
"Kalian pulang bersama? " tanya Hanin
"Ya bu.. aku menjemputnya tadi" Jawab Kenzo
"Kau kenapa? " Hanin melihat Olivia yang tampak lemah tak bertenaga
"Aku rasa aku sakit bu" lirih Olivia
Tiba tiba saja Olivia memeluk Hanin, Hanin mengelus punggung Olivia namun dia bertanya tanya kenapa sepertinya dia tiba tiba seperti ini
"Kau sudah sarapan? " tanya Hanin, Olivia mengangguk
Hanin membawa Olivia duduk sementara Kenzo kembali ke kamarnya meneruskan tidur karena semalaman dia tidak cukup tidur
"Maafkan aku bu, aku membuat ibu susah dan selalu membuat ibu lelah.. maafkan aku jika ada perbuatan atau perkataanku yang melukai ibu" Olivia menangis di pelukan Hanin
"Kenapa kau tiba-tiba seperti ini? katakan apa yang terjadi padamu? "
"Aku hanya merindukanmu bu, aku hanya benar-benar merasa bersalah selalu membuat ibu kesal, membuat ibu susah, aku berjanji akan menjadi anak baik mulai sekarang" Olivia terisak
"Kau memang anak baik, sudah jangan bersedih ibu selalu memaafkan kesalahan anak ibu.. ibu menyayangi kalian ibu tidak pernah berpikir mengurus kalian itu membuat ibu susah" jawab Hanin
"Istirahat sana kau terlihat lelah, mungkin itu yang membuat suasana hatimu kurang baik" lanjut Hanin
Olivia berjalan perlahan menuju kamarnya setiap langkahnya dia menatap sekeliling dimana di rumah itu dia bermanja, bercanda penuh kasih sayang dengan keluarganya termasuk Kenzo, dia merindukan sosok Kenzo yang humoris yang selalu membuatnya tertawa
Olivia menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang menatap langit langit air matanya mengalir tanpa terasa, dirinya berpikir apakah sesakit ini ibu angkatnya dulu
Apa ayahnya juga memperlakukan ibu demikian? apakah akhirnya dia juga akan berakhir bahagia seperti kehidupan Hanin? pertanyaan demi pertanyaan muncul di otaknya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kemarin malam anak kita yang manis pergi ke hotel dengan kakaknya, menurutmu apa yang mereka lakukan disana? " Frederick mengawasi gerak gerik Olivia hari itu sampai menemukan Kenzo membawanya ke sebuah hotel
"Aku tidak tahu" ketus Yasmine menepis tangan Fredrick dari dagunya
"Aku yakin gadis itu punya hubungan lebih dari sekedar kakak beradik, mungkin mereka sudah tahu bahwa mereka bukan saudara kandung dan mereka melakukan... " Fredrick menggantung kata katanya
"Darah yang mengalir di tubuhnya menjadikannya sama seperti kita.. hahaha"
"Jangan bicara sembarangan tentang anakku, dia pasti jauh lebih baik dariku" Yasmine menangis menutup telinganya
"Ya.. mungkin juga akan lebih banyak pelanggan yang akan tertarik padanya daripada dirimu"
"Jangan coba coba kau mengganggunya, biarkan dia bahagia bersama keluarga barunya" teriak Yasmine
__ADS_1
"Aku akan melakukan itu asal kau dapat menghasilkan lebih banyak uang lagi untukku, jika tidak mungkin aku akan menyeret gadis itu agar bergabung bersamamu menjadi salah satu wanita penghibur"
"Jangan lakukan itu.. jangan... " Yasmine berteriak ketika Fredrick keluar dan mengunci kembali pintunya
Yasmine bertahun-tahun di kurung dan di paksa melayani pria hidung belang, dia tidak pernah lagi keluar setelah berhasil selamat dari jurang dulu
Yasmine mengira datang pada Fredrick akan menjadikannya aman dltetapi kenyataannya Fredrick malah mengurung dan menjualnya pada pria pria
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Selama beberapa hari Hanin melihat perubahan pada Olivia gadis yang di kenal ceria itu menjadi pendiam dan murung, dia bahkan menjadi lebih mudah terkejut ketika di sentuh tiba-tiba meskipun Hanin yang menyentuhnya
"Olivia.. kau dimana? mau ikut belanja tidak? " Hanin mencari Olivia untuk mengajaknya belanja agar dia lebih ceria
"Kemana anak itu? "
"Sus.. kau melihat Olivia? " tanya Hanin
"Tidak nyonya saya baru selesai membersihkan kolam berenang"
"Bibi kemana? " tanya Hanin
"Ke pasar nyonya" jawab suster
Hanin berjalan ke tempat mencuci untuk mengambil sesuatu yang dia tinggalkan di saku celananya, dia mendengar suara isakan dan mencari arah suara tersebut
"Olivia sayang.. kenapa? " Olivia menangis memeluk lututnya di samping mesin cuci
Hanin berlutut membawa Olivia yang menangis pilu ke dalam pelukannya, Olivia menangis tersedu namun tidak ingin menceritakan apapun pada Hanin dia ketakutan
"Kenapa sayang? katakan pada ibu? apa ada yang menyakitimu? " tanya Hanin, Olivia hanya menggeleng
"Ibu.. bisakah malam ini aku tidur bersamamu? " tanya Olivia
"Baiklah sayang.. ayo bangun" Hanin memeluk Olivia membawanya ke kamar
"Jika ada sesuatu katakan pada ibu" ucap Hanin
"Ibu apakah dulu hidup ibu penuh dengan penderitaan? " Tanya Olivia seraya mengusap air matanya
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? apa kamu tidak bahagia hidup dengan kami? " Hanin balik bertanya
"Tidak ibu.. aku bahagia, aku hanya ingin tahu pengalaman dirimu itu saja" sergah Olivia
"Ibu terlahir dari keluarga sederhana, kami yatim piatu dan ibu harus rela berhenti kuliah untuk mencari uang agar pamanmu bisa sekolah" Hanin mulai menceritakan kehidupannya
__ADS_1
"Tapi setelah bertemu ayahmu hidup ibu berubah, pamanmu bisa kuliah sampai sekarang sukses di luar negeri bersama bibimu, hidup ibu bahagia bersama ayahmu" lanjutnya
"Bukannya ayah pernah menyakiti ibu dulu? " Hanin terkejut mendengar pertanyaan Olivia
"Siapa yang mengatakan itu? itu tidak benar"
"Seseorang mengatakannya padaku" lirih Olivia
"Apa itu bibi Iriana? jangan dengarkan dia" ucap Hanin
"Jika itu keluar bukan dari mulut bibi Iriana, apa aku juga tidak boleh percaya? "
"Sebenarnya ada apa denganMu? akhir akhir ini kau terlihat murung sedih dan hari ini ibu melihatmu menangis tersedu sedu di belakang"
"Aku hanya sedang lelah bu.. nanti malam temani aku tidur ya? " ucap Olivia
"Baiklah.. tenangkan dirimu jika kau ingin jalan jalan mintalah kakak untuk mengantarmu"
"Aku ingin tidur saja" Hanin mengusap kepala Olivia dan menciumnya lalu pergi ke luar
"Ibu menyayangiku dengan tulus, aku takut membuatnya kecewa" lirih Olivia
Saat malam hari Hanin tidur di kamar Olivia namun tengah malam Olivia masuk kekamar mandi dan menguncinya, Pintu yang terkunci perlahan terbuka oleh Kenzo yang memegang kunci cadangan milik Olivia
"Sudah siap untuk pelajaran malam ini sayang? " bisik Kenzo ikut berbaring memeluk Hanin yang terbungkus selimut
"Apa? siapa? " racau Hanin menyingkap rambutnya yang menutupi wajah
"I.. ibu" Kenzo segera berdiri melihat ibunya bangun dari tempat tidur Olivia
"Kenapa kamu mengajak Olivia belajar tengah malam? pantas saja dia mengeluh lelah " ucap Hanin matanya masih setengah terbuka
"Aku.. aku.. Hanya membantunya belajar untuk ujian" ucap Kenzo
"Ubah jadwalnya, belajar setelah makan malam jangan tengah malam begini kasihan dia"
"Iya bu.. kalau begitu aku akan kembali ke kamarku" Hanin mengangguk Kenzo pun pergi dengan perasaan kesal
"Sayang kau di kamar mandi? " Hanin mengetuk pintu kamar mandi
“Aku sakit perut" Olivia baru saja keluar dari kamar mandi
"Mau ibu ambilkan obat ? " tanya Hanin
"Tidak perlu bu ini sudah terasa lebih baik"
__ADS_1