kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Bab 3


__ADS_3

"Amelia … apa yang kau lakukan disini?" Suara berat langsung keluar dari seorang pria dengan berpakaian seragam polisi patroli saat tau siapa orang yang ada didalam mobil itu.


Ia tidak menyangka, bahwa ia memergoki anak sahabatnya di tempat seperti ini. Kegiatan Amelia dan pria yang disampingnya terekam kamera cctv yang baru saja dipasang akibat banyaknya laporan tindakan kejahatan dan asusila yang memang di jam-jam seperti ini jalanan selalu sepi oleh pengendara dan di manfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Sial nya lagi cctv itu langsung terhubung ke kantor pusat pengendalian jadi secara tidak langsung kegiatan yang sedang dilakukan oleh Amelia dilihat oleh petugas cctv yang sedang berjaga meski hanya menampilkan mobil yang bergoyang tapi mereka semua paham apa yang sedang terjadi didalam mobil itu.


"Om Bayu…" suara Amelia tercekat ia tidak bisa meneruskan ucapannya dan hanya bisa menunduk tanpa bisa berkata apapun lagi.


Pria yang dipanggil Om Bayu hanya bisa menarik napas dengan berat. Ia sadar sebentar lagi bencana akan datang karena ia tahu siapa orang tua dari perempuan yang ada dihadapannya saat ini. "Apa Papah kamu tahu, kalau kamu keluar di jam seperti ini?" Amelia hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa mau menatapnya.

__ADS_1


Om Bayu memicingkan mata terlihat nyalang menatap pria yang bersama Amelia saat ini. Pria itu hanya diam dengan menunjukkan wajah tidak bersalah sama sekali setelah apa yang baru saja ia buat.


"Sudah sebaiknya kita bahwa ke kantor polisi untuk mencatat pelanggaran yang ia buat. Kita juga pasti di minta laporan tentang kejadian malam ini," ujar rekan kerja Om Bayu yang lagi-lagi membuat Om Bayu hanya bisa menarik napasnya dengan berat.


Om Bayu berjalan mendekati Amelia lalu melepaskan jaket miliknya untuk menutupi tubuh Amelia yang sangat minim dan terbuka. Ia bisa melihat tanda merah di leher Amelia yang dihasilkan oleh mobil yang bergoyang itu.


Om Bayu mengeraskan rahangnya, wajah laki-laki itu sudah terlihat merah padam. Om Bayu merasa tidak terima dengan itu semua karena ia juga memiliki seorang anak perempuan bagaimana jika kejadian ini menimpa anaknya.


BUGH…

__ADS_1


Satu pukulan mendarat tepat di perut Bastian. Bastian menunduk, meringis kesakitan saat merasakan nyeri yang menjalar langsung dirasakan perutnya. Pukulan itu benar-benar mengagetkannya.


Bastian langsung menegakkan badannya dan menatap orang yang ada di hadapannya saat ini. "Apa aku berbuat salah sehingga menerima pukulan itu?" Ucap Bastian tidak terima.


Om Bayu yang mendengar itu langsung mencengkram kerah baju Bastian dan mendekatkan wajahnya ke wajah Bastian. Ia menatap wajah Bastian dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar, sedangkan tangan satunya sudah mengepal siap memberikan pukulan sekali lagi. "Coba kau bilang sekali lagi?" ujarnya berang.


Bastian yang diperlukan seperti itu tidak terima ia membalas menatap pria yang mencengkram erat kerah bajunya saat ini. Kedua mata mereka saling tatap memancarkan kilatan kekesalan satu dengan lainnya dan memperlihatkan siapa mereka saat ini. Temannya yang melihat itu langsung meleraikan agar tidak terjadi baku hantam. Karena saat ini gerak-gerik mereka sedang di rekam oleh cctv pusat pengendalian yang akan berakibat fatal untuk sahabatnya bila perkelahian itu terjadi.


Akhirnya Bastian dan Amelia langsung dibawa kekantor polisi dengan mobil yang terpisah. Bastian mengendarai mobilnya dengan rekan kerja Om Bayu sedangkan Amelia dengan Om Bayu menggunakan mobil patroli. Mereka akan dimintai keterangan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

__ADS_1


kedua mobil itu pun melaju membelah kesunyian malam. Dengan perasaan seorang perempuan yang gelisah dan takut apa yang akan terjadi nanti bila sang Papah tahu apa yang sudah ia lakukan.


__ADS_2