kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Kepergian Vera


__ADS_3

"Aku ingin tahu apa yang kau lakukan selama ini di rumah? " tanya Bayu ketika mereka sudah kembali ke kamar


"Aku tidak melakukan apapun"


"Kenapa kau tidak makan dengan benar? apa makanan disini kurang? apa ibu memperlakukanmu dengan buruk? "


"Tidak.. sudahlah jangan di bahas aku akan lebih hati hati kedepannya"


"Aku masih ingin membahasnya, kau tidak pernah mengatakan apa yang kau alami selama ini, kau hanya mengatakan baik baik saja.. aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu"


"Jangan marah marah.. aku malah sakit karena di marahi olehmu" Vera duduk di pangkuan Bayu dan menyandarkan kepalanya di dada Bayu seraya mengusap dada sebelahnya dengan manja


"Aku tidak akan goyah dengan sikap manjamu, sekarang katakan apa yang membuatmu jadi seperti ini? "


"Karena dirimu.. " Vera menjawab dengan gurauan


"Kenapa aku? aku saja menahan diri agar tidak terlalu sering menyentuhmu.. tapi kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri"


"Dari pada hanya marah marah sebaiknya kau memanjakanku agar aku dan bayi kita menjadi lebih baik dan sehat" Vera menciumi pipi serta bibir Bayu


"Kau selalu membuat amarahku reda dengan cepat" Bayu menangkup wajah Vera lalu mengecup bibirnya


"Ayo tidur aku sangat mengantuk" Bayu memakaikan selimut pada Vera lalu mengecup keningnya sebelum tidur memeluk istri tercintanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Kenzo dan Olivia berlarian memutari kaki Tristan mereka saling mengejar memperebutkan sebuah mainan, Tristan mengangkat keduanya karena terlalu lama mereka berputar-putar


"Mainan kalian banyak kenapa memperebutkan satu-satunya mainan? "


"Kenapa sayang? " Hanin mendengar Tristan menggerutu segera menghampirinya


"Mereka memperebutkan satu mainan padahal mainannya banyak" Tristan menunjuk tumpukan mainan yang berserakan


"Sekarang waktunya tidur siang kalian ikut ibu karena ayah harus kembali bekerja" Hanin mengulurkan kedua tangannya untuk mengambil keduanya

__ADS_1


Hanya Kenzo yang beralih ke pelukan ibunya sementara Olivia masih memeluk Tristan dan enggan melepaskannya, Segala bujuk rayu sudah di keluarkan namun Olivia masih menempel pada Tristan


"Dengar.. ayah harus bekerja patutlah pada ibumu" ketika Tristan bicara Olivia memandang lekat wajahnya


Tristan mencium kedua pipi Olivia barulah dia mau melepaskannya, tidak lupa mencium Kenzo dan Hanin juga sebelum kembali berangkat bekerja


Baru saja beberapa jam pergi Tristan sudah kembali dengan wajah paniknya, Hanin menatap wajah suaminya yang berdiri tepat di hadapannya memegangi kedua bahu Hanin


"Ada apa? " tanya Hanin


"Vera.. "


"Ada apa dengan Vera? apa terjadi sesuatu padanya? " Kini Hanin menjadi khawatir setelah Tristan menyebutkan nama sahabatnya


"Kita harus ke rumah sakit sekarang" tanpa mengganti pakaiannya Hanin mengikuti Tristan dan menitipkan anak anaknya pada suster


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Bayu di kabari pelayan di rumahnya bahwa Vera mengalami kontraksi di usia kandungan tujuh bulan, setelah mengantar Vera ke rumah sakit dan sedang menjalani operasi Bayu teringat kamera yang dia pasang di rumah dan kembali untuk memeriksanya


Di tengah emosinya yang memuncak Bayu kembali ke rumah sakit dan meluapkan emosi pada ibunya, Iriana menangis karena rasa takut serta rasa bersalahnya


"Apa yang ibu lakukan padanya? ibu lupa dia sedang mengandung? apa ibu sengaja ingin membuatnya celaka? "


"Ibu.. ibu.. hanya"


"Hanya apa? ibu tahu? dia dua kali ke rumah sakit karena mengeluh sakit pada perutnya itu karena dia terlalu lelah dan memaksakan diri mengangkat beban berat, sekarang aku mengerti ini semua karena ibu, jika sesuatu terjadi pada mereka berdua aku tidak akan menginjakkan kaki ke rumah itu lagi"


"Bayu jaga ucapanmu, dia ibumu" bentak ayahnya


"Ibu yang harus menjaga kelakuannya, mereka anak dan istriku kenapa dia tidak bisa menerima Vera karena masa lalunya? padahal kelakuannya lebih keji melebihi masa lalu Vera" Iriana semakin terisak dia takut anaknya benar-benar meninggalkannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sesampainya di rumah sakit Hanin melihat Bayu yang tengah mengamuk dan di tenangkan keamanan rumah sakit serta Janu juga ayahnya, Iriana hanya duduk menangis ketika Bayu mencecarnya dengan banyak pertanyaan

__ADS_1


"Apa ibu tidak berpikir akan jadi seperti ini? Vera wanita baik bu berapa bulan ibu menyiksanya tapi sedikitpun dia tidak pernah mengeluh atau mengadu padaku, dia selalu membicarakan hal baik tentangmu dia mengarang cerita seolah olah kau mengajaknya jalan jalan dan membuatkannya makanan"


"Dia memang bukan wanita baik di masalalu tapi lihat perubahannya setelah bersamaku dia wanita yang tidak pernah menuntut apapun, dia menantu yang baik yang selalu menutupi kekejaman mertuanya, apa kau tidak pernah memikirkan keselamatan cucumu? "


"Apa seorang bayi juga ikut berdosa jika memiliki ibu mantan wanita malam? aku menikahinya secara sah dan itu murni anakku tapi kau menganggapnya seperti anak haram'' suara Bayu sampai terdengar dari kejauhan


Ketika Tristan dan Hanin mendekat dokter baru saja keluar dari ruang operasi, Hanin berdiri mematung dengan air mata berderai deras setelah mendengar hal yang di katakan oleh dokter


" Pasien mengalami pendarahan hebat juga komplikasi saat operasi berlangsung, Bayinya selamat namun ibunya tidak bisa bertahan, kami sudah melakukan yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain"


"Apa maksud anda dokter? istri saya baik baik saja" Bayu mencengkram baju dokter bicara dengan nada tinggi


"Apa? " Hanin terjatuh tatapannya kosong dengan berderai air mata


"Sayang.. " Tristan memeluk Hanin yang mulai menangis tersedu


"Dokter berbohong, apa dia yang menyuruh anda berbohong aku tidak percaya ini" Bayu menyingkirkan dokter dan masuk untuk memastikan istrinya masih hidup


"Bangun sayang.. bangun jangan bercanda" Bayu menepuk wajah pucat sang istri


"Bangun ayolah... sayang sayang ayo bangun lihat anak kita" Bayu terus menggosok tangan Vera juga mengecupnya


"Tuan jenazahnya harus di bersihkan" ucap seorang perawat


"Diam kau.. jenazah apa yang kau maksud? istriku masih hidup tidak ada yang bisa memisahkannya denganku" Bayu yang berang mendengar perkataan perawat tersebut sampai melemparkan alat alat dokter yang ada di sampingnya


"Bayu sadarlah nak, tenangkan dirimu" ucap sang ayah mencoba mendekati sang anak


"Jangan mendekat.. jangan ambil istriku, aku tidak akan melepaskannya" Bayu memeluk tubuh Vera yang terbujur kaku


Mereka memberi waktu sebentar pada Bayu dan terus membujuknya, namun setelah beberapa saat Bayu masih enggan melepaskannya dia terus memeluk tubuh Vera kadang mengguncang tubuhnya agar terbangun


Keluarga dan pihak rumah sakit terpaksa menahan Bayu dan membawa Vera untuk segera di makamkan, Bayu menangis histeris tubuhnya di pegangi oleh Janu, Tristan serta Ayahnya


"Jangan bawa istriku.. jangan bawa istriku" Bayu berteriak histeris

__ADS_1


__ADS_2