
"Tolong jangan letakkan handuknya disini, sudah menjadi kebiasaan jika kau mandi berjalan dari kamar mandi sampai ranjang pasti akan basah" Olivia menggerutu saat Kenzo meletakkan handuk basah di ranjang
"Kau pintar menggerutu sekarang? benar benar mirip ibu" Ucap Kenzo seraya mencubit pipi Olivia
"Apa maksudmu aku dan ibu cerewet? berisik? iya begitu? "
"Tidak.. tidak... kau itu.. seksi" Bisik Kenzo lalu tertawa mengangkat tubuh Olivia
"Apa itu maksudnya? turunkan aku.. Kenzo turunkan aku" Olivia menggerakkan kakinya
"Tidak sebelum kau memanggilku sayang atau suamiku, cintaku juga boleh"
"Tidak mau" Olivia cemberut, dia tidak pernah mau di memanggil Kenzo dengan panggilan sayang
"Ya sudah.. aku tidak akan melepaskanmu hari ini" mendengar itu Olivia segera melebarkan senyumnya
"Sayangku.. suamiku.. cintaku.. apa kau tidak akan pergi ke kantor atau kuliah? " Kenzo tersenyum dia tahu Olivia takut perkataannya menjadi kenyataan
"Sepertinya aku... " Kenzo sengaja menggantung kata katanya
"Cepatlah pergi.. atau aku akan mengadukan mu pada ayah"
"Baiklah... cium aku" Kenzo mengerucutkan bibirnya
"Ayolah.. atau aku tidak akan pergi" Olivia mengecup bibir Kenzo
"Kurang lama"
"Kau menyebalkan sekali" Olivia kembali mengecup Kenzo
Namun Kenzo menekan kepala Olivia hingga kecupan itu menjadi ciuman pagi yang membuatnya kehabisan oksigen, Olivia memukul dada Kenzo barulah dia melepaskannya
"Manis sekali, jangan kemana mana tunggu aku pulang" Kenzo menurunkan Olivia lalu mengecup keningnya sebelum pergi
"Aku tidak menyangka akan seperti ini, kakakku menjadi suamiku" Gumam Olivia menatap punggung Kenzo yang menghilang di balik pintu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tok.. tok.. tok..
Kaca mobil Rai di ketuk dari luar membuat Rai mengerjapkan matanya, seorang pria berdiri di luar mengetuk pintu
Saat Rai menoleh ternyata Cassandra juga tidur di mobil menemaninya, Rai membuka pintu mobil ya lalu turun untuk bicara dengan pria tersebut
"Tuan maaf Cassandra mungkin tertidur disini karena menemaniku" ucap Rai
"Tidak apa apa, aku turut berdukacita atas meninggalnya ibumu.. aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini berat namun jangan sampai mengeluh dan menyerah sampai disini, kehidupanmu masih panjang" Ucap Bayu seraya menepuk bahu Rai
__ADS_1
"Terimakasih tuan.. "
"Aku akan membawa putriku, kau mau masuk? " tanya Bayu
"Tidak terimakasih.. aku akan pulang, terimakasih sudah mengizinkan Cassandra menemaniku.."
Bayu mengangkat tubuh Cassandra yang tertidur sangat lelap hingga tidak terganggu sedikitpun saat dia mengangkatnya
"Hati hati di jalan" ucap Bayu lalu membawa Cassandra masuk ke dalam rumahnya
"Kau beruntung memiliki ayah yang begitu memanjakanmu, kau di perlakukan bagaikan seorang ratu" Rai tersenyum melihat begitu perhatiannya Bayu pada Cassandra hingga tidak mau membangunkannya
Mobil yang di kendarai Rai menjauh dari rumah Cassandra, ketika dia sendiri tidak bisa di pungkiri dia begitu sedih dan kesepian, apalagi setelah tempat ternyaman baginya telah pergi
Rai menepikan mobilnya di pinggir jalan karena rasa sesak di dadanya sudah tidak bisa dia tahan lagi, tangis Rai tertahan begitu pilu
Keningnya dia sandarkan di kemudi seraya tangannya mencengkram pinggirannya, punggungnya bergetar dengan isakan terdengar begitu menyayat hati
"Kenapa aku? kenapa harus aku? Tidakkah ini begitu tidak adil? aku harus menanggung semua penderitaan yang menimpaku secara bersamaan"
"Kenapa kau tak membawaku bersamamu bu? bagaimana aku menjalani hidup tanpa dirimu"
"Aku akan membuat perhitungan pada pria yang telah menelantarkan kita, Aku akan membuatnya hidup tidak tenang" Tampaknya kemarahan di wajah Rai mengingat sosok ayah kandungnya
"Aku akan mencarinya"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ayah sudah pulang? " Ucap Cassandra ketika sang ayah masuk
"Kalau ayah belum pulang lalu siapa yang memindahkanmu ke sini? "
"Lalu.. dimana Rai? " tanya Cassandra
"Dia pulang" Jawab Bayu
"Aku harus menghubunginya.. dia pasti sedang menyendiri " Cassandra mencari handphonenya
Bayu menahan tangan sang anak lalu menggenggam tangannya, Bayu tahu jika Cassandra mencintai Rai namun pemuda itu pernah membuat anaknya menangis karena perasaannya tak terbalaskan
"Jangan terlalu mencintai seseorang, yang saling mencintai saja bisa tersakiti apa lagi jika hanya mencintai, Beri sedikit jarak diantara kalian agar kau tidak terlalu tersakiti " Cassandra mematung mendengar perkataan sang ayah
Ayahnya benar Rai hanya menganggapnya adik perempuannya, Bayu memeluk Cassandra dan mengusap kepala sang putri
"Putri ayah sudah dewasa namun tetap saja bagi ayah kau masih bayi kecil, ayah akan tersakiti jika kau tersakiti"
"Jika kau ingin melindungi ayah maka lindungilah dirimu sendiri, kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ayah begitupun rasa sakitmu juga rasa sakit bagi ayah"
__ADS_1
"Kau harta ayah satu satunya, ayah menjadikanmu ratu jadi jangan membuat dirimu lemah di hadapan laki laki lain, kau mengerti? " Lanjut Bayu
"Iya ayah.. " Lirih Cassandra
"Carilah kebahagiaanmu" Ucap Bayu mengusap kepala Cassandra lalu pergi
"Ayah benar.. apa yang aku lakukan? Kenapa aku bodoh, sudah jelas Rai tidak akan menerima wanita lain selain kak Olivia.. apapun yang aku lakukan akan sia-sia " Cassandra kembali berbaring melupakan niatnya untuk menghubungi Rai
"Ayah akan kembali ke kantor, makan siangmu sudah ada di meja"
"Ya terimakasih ayah" Jawab Cassandra
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenzo.. hari ini aku ingin mengajakmu makan siang" ucap Renata
"Berhentilah bersikap tidak tahu malu"
"Apa kau lupa aku memegang kartu As mu? " Ancam Renata
"Terserah... aku tidak takut jika kau mengatakan pada semua orang, dengan begitu aku bisa mempublikasikan hubunganku dengan Olivia" Jawab Kenzo lalu pergi meninggalkan Renata
"Menyebalkan... apa yang membuatnya begitu menginginkan adik angkatnya itu? " Gumam Renata
"Halo.. bantu aku untuk memberikan berita ini pada media" Renata mengirim pesan pada seseorang yang baru saja dia telepon
Percakapannya dan Kenzo juga dia kirim pada grup kampusnya, Renata kini tidak bisa lagi mengancam Kenzo agar menuruti keinginannya
"Kita lihat apa yang akan terjadi pada kalian setelah ini" Gumam Renata lalu pergi
Handphone Kenzo berdering dan dia membukanya ternyata teman temannya menanyakan tentang berita yang kini sedang ramai di bahas, berita itu begitu cepat menyebar layaknya terbawa hembusan angin
"Aku memang menikahinya" hanya itu yang di jawab Kenzo pada teman temannya lalu mematikan teleponnya dia tahu pasti akan banyak lagu pertanyaan serta kritikan dan hujatan untuknya dan Olivia
Kenzo bergegas pulang karena dia yakin Renata akan bertindak sangat jauh, benar saja Olivia sedang melihat berita itu di televisi
Olivia tidak menyadari Kenzo sudah berada di sampingnya, Olivia meremas kedua tangannya matanya berkaca-kaca melihat berita yang begitu memojokkannya dan menganggapnya telah menggoda Kenzo
"Aku minta maaf.. semua salahku, aku akan menyelesaikan semua masalah ini" ucap Kenzo
Olivia menoleh lalu memalingkan wajahnya untuk menghapus air matanya, Kenzo hendak memeluk Olivia namun dia menepisnya dan berdiri menjauh
"Kau puas? apa dendammu sudah terbayar? aku akan menanggung malu seumur hidupku Kenzo" Ucap Olivia dengan suara bergetar menahan tangisnya
"Olivia tunggu.. " Olivia berlari masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya
"Olivia aku akan menyelesaikan semuanya, Aku akan mengakui kesalahanku" Olivia menutup telinganya tidak ingin mendengarkan apapun lagi yang di katakan Kenzo
__ADS_1