
"Tuan sudah melihat gosip hari ini? " pesan yang di tulis suster
Janu segera menyalakan televisi betapa geramnya dia saat mendengar pernyataan Yasmine, Janu mengambil handphonenya dan menelpon Tristan
"Tristaaaaaaan" teriak Janu membuat Tristan menjauhkan teleponnya dari telinga
"Ayah aku tau ayah pasti akan memarahi aku setelah melihat berita itu, tapi aku bersumpah yang Yasmine katakan itu tidak benar ayah"
"Jelaskan... " ucap Janu
"Aku kesana hanya sebagai rasa tanggung jawab pada bayinya dan aku marah bukan karena Hanin menelponku tapi karena dia bilang macam macam pada Hanin, aku bersumpah sudah mengakhiri semua dengannya tolong bantu aku ayah Hanin benar benar marah sekarang" ucap Tristan
"Dasar tidak berguna" hardik Janu lalu mematikan teleponnya
Janu menelpon seseorang untuk mengurus semuanya lalu dia menelpon menantunya yang saat ini pasti sedang sangat bersedih
"Halo, ayah" suara Hanin tidak bisa di bohongi dia sedang menangis
"Nak apa kau baik baik saja? aku akan menyelesaikan semuanya, jangan ragukan Tristan dia tidak berbohong kali ini.. dia marah saat di rumah sakit bukan karena kau menelponnya tapi karena Yasmine berbohong padamu, percayalah Tristan kesana hanya sebagai rasa tanggung jawab pada bayi itu" ucap Janu
"Aku tidak tau harus percaya pada siapa ayah" tangis Hanin semakin terisak
"Sabarlah nak akan ada waktunya kau tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, kau hanya perlu meyakini bahwa Tristan sudah berubah dia benar benar tidak ingin kehilangan kalian"
"Ayah sudah urus semuanya semoga ini akan memperbaiki hubungan kalian" lanjut Janu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Selesai menelpon Hanin baru sadar Kenzo tidak ada di kamarnya, ternyata Kenzo tidur di kamar suster dengan keadaan mengkhawatirkan matanya sembab bibir memerah karena terus menangis juga menolak susu yang di berikan suster akhirnya dia tertidur karena kelelahan
"Nyonya kasihan baby Kenzo dia tidak minum asi" ucap suster
"Maafkan aku... aku bukan ibu yang baik, aku menelantarkanmu hanya karena masalah seperti ini" Hanin kembali menangis terduduk di bawah ranjang
"Nyonya wanita mana yang tidak sakit jika berada di posisi anda, tapi anda wanita kuat jangan menunjukkan sisi lemah anda pada lawan karena itu akan membuat mereka merasa menang" ucap suster
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Hanin
"Tunjukkan anda baik baik saja, saya ada ide" suster membisikkan sesuatu pada Hanin
"Apa itu akan berhasil? " tanya Hanin
"Setidaknya anda akan tahu kebenarannya"
Setelah mendapatkan ide dari sang suster akhirnya Hanin sedikit bersemangat dia mmembersihkan diri juga memandikan bayinya, setelah selesai Hanin berjalan menghampiri Tristan yang sedang duduk termenung di ruang kerja
__ADS_1
"Sayang... kau.. " Tristan bangun dari duduknya menghampiri Hanin yang sudah terlihat cantik
"Apa kau tidak ingin membuktikan sesuatu? " tanya Hanin
"Maksudnya? " Hanin berjalan mendekat mendorong tubuh Tristan hingga duduk kemudian dia duduk di pangkuannya
"Aku ingin kau membuktikan sesuatu jika memang kau tidak berbohong" bisik Hanin dengan sensual
Tristan melingkarkan tangannya di pinggang Hanin seraya mengendus lehernya, Hanin merasakan sesuatu bangkit di bawah bokongnya dia semakin menggoda Tristan dengan tangannya yang menggerayangi tubuh Tristan
"Bawa aku bertemu Yasmine" ucapnya bibir mereka hampir bersentuhan
Tangan Tristan ikut bergerak di punggung dan kaki Hanin, Merasa keadaan mulai berbalik Hanin segera berdiri berhadapan dengan Tristan
"Jangan terburu buru Tristan buktikan dulu kau tidak bersalah setelah itu aku penuhi semua hakmu" ucap Hanin lalu pergi
"Kau tidak akan bisa berjalan setelah ini" gumam Tristan dengan senyum jahatnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bagaimana hasilnya? " orang suruhan Janu bertanya pada dokter
"Semuanya sudah jelas anak ini bukan anak tuan Tristan, silahkan anda lihat" ucap sang dokter
"Bagus.. apa dia masih ada disini? "
"Apa? untuk apa mereka kesini" gumamnya
Setelah mendapatkan informasi itu orang suruhannya Janu melaporkan semuanya, Janu tampak diam sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu
"Baiklah.. panggil wartawan kesana ini kesempatan menangkap basah wanita itu sebelum dia melarikan diri"
"Baik tuan"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tristan dan Hanin sudah sampai di rumah sakit beserta bayi mereka, tidak lupa Hanin membawa parsel buah dia melangkah dengan sombongnya mendekati Yasmine yang masih berbaring di tempat tidur, hati Tristan mulai gelisah dia takut keduanya bertengkar dan Hanin akan kembali meninggalkannya
"Apa kabar Hanin? " ucap Yasmine
"Seperti yang kau lihat kami baik baik saja, akhir akhir ini kami sering menghabiskan waktu bersama" jawab Hanin
"Kau masih mau menerima Tristan? apa kau tidak merasa dirimu hanya menjadi tambang emas baginya? "
"Emmhh.. kenapa aku harus berpikir begitu? Mertuaku sangat menyayangiku, semua harta atas namaku sekarang lalu apa aku harus memperdulikan suamiku yang memanfaatkanku? "
__ADS_1
"Kau tidak tahu malu Hanin, kau berpura-pura polos untuk menguasai harta Tristan, asal kau tau Tristan tidak pernah mencintaimu" ucap Yasmine
"Benar kah? apa kau tidak mencintaiku sayang? " tanya Hanin
"Hentikan omong kosongmu Yasmine, aku ingin memperbaiki hubungan rumah tangga ku, kau yang asal bicara membuat kami bersitegang"
"Kau dengar Yasmine? hentikan omong kosongmu, Tristan hanya mencintaiku sekarang" ucap Hanin menggandeng tangan Tristan
"Kau sangat yakin? ada buah cinta juga diantara kami otomatis kami akan sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama dan siapa yang akan tahu bagaimana masa depan"
"Aku percaya pada suamiku" ucap Hanin
Tristan menatap Hanin yang berkata percaya padanya "Aku kesini hanya untuk mengatakan berhenti mengganggu istriku, hubungan kita cukup sampai disini jangan menjadikan bayimu sebagai alasan" ucap Tristan
"Tristan kau berjanji akan menikahiku setelah mendapatkan harta warisanmu"
"Apa kau bodoh? ayahnya saja masih hidup apa kau ingin Tristan membunuh ayahnya? dasar wanita penggila warisan" hardik Hanin
"Kesini kau j*l*ng aku akan merobek mulutmu" Yasmine hendak turun dari tempat tidur namun karena dia terlalu lemas akhirnya dia jatuh
Bukannya menolong Yasmine Tristan malah menarik Hanin kebelakang agar Yasmine tidak bisa meraihnya
"Awww... Tristan tolong aku" pekik Yasmine
"Kita pergi saja biar suster yang akan menolongnya" ucap Tristan membawa Hanin keluar tak menghiraukan teriakan Yasmine
"Lepas aktingnya sudah tidak perlu terlalu dekat" Hanin menjauh dari Tristan
"Kau percaya sekarang? aku hanya mencintaimu jadi malam ini kau tidak akan bisa lari" bisik Tristan
"Tidak.. tidak.. Kenzo akhir akhir ini rewel" ucap Hanin
"Itu bukan alasan yang bagus sayang"
"Pokoknya tidak.. aku.. aku sedang datang bulan" ucapnya lalu berjalan menjauh dari Tristan
Langkah Hanin terhenti saat wartawan menyerbu nya Hanin mundur selangkah demi selangkah berusaha menjauh dari mereka, punggungnya menabrak dada bidang Tristan dan langsung saja tangannya membelit pinggang Hanin
"Ada apa ini? " tanya Tristan
"Apa anda tidak mendengar berita yang baru saja di keluarkan salah satu acara gosip? "
"Atau anda pura pura tidak tahu? "
"Apa kedatangan anda kesini untuk memperhitungkan semuanya pada nona Yasmine? "
__ADS_1
Hanin dan Tristan hanya mengerutkan dahi mencerna apa yang mereka katakan, pertanyaan demi pertanyaan hanya membuat mereka bingung, Tristan membawa mereka keluar terlebih dulu demi kenyamanan pasien yang lain lalu bertanya nanti setelah di luar