kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Olivia katerina


__ADS_3

"Tristan kemarilah... kau mengatakan terpaksa menikahi wanita ini? sekarang dorong dia" titah Yasmine


"Baiklah dengan senang hati" Tristan melangkahkan kakinya namun Ressa berlutut memegangi kami akan anaknya


"Jangan nak.. ibu mohon jangan menjadi orang jahat" teriak Ressa


"Lepaskan aku.. ayah selalu mengekangku dia selalu menganggap apa yang dia lakukan itu baik untukku tanpa bertanya apa yang sebenarnya aku inginkan"


"Sekarang biarkan aku mengakhiri semuanya, katakan pada ayahku nanti aku membenci semua aturannya" Tristan tetap berjalan membuat cekalan ibunya terlepas


Tristan memegangi bahu Hanin dari belakang tubuh wanita itu gemetar dia tidak percaya suaminya kali ini mengkhianatinya lagi, polisi mengambil ancang ancang untuk menembak namun Hanin menghentikannya


"Tuan Tristan diam di tempat atau kami akan menembak" peringatan yang di berikan polisi


"Hentikan.. biarkan dia melakukannya hidupku sudah tidak ada artinya aku lelah selalu di jungjung lalu di hempas oleh suamiku biarkan semuanya berakhir, jaga putraku ingat namanya Kenzo maverick jangan ubah nama itu dan jangan menyematkan nama keluargamu di belakang nama anakku"


"Aku sungguh menyayangimu namun tampaknya mati lebih baik bagiku daripada selalu menikmati rasa sakit darimu"


"Jika begitu aku tidak perlu repot repot mendorongmu, terjun lah sendiri dengan begitu aku akan terbebas dari jerat hukum" ucap Tristan


Satu langkah lagi Hanin berada di tepi tebing dia menatap wajah suaminya yang berpindah ke samping Yasmine untuk yang terakhir kalinya, Tiba tiba Tristan memeluk Yasmine tangannya terulur menyentuh Kenzo


"Hanin tangkap" Tristan melemparkan Kenzo beruntung Hanin dapat menangkapnya dengan baik karena jarak mereka dekat


Karena Tristan tiba tiba mengambil Kenzo membuat Yasmine tidak bisa menyeimbangkan diri dan jatuh begitu pun Tristan yang memeluk Yasmine


"Tristaaaaan" teriak Hanin semua polisi maju memeriksa keadaan, sementara Hanin di tarik Ressa untuk mundur


Tangis Hanin dan Ressa pecah mereka tidak menyangka nasib Tristan akan berakhir seperti ini, tangis keduanya melemah saat polisi meminta tapi dan salah satu dari anggotanya turun


Hanin dan Ressa berlari melihat apa yang terjadi ternyata Tristan selamat dia bergelantungan di batu sementara Yasmine terjatuh dan terseret aliran deras sungai, Tristan berhasil naik dengan bantuan polisi


Setelah semuanya selesai mereka hendak pergi, satu hal lagi yang mengejutkan saat polisi hendak membawa mobil yang di tumpangi Yasmine mereka menemukan bayi yang tertidur pulas di kursi belakang


"Astaga kasihan sekali" Hanin mengambil bayi tersebut karena menangis


"Anak ini akan kami bawa dan kami titipkan di panti asuhan dan kami juga akan mulai mencari tersangka " ucap polisi


"Tidak pak.. bolehkah saya ambil bayinya? " tanya Hanin


"Apa yang kau lakukan? biarkan anak itu di bawa pergi " ucap Tristan menarik tangan Hanin

__ADS_1


"Bayi ini tidak bersalah, kasihan jika dia di titipkan di panti asuhan"


"Biarkan saja, ibunya sudah membuat banyak kekacauan jangan berlagak seperti malaikat.. ayo pergi" gerutu Tristan


"Sayang.. jika kau membawa anak ini ibu takut akan ada masalah kedepannya, biarkan mereka membawanya" ucap Ressa


"Kalau begitu aku akan membawa bayi ini bersama Kenzo pergi" Tristan menghela nafas kasar


"Pak bisa kita bicara" Tristan berbincang dengan polisi, entah apa yang mereka bicarakan


Pada akhirnya Hanin pulang dengan tersenyum dia berhasil membawa bayi itu pulang, Hanin membawa bayi Yasmine sementara Kenzo di gendong Ressa


Apa yang akan terjadi pada bayi itu nanti karena sepertinya keluarga Tristan akan menolak kehadiran bayi itu, terlebih mereka belum tahu keadaan kakek yang mereka tinggalkan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Ketika sampai di mansion kakek mereka di kejutkan dengan keadaan di dalam rumah, Iriana menangis di peluk Janu di samping jenazah yang di tutup kain disana juga sudah ada keluarga yang lain


Tristan berlutut membuka penutup wajah jenazah tersebut bagai di sambar petir sang kakek terbujur kaku dengan wajah memucat, Hanin menyentuh bahu Tristan dan mengusapnya


"Bayi siapa itu Hanin? " tanya Iriana


"Bayi wanita sialan itu? kemari bawa dia kesini aku akan membunuhnya sekarang juga" mendengar teriakan Iriana Hanin mundur memeluk bayi tersebut


Ressa mengikuti Hanin ke kamar membawa Kenzo sekarang tampaknya Hanin bingung semua keluarga suaminya tidak menyukai bayi ini


"Sayang.. Kenzo sepertinya harus" Hanin meletakkan bayi perempuan itu lalu mengambil Kenzo


"Ibu apakah keputusanku benar? apa ini akan baik baik saja? satu sisi aku kasihan dengan bayi ini di sisi lain aku takut mengecewakan kalian" lirih Hanin


"Ibu tidak tahu sayang.. harusnya kau menduskusikannya dengan Tristan, sebenarnya ibu juga merasa kasihan dengan bayi ini tapi kita akan mendapatkan masalah jika masih mengurusnya" jawab Ressa seraya mengusap pipi bayi itu


"Sepertinya dia juga haus" ucap Ressa ketika bayi itu menangis


Hanin meletakkan Kenzo dan mengambil bayinya lalu mengeluarkan payud*r*nya untuk memberikannya asi, tiba tiba Tristan datang dan menutup dada Hanin dengan tangannya sebelum bayi itu menyusu


"Jangan beri dia asimu, aku tidak rela anakku meminum asi yang sama dengan anak ini" Hanin kembali menutup pakaiannya


"Lalu dia harus minum apa? " lirih Hanin


"Aku akan membelikannya susu, aku bukan menerimanya hanya kasihan padanya mengingat Aku punya Kenzo"

__ADS_1


Hanin cukup lega suaminya mau membelikan bayi itu susu, belum lama Tristan pergi Iriana masuk ke kamar Hanin hendak mengambil bayi itu


"Kemarikan anak wanita sialan itu, aku harus melenyapkannya" teriak Iriana


Hanin sontak memeluk kedua bayi di gendongannya sementara Ressa menenangkan Iriana, Hanin membawa kedua bayi keluar dari mansion itu menerobos kerumunan keluarga serta para kolega bisnis kakek


Hanin menunggu Tristan di luar gerbang duduk di kursi taman dengan bayi bayi yang menangis, mobil Tristan muncul Hanin segera menghentikannya


"Aku sudah katakan jangan membawa anak ini" ucap Tristan


"Bukannya kau cinta pada ibunya? kenapa kau tidak mau menerima anaknya? "


"Aku hanya berpura-pura Hanin"


"Aku tidak tahu kau berpura-pura padaku atau pada Yasmine"


"Sekarang aku tidak sedang berpura-pura, aku menyayangi kalian"


"Entah aku harus percaya atau tidak, bawa aku pulang " ucap Hanin


Mobil Tristan meninggalkan mansion kakek untuk mengantar Hanin pulang lalu dia kembali ke mansion untuk pemakaman kakek


"Siapa nama anak ini" gumam Hanin


"Dia belum di beri nama nyonya? " tanya Suster


"Entahlah, menurutmu apa nama yang bagus untuknya? " tanya Hanin


"Bagaimana jika Flora? " Hanin tampaknya sedang berpikir


"Kenapa Flora? " tanya Hanin


"Bukannya nama ibunya Yasmine? aku rasa itu berkaitan" jawab suster seraya terkekeh


"Kau ini ada ada saja"


"Aku beri nama dia Olivia katerina" lanjut Hanin


"Nama yang bagus, kita memanggilnya oli atau via? " Hanin terkekeh mendengar pertanyaan suster


"Jangan di potong potong suster tidak enak di dengar" ucap Hanin

__ADS_1


__ADS_2