kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Mulai mencari tahu


__ADS_3

"Ayolah.. katakan saja, aku hanya ingin tahu"


"Kau sudah tau bukan aku hamil? aku yakin kau juga tahu jika Kenzo memaksaku karena dendam ibuku dulu menyakiti ibu Hanin, benarkan? lanjut Hanin


" Aku memang tahu tuan muda selalu memaksamu nona tapi maaf aku tidak bisa membelamu" lirih suster tertunduk


"Aku tahu kau takut kehilangan pekerjaan bukan? aku tidak akan mengungkit masalah itu sekarang cukup beri tahu aku dimana dan siapa ibu kandungku? " Olivia menggenggam tangan Suster


"Apa yang akan kau lakukan? apa kau akan mencarinya? "


"Entahlah.. aku hanya ingin tahu saja"


"Sudah belasan tahun bahkan tuan Tristan tidak bisa menemukan ibumu, Aku ragu dia masih hidup setelah kejadian itu" jawab Suster


"Kejadian apa? " Tanya Olivia


"Kejadian yang membuat kakek tuan Tristan meninggal dan tuan muda hampir di jatuhkan oleh ibumu, Niat jahatnya berbalik pada dirinya sendiri akhirnya ibumu yang jatuh ke jurang dan tidak pernah di temukan sampai sekarang" Mendengar cerita suster membuat Olivia yakin ibunya masih hidup


"Siapa nama ibuku? " Tanya Olivia


"Aku hanya tahu namanya singkatnya saja, namanya Yasmine aku dengar dia seorang model"


"Itu saja sudah cukup, Terima kasih aku harap kau merahasiakan bahwa aku pernah bertanya padamu" suster mengangguk lalu Olivia pergi


"Semoga dia tidak membuat kekacauan" gumam Suster


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ada kabar baru untukmu"


"Kabar tentang anakku? apa dia baik baik saja? " Tanya yasmine


"Tentu saja.. sepertinya kita akan mendapatkan cucu, Aku mengikuti mereka ke dokter kandungan"


"Apa dia sudah menikah?"


"Belum.. sepertinya anak kita hamil di luar nikah tapi aku penasaran siapa ayah dari anak itu"


"Itu pasti salah, bisa saja Hanin yang hamil"


"Aku sudah pernah katakan, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Gadis itu bersama kakaknya menginap di hotel, Bukankah kau bisa menebaknya? "


"Tidak.. tidak mungkin"


"Tapi itu bagus.. cucu kita akan menjadi anak orang kaya dari keluarga terpandang, dan harapanmu masuk ke keluarga itu dapat di gantikan oleh anak kita"


"Omong kosong apa yang kau katakan"


"Sudahlah aku akan menemui gadis kita dulu, layani pelanggan yang masuk dengan baik" Fredrick keluar digantikan dengan pria gendut dengan kumis tebal menatap Yasmine dengan tatapan nakal

__ADS_1


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Olivia mencari tahu tentang asal usul Yasmine juga tempat tinggalnya dulu, terdengar suara gagang pintu di buka Olivia segera menutup laptopnya dan berpura pura tidur sambil duduk di meja belajar


"Apa pinggangnya tidak sakit? " Kenzo mengangkat tubuh Olivia dan meletakkannya di atas ranjang


"Aku suka saat melihatmu tertidur" Kenzo memperhatikan wajah tenang Olivia ketika tidur


Akhirnya Kenzo ikut berbaring dan menutup matanya memeluk Olivia, Mata Olivia terbuka dia berbalik membelakangi Kenzo yang semakin mempererat pelukannya


"Dia pria baik, dia selalu jadi tempat berlindungku, dia jadi tempat ternyaman untuk setiap keluh kesahku tapi mengapa semua berubah? aku sudah tidak mengenalinya lagi" batin Olivia, ingatannya terbayang-bayang pada saat dimana dulu Kenzo menjadi kakak terbaik untuknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hai kebetulan sekali kita bertemu disini"


"Iya.. sudah lama tidak berjumpa" Iriana cipika-cipiki dengan seorang wanita sebaya dirinya


"Grandma aku ke toilet dulu" Cucu laki-lakinya izin pergi ke toilet


Iriana belanja bersama dengan temannya tersebut, saat sedang mengobrol sambil berjalan tiba tiba Iriana menabrak seseorang, gadis tersebut mengambil belanjaannya juga milik Iriana


"Maaf nona saya tidak memperhatikan jalan" ucap Iriana


"Tidak apa.. Aku juga salah melihat handphone saat berjalan" jawab Cassandra lalu menyerahkan kantong belanja Iriana


"Kau.. "


"Dia.. dia.. " Iriana ragu untuk menyebut Cassandra cucunya


"Oma.. maaf aku tidak melihatmu tadi" ucap Cassandra


"Jadi dia cucu dari anakmu satu satunya itu? cantik sekali"


Mata Iriana berkaca-kaca dia amat senang ketika Cassandra mengakuinya sebagai nenek, Iriana memeluk Cassandra awalnya tangan Cassandra menggantung namun sesaat kemudian dia membalas memeluk Iriana


"Kalian saling memeluk seperti sudah lama tidak bertemu saja" Gurau Teman Iriana, dia tidak tahu saja bahwa ini pelukan pertama mereka


"Grandma aku lapar, bisakah kita pergi makan malam sebelum pulang"


"Kakak" mata Cassandra berbinar melihat kehadiran Rai disana


"Kalian saling mengenal? " tanya Iriana


"Kak Rai adalah kakak kelasku" jawab Cassandra


"Bagaimana kalau kita makan malam bersama? " Ajak Lusi yang tidak lain adalah nenek Rai


"Boleh.. apa kau mau ikut sayang? " tanya Iriana pada Cassandra

__ADS_1


"Boleh, aku juga belum makan malam" Jawab Cassandra seraya tersenyum


Mereka makan malam bersama malam itu penuh canda tawa karena kehadiran Cassandra, Lusi melihat Cassandra yang menyenangkan dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Cassandra


"Aku baru melihatmu, kau tinggal dimana sebelumnya sayang? " Tanya Lusi


"Aku.. aku dan ayahku memang baru beberapa bulan pindah ke sini dahulu kami tinggal di California" Jawab Cassandra


"Pantas saja.. apa ayahmu sudah menikah lagi? " Cassandra terdiam dia menatap wajah Iriana yang berubah sendu


"Tidak grandma.. ehhh bolehkah aku memanggilmu grandma, nyonya? "


"Tentu saja, Aku senang kau menganggapku sebagai nenekmu apalagi jika kau sungguh sungguh menjadi cucuku" Lusi menatap Rai bermaksud menggodanya


"Tatapan macam apa itu grandma" ucap Rai seraya menggeleng


"Apa ayahmu tidak pernah menikah lagi? "


"Tidak.. ayah lebih suka bekerja dan merawatku saja, ayah tidak bisa melupakan ibuku sampai saat ini" jawab Cassandra


"Kenapa kau tidak menjodohkannya Iriana? anakku dulu tergila gila pada seorang wanita tapi akhirnya dia menikah juga setelah aku paksa"


"Biarlah.. kita tidak bisa memaksa perasaan seseorang, daripada dia menikah tapi tidak bahagia kasihan anak serta istrinya jika memiliki suami yang dingin dan tidak peduli pada keluarganya" jawab Iriana


Rai mengangkat kepalanya mendengar perkataan Iriana dalam hatinya dia membenarkan apa yang di katakan Iriana


"Pantas ayah begitu dingin padaku dan ibu, mungkin benar yang di katakan nenek Cassandra" batin Rai


"Sudah selesai oma? sepertinya kita harus pulang sudah larut malam"


"Baiklah, Lusi aku permisi pulang cucuku akan dicari ayahnya" ucap Iriana


"Ya.. hati hati, sampai jumpa di lain waktu" Jawab Lusi


"Sayang kapan kapan main ke rumah, aku akan senang berbincang denganmu" lanjut Lusi pada Cassandra


"Baik grandma, aku permisi"


Cassandra menuntun Iriana pergi meninggalkan restauran tersebut, Sepeninggal mereka Lusi terus menerus menggoda Rai


"Dia cantik bukan? "


"Biasa saja" jawab Rai


"Dia gadis yang ceria, cantik juga dari keluarga terpandang"


"Grandma.. aku bukan ayah dan aku tidak akan menuruti apapun dari mulut siapapun, aku akan memilih jalanku sendiri" tegas Rai


"Kau lebih keras kepala di banding ayahmu" Lusi mencebikkan bibirnya

__ADS_1


"Cukup ayah dan ibu yang hidup tanpa cinta, Aku tidak ingin menjadi ayah dan aku tidak mau wanita lain berada di posisi ibu" batin Rai


__ADS_2