
Sudah tiga hari Tristan tidak berangkat bekerja dia merawat Hanin dengan baik bahkan sampai Hanin pusing sendiri dengan kelakuan Tristan, Hanin sama sekali tidak menginjak lantai kemanapun Tristan selalu menggendongnya, menyuapi makan dan minum sampai 24jam berada di sisi Hanin
Ketika Andrew datang menjenguk pun Tristan sampai memperhatikannya tidak sedikit pun meninggalkan mereka berdua sampai Andrew kembali pulang
"Apa kau tidak lelah Tristan, aku saja bosan melihatmu sepanjang waktu" gerutu Hanin
"Hei sayang kau butuh aku" jawab Tristan yang tidur di sebelah Hanin yang duduk di ranjang
Tristan mengusek kepalanya ke perut Hanin mengecup dan mengelusnya, terkadang Hanin berpikir apakah Tristan menyayangi bayi ini atau hanya menjadikannya alat untuk mendapatkan harta ayahnya... pikiran Hanin selalu melanglang buana namun satu yang pasti dia tidak akan termakan oleh kelembutan Tristan karena bisa saja itu hanya sandiwara
"Kau harus bekerja Tristan, bagaimana nasib anak kita nanti jika ayahnya tidak punya pekerjaan"
"Aku bosnya sayang bahkan saat aku tidur uang selalu masuk ke rekening"
"Preeet kau saja sekarang di gaji oleh ayah“ hardik Hanin
" Ya itu sementara sayang, setelah dia lahir aku jadi bosnya" ucap Tristan kembali mengecup perut Hanin
"Sudahlah ini menggelikan" Hanin mendorong wajah Tristan menjauh dari tubuhnya
" Bagaimana kalau ini" Tristan menangkup wajah Hanin dan memagut bibirnya hingga Hanin sesak
"Hah hah kau gila" gerutu Hanin dengan nafas tersengal
"Kau menggemaskan" Tristan kembali mengecup bibir Hanin
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
"Kau tau Luis saat ini aku sedang hamil anak Tristan? " ucap Yasmin yang bertemu di sebuah restauran
"Apa kau yakin itu anak Tristan? " ledek Luis
"Apa maksudmu? intinya sebentar lagi Hanin akan pergi dari kehidupan Tristan dan kau bisa menjadi pahlawan untuknya"
"Bagaimana caranya? "
"Kau ikuti saja instruksi dariku, aku yakin kau akan mendapatkan Hanin "
"Oke, untuk kali ini aku akan mengikuti aturan mainmu"
Setelah pertemuan itu Yasmine segera pergi ke apartemen Tristan, sangat kebetulan Tristan sedang keluar untuk urusan penting mengenai perusahaan.... Hanin sedang mengotak atik pasword apartemen Tristan untuk mendapat pasword yang cocok
"Apa tanggal itu? " batinnya lalu mulai mengetik tanggal pernikahan mereka
"Terbuka, oh my god" Hanin tercengang berhasil membuka pintu tapi bukan itu yang membuatnya tercengang tapi pasword yang di atur Tristan
Baru saja Hanin membuka pintu terdengar keributan antara penjaga di luar apartemen dengan seorang wanita, Hanin keluar melihat apa yang sedang mereka ributkan
"Ada apa ini? " tanya Hanin
"Nona bagaimana anda bisa keluar" tanya bodyguard
__ADS_1
"Tentu saja lewat pintu" jawab Hanin
"Hanin aku ingin bicara padamu" ucap Yasmine
"Tidak nona tuan meminta saya untuk tidak membiarkan orang asing masuk" bodyguard itu masih menghalangi jalan Yasmine
"Ini penting Hanin, aku hamil" teriaknya ketika bodyguard menyeretnya
"Tunggu, biarkan dia masuk"
"Tapi... "
"Aku yang akan bertanggung jawab" Hanin menarik tangan Yasmine masuk
Yasmine duduk di hadapan Hanin dengan angkuhnya, dia menyodorkan handphonenya di atas meja dan menyuruh Hanin memutar sebuah rekaman suara
Terdengar suara Tristan membuat hati Hanin hancur namun dia berusaha menyembunyikannya di hadapan Yasmine, dia berusaha terlihat tegar dengan senyum yang mengembang
"Aku sudah dengar, lalu apa mau mu? " tanya Hanin
"Tinggalkan Tristan, apa kau akan tega membiarkan anakku lahir tanpa seorang ayah? lagi pula jika kau masih bersikukuh untuk memberikan anak pada Tristan aku tidak menjamin anak itu akan bahagia apalagi dia sangat senang ketika mendengar aku hamil" ucap Yasmine
"Silahkan kau boleh pergi" Ucap hanin membuka pintu
"Kau mengusir ku? " Yasmine menunjuk dirinya sendiri
"Ya aku pemilik rumah ini aku berhak mengusirmu, sekarang keluar" pintar Hanin
"Baiklah Tristan ini kedua kalinya aku merasa di cintai dan lagi lagi aku di jatuhkan sejatuh jatuhnya, kali ini aku tidak akan percaya tentang apapun lagi padamu" gumam Hanin
"Kita akan pergi sayang biar kau yang kehilangan seorang ayah tidak berguna seperti dia, aku akan menjadi ibu sekaligus ayah untukmu" Hanin berdiri meyakinkan dirinya
Baju sudah dia kemas Hanin memikirkan cara bagaimana dia bisa mengelabui bodyguard di depan apartemennya, Hanin mondar mandir seraya menggigit ibu kuku ibu jarinya wajahnya tiba tiba berbinar memikirkan ide cemerlang
"Hei kau" panggil Hanin
"Ya nona? " bodyguard itu sedikit membungkuk
"Aku ingin mangga muda apa kau bisa carikan? " tanya Hanin
"Maaf nona saya tidak bisa memenuhi permintaan anda" jawabnya
"Huh padahal aku sangat menginginkannya, bagaimana lagi suamiku tidak memberiku handphone dan kau menolaknya, apa nanti suamiku akan memaafkanmu jika permintaan istrinya tidak di penuhi? " ucap Hanin dengan raut wajah murung membuat bodyguard itu bingung
"Berjanji pada saya nona tidak akan kemana mana"
"Aku janji tidak akan kemana mana" jawab Hanin
"Sebelum kau pergi" batinnya meneruskan janjinya tersebut
"Baiklah saya akan segera kembali" ucapnya lalu melenggang pergi
__ADS_1
"Kau pintar Hanin" ucapnya dengan senyum mengembang
Seiring dengan perginya bodyguard itu Hanin juga pergi membawa tas berisi bajunya, dia menaiki taksi tapi entah tujuannya akan kemana dia juga tidak mungkin membeberkan keadaan rumah tanggalnya pada sang adik
Hanin melewati toko kue tiba tiba saja dia merasa ingin makan kue disana, tempat kue favoritnya yang selalu dia pesan lewat aplikasi...... Hanin turun dari mobil menggunakan masker dan sweater hoodienya memasuki toko kue
Terlalu fokus memilih kue sampai tidak sadar dia menginjak kaki seseorang di sampingnya, menyadari orang itu meringis Hanin segera mengangkat kakinya
"Ohh maaf aku tidak sengaja" ketika Hanin mendongak dia di buat terkejut oleh orang di hadapannya
"Hanin" panggilnya
"Dia mengenaliku" batin Hanin hendak pergi namun orang itu menahan Hanin dan menarik masker yang dia gunakannya
"Bayu jangan bilang Tristan" Hanin mengatupkan tangannya di dada
"Mau kemana kau? kenapa membawa tas sebesar itu? " tanya Bayu
"Panjang ceritanya aku sendiri tidak tau mau kemana" lirih Hanin
"Kau ada masalah dengan Tristan? "
"Ya... dia tidak tau aku kabur, tolong rahasiakan ini aku harus pergi" Hanin melangkahkan kakinya pergi
"Tunggu, aku akan membantumu" Bayu mengejar Hanin
Bayu menarik tangan Hanin ke dalam mobilnya, Hanin awalnya menolak karena takut Bayu akan membawa Hanin pada Tristan tapi setelah di jelaskan akhirnya Hanin percaya........................... bayu mengemudi seraya mendengarkan cerita Hanin yang sedang menangis
"Aku tau Hanin, tapi melihat perhatian Tristan aku pikir dia berubah mencintaimu" ucap Bayu
"Kau tega, sudah tau tapi tidak memberi tahu ku" gerutu Hanin
"Aku pikir cinta akan tumbuh diantara kalian seiring berjalannya waktu"
"Persetan dengan cinta, dia selalu menyiksaku sesukanya aku tidak tahan "
" kau bisa tinggal disini, ini apartemenku dan pasword bisa kau ganti jika takut aku sewaktu waktu masuk" ucap Bayu saat sampai di apartemennya
"Kau sangat baik Bayu bagaimana aku bisa membalasnya? "
"Anggap saja ini permintaan maafku karena tidak menolongmu sejak awal" ucap Bayu seraya tersenyum
"Aku harus pergi Hanin, tadi Tristan yang menyuruhku membeli kue untukmu jika aku lama dia akan curiga" ucap Bayu
"Kue untukku? " gumam Hanin
"Bayu jangan beri tahu dia aku disini"
"Tentu saja, aku yang membawamu kesini dan aku bertanggung jawab untuk itu"
"Baiklah terimakasih dan hati hati" ucap Hanin sebelum Bayu pergi
__ADS_1
"Dia akan mengamuk setelah pulang" batin Bayu seraya melangkah keluar