
"Selamat pagi sayang" bisik Kenzo membuat Olivia terlonjak
''Kau sangat pintar, semalam kau meminta ibu tidur denganmu bukan? " Kenzo memeluk leher Olivia dan menciumi telinga Olivia
"Lepaskan aku" Olivia berontak
"Nona ini supnya" suster datang membuat Kenzo spontan melepaskan Olivia
"Tuan muda juga mau sup? " tanya Suster
"Tidak usah, aku makan berdua saja dengan adikku "Kenzo menekankan kata adik
" Suapi aku" titah Kenzo
"Kau bisa makan sendiri"
"Aku ingin kau menyuapiku, Jangan membantah"
"Aku tidak mau, aku muak dengan semua tingkah lakumu" Olivia berbisik namun menekankan kata katanya lalu menaruh kasar sendoknya di meja
"Baiklah itu keinginanmu" Kenzo menyuap supnya lalu menekan rahang dan tengkuk Olivia memindahkan sup tersebut dari mulutnya ke mulut Olivia
"Bagaimana rasanya? enak bukan? " Olivia mengusap kasar mulutnya dengan punggung tangan
"Aku membencimu " ketus Olivia seraya menyuapi Kenzo makan
"Manja sekali kakakmu" Ucap Hanin ketika baru saja bergabung di meja makan
"Pagi ibu.. bagaimana tidurmu semalam? " tanya Kenzo
"Aku terganggu gara gara dirimu, jangan membangunkan adikmu malam malam kasihan dia harus sekolah" jawab Hanin
"Tapi tidurku tidak akan nyenyak jika tidak mengganggunya" Olivia langsung menendang kaki Kenzo di bawah meja
"Kurangi keusilanmu" ucap Hanin
"Selamat pagi anak anak" Tristan mengusap puncak kepala Kenzo dan Olivia saat melewati mereka
"Ayah hari ini kekantor? aku ikut ayah saja kalau begitu" ucap Olivia tiba tiba
"Tidak.. kau ikut denganku" Sergah Kenzo
"Tidak mau"
"Baiklah.. bagaimana kalau kita nonton film nanti malam bu" Kenzo memberi isyarat pada Olivia
"Film apa? tidak biasanya kau mengajak ibumu ini nonton film"
"Ada lah.. tapi ini film ada adegan 21+ Olivia tidak boleh lihat"
"Kau juga tidak boleh bahkan usiamu saja belum dua puluh tahun" ucap Hanin
"Aku sudah selesai, ayah ibu kami berangkat" Olivia menarik tangan Kenzo
__ADS_1
"Kau sudah tidak sabar? " bisik Kenzo, Olivia langsung melepaskan tangannya begitu saja
"Sepertinya aku butuh bensin" ucap Kenzo ketika masuk ke dalam mobil
"Kalau begitu aku ikut ayah saja" Olivia hendak keluar namun Kenzo menahan tangannya
"Tidak perlu, maksudku aku hanya butuh vitamin" ucap Kenzo dengan sensual mengusap bibir Olivia dengan ibu jarinya
"Jangan macam macam" Olivia menepis tangan Kenzo
"Hanya satu macam" Kenzo menarik tengkuk Olivia dan menciumnya dengan paksa
"Kau ingin aku melanjutkannya atau berangkat sekarang? "
"Jalankan sekarang mobilnya brengsek" mendengar Olivia mengumpat Kenzo malah tertawa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hai kak.. aku.. aku ingin memberikan ini sebagai ucapan terimakasih malam itu kakak membantuku membawa belanjaan" cicit Cassandra seraya mengulurkan kotak sarapannya
"Terimakasih.. aku Terima" jawab Rai seraya tersenyum
Cassandra senangnya bukan main setelah Rai pergi dia melompat kegirangan, sadar siswa lain menatapnya Cassandra langsung berubah menjadi mode kalem
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Olivia berjalan gontai menuju kelas dia benar-benar lelah dengan tingkah Kenzo yang semakin hari semakin menjadi, Olivia menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan di atas meja
"Pagiii... " pekik Lola membuat Olivia terlonjak
"Aww.. sakit" Lola mengelus bekas pukulan Olivia
"Selama pagi" ucap Rai dengan senyum tampannya
"Selamat pagi juga" jawab Lola dan Olivia dengan raut wajah berbeda
Lola menjawab dengan semangat sementara Olivia menjawab datar terkesan dingin, Rai menyimpan kotak makanan di meja Olivia
"Ini untuk sarapan atau makan siangmu, seseorang memberinya padaku" ucap Rai
"Kenapa tidak kau makan saja? kasihan orang yang sudah memberikannya padamu" ucap Olivia
"Dia sudah memberikannya padaku jadi terserah aku bukan mau memakannya atau memberikannya padamu"
"Sudah jangan ribut.. ini biar aku yang simpan nanti kita makan bertiga" Lola menengahi mengambil kotak makan tersebut dan menaruhnya di bawah meja
"Aku ingin mengajakmu ke bioskop nanti malam, apa kau ada waktu?" tanya Rai
"Maaf Rai aku tidak bisa" lirih Olivia
"Bagaimana jika hari libur? atau kita jalan jalan saja? "
"Maaf aku tidak bisa " Olivia masih menolak
__ADS_1
"Apa karena kakakmu?" tanya Rai
"Jangan bahas dia, intinya aku tidak ingin pergi" Jawaban Olivia terkesan marah marah membuat Rai mengernyitkan dahinya
"Dia mungkin sedang datang bulan, sudah sana duduk" Lola memisahkan Rai dan Olivia, Rai pun duduk di tempat duduknya
Setelah istirahat Olivia terkesan menghindari Rai dia pergi entah kemana saat Rai mencarinya, Olivia duduk sendiri di gudang dengan buku catatan kecil di tangannya
Entah apa yang sedang dia tulis wajahnya sendu dengan air mata di pelupuk matanya yang hampir jatuh, Sesekali dia mendongak untuk menahan air matanya
"Maaf Rai aku rasa diriku yang kotor tidak akan pernah pantas bersama dirimu, kau pria yang baik bahkan ujung rambutku pun tidak pantas menyentuhmu" gumam Olivia
"Mulai hari ini aku akan membangun benteng diantara kita" lanjutnya
Ketika Olivia hendak keluar dari gudang dia tidak melihat siapa yang berdiri di hadapannya sampai Kepala menabrak orang tersebut
"Kau disini? "
"Aku sedang tidak ingin bicara" ketus Olivia
"Ada apa denganmu? apa salahku? " Rai menahan tangan Olivia
"Kau tidak salah apapun aku yang salah dan aku rasa hubungan kita salah, kita akhiri semuanya sampai disini" Olivia tak kuasa lagi menahan air matanya, dia memalingkan wajahnya agar tak terlihat Rai
"Kau menangis? Lihat aku, apa yang salah denganmu? Kenapa kau tiba-tiba mengatakan itu? " Rai memegang kedua lengan Olivia
"Aku merasa tidak pantas denganmu, kau pantas mendapatkan wanita yang lebih baik"
"Itu hanya yang kau rasa, aku tidak ada masalah dengan hidupmu dengan sikapmu selama ini, aku mencintaimu apa adanya tidak peduli hidupmu seperti apa" Rai menatap lekat wajah Olivia, tatapannya memang tulus Olivia tidak bisa berlama-lama menatap mata Rai dan akhirnya mengalihkan pandangannya kearah lain
"Sudah waktunya masuk kelas" Olivia melepaskan tangan Rai di lengannya lalu pergi begitu saja
"Olivia... " teriak Rai namun Olivia sudah berlari menuju kelasnya
"Ada apa denganmu Olivia? " gumam Rai bertanya tanya tentang berubahnya sikap Olivia
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Kenzo sudah menunggu di depan sekolah dia sedang memperhatikan Olivia yang berjalan menunduk ke arah mobilnya, Di tengah langkahnya Olivia di hadang oleh Rai kelihatannya Olivia menolak bicara dengannya dan berlari lalu masuk ke mobil Kenzo
"Bagus sayang kau menolak bicara dengannya" Kenzo mengusap kepala Olivia
"Itu bukan karenamu, aku menjauhinya dengan alasan lain" ketus Olivia
"Apapun itu, tapi kau pantas mendapatkan kecupan dariku" Kenzo mencium pipi Olivia membuatnya berontak
"Kau sudah gila? bagaimana jika ada yang lihat? " ucap Olivia seraya menutup kaca pintu mobil
"Kau ingin makan dulu atau langsung ke tempat biasa? " tanya Kenzo
"Tempat biasa apa? aku ingin pulang" ketus Olivia
"Tidak... aku ingin kau membayar yang semalam"
__ADS_1
"Aku tidak mau" Olivia hendak keluar namun pintunya di kunci dan Kenzo langsung menjalankan mobilnya