kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Kekhilafan Bayu


__ADS_3

"Apa yang kau bicarakan dengannya? " Tristan menarik tangan Hanin kekamar


"Tidak ada"


"kau berbohong, cepat katakan" sepertinya Tristan sedang cemburu, Hanin memanfaatkan hal ini untuk membuatnya cemburu


"Dia hanya menanyakan kabarku, itu saja" Hanin bicara dengan membelakangi Tristan


" Jika sedang bicara tatap lawan bicaramu Hanin, apa kau takut ketahuan sedang berbohong? " Tristan membalik tubuh Hanin menghadapnya


"Aku tidak takut ketahuan, memangnya kenapa kau juga dulu menyakiti aku dengan menjalin hubungan dengan Yasmine jadi.. apa salahnya aku berhubungan dengan sepupumu" ucap Hanin


"Apa yang dia lakukan padamu ketika kau tinggal di apartemennya? " tanya Tristan


"Dia melakukan ini" Hanin meraih tengkuk Tristan dan menciumnya


"Dia juga melakukan ini" Hanin mengangkat kaos yang di gunakan Tristan hingga terlepas dan menggerayangi tubuhnya


"Dan ini" Hanin mendorong pelan tubuh Tristan hingga terlentang di ranjang lalu menciumi sekujur tubuhnya


"Akkhh... " Tristan hendak meraih pinggang Hanin namun dia terlanjur berdiri menjauh


Hanin memeletkan lidahnya berlari menuju pintu, namun saat hendak membuka pintunya ternyata Sang suami terlebih dulu menguncinya setelah masuk tadi, Hanin menarik gagang pintu seraya menoleh kebelakang


"Haha.. di kunci ternyata" Hanin tertawa garing menatap Tristan yang dengan coolnya berjalan pelan ke arahnya


"Kau... " Tristan mencengkram pelan rahang Hanin


"Kau membohongi aku? " Tristan dapat melihat wajah Hanin yang sedang menahan tawanya


"Kau cemburu Tristan? aku merasa terharu di cemburui seorang Tristan" ucap Hanin seraya terkekeh


"Ternyata benar kau hanya mengerjai aku, aku akan membalasmu" Tristan mengangkat tubuh Hanin seperti koala berjalan ke ranjang dengan tidak melepaskan pagutan bibirnya


"Sebentar... Kenzo bagaimana? " Hanin menghentikan tangan Tristan yang mulai bergerilya


"Untuk apa banyak orang disini jika tidak bisa mengatasi seorang bayi? "


"Tristan tunggu" Hanin menghentikan kepala Tristan yang mulai menggigit pelan lehernya


"Apa lagi cepat katakan? " Tristan tidak sabaran


"Aku... aku sedang datang bulan"

__ADS_1


Duuaaarrr


Tristan mematung di atas tubuh Hanin dia benar benar sedang h*rn* saat ini, Tristan sedikit bergeser dan meraba area sensitif Hanin ternyata benar ada yang mengganjal


"Kapan? "


"Tadi saat ibu datang aku sempat ke kamar mandi" lirih Hanin


"Hah.. aku benar benar kesal" Tristan menjauh dari tubuh Hanin


"Maaf, aku sengaja" ucap Hanin mengulum bibirnya menahan rasa ingin tertawanya, sontak saja Tristan menatapnya tajam


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau kemana kau? tanya Yasmine pada Luis


" Aku harus pulang masih banyak pekerjaan, jangan sekali kali mencoba kabur" jawab Luis


"Aku akan diam asal semua kebutuhan kami terpenuhi"


"Tidak perlu khawatir kau hanya tinggal diam disini dan jangan berulah" ucap Luis


Yasmine bukan seseorang yang bisa di pegang kata katanya, setelah kepergian Luis nyatanya Yasmine merencanakan untuk kabur dan membalas dendamnya pada Tristan dan Hanin


"Aku akan membalasmu Hanin, aku tidak akan kalah lagi kali ini" Gumam Yasmine seraya turun dari bak mobil


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau kemana Bay? " tanya sang ibu ketika melihat anaknya malam malam hendak pergi


"Mau bertemu teman, ibu mau pesan sesuatu nanti Aku belikan? "


"Tidak usah, jangan pulang terlalu malam"


"Baiklah aku berangkat dulu"


Mobil Bayu keluar dari halaman rumahnya dia pergi menemui teman temannya di sebuah club malam, Bayu berbincang, bergurau bersama teman masa kuliahnya


"Hei.. bawakan lagi satu botol" teriak temannya pada wanita berpenampilan seksi


"Minum sepuasnya aku yang traktir" ujar salah satu teman Bayu


"Aku ke toilet dulu" Bayu berjalan sempoyongan menggelengkan kepalanya yang terasa berputar

__ADS_1


Saat melewati sebuah lorong Bayu melihat seorang wanita dan pria sedang bermesraan mereka berciuman di lorong tersebut, Bayu seperti mengenal wanita itu dia berjalan menghampiri mereka dan menepuk bahunya dari belakang


"Cih.. ternyata kau" Bayu tersenyum smirk, tanpa basa basi menghadiahkan bogem mentah pada pria yang usianya bisa saja sama dengan ayahnya


"Bajingan... jangan sentuh dia" teriak Bayu


"Tuan hentikan.. tuan"


"Apa kau gila? aku sudah membayarnya kau menyuruhku jangan menyentuh wanita j*l*ng ini? apa menurutmu dia wanita baik baik? bahkan dia sudah biasa melayani banyak pria di club malam sebelumnya"


"Brengsek.. jangan mengatakan hal buruk padanya" Bayu memukul pria tersebut bertubi-tubi


"Tuan aku mohon hentikan.. tuan bisa bermasalah jika dia mati" Vera menarik tangan Bayu agar menjauh


"Aku kembalikan uangmu, sialan" Bayu mengambil semua uang di dompetnya dan melemparnya pada pria tersebut


Bayu menyeret tangan Vera keluar dari club malam dan membawanya ke apartemennya yang tidak jauh dari sana, Sepanjang perjalanan Vera tidak berani berkata apapun dia takut melihat kemarahan di wajah Bayu meskipun Bayu menjalankan mobilnya dengan tidak stabil karena sedang mabuk


Sesampainya di apartemen Bayu kembali menarik tangan Vera ke kamarnya dan menghempaskan tubuh kecil Vera ke ranjang, Bayu menarik pakaian Vera hingga robek meskipun sering melayani pria hidung belang namun entah kenapa dia merasa sakit melihat kemarahan Bayu seperti ini


"Tuan jangan... " Vera terisak


"Apa yang kau butuhkan huh? uang? aku akan memberikannya, kepuasan? aku juga bisa memberimu lebih dari pria pria itu"


"Kau tidak pernah bersyukur aku memberimu tempat tinggal yang layak, kenapa kau memilih sisi gelapmu yang dulu? apa kau juga membawa bajingan bajingan itu kesini? "


"Aku menyuruhmu tinggal disini hanya makan dan minum tinggal baik baik disini dan aku akan memberimu uang setiap bulan apa itu kurang? apa kau ingin di sentuh? kenapa tak kau katakan padaku? " Bayu terus meracau seraya membuka semua pakaiannya


Matahari menerangi ruang kamar Bayu mengernyitkan keningnya saat perlahan membuka matanya, Dia menatap Vera yang ada di sampingnya memejamkan matanya tak menunjukan tanda tanda akan bangun


"Apa yang aku lakukan? " Bayu mengingat sekilas bayangan dirinya malam itu


"Bagaimana bisa aku sebajingan ini" Bayu memang tidak pernah menyentuh wanita meskipun mereka pacaran


Bayu sangat menghormati wanita hanya kadang dia berpura-pura bajingan di hadapan Tristan karena tidak ingin terus menerus di olok olok tidak normal


"Emmhh.. sakit sekali" Vera menggerakkan sedikit tubuhnya


Saat pertama kali membuka matanya Bayu lah orang pertama yang dia lihat, Vera memalingkan wajahnya bukan karena marah namun dia malu


Vera benar-benar malu karena perbuatannya Bayu benar dia tidak bersukur Bayu sudah menempatkan hidupnya dengan layak, dia terlalu bodoh kembali ke dunia gelapnya padahal harapannya memiliki hidup normal sudah di depan mata


"Vera.. aku minta maaf" lirih Bayu

__ADS_1


"Tidak tuan.. aku yang harusnya minta maaf, aku tidak tahu malu aku akan pergi dari sini" lirih Vera


__ADS_2