kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Olivia sakit


__ADS_3

"Ayah bicaralah pada ibu, aku tidak pernah meminta apapun tolong kali ini saja" Bayu menelpon ayahnya agar membicarakan pernikahannya dengan Vera


"Kenapa kau sepertinya sangat terburu buru? apa pacarmu hamil? " tanya ayah Bayu


"Tidak ayah.. aku sudah sangat ingin menikah, bukankah kalian bersemangat menjodohkan aku agar segera menikah? kenapa sekarang kalian menundanya? "


"Baiklah.. ayah akan bicarakan hal ini dengan Ibumu, jika semuanya setuju kau bisa menikah setelah aku pulang""


Kapan ayah pulang? " tanya Bayu


"Besok.. bukannya kau ingin menikah besok? "


"Ayah memang terbaik, aku menyayangi ayah"


"Kamu tidak pernah mengatakan menyayangiku, sekarang kau mengatakannya apa aku harus terharu? " cicit ayahnya


"Aku memang selalu menyayangi ayah hanya saja aku tidak mengatakannya, cukup tindakanku yang mewakilinya" jawab Bayu


"Tindakanmu yang mana? kau bahkan tidak mau menggantikan ayah yang sudah tua ini meeting ke luar kota, apa itu bisa di katakan tindakan yang mewakili semuanya? " Bayu malah terkekeh mendengar perkataan ayahnya


"Aku janji setelah aku menikah aku akan menggantikan ayah sepenuhnya"


"Ayah pegang kata kata mu"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Nyonya.. nyonya" suster mengetuk pintu kamar Hanin tengah malam


"Kenapa Sus? " tanya Hanin ketika membuka pintunya


"Olivia demam tinggi saya beri susu juga tidak mau"


"Kenapa sayang? " tanya Tristan


"Olivia demam kita harus membawanya ke dokter" jawab Hanin


"Beri saja obat Pakaikan kompres" mendengar jawaban suaminya membuat Hanin geram


"Kau.. kau mencintai ibunya kenapa tidak bisa menyayangi anaknya sedikit saja, burungmu pernah berkunjung ke jalan lahir anak ini kenapa kau tidak punya rasa sayang sedikit pun padanya" Hanin menggerutu seraya mencubit perut suaminya juga menepuk burung suaminya dengan tangan


Suster mengernyit menggigit giginya seakan merasakan sakit melihat tuannya


"Aaakkhh.. iya sayang ayo pergi" Tristan menahan sakit karena burungnya kena tepuk


Hanin dan Tristan pergi ke dokter sementara suster dan bibi menjaga Kenzo di rumah, wajah Hanin terlihat cemas sementara Tristan menunggu di luar sambil tidur di kursi

__ADS_1


"Kamu membuat ibu khawatir" ucap Hanin membawa Olivia ke luar


"Sayang bangun.. sayang" Hanin membangunkan Tristan yang masih menutup matanya


"Sayang kita harus pulang kasihan Kenzo nanti nangis" Tristan masih tidak merespon


"Sayang aku mau" bisik Hanin membuat Tristan membuka sedikit kelopak matanya


"Mau apa? " tanya Tristan dengan suara parau


"Kita pulang dulu aku udah gak tahan" Hanin berkata dengan manja seraya menggigit bibirnya membuatnya terlihat sensual


"Ayo cepat" Tristan menjadi bersemangat, kejadian langka ini tidak mungkin dia sia siakan


Sesampainya di rumah Hanin melihat keadaan Kenzo dulu yang sudah tertidur di kamar suster, akhirnya dia menidurkan Olivia di kamarnya


"Kenapa kamu menidurkannya disini?" tanya Tristan


"Di kamar suster ada Kenzo kasihan suster jika salah satu menangis semua akan bangun" jawab Hanin


"Aku akan memindahkannya"


"Mau di bawa kemana? dia sedang sakit" tanya Hanin saat Tristan membawa Olivia ke luar dari kamar


"Jangan Tristan, malam ini saja biarkan dia tidur di kamar kita"


"Aku tidak mau" Tristan mengetuk pintu kamar bibi


"Ada apa tuan? " tanya pelayan baru di rumah Hanin


"Olivia tidur disini malam ini, cepat kunci pintunya" Tristan menyerahkan Olivia pada bibi, karena takut bibi segera mengunci pintunya tidak mendengarkan permintaan Hanin


"Kamu jahat.. kamu tega sekali pada bayi sekecil itu"


"Aku jahat? aku tega? aku hanya menitipkannya pada bibi bukan membuangnya, jika aku tidak mencintaimu aku tidak akan menyetujui permintaanmu untuk merawatnya" mendengar perkataan Tristan membuat Hanin diam, Tristan sepertinya masih membenci bayi kecil tersebut


"Sekarang layani aku atau akan ku bawa bayi itu ke panti asuhan" ancam Tristan


Hanin melayani Tristan namun wajahnya cemberut membuat Tristan kesal


"Itu balasan untukmu karena berani menepuk juniorku" Hanin masih tersengal mengatur nafasnya namun Tristan sudah kembali menggerakkan tubuhnya


"Tristan aku lelah" lirih Hanin


.

__ADS_1


.


Tok.. Tok.. Tok..


Bibi berulang kali mengetuk pintu kamar Hanin dan Tristan pasalnya asisten Tristan sampai menjemputnya ke rumah karena hari sudah siang dan Tristan belum juga datang padahal ada meeting penting sekitar satu jam lagi


"Tuan.. asisten anda ada di luar satu jam lagi meeting di mulai" mendengar suara bibi Hanin segera terbangun


"Iya bi.. suruh dia masuk dulu saja" jawab Hanin


"Aaakkhh.. rasanya tubuhku remuk semua" gumam Hanin seraya duduk membangunkan suaminya


"Tristan bangun.. cepat bangun"


"Apa? aku masih mengantuk" gumam Tristan berbalik membelakangi Hanin


"Asistenmu sudah ada disini, meeting di mulai satu jam lagi" mendengar hal itu Tristan langsung terbangun dia melihat jam ternyata sudah sangat siang


"Kenapa kau baru membangunkan aku sekarang" gerutunya sambil berjalan ke kamar mandi


"Ini karena ulahmu aku juga kesiangan" Hanin menyiapkan pakaian Tristan lalu pergi menemui anak anaknya


Beberapa saat Tristan turun dengan pakaian rapih mencari Hanin yang ternyata sedang berada di kamar suster menggendong Kenzo dan Olivia


"Sayang aku pergi dulu" ucap Tristan


"Tidak sarapan dulu? "


"Aku sarapan di kantor saja, baik baik di rumah" Tristan mencium bibir lalu kening Hanin juga pipi Kenzo kiri dan kanan


Bayi Olivia hanya menatap Tristan mungkin dalam hatinya dia ingin juga di perlakukan seperti itu, Hanin menyadarinya dan menghentikan Tristan saat akan pergi


"Kau tidak mengucapkan sesuatu padanya? " Hanin menatap Olivia dengan skor matanya


"Aku pergi dulu, jangan membuat lelah istriku" ucap Tristan pada Olivia seraya mengusap kepalanya, Olivia tersenyum Seolah senang di sentuh Tristan


"" Nyonya apa merawatnya adalah keputusan yang baik? aku lihat tuan dan keluarganya bahkan tidak pernah menganggap Olivia ada" ucap suster


"Tidak apa apa, aku menyayanginya setidaknya hidup disini lebih baik dan terjamin dari pada dia hidup di panti asuhan" jawab Hanin


"Malang sekali hidupmu harus lahir dari rahim wanita jahat " gumam suster seraya menggendong Olivia


"Semoga ketika dia besar nanti akan menjadi wanita baik, sopan dan lembut yang tidak akan menyakiti hati siapa pun" ucap Hanin penuh harap


"Aku yakin Nyonya dia akan tumbuh dengan baik karena di asuh oleh ibu yang baik, anda wanita berhati malaikat" puji suster

__ADS_1


__ADS_2