kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Bertemu ibu kandung


__ADS_3

Rai mengantar Olivia sampai di halaman rumah, tanpa basa basi Olivia langsung masuk kedalam kamar untuk menghindari pertanyaan orang tuanya karena tampaknya Kenzo sudah sampai lebih dulu melihat mobilnya yang terparkir di garasi


Baru saja Olivia masuk ke dalam kamarnya sebuah tamparan membuatnya terhuyung hingga bersandar di pintu menopang tubuhnya agar tidak terjatuh, Olivia tidak berani mengangkat wajahnya


"Darimana kau? " Olivia tidak bergeming dia diam saja memegangi pipinya yang terasa perih


"Jawab aku... tatap matanya" Kenzo mengangkat kepala Olivia kasar dengan mencengkram kedua sisi rahangnya


"Lepaskan aku.. Sakit" lirih Olivia


"Aku bertanya kau pergi kemana? " bentak Kenzo, Olivia tak kunjung menjawab hingga Kenzo kembali menampar wajah Olivia membuat darah keluar dari sudut bibirnya


"Aku.. aku.. akkhh.. " Kenzo menyeret dan menghempas tubuh Olivia ke ranjang


"Sakit Kenzo.. lepaskan aku" Kenzo mengikat tangan Olivia di kepala ranjang


"Lepaskan aku Kenzo" Olivia menarik tangannya sekencang mungkin agar bisa melepaskan ikatan di tangannya


"Diam atau aku akan menamparmu lagi" Ancam Kenzo ketika pintunya di ketuk dari luar, Setelah menemui Hanin dia kembali mengambil jaketnya dan berjalan ke arah Olivia


"Kau selamat kali ini tapi jangan harap aku akan melepaskanmu setelah aku kembali, Kau tidak akan bisa bangun setelah ini" Kenzo keluar menyisakan Olivia dengan isak tangisnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Entah apa yang membuat Rai ingin pergi ke minimarket di dekat rumah Cassandra, ketika baru saja keluar dari dalam minimarket Rai berpapasan dengan Cassandra di pintu masuk


"Cassandra.. "


"Hai kak.. permisi aku mau masuk" ucap Cassandra saat Rai menghalangi jalannya


"Aku temani kau belanja"


"Tidak perlu.. aku biasa sendiri" Jawab Cassandra seraya menerobos masuk


Rai mengikuti Cassandra meskipun Cassandra sudah mengatakan untuk jangan mengikutinya, Rai menyentuh barang yang sama dengan apapun yang di ambil Cassandra


Ketika membayar pun Rai memaksa untuk membayarkan belanjaan Cassandra, hingga Cassandra pulang Rai masih mengikuti gadis itu


"Apa kau marah padaku? " tanya Rai

__ADS_1


"Tidak.. ''


" Apa yang salah denganku? kenapa kau menghindari aku? " tanya Rai kembali


"Perhatianmu selama ini padaku sebenarnya karena apa? apa karena aku sepupu kak Olivia? Apa jika aku bukan sepupunya kau akan memperlakukan ku demikian?" Cassandra balik bertanya


"Bukan karena Olivia, jika aku tidak tahu kalian saudara aku juga akan memberi perhatian yang sama padamu" Senyum Cassandra terukir di bibirnya


"Kau lucu.. sangat bisa membuat perasaan orang di sekelilingmu juga merasa bahagia, aku menyayangimu" Senyum Cassandra semakin melebar


"Mungkin karena aku juga anak tunggal dan menginginkan adik perempuan maka dari itu aku menyayangimu seperti adikku sendiri" Senyum Cassandra berubah menjadi tersenyum miris


"Sudah sampai kak, Terima kasih untuk semuanya aku masuk dulu" Cassandra masuk ke dalam rumah meninggalkan Rai sendiri


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Olivia berhasil membuka ikatannya dia segera mengganti baju dan mengemas sebagian Pakaiannya dan di masukan ke dalam sebuah tas, Dengan susah Olivia harus membuka pintu yang di kucing Kenzo dengan gunting


Olivia berjalan mengendap-endap menuju pintu tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya membuat Olivia terdiam bak patung, orang tersebut membalikkan tubuh Olivia air matanya luruh seketika melihat wajah Olivia


"Nona kenapa? " lirih suster membelai wajah Olivia


"Sus... aku mau pergi, aku tidak sanggup lagi berada di sini" Olivia menangis memeluk suster


"Aku hanyalah anak angkat Sus sementara dia anak satu satunya keluarga ini, apa pengaduan ku akan memberi keadilan untukku? aku mohon jangan mengatakan apapun pada mereka aku harus pergi"


"Nyonya orang yang bijak sana "


"Aku tahu.. tapi ibu sering sakit sakitan aku tidak ingin membuatnya semakin banyak berpikir, aku pergi" Olivia melangkahkan kakinya keluar dari pintu


"Apa nona punya uang? apa ada tempat tinggal? " tanya suster, Olivia berbalik seraya menggeleng


"Sebentar" suster pergi ke kamarnya


Suster kembali dengan amplop juga menuliskan sebuah alamat di amplop tersebut dan memberikannya pada Olivia, gaji suster bulan ini dia berikan pada Olivia


"Apa ini? " tanya Olivia


"Pakai uang ini dan pergi ke alamat ini"

__ADS_1


"Rumah siapa? "


"Rumahku nona, keluargaku pindah ke kota ini dan rumah kami di kampung kosong.. pergilah" ucap Suster.. Olivia memeluk erat suster dengan isak tangis


"Aku akan membalas kebaikanmu"


"Aku tidak bisa memberi lebih, cepat pergi sebelum tuan muda pulang" Olivia berkali-kali mengucapkan terimakasih seraya memeluk suster


Olivia berjalan kehalaman rumah seraya terus melihat ke arah rumah tersebut, tangisnya pecah mengingat semua kenangan bersama keluarganya


Di dalam taksi Olivia terus menangis menatap foto keluarganya dari handphone, sang supir memberikan sebuah sapu tangan pada Olivia namun setelah mengusap air matanya dia tiba tiba kehilangan kesadarannya


Entah sudah berapa lama dia tertidur kepalanya terasa sakit saat pertama kali membuka mata, Olivia duduk seraya menatap sekeliling ruangan yang terasa asing baginya


"Selamat pagi honey.. " pintu terbuka menampakkan seorang pria di ikuti seorang wanita yang di rantai kakinya pada besi bulat yang cukup besar


Pria tersebut menghampiri Olivia dengan langkah besarnya sementara sang wanita berjalan menyeret sebelah kakinya yang di rantai


"Apa kau lapar sayang? " tanya pria tersebut seraya membelai kepala Olivia


"Jangan sentuh aku.. dimana ini? " ketus Olivia menyingkirkan tangan Pria tersebut


"Kenapa kau peduli kau ada dimana? bukankah kau ingin pergi dari rumah itu? "


"Aku harus pergi, dimana tas ku? " Olivia melangkahkan kakinya turun dari ranjang


"Disini rumahmu sayang, rumah orang tua kandung mu" ucap Frederick


"Tidak.. bukan.. kalian bukan orang tuaku" Olivia menggelengkan kepalanya


"Tapi memang itu kenyataannya, bukankah kau juga tahu? aku selalu mengawasimu selama ini, kau dan kakakmu itu beberapa kali menginap di hotel bahkan penginapan bukan? apa yang kalian lakukan disana? " Olivia terdiam, Yasmine duduk di sebelah Olivia


"Kau tumbuh dengan sangat baik, mereka merawatmu dengan sangat baik" Yasmine meneteskan air matanya mengelus wajah Olivia


"Kau yang menempatkanku dalam masalah... masalalu mu membuat masa depanku hancur" ucap Olivia dingin seraya menepis tangan Yasmine


"Apa kau tahu kelakuanmu yang menyakiti ibuku membuat aku harus menanggung segalanya? lihat luka di tubuhku ini masih tidak ada apa apanya di bandingkan luka di hatiku, kakakku yang aku percaya dan selalu menjadi pelindungku kini malah menjadi sebuah ancaman untukku, semua itu gara-gara dirimu" Olivia berdiri menunjuk wajah Yasmine yang duduk di ranjang menangis tersedu


"Aku tidak ingin di lahirkan dari seorang ibu sepertimu, kenapa anak haram sepertiku harus di lahirkan? aku tidak butuh kalian" pekik Olivia sesaat kemudian tubuhnya terhuyung dan jatuh tak sadarkan diri

__ADS_1


"Sayang.. maafkan ibu nak, Olivia.. bangun sayang" Yasmine mengguncang tubuh Olivia


"Biarkan dia istirahat, sebaiknya kau layani para tamu dan hasilkan banyak uang untukku atau gadis cantik ini akan menjadi temanmu melayani mereka" ancam Frederick


__ADS_2