kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Ketahuan


__ADS_3

"Bu kemana mereka? " Tanya Kenzo saat pergi ke kamar Olivia namun tidak menemukan mereka


"Cassandra mengatakan kau sudah mengizinkan mereka pergi" Jawab Hanin


"Keterlaluan" Kenzo mengepalkan tangannya


"Kemana mereka pergi bu? aku merasa bosan di rumah" Kenzo berbicara dengan lembut pada sangat ibu


"Konser.. konser apa ya.. ibu lupa tapi mereka mengatakan dekat rumah sahabat Olivia" Jawab Hanin


"Aku pergi" Kenzo meraih kunci mobilnya lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dimana mereka? " Kenzo berada di tengah kerumunan mencari keberadaan Olivia


Kenzo mengikuti instingnya melangkah ke tempat yang cukup sepi, dia berhenti ketika melihat Olivia di pelukan pria lain


Bahkan pria itu mengusap air mata Olivia lalu kembali memeluknya, Kenzo mengepalkan tangannya dengan langkah besarnya menghampiri Allea


"Pulang'' kata Kenzo dengan dingin menarik tangan Olivia


" Sakit" Olivia berusaha melepaskan tangannya


"Jangan bersikap kasar pada wanita" Rai melepaskan cekalan tangan Kenzo dari lengan Olivia


"Kau.. sudah ku peringatkan jauhi Olivia"


"Aku tidak akan meninggalkannya sampai kapanpun, Aku akan membawanya jika kau berani menyakitinya" Ancam Rai


"Coba saja, apa yang bisa di lakukan bocah ingusan sepertimu" Kenzo menarik paksa tangan Olivia masuk ke dalam mobilnya


"Ini yang kau inginkan? kau diam diam bertemu pria lain di belakang suamimu? " Kenzo menahan rahang Olivia kencang ketika berada di dalam mobil


"Kau juga pergi bersama wanita lain, apa kau lupa? " bentak Olivia


"Kau cemburu? "


"Tidak sama sekali, jangan mencampuri urusanku dan aku tidak akan mencampuri urusanmu" jawab Olivia


"Jika aku tidak mau, apa yang akan kau lakukan? "


"Itu terserah padamu, tapi jangan mencampuri urusanku" Olivia menepis tangan Kenzo


"Begitukah? " Kenzo mencekik Olivia


"Uhuk.. uhuk.. apa kau gila Kenzo? " Olivia memukul mukul tangan Kenzo


"Coba sekali lagi kau berani membantah ku, aku tidak akan segan untuk membunuhmu" Ancam Kenzo


"Lebih baik kau membunuhku, aku tidak ingin hidup denganmu lagi " teriak Olivia


"Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja? mati terlalu mudah untukmu" Kenzo tersenyum smirk menatap Olivia yang memegangi lehernya yang memerah


Kenzo membelokkan mobilnya ke jalan yang bukan semestinya, Olivia menyadarinya dan meminta Kenzo menghentikan laju mobilnya yang semakin cepat


"Turunkan aku Kenzo.. ini bukan jalan menuju rumah"

__ADS_1


"Siapa yang akan membawamu ke rumah? hari ini seharusnya menjadi malam pengantin kita bukan? "


"Aku tidak mau.. aku mau pulang"


Kenzo membawanya ke sebuah penginapan yang sudah dia siapkan, Penginapan itu begitu sepi hanya ada mereka berdua disana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa? kenapa kak Rai dan kak Olivia tidak mengatakan hubungannya padaku? "


"Aku mencintai kak Rai tapi kak Rai mencintai kak Olivia" lirih Cassandra


"Sebaiknya aku langsung pulang saja, bibi pasti menanyakan kak Olivia padaku"


Cassandra pulang kerumahnya menghindari pertanyaan Hanin mengapa Olivia tidak pulang bersamanya, Sesampainya di rumah sang ayah merasa heran kenapa anaknya sudah kembali padahal baru satu jam mereka pergi


"Kenapa sudah pulang? apa konsernya di batalkan? " Tanya Bayu


"Tubuhku terasa lemas aku izin pulang saja" jawab Cassandra


"Ya sudah istirahat jangan lupa minum obat"


"Iya.. good night ayah" Cassandra berjalan gontai ke kamarnya


"Good night sayang"


"Tidak biasanya dia begitu" gumam Bayu melihat anaknya tidak bersemangat


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di tempat lain Olivia terbangun dari tidurnya karena kerongkongannya terasa kering, Tangannya gemetar berusaha mengambil air di dekat tempat tidur


Prang


Gelas tersebut terlepas dari tangan Olivia karena terlalu lemas, Kenzo terperanjat segera menangkap tubuh Olivia yang nyaris terguling ketika hendak mengambil pecahan gelas


" Apa yang kau lakukan? bagaimana jika kau terguling? " Kenzo menarik pinggang Olivia yang masih polos


"Lepas.. " Ketus Olivia menepis tangan Kenzo


"Kau lapar? " Tanya Kenzo namun Olivia tidak menjawab dia malah memalingkan wajahnya


"Tanganmu gemetaran" Kenzo menyentuh tangan Olivia


"Lepaskan aku, ini semua gara gara dirimu aku lelah Kenzo kau tidak berperasaan, apa kau ingin aku mati? " gerutu Olivia


"Itu hukuman untukmu karena sudah berani menemui pria lain di belakangku"Olivia memberangus kesal


Kenzo meninggalkan Olivia keluar dari kamar entah apa yang sedang dia lakukan di dapur, melihat keadaan sepi Olivia hendak kabur namun sayang pintunya terkunci semua jendela juga di teralis besi


" Kau mau kemana? berniat kabur? jangan bermimpi " Kenzo meletakkan sepiring nasi beserta lauknya dengan segelas air


"Makan" Olivia hanya menatapnya tanpa bergeser sedikit pun


"Apa kau takut aku meracunimu? lihat ini" Kenzo menyuap makanan ke mulutnya lalu berjalan menarik tangan Olivia untuk duduk


"Jika aku ingin membunuhmu, aku sudah mencingcangmu sejak awal aku tahu kau jika anak wanita j*l*ng itu "

__ADS_1


"Jangan menghina ibuku" ketus Olivia


"Baiklah aku tidak ingin berdebat, sekarang habiskan" Kenzo mengulurkan piring tersebut


Awalnya Olivia memakannya dengan malas malasan namun sesaat kemudian makanan di piring tersebut pun habis tak tersisa, Kenzo menatap Olivia yang menyandarkan punggungnya karena kekenyangan


"Halo.. Aku sedang di rumah" Kenzo menjawab telepon dari seseorang, Kenzo sengaja loudspeaker telepon tersebut


"Aku ingin mengajakmu jalan jalan besok, bagaimana apa bisa? "


"Baiklah sayang.. aku akan menjemputmu nanti" jawab Kenzo


"Sa.. ssayang?"


"Benar.. kau kekasihku bukan? apa aku tidak boleh memanggilmu sayang? " tanya Kenzo


"Tentu saja boleh, kalau begitu sampai berjumpa besok Sa.. yang"


"Ya.. good night, muaacchh" Olivia hanya menatap Kenzo dengan ekor matanya


"Jika kau memiliki kekasih kenapa harus menikahi aku? aku sudah mengatakan untuk menggugurkan anak ini aku tidak berminat untuk merawatnya"


"Bagaimana rasanya? itu yang ibuku rasakan dulu, sudahlah aku ingin kembali tidur" Kenzo meninggalkan Olivia berjalan ke kamar


"Kenapa harus aku? Aku tidak minta di lahirkan jika harus berakhir seperti ini" Olivia menangis memeluk kakinya menyembunyikan wajahnya di lututnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat di sekolah Rai menyapa Cassandra namun dia bersikap seperti tidak melihat Rai sama sekali, Rai berjalan menuju kelas untuk mengembalikan kotak bekal milik Cassandra tempo hari


"Cassandra aku ingin mengembalikan ini" Rai meletakkan kotak bekalnya di meja


"Hmm.. " hanya itu jawaban dari Cassandra


"Apa kau sedang marah padaku? " tanya Rai


"Kenapa aku harus marah padamu? Jika tidak ada yang harus di bahas lagi aku permisi" Cassandra berdiri meninggalkan Rai


"Cassandra.. aku merasa tidak nyaman melihatmu mengabaikanku"


"Kenapa? apa karena pacarmu mengakhiri hubungan kalian jadi kau butuh pelampiasan? "


"Apa maksudmu? " ucap Rai


"Sudahlah aku harus pergi" Cassandra benar-benar meninggalkan Rai


"Ada apa dengannya? " gumam Rai


"Bagaimana semalam? aku tidak melihat kalian lagi semalam" tanya Lola


"Olivia di bawa pergi kakaknya, terimakasih sudah membantuku untuk bertemu Olivia" ucap Rai


"Sama sama.. aku tidak mengerti dengan kakaknya Olivia dia terlalu ikut campur tentang hidup Olivia"


"Mungkin dia tahu apa yang terbaik untuk adiknya" jawab Rai


Jangan lupa like komen Vote serta bunganya ya..

__ADS_1


Dukung karya author agar semangat up setiap hari 😉


__ADS_2