
Seminggu kemudian Hanin telah memikirkannya matang matang dia tidak bisa bergantung pada Tristan, Hanin pagi pagi sekali sudah bangun dan bersiap meskipun tubuhnya belum benar benar fit tapi dia harus berangkat bekerja untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit uang agar saat Tristan membuangnya setidaknya dia punya simpanan
"Ahh aku lupa paswordnya di ganti" Hanin yang sudah di depan pintu kembali ke kamar untuk membangunkan Tristan
"Tristan.. Tristan" Hanin mengguncang tubuh Tristan
"Ck iissh... Tristaaaaannnn" teriak Hanin tepat di telinga Tristan membuatnya terlonjak dari tidurnya
"Apa kau ingin aku mati jantungan huh? " ucap Tristan sambil melotot
"Aku cuma mau tanya pasword apartemenmu"
"Siapa yang mengijinkanmu keluar? "
"Aku harus bekerja Tristan jika tidak darimana aku dapat uang"
"Kebutuhanmu akan aku penuhi cukup diam dan menurut sudah cukup"
"Tapi.. "
"Apa kau tuli? " pekik Tristan menarik tangan Hanin hingga terjatuh di ranjang
"Tristan aku butuh handphone"
"Tidak ada"
"Lalu apa yang boleh dan tidak boleh untukku? kau merampas kebebasanku" ucap Hanin berapi-api
"Dengarkan aku kau hanya perlu diam disini dan secepatnya beri aku anak" ucap Tristan kembali menarik Hanin hingga terjerembab dan menindihnya
"Tristan jika aku stress maka akan sulit menghadirkan anak itu"
"Itu hanya alibimu"
"Biarkan aku bekerja dan akan kupastikan kita akan punya anak sesegera mungkin"
"Tidak, jika kau pergi bisa saja kau melayani pria lain seperti Bayu dan Luis aku tidak mau mempunyai anak dari banyak benih"
"Apa maksudmu? kau merendahkanku? bukankah kau yang lebih tau pasti bagaimana aku Tristan, aku tidak pernah terjamah oleh siapapun kecuali dirimu" tegas Hanin
"Itu dulu nanti siapa yang tau? menurutlah agar hidupmu lebih mudah" ucap Tristan menepuk nepuk pipi Hanin lalu pergi ke kamar mandi
"Arrrggghhh" teriak Hanin sejadi jadinya
__ADS_1
Hanin hanya diam duduk di ranjang dengan bibir mengerucut Tristan baru saja keluar dari kamar mandi mengambil handphone dari nakas di dekat Hanin, Tristan tersenyum smirk melihat kekesalan di wajah Hanin
"Ambilkan aku baju" perintah Tristan namun Hanin tidak bergeming
"Aku hitung sampai tiga kalau kau tidak juga menyiapkannya maka aku yang akan melepaskan bajumu" Ancaman Tristan sukses membuat Hanin lari terbirit-birit, Tristan mengulum senyumnya kala mendengar Hanin mendumel
Baju sudah siap Hanin keluar tanpa bicara sepatah kata pun Setelah memakai pakaiannya Tristan keluar bersiap hendak pergi dia melihat Hanin menggigit roti dengan kesal wajahnya tidak ramah membuat Tristan gemas
Tristan mendekat menekan tengkuk Hanin dan mengambil roti yang di kunyah Hanin dengan mulutnya mata Hanin melotot sempurna dia berpikir tidakkah Tristan merasa jijik?
"Sarapan yang lumayan" ucap Tristan melepaskan Hanin
"Ingat.. baik baik disini, semua kebutuhan sudah ada " ucap Tristan tapi Hanin tidak menanggapi
"Kembali ke mode semula, apa aku harus sakit agar dia bisa bertindak tidak menyebalkan dan suka menyiksa" gerutu Hanin
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
Vio dan Andrew sedang latihan di sela istirahatnya
Delina seperti biasa menjadi penonton setia tiba tiba pintu di buka dengan keras membuat mereka bertiga menoleh, Sashi dan gengnya datang
"Andrew kau bilang tidak ingin ikut lomba ini" berangnya
" Kapan? mungkin aku lupa" jawab Andrew seraya membenarkan senar gitarnya
Delina berusaha melepaskan tangan Sashi malah di dorong hingga tersungkur, Andrew yang geram segera menepis tangan itu kuat hingga terlepas dan menyembunyikan Vio di belakang tubuhnya
"Ini yang membuatku malas denganmu Sashi kau menghalalkan segala cara agar tujuanmu tercapai, aku tidak ingin ikut lomba ini denganmu karena bisa saja kau membayar panitia agar kau menang" ucap Andrew
"Ayo pergi" Andrew berlalu menarik kedua wanita yang bersembunyi di belakangnya
Vio menoleh dan menyeringai kearah Sashi membuatnya semakin geram Vio hanya berpura-pura lemah di hadapan Andrew padahal kenyataannya kemarin saja dia menghajar ketiga gadis yang mengancamnya
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
Tristan sedang berada di club malam milik Dika
seperti biasa dia memesan wine dan di kelilingi para wanita
"Kau jarang kemari man, kemana saja dirimu? " tanya Dika
"Aku sedang tidak ada waktu" jawabnya seraya menyesap wine
__ADS_1
"Bagaimana Hanin apa dia masih menjadi istrimu? " tanya Dika
"Hei kenapa akau menanyakan tentang dia? apa kau peduli padanya? " sungut Tristan
"Ow.. sabar Man aku hanya bertanya, apa kau cemburu hanya karena aku menanyakannya? oh aku tau kau sudah jatuh cinta padanya bukan? " cicit Dika
"Diamlah mana mungkin aku jatuh cinta padanya, cintaku hanya Yasmine"
"Pucuk di cinta ulam pun tiba, lihatlah siapa yang datang" ucap Dika membuat Tristan menoleh
Yasmine tersenyum berjalan mendekat ke arah Tristan dan Dika lalu menyingkirkan semua wanita yang ada di dekat Tristan
"Kenapa kau ada disini? " tanya Tristan
"Aku menghubungimu berkali-kali sudah ke apartemen tapi tidak ada aku tau pasti kau kesini" ucap Yasmine duduk di pangkuan Tristan dan meraba raba dada Tristan
"Ahh sepertinya aku harus pergi" ucap Dika saat mereka mulai saling memagut bertukar saliva
"Pelan pelan sayang ada baby di dalam sini" ucap Yasmine mengelus perut ratanya
Deg
Tristan seketika berdiri menjauh dari Yasmine melihat wajah terkejut Tristan Yasmine memasang wajah sedih
"Bagaimana bisa? aku selalu melakukannya menggunakan pengaman? " tanya Tristan
"Kita melakukannya sebulan yang lalu Tristan kau mabuk saat itu apa kau lupa saat kau bangun ada di apartemenku? "
"Benarkah? Tapi aku... "
"Apa kau tidak mau mengakui anak ini Tristan? baiklah tidak apa apa aku bisa mengurusnya seorang diri" ucap Yasmine dengan nada sedih seraya meneteskan air mata
"Bukan begitu aku harus punya anak dari Hanin untuk mendapatkan harta dari ayah"
"Kau bisa bilang ini anakmu dan Hanin "
"Ayah selalu mengawasi kami, aku janji setelah Hanin melahirkan aku akan meninggalkannya dan menikahimu, kau akan mengurus anak itu juga kan? " tanya Tristan
"Tentu saja Tristan aku akan menyayanginya juga, tapi bagaimana jika aku melahirkan lebih dulu? "
"Aku tetap akan menikahimu kau hanya perlu bersabar"
"Sekarang kau harus pulang tidak baik untuk anak kita berada di tempat seperti ini" lanjut Tristan
__ADS_1
"Kau akan mengantarku kan? " ucap Yasmine
"Aku harus pulang ke mansion ayah, kau sudah aku pesankan taksi" taksi pun datang Tristan menyuruh Yasmine yang kekeh minta di antar pulang menaiki taksi yang sudah di pesannya