
"Aku bersumpah padamu sayang.. aku tidak melakukan hal yang macam macam semalam, aku kesana untuk menjual apartemen yang pernah aku belikan untuk Yasmine"
"Bohong"
"Tanyakan saja pada Dika, aku semalam traktir temanku minum, awalnya aku tidak mau ikut minum tapi mereka memaksa"
"Memaksa apa kau yang mau? " tanya Hanin menatap Tristan dengan ujung matanya
"Hehe.. kau bisa saja"
"Sudah ku duga" Hanin memukul lengan Tristan
"Yang pentingkan aku tidak bersama wanita" Tristan membela diri
Tring.. tring..
Handphone Tristan berbunyi notifikasi pesan dari Dika yang mengirimkan sebuah foto, Hanin yang ingin tahu mengintip dari belakang tubuh Tristan
Menyadari istrinya mengintip Tristan berbalik menghadap Hanin untuk membuka pesannya, tanpa dia sadari sebenarnya Hanin dapat melihat layar ponsel Tristan dari pantulan cermin di belakang Tristan
"Dasar bajingan.. jangan pulang sekalian, kau brengsek" Hanin mengumpat seraya memukuli Tristan dengan bantal
Kenzo yang sedang tertidur kini menangis mendengar suara ibunya berteriak, Hanin segera menggendongnya hendak pergi meninggalkan Tristan
"Jangan sentuh anakku, tanganmu terlalu kotor" Hanin menepis tangan Tristan yang hendak menyentuh Kenzo
"Sayang dengar dulu ini ini tidak seperti yang kamu lihat, kami hanya berfoto itu saja" Tristan mencoba menjelaskan namun Hanin sudah tidak ingin mendengar apapun lagi dia pergi seraya membanting pintu
Bagaimana Hanin tidak meradang Tristan diapit banyak wanita seksi di club malam bersama Dika dan seorang teman lagi, Hanin belum puas memukuli suaminya karena anaknya lebih dulu menyelamatkan Tristan dari amukan sang ibu
"Dasar kurang ajar" gerutu Hanin
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Maaf aku baru bangun, harusnya aku yang masak" ucap Vera pada Bayu
"Tidak apa apa.. kau pasti lelah bukan? "
"Tidak juga.. sini biar aku yang lanjutkan"
"Tidak perlu.. kau hanya tinggal duduk manis sebentar lagi ini matang, ucapan selamat pagi" ucap Bayu
"Selamat pagi"
''Ada yang kurang" Bayu mengecup bibir Vera lalu kembali memasak, Vera hanya menggeleng seraya duduk
Selesai makan Vera mencuci piring serta perabotan kotor sementara Bayu mengerjakan sedikit pekerjaan di laptopnya
"Ini belum selesai aku tidak bisa bekerja jika kau menempel padaku seperti ini" Bayu memeluk Vera dari belakang
"Aku bisa membantumu" Bayu ikut mencuci piring dengan posisi memeluk Vera
"Kau ini bisa saja"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang apa kau bisa membantu bibi? "
__ADS_1
"Ada apa bi? "
"Besok bibi ada arisan bisakah kau membantu menemani kakek sebentar? nanti kak Ressa juga kesini, bisakan? "
"Iya bisa.. hari ini aku kesana sekalian menginap"
"Terimakasih sayang, bibi akan masak makanan kesukaan kamu"
"Tidak perlu repot repot bibi"
"Aku tidak repot sama sekali, aku senang kalian menginap hari ini kalau begitu aku masak dulu cepatlah datang"
Hanin di telepon oleh Iriana untuk meminta bantuan menemani kakek karena dia akan pergi arisan, Hanin hanya mengajak suster pergi tanpa memberitahu Tristan yang sedang mandi
Mereka di antar oleh supir menuju mansion kakek, setelah mandi Tristan mencari Hanin namun rumah tampak sepi mobil Hanin juga tidak ada di halaman rumah. Tristan mencoba menelpon Hanin namun tidak ada jawaban
"Nyonya.. tuan menelpon" kata suster seraya menunjukkan handphonenya
"Biarkan saja"
Puluhan kali Tristan menelpon Hanin sudah puluhan pesan pula yang dia kirim namun hasilnya tetap sama Hanin tidak menjawabnya, setelah mengantar Hanin sang supir kembali ke rumah Tristan
" Darimana kamu? "Tristan bertanya dengan nada marah
" Maaf tuan tadi nyonya menyuruh saya mengantarnya ke mansion tuan besar"
"Tuan besar? kakek atau ayah? " tanya Tristan
"Kakek, sepertinya nyonya akan menginap karena tadi membawa banyak baju"
"Nyonya melarang kami"
"Hanin kau benar-benar" Tristan mengambil kunci mobilnya lalu pergi menyusul Hanin
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hanin di sambut Iriana dan membawanya ke meja makan yang sudah tersedia banyak makanan
"Banyak sekali? " gumam Hanin
"Ada kabar baik, Bayu akan membawa calon istrinya bibi sangat senang" terlihat dari raut wajah Iriana begitu ceria mendengar anaknya telah menemukan sosok dambaan hatinya
"Benarkah? siapa wanita beruntung yang mendapatkan pria sebaik Bayu" jawab Hanin
"Entahlah Hanin.. aku benar-benar sangat bahagia, kemari sayang biarkan bibi dan sustermu makan" Iriana pergi membawa Kenzo
"Ibu.. aku pulang" mendengar suara Bayu Hanin cepat cepat berdiri karena rasa penasarannya
Mata Hanin membulat ketika melihat wanita yang di gandeng Bayu, Hanin merentangkan tangannya berlari menghampiri sahabatnya
"Aku tidak menyangka wanita yang beruntung mendapatkan pria baik ini adalah sahabatku sendiri" Hanin membeo memeluk erat tubuh Vera
"Jadi hanya Bayu yang jadi pria baik? bagaimana dengan suamimu bukankah aku yang terbaik? " cicit Tristan menarik tangan Hanin kebelakang agar melepaskan pelukannya dari Vera
Tristan memeluk erat tubuh Hanin dari belakang seraya menciumi pipi Hanin, Hanin mendelik rasanya muak melihat suaminya
"Diamlah, ku akan memanggil bibi, dia harus segera bertemu calon menantunya" Hanin ketus pada Tristan sementara tersenyum pada yang lain
__ADS_1
Hanin kembali bersama Iriana dan Kenzo terlihat dari raut wajah Iriana sangat senang, Vera mulai terlihat cemas ketika calon ibu mertuanya mendekat
Iriana memeluk Vera dan mengajak semua orang ke meja makan, Tristan terlihat murung karena di acuhkan oleh Hanin bisa bisanya sang istri tertawa dengan orang lain sementara memasang wajah ketus pada dirinya
"Kenapa dengan wajahnya? " tanya Bayu melihat Tristan
"Sepertinya kalian sedang tidak baik baik saja" ucap Iriana melihat wajah keduanya bergantian
"Bibi apa paman pernah ke club malam di kelilingi wanita? " tanya Hanin, Iriana mengangguk sepertinya mengerti dimana permasalahan mereka
"Seingatku tidak pernah, pamanmu orang yang sangat. manis dia selalu mengabariku dimana pun dia berada sampai melakukan panggilan video"
"Senang sekali punya suami seperti itu" lirih Hanin
"Kau sedang membicarakan aku? " Tristan menunjuk dirinya sendiri
"Tidak, tapi jika kau merasa syukurlah" ketus Hanin
"Kau benar benar.. aku ingin bicara sebentar denganmu"
"Tapi aku tidak mau" Hanin bicara tanpa melihat ke arah Tristan
"Hanin.. " Tristan mempertajam perkataannya
"Tristan pergilah.. aku tahu pasti kau yang salah kenapa kau bersikap seperti itu? " tegur Iriana
"Bibi aku sudah kenyang, aku akan mengambil Kenzo dulu" Hanin meninggalkan meja makan
"Maaf sayang kesan pertama kamu kesini di suguhi pertengkaran suami istri ini, dalam rumah tangga hal ini lumrah terjadi nanti mereka akan membaik dengan sendirinya" ucap Iriana tersenyum manis pada Vera
"Tidak apa apa bibi" jawab Vera
"Kenapa memanggilku bibi? panggil aku ibu seperti Bayu memanggilku"
"Baik ibu"
Tristan menyusul Hanin ke kamarnya dia tahu Hanin tidak benar benar mengambil Kenzo, saat Tristan masuk Hanin sedang berdiri di atas balkon
"Sedang apa disini? " tanya Tristan
"Aku tidak ingin melihatmu" jawab Hanin
"Tidak bisa kah kau melupakan itu? "
"Melupakan? jadi jika kau melakukannya setiap hari aku juga harus melupakannya setiap hari? " Hanin terlihat marah
"Bukan seperti itu, ayolah Hanin aku benar benar menyesal"
"Telan semua penyesalanmu sendiri" ketus Hanin
"Hanin.. "
"Jangan bicara lagi"
jangan lupa like komen dan vote biar othor tambah semangat up nya
jangan lupa taburi bunga 🌺🌻🌹🌷
__ADS_1