kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Penderitaan Olivia


__ADS_3

"Aduhh.. kenapa ayah menyuruhku belanja sebanyak ini? " gumam Cassandra membawa dua tas belanjaan di pelukannya


"Argghhh.. dimana matamu, apa kau tidak bisa melihat? " Gerutu Cassandra saat seseorang menabraknya hingga jatuh dan barang-barangnya berhamburan


"Maaf.. aku benar-benar minta maaf" Orang tersebut membantu Cassandra memungut belanjaannya


"Ini.. sekali lagi aku minta maaf" ucapnya seraya memberikan kantong belanjaannya


Ketika Cassandra bangun dan menatapnya dia menjadi diam mematung menatap pria tersebut, pria tersebut melambaikan tangannya di hadapan Cassandra yang tidak juga mengambil kantong belanjaan yang di sodorkannya


"Kau baik baik saja? " tanya Rai


"Ahh.. kak maaf tadi aku kira bukan kau" Cassandra tersadar dari lamunannya


"Aku yang harusnya minta maaf, Aku tidak memperhatikan jalanku tadi"


"Apa kau baik baik saja? " Rai kembali bertanya


"Ahh... kakiku sakit, sepertinya aku harus menelpon ayahku untuk membawa belanjaan" ucap Cassandra


"Tidak perlu.. Aku akan membantumu sebagai permintaan maaf tapi sebelum pulang sebaiknya kita obati dulu kakimu" mendengar ucapan Rai jelas saja membuat hati Cassandra berbunga bunga


"Ayo aku bantu" Rai mengambil dua kantong belanjaan dan membawanya sendiri


Di depan minimarket Rai membantu mengobati lutut Cassandra yang lecet dan memakainya plester, Mereka berjalan berdampingan sampai di rumah Cassandra


"Terimakasih sudah mengantarku pulang" ucap Cassandra


"Sama sama, sekali lagi aku minta maaf gara-gara aku kakimu jadi terluka"


"Tidak.. tidak apa apa aku malah senang kaki ku sakit.. ehh.. maksudku aku senang di tabrak olehmu.. ehh.. aku senang kau mau membantuku" Cassandra menjadi salah tingkah


Rai terkekeh melihat tingkah Cassandra yang menurutnya lucu, melihat senyum Rai membuat wajahnya semakin memanas


"Aku harus pulang, Kau harus berhati-hati" ucap Rai


"Kau yang harusnya hati hati" jawab Cassandra


"Aku pergi.. " Rai melambaikan tangannya

__ADS_1


Ketika Cassandra hendak berjalan masuk dia terus menatap Rai sampai kakinya tersandung tangga, Rai tertawa melihat Cassandra yang hampir jatuh


"Aku sudah katakan kau harus berhati hati" Ucap Rai di sela tawanya


"Malu sekali" batin Cassandra


"Masuklah aku akan pergi setelah kau masuk" Cassandra melambaikan tangan sebelum masuk dan Rai benar-benar pergi setelahnya


"Itukah pria yang membuat putriku senyum senyum sendiri? " ucapan Bayu mengejutkan Cassandra yang bersandar di pintu tersenyum sendiri


"Pria apa? ayah ini semua belanjaannya aku tidur dulu" Cassandra meletakkan kantong belanjanya di dekat sang ayah


"Kau tersipu? seleramu bagus juga dia tampan"


"Ayah.. jangan bicara lagi" Cassandra yang malu segera masuk ke kamarnya


"Jangan bilang kau tidak punya nomor teleponnya" Ucapan sang ayah membuatnya sadar bahwa memang dirinya tidak memiliki nomor ponsel Rai


"Benar juga aku tidak punya nomor ponselnya" gumam Cassandra menjatuhkan dirinya di ranjang


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bangunlah cepat" Kenzo memaksa tubuh Olivia agar duduk


Olivia masih setengah sadar menarik selimut ke dadanya yang lolos, Kenzo menyodorkan sesuatu ke mulut Olivia yang masih memejamkan mata


"Makanlah.. " Awalnya Olivia menolak


Olivia baru membuka matanya setelah mencium bau burger yang di sodorkan ke mulutnya, Kenzo belum tertidur dia mendengar suara perut Olivia yang sudah terlelap karena terlalu lelah


"Makanlah.. aku hanya memesan makanan siap saji karena tengah malam hanya itu yang masih tersedia" Olivia merebutnya kasar dari tangan Kenzo


Olivia memakannya dengan kasar pula burgernya dia duduk membelakangi Kenzo, Punggungnya gemetar Olivia tengah terisak


"Hentikan ini.. aku mohon ini menjijikkan" Olivia menarik selimut sambil berdiri menutupi tubuhnya


"Kenapa kau menangis? bukankah kau juga menyukainya? bukankah saat aku melakukannya kau juga menikmatinya? " Olivia menggelengkan kepalanya


"Ayolah.. aku punya buktinya" Kenzo meraih handphonenya dan memutar video yang dia ambil saat mereka melakukan pergulatan panas

__ADS_1


Kenzo memang memaksanya namun lama kelamaan Olivia menikmatinya dan video tersebut hanya di potong dan diambil bagian itu saja, Olivia hendak merebut handphonenya namun Kenzo berhasil menjauhkannya hingga tubuh Olivia terjatuh di atas ranjang


"Bersikap baiklah maka video ini akan aman, jika tidak.. aku akan menyebarkannya" Kenzo mengancam Olivia


"Aku mohon berhenti melakukan ini, aku akan pergi dan tidak akan muncul di hadapanmu lagi" Olivia memohon


"Bukan itu yang aku inginkan, aku suka melihatmu menangis seperti sekarang itu menjadi kesenangan untukku"


"Apa kau tahu betapa menderitanya ibuku dulu karena ulah ibumu? kenapa kau tidak menanyakannya langsung pada ibuku? ibuku harus melalui banyak siksaan dari ayah karena ulah ibumu dia memfitnah ibuku menjadi penyebab kematian pamanku, ibumu juga berusaha merebut ayahku padahal saat itu ibuku sedang mengandung"


"Kau tahu betapa sulitnya ibuku saat mengandungku? bahkan ibumu hendak menjatuhkanku dari jurang saat aku bayi, jika saja dia di temukan sekarang aku tidak segan untuk membunuhnya" lanjut Kenzo


"Kalau begitu bunuh saja aku, itu akan membuatmu puas bukan? "


"Kau salah sayang, yang membuatku puas adalah saat aku menikmatimu dan melihatmu menangis " ucap Kenzo seraya menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Olivia


"Hentikan.. sakit.. " Olivia berontak namun tenaganya kalah kuat


Kenzo menjatuhkan dirinya di samping Olivia yang semakin terisak meringkuk memeluk dirinya sendiri, Kenzo memeluk Olivia dari belakang seraya mencium tengkuknya


"Bagaimana jika aku hamil? " pertanyaan Olivia membuat Kenzo berpikir sejenak


"Tidak masalah, aku senang jika kau mengandung itu akan membuatmu semakin terikat denganku" jawab Kenzo


"Kenapa kau sejahat ini? dimana kasih sayangmu selama ini? kenapa kau tega sekali?" lirih Olivia


"Jika aku tahu dari awal kau bukan adik kandungku maka aku tidak akan menyayangimu, mungkin aku sudah melakukan ini dari dulu dan kau mungkin sudah beberapa kali mengandung anakku " Kenzo terkekeh membuat Olivia semakin marah


"Lepaskan aku brengsek.. kau bajingan.. pria terbrengsek yang aku kenal, kau menuduh Rai bukan pria baik baik tapi buktinya kaulah si pria bejat itu" Olivia melepaskan pelukan Kenzo dengan kasar


Mendengar nama pria lain di sebut oleh mulut Olivia membuat Kenzo marah, dia membalikkan tubuh Olivia dan menampar keras wajahnya


Tangis Olivia semakin menjadi mendapatkan perlakuan kasar dari Kenzo


"Jangan sekali kali kau menyebut nama pria lain saat bersamaku" teriak Kenzo


Suaranya menggema di ruangan kamar hotel tersebut amarah Kenzo membuat Olivia ketakutan, Kenzo menjambak rambut Olivia dan berbisik di telinganya


"Kau milikku dan jangan sekali kali kau menyebut nama pria lain di hadapanku" Kenzo menekankan kata katanya

__ADS_1


__ADS_2