kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Seperti mayat hidup


__ADS_3

"Angkat tangan.. letakkan senjata itu di lantai" Yasmine menutup matanya menyimpan garpu yang di pegangnya


Polisi langsung meringkus Yasmine dan yang lain membantu membangunkan Olivia, Hanin dan Tristan berlari masuk setelah polisi


"Sayang.. apa yang terjadi denganmu? kenapa kau berada disini? " Hanin menangis mengusap wajah Olivia yang penuh darah juga merapihkan rambutnya


"Sayang ibumu masuk rumah sakit, kami tidak tahu kau di culik jika kau tidak mengirimkan pesan" ucap Tristan, Olivia hanya diam dengan tatapan kosong air matanya mengalir


"Hanin.. Tristan.. " Hanin dan Tristan berbalik ketika nama mereka di panggil


"Aku ingin meminta maaf pada kalian untuk semua yang telah aku lakukan, aku tahu Olivia adalah anakku, tolong jaga dia aku menitipkan nya pada kalian" lirih Yasmine, air matanya tak terbendung lagi


"Kau.. Yasmine? " Hanin mendekati Yasmine dan melihatnya dengan seksama


Betapa menyedihkannya Yasmine yang di rantai kakinya serta tubuhnya yang kurus, Tristan menahan Hanin untuk tidak lebih dekat karena khawatir Yasmine akan melukainya


"Kau tidak mati? "


"Tidak Hanin.. ayah kandung Olivia menyekapku selama ini dia juga menculik Olivia, sekarang aku membunuhnya tidak akan ada yang mengganggu Olivia lagi" ucap Yasmine, polisi hendak membawanya namun dia meminta waktu untuk bicara dengan Olivia


"Sayang jangan menangis.. pulanglah bersama ibumu, Ibu akan secepatnya menemuimu, jangan bersedih ibu menyayagimu" Olivia hanya menangis menatap sendu wajah Yasmine, Olivia memeluk Yasmine tangisnya semakin kencang dan terisak


"Sayang.. Ibu harus pergi, jadilah gadis yang kuat jangan lemah" Ucapan terakhir Yasmine sebelum dia di bawa pergi


"Ibu... ibu.. aku ikut bu" Olivia berlari mengejar Yasmine yang sudah di bawa polisi


Olivia berlari sampai seseorang muncul di hadapannya dan tertabrak Olivia, tatapan dinginnya membuat Olivia ketakutan tubuhnya kembali gemetar saat pria tersebut menyentuh kedua lengan Olivia


Olivia terkulai lemas memejamkan matanya di pelukan Kenzo, Kenzo mendekapnya erat serta mencium kening Olivia dan mengangkat tubuhnya menuju mobil bersama orang tuanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kak Olivia" Cassandra terbangun dari tidurnya ketika memimpikan Olivia


Karena memikirkan Olivia yang pergi dari rumah sampai sampai dia memimpikannya, Cassandra segera turun dan mengetuk pintu kamar ayahnya


Tok.. tok.. tok..


"Ayah.. ayah.. "


"Kenapa sayang? " tanya Bayu dari belakang Cassandra


"Ayah belum tidur? " Cassandra mendekat kearah ayahnya


"Belum.. masih ada pekerjaan, Ada apa? "

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin aku katakan" Cassandra menarik tangan ayahnya untuk duduk


"Kak Olivia kabur dari rumah yah" ucap Cassandra


"Tapi kenapa? Olivia bukan anak yang suka macam macam" Bayu merasa terkejut


"Jadi aku pernah dengar dia dan seseorang bicara, kak Olivia hamil anak kak Kenzo, Jadi begini yah mereka bukan saudara kandung dan entah apa yang terjadi mereka bisa mempunyai bayi dan sekarang kak Olivia kabur


" Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan mereka kak Olivia terlalu tertutup dia tidak pernah menceritakan kisah hidupnya senang ataupun sedih" lanjut Cassandra


"Ayah akan bantu cari nanti, jangan katakan ini pada siapa pun, kau mengerti? "


"Baik ayah" jawab Cassandra


"Sekarang pergi tidur"


"Tapi ayah janji harus cari kak Olivia? "


"Iya sayang ayah janji" Cassandra kembali ke kamarnya, akhirnya ada orang lain yang tau itulah yang di pikirkan oleh Bayu


Bayu menelpon Hanin lebih dulu untuk menanyakan yang terjadi sebenarnya, benar saja Olivia memang tidak ada di rumah namun dia di culik dan Hanin menceritakan semuanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Olivia baru saja terbangun dari pingsannya namun dia tidak mengatakan apapun, tatapannya kosong hanya sesekali air mata mengalir dari sudut matanya


Olivia benar-benar diam pandangannya kosong entah apa yang terjadi padanya hingga bisa seperti ini, Kenzo mendekat dan duduk di sebelah Olivia


"Apa yang terjadi padamu? katakan sesuatu? "


"Apa yang kau inginkan sayang? Apa kau butuh sesuatu? " Tristan tidak tega melihat Olivia


"Tidak apa jika kau tidak ingin bicara, tidurlah jangan pikirkan apapun kami ada disini" Hanin membantu Olivia berbaring


Olivia seperti mayat hidup dia tidak melakukan pergerakan apapun kecuali dengan bantuan orang lain, Kenzo keluar dari ruangan itu dan duduk di luar


Lamunannya kembali teringat perkataan Yasmine saat berpapasan di tempat Fredrick kemarin, Meskipun yang di katakan Yasmine ada benarnya namun tetap saja dia masih menyimpan kemarahan


Flashback on


"Kau Kenzo" Kenzo menghentikan larinya dan berbalik


"Jaga Olivia.. dia sangat menyayangi kalian, semua kesalahanku jangan libatkan dia, aku akan pertanggung jawabankan semuanya sekarang, tolong jaga dia"


"Katakan padanya aku akan baik baik saja dan akan segera menemuinya, jangan sampaikan apapun berita buruk tentangku padanya, Katakan aku baik baik saja meskipun aku tidak tahu aku masih bisa hidup atau mati setelah ini" ucap Yasmine lalu di bawa pergi oleh polisi

__ADS_1


Flashback off


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Rai.. tolong aku Rai.. aku takut" gumam Olivia dengan keadaan mata tertutup


Hanin yang mendengar suara Olivia bergumam mendekat dan mendengarkannya dengan jelas, Satu nama yang dia sebut dalam tidurnya


"Rai.. aku takut.. tolong aku" Hanin memanggil Kenzo yang sedang tidur sambil duduk di luar ruangan


"Ken.. Kenzo"


"Ada apa? " Kenzo mengucek matanya


"Siapa Rai? apa kau mengenalnya? " tanya Hanin


"Memangnya kenapa? apa dia datang kesini? "


"Tidak.. Olivia terus bergumam menyebut nama itu, apa Rai nama pemuda itu? " Tanpa menjawab Kenzo segera masuk dan mendengar sendiri Olivia bergumam memanggil nama Rai dengan mencengkram selimutnya


"Dia sepertinya sangat ketakutan" ucap Tristan


"Rai... tolong aku.. bawa aku pergi.. aku mohon" Olivia menangis tersedu namun matanya terpejam


"Olivia.. bangunlah.. Olivia" dengan kesal Kenzo mengguncang kedua bahu Olivia


"Kenzo apa yang kau lakukan? " Tristan berusaha menjauhkan Olivia dari Kenzo namun dia terlanjur kesal mengguncang tubuh Olivia kencang


"Kau akan melukainya" Haanin menarik tangan Kenzo


Mata Olivia terbuka namun dia kembali seperti mayat hidup kini dia seperti hanya hidup di bawah alam sadarnya, Kenzo mencengkram lengan Olivia dan membangunkannya secara paksa sampai Olivia Terduduk


"Bicaralah sialan, kau tadi terus memanggil nama pria itu kenapa sekarang kau berpura-pura seperti patung? "


"Olivia bicaralah" Kenzo berteriak di depan Olivia


"Kenzo"


Plak


Hanin menarik tangan Kenzo kebelakang lalu menampar wajahnya, dia baru mengetahui bahwa Kenzo sekasar ini di hadapannya Kenzo selalu bersikap lembut


"Aku tidak pernah mengajarimu seperti itu Kenzo, aku tidak pernah mengajarimu untuk mengumpat dan berbuat kasar.. apa apaan ini? " ucap Hanin, Kenzo hanya tertunduk


"Urus anakmu ini" ucap Hanin pada Kenzo lalu keluar dari ruangan itu

__ADS_1


...Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya...


...dukungan kalian sangat berharga buat othor 🥰🥰😍😍...


__ADS_2