karena aku mengatakan kebenaran tentang nenek yang memaksa memisahkan ayah dan ibu, aku tahu nenek bersikap tidak baik pada ibu jadi nenek menangis" Lanjut Cassandra
"Apa yang nenekmu katakan? tanya Bayu
" Nenek hanya menangis"
"Apa kau puas? " Cassandra terlihat bingung mendengar pertanyaan Bayu
"Maksud ayah? "
"Begini sayang, ayah tau kau marah tapi jangan terpancing emosi jangan bicara untuk menyakiti orang lain meskipun yang kau katakan itu kebenaran, Jika kau menyakiti seseorang untuk bermaksud membalas perbuatan orang itu salah"
"Kau tidak harus membalas mereka dengan menyakiti mereka karena mungkin dengan menyakiti mereka kau akan merasa puas tapi semua tidak akan kembali seperti semula, dendam hanya akan menimbulkan masalah baru" Bayu mengusap kepala Cassandra
"Lalu kenapa ayah tidak memaafkan nenek? apa ayah masih dendam padanya? "
"Tidak, ayah sekarang sudah tidak marah pada nenekmu hanya saja saat melihat nenekmu semua kenangan tentang ibumu akan ayah ingat.. ayah hanya belum bisa melepas kepergian ibumu saja" Mata Bayu berkaca kaca
"Maaf ayah aku tidak bermaksud membuat ayah sedih" Cassandra memeluk ayahnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Makan malam di kediaman Tristan begitu sunyi hanya terdengar dentingan sendok yang saling beradu, Olivia senantiasa menundukkan kepalanya apalagi ayah dan ibunya kini tidak menyapa bahkan tidak saling bicara
Kenzo memang diam namun tangan dan kakinya tidak bisa diam di balik meja, Olivia berdiri saat makanannya belum habis karena tidak sanggup dengan tingkah Kenzo
"Aku sudah selesai" hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Olivia
"Olivia duduk" tegas Tristan
"Kalian harus secepatnya menikah"
"Tidak ayah, apa kata orang nanti jika kami menikah? aku akan menggugurkan bayi ini saja" Olivia menolak menikah dengan Kenzo
"Apa kau gila? anak itu juga makhluk hidup kau ingin di cap sebagai pembunuh? " bentak Kenzo seraya menggebrak meja
"Diam.. aku tidak menyuruh kalian untuk bicara" Bentak Tristan
__ADS_1
"Aku sudah memutuskan.. kalian harus menikah " lanjut Tristan
"Bagaimana bisa seorang kakak menikahi adiknya ayah? " ucap Olivia
"Dan bagaimana seorang adik dan kakak berhubungan sampai mempunyai anak? dimana akal sehat kalian? " Jawab Hanin
"Dia memaksaku bu, aku bersumpah demi Tuhan aku tidak berbohong, aku tidak menginginkan anak ini aku ingin menggugurkannya saja" Suara Olivia sudah bergetar menahan tangisnya
"Bagaimana seseorang yang di paksa bisa begitu menikmatinya? kau melakukannya sendiri secara sadar, kalian melakukan dosa apa sekarang kau juga ingin melakukan dosa dengan membunuh janin yang tidak berdosa? "
"Ibu... " Olivia menangis memelas dia merasa di sudutkan
"Kenapa kau bersikeras Olivia? kau berkata mencintaiku saat itu kita sama sama mencintai apa kau menyangkalnya sekarang? apa ini karena pemuda itu? tapi kau mengandung anakku kau tidak bisa lari dari kenyataan" Kenzo memainkan perannya
"Aku tidak mencintaimu Kenzo, aku tidak ingin bersama dengan pria bejat sepertimu, kau berengsek, bajingan" teriak Olivia
"Kau ingin pergi dengan pemuda itu tapi aku benar-benar mencintaimu dan anak kita"
"Tidak.. kau tidak mencintaiku, kau hanya ingin menghancurkan hidupku, kau brengsek.. aku membencimu, aku tidak ingin mempunyai kakak sepertimu" Olivia berteriak terus menerus seolah meluapkan semua beban di hatinya, Hanin mendekati Olivia dan menyentuh lembut kedua lengan Olivia
"Perlu kau ketahui Olivia sebenarnya dirimu bukan anak kandungku, kau anak dari kekasih suamiku namun.. kami tidak tahu siapa ayah kandungmu" Hanin merasa berat saat mengatakannya pada Olivia
"Sayang.. " Tristan menggeleng
"Kau harus tahu hal ini Olivia, menikahlah dengan Kenzo dan jangan keluar sembarangan saat kehamilanmu mulai membesar, anggap saja ini sebagai balas budimu pada keluarga ini karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu jika saat itu kami tidak merawatmu" mata Hanin berkaca kaca dia benar-benar tidak tega mengatakan hal ini namun karena Olivia bersikeras menggugurkan kandungannya akhirnya Hanin harus mengatakan semuanya
"Apa? katakan itu bohong bu.. aku anak ibu, iya kan? " wajah Olivia memelas membuat Hanin tidak tega menatap matanya
"Sayangnya itu kenyataan.. ikuti apa kata ibumu dengan begitu kau akan benar-benar menjadi anak kami, Menikahlah dengan Kenzo" Tristan mengelus pucuk kepala Olivia
"Ayah.. ibu.. kenapa? kenapa harus aku? " Tangisan Olivia pecah
"Jangan menangis itu tidak baik untuk kandunganmu dan jangan terlalu banyak berpikir, kau hanya perlu memastikan bahwa kau dan bayimu baik baik saja" ucap Hanin lalu dia pergi di susul Tristan
"Bagaimana rasanya tidak ada pelukan dari ayah dan ibu saat kau menangis? itu yang ibuku rasakan dulu, sendiri dan menyedihkan" Bisik Kenzo di hadapan Olivia
Olivia hanya menangis dan menatap Kenzo dengan tatapan benci, Kenzo melambaikan tangannya dan pergi menuju kamar dengan tersenyum puas sementara Olivia menangis tersedu sedu menutup wajahnya
__ADS_1