
"Nyonya di depan ada tamu" ucap seorang pelayan pada Iriana, Iriana berjalan ke luar untuk melihat siapa yang bertamu malam malam
"Maaf anda ingin bertemu dengan siapa? " tanya Iriana
"Aku ingin bertemu denganmu nyonya" jawab pria tersebut, Iriana melihat penampilannya dari atas sampai bawah
"Siapa kau? apa aku mengenalmu? " tanya Iriana
"Kau tidak perlu mengenalku nyonya, aku hanya ingin memberitahumu bahwa menantumu adalah mantan p*l*c*r dia menjajakan dirinya di club malam, aku hanya kasihan dengan putramu kenapa dia bisa mencintai wanita seperti dia mungkin dia telah menipu anakmu nyonya"
"Tidak.. tidak.. kau bohong, menantuku wanita baik baik" Iriana menyangkalnya
"Untuk apa aku berbohong tidak ada untungnya, aku hanya kasihan kepada keluarga terhormat kalian ketika semua orang tahu bahwa dia menantumu semua pelanggannya pasti akan membicarakan keluarga kalian yang menikahkan anak kalian dengan seorang j*l*ng"
"Tidak.. kau pembohong" Pria tersebut mengeluarkan handphonenya dan menunjukan foto foto dimana Vera dulu memakai baju seksi dengan para pria yang berbeda
"Argghh.." Iriana memegangi dadanya dengan wajah kesakitan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang kau dimana? " Bayu baru saja pulang malam itu
"Tidak biasanya kau pulang malam" Ucap Vera keluar dari kamarnya memeluk Bayu
"Ada klien yang mengajak bertemu jadi aku putar balik lagi ke kantor" jawab Bayu seraya memeluk tubuh Vera dan mencium puncak kepalanya
"Aku akan memanaskan makanannya dulu" Vera melepaskan pelukannya lalu berbalik meninggalkan Bayu
"Kau belum makan? " tanya Bayu mengikuti Vera ke dapur dan memeluknya
"Belum.. aku menunggumu"
"Lain kali jangan menungguku, kau sedang hamil makanlah yang banyak agar bayi dan ibunya sehat" ketika Bayu merapihkan rambut Vera ke belakang telinga dia terkejut melihat memar di wajah Vera
"Ini kenapa? " Bayu menangkup wajah Vera memeriksa lukanya
"Ahh.. ini tadi aku jatuh di kamar mandi"
"Kau tidak bohong kan? sudut Bibirmu juga luka, kita harus ke rumah sakit sekarang" Bayu menarik tangan Vera untuk keluar
"Tapi kau belum makan, lagi pula tidak terjadi apapun padaku"
"Masuklah jangan berdebat aku tidak mau kalian terluka" Bayu memasukkan Vera ke dalam mobil lalu memasangkan sabuk pengaman
Sesampainya di rumah sakit Vera telah selesai di periksa mereka hendak pulang namun mereka berpapasan dengan pelayan rumahnya yang mendorong brangkar, di atas brangkar tersebut Iriana terbaring memejamkan mata
"Ibu" Vera dan Bayu ikut mendorong brangkar tersebut
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Suapi aku" Hanin cemberut merawat Tristan yang sakitnya rewel melebihi anak kecil
__ADS_1
"Aku mau buang air kecil"
"Tristan kau hanya demam tidak lumpuh, berjalan sendiri ke kamar mandi" ucap Hanin
"Tidak bisa sayang aku lemas" rengek nya dengan nada manja
"Pergi lagi ke club malam maka kau akan segera sembuh"
"Jangan begitu sayang aku benar-benar menyesal" Tristan segera bangun memeluk Hanin
"Aarrggghhh.. lepaskan aku nanti aku bisa tertular" Hanin berontak ingin melepaskan diri dari Tristan sampai sampai dagu Tristan terbentur bahu Hanin
"Sakit sekali" Tristan mencebikkan bibir bawahnya yang berdarah karena tergigit
"Maaf.. aku tidak sengaja" Hanin menangkup wajah Tristan melihat bibirnya dengan jelas
"Aku butuh ciuman" lirih Tristan
"Yaaak.. aku tidak mau tertular jangan mencari kesempatan" Hanin mendorong wajah Tristan menjauh
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ibu.. ibu tidak apa apa? " Vera dan Bayu mendekati Iriana yang baru saja sampai
"Jangan sentuh tanganku" Iriana menarik kasar tangannya dengan tatapan tajam, Vera mundur ketika mendengar perkataan mertuanya
"Ibu kenapa? ini menantu ibu" Bayu mencoba menenangkan ibunya
"Apa yang ibu bicarakan? "
"Apa wanita ini menipumu? apa dia tidak memberitahumu pekerjaannya atau dia berpura-pura polos di depanmu? " bentak Iriana menatap tajam Vera yang hanya menggeleng berkaca kaca
"Aku mencintainya, aku menerima apapun masa lalunya"
"Jadi kau sudah tahu? dasar anak kurang ajar kau membuatku malu, orang orang pasti sedang mentertawakan kita" Iriana memukuli Bayu yang ada di dekatnya
"Hentikan ibu.. tangan ibu bisa terluka" Vera menahan tangan Iriana yang terpasang selang infus
"Jangan menyentuhku wanita j*l*ng" teriak Iriana mendorong tubuh Vera
"Bu hentikan" Bayu menahan tubuh istrinya agar tidak terjatuh
"Ceraikan wanita ini segera, aku akan mendapatkan wanita yang jauh lebih cantik dari keluarga terpandang"
"Tidak.. istriku sedang hamil, aku mencintainya "
"Hamil? benih pria mana yang berhasil membuatmu hamil? " sarkas Iriana
"Ibu.. aku ayah bayi ini, dia cucumu tidak sepantasnya kau berkata seperti itu"
"Aku tidak akan pernah mengakui cucu dari wanita j*l*ng.. memalukan" Vera tertunduk dengan berlinang air mata
__ADS_1
"Sebaiknya kita pergi, tidak baik berlama lama ada disini" Bayu membawa Vera pergi
"Tapi ibu... " Vera merasa khawatir tidak ada yang menjaga Iriana yang sedang sakit
"Ibu baik baik saja, dia sudah bisa berkata sejahat itu tandanya dia sudah baik baik saja"
"Hei.. berhenti, jadi kau lebih memilih wanita j*l*ng ini dari pada ibumu yang sedang sakit? "
"Aku kesini lagi besok" ucap Bayu tanpa berbalik
Sesampainya di apartemen Vera tak hentinya menangis Bayu hanya memeluknya yang tidur di dekapannya
"Sudahlah kenapa kau terus menangis? ibuku hanya sedang syok saja aku akan bicara nanti"
"Apa kau akan meninggalkanku dan mencari istri baru? " lirih Vera
"Tidak.. jangan berpikiran yang macam macam, ibuku lambat laun akan menerima semuanya kau jangan khawatir" Bayu mengusap kepala Vera seraya menciumnya
"Apa yang harus aku lakukan untuk bisa mengambil hati ibu? "
"Jangan pikirkan itu, aku akan mengurus segalanya, tidurlah" Bayu membenarkan selimut menutupi tubuh istrinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Vio.. tunggu" Andrew mengejar Vio yang berjalan di depannya
"Kemana kau semalam? " tanya Vio
"Aku.. "
"Aku tahu kau bersama Sashi semalam" Serah Vio
"Kau tahu dari mana? " Vio menyerahkan handphonenya yang memperlihatkan Andrew tidur memeluk Sashi dari belakang hanya tertutupi selimut setengah tubuhnya
"Ini.. "
"Kau yang mengirimkannya semalam padaku, aku duluan masih ada tugas yang belum aku selesaikan" Vio pergi mengambil handphonenya
"Damn" Andrew mengusap rambutnya kasar
Andrew dengan langkah besarnya menuju kelas Sashi untuk membuat perhitungan, Sashi sedang duduk sendiri di pojok ruangan menatap keluar jendela
Brak
"Apa kau sudah gila? apa yang kau lakukan benar-benar keterlaluan" bentak Andrew, Sashi hanya tersenyum smirk
"Aku akan menyebarkannya jika kau menolak menjadi kekasihku"
"Apa kau gila? Aku bisa melanjutkan pendidikan disini karena kebaikan mertua kakakku dan kau tidak tahu bagaimana perjuangan kakakku untuk bisa melihatku melanjutkan sekolah" wajah Andrew benar-benar memperlihatkan kemarahan
"Sebelum kau menyebarkannya aku akan lebih dulu mengundurkan diri dari sini dan jangan menunjukan wajahmu lagi di hadapanku anggap kita tidak saling mengenal semoga kita tidak pernah bertemu kembali" ucap Andrew lalu pergi meninggalkan Sashi yang mematung
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote, juga bunganya 🥰🥰😘🌹🌹🌷🌹🌷🌹