kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Andrew pergi


__ADS_3

"Kau sudah siap? " tanya Hanin pada Andrew yang akan pergi ke luar negeri


"Siap tidak siap aku harus pergi, aku akan kembali dan membawamu pergi" jawab Andrew


"Jangan memikirkan apapun, fokuslah pada kuliahmu.. aku menunggu saat kau menjadi orang sukses"


"Doakan aku, aku akan membahagiakanmu dan Kenzo "


"Doaku sellau menyertaimu, pergilah" Andrew memeluk sang kakak dan mencium bayi kecil yang ada di gendongannya


"Kami pergi dulu, apa kau ingin ayah membawakan sesuatu untukmu? " tanya Janu yang akan mengantarkan Andrew


"Tidak ayah, semua yang ayah lakukan sudah lebih dari cukup entah bagaimana aku harus membalasnya" Jawab Hanin


"Cukup kau dan Kenzo bahagia itu sudah membuat ayah tenang"


"Sekali lagi terimakasih ayah"


"Sama sama nak, ayo Andrew kita berangkat" Janu mendorong koper Andrew


Hanin menatap kepergian adiknya bersama mertuanya, sesekali Hanin melambaikan tangannya ketika Andrew menoleh kebelakang


"Sudah lah jangan menatap kepergiannya seperti itu" Ucap Tristan sambil merangkul bahu Hanin


"Kalian mengacuhkanku sedari tadi, aku sangat sedih berada disini namun tidak dianggap" lanjutnya


"Salahmu sendiri sering membuat orang kesal" ketus Hanin menjauh dari Tristan


"Kenapa sikapmu masih seperti ini? Kau bilang memberiku satu kesempatan lagi tapi ini sudah satu bulan dan kau masih mengacuhkanku"


"Aku masih kesal"


Entah dari mana datangnya para wartawan yang tiba tiba menyerbu Hanin dan Tristan, Tristan melindungi Hanin dengan memeluknya menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya


"Tuan bisakah anda jelaskan sedikit saja apa yang terjadi sebenarnya? "


"Katakan sesuatu tuan, anda tidak pernah menyangkal atau pun membenarkan pernyataan nona Yasmine"


"Apa anda tega mencampakkan wanita yang sedang mengandung? "


"Istri anda sudah kembali bersama bayi kalian, apa yang akan anda lakukan sekarang? "


"Tuan.. tuan.. " Tristan menembus kerumunan menyembunyikan Hanin dan bayinya


Tiba tiba Bayu datang membubarkan wartawan dan membawa Hanin juga Tristan masuk ke dalam mobilnya,


"Kau baik baik saja Hanin? " tanya Bayu


"Aku baik baik saja, lama tidak bertemu apa kau dan keluargamu baik baik saja? " Hanin balik bertanya

__ADS_1


"Ibuku selalu mengkhawatirkanmu, syukurlah kau baik baik saja padahal aku berharap Tristan tidak pernah menemukanmu" ucap Bayu


"Hei.. sialan apa yang kau katakan? apa kau ingin mati? " ucap Tristan geram


"Aku juga berharap dia tidak pernah menemukanku" jawab Hanin membuat Tristan tertunduk lesu


"Apa kau juga akan membunuh Hanin? " ledek Bayu


"Diam sialan " hardik Tristan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang jangan terlalu kasar" ucap Yasmine pada Fredrick


"Sebentar lagi sayang aakhh.. " Frederick baru saja menyelesaikan percintaannya dengan Yasmine


"Meskipun kau sedang hamil besar tapi rasanya tidak pernah berubah sayang" bisiknya


"Sayang bagaimana aku harus mendapatkan Tristan kembali? " tanya Yasmine


"Lahirkan dulu bayi kita sayang setelah itu kita cari cara lain, lagi pula dari info yang aku dapat Tristan belum kembali ke perusahaan" Jawab Fredrick


"Aku ingin semua yang di miliki anak Hanin, si tua bangka itu memberikan perusahaan pada anak sialan itu"


"Kita akan kuasai semuanya kalau perlu kita buat mereka menjadi miskin, Bagaimana kalau kau minta jadi istri kedua saja setidaknya itu akan lebih kuat" ucap Fredrick


"Tidak bisa.. dia sudah mengakhiri semuanya dia hanya akan bertanggung jawab pada anak ini"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Masak apa sayang? " tanya Tristan seraya memeluk Hanin


"Seperti yang kau lihat, jangan seperti ini nanti suster lihat" Hanin mendorong tubuh Tristan


"Memangnya kenapa aku suamimu" Tristan malah sengaja menciumi tengkuk dan leher Hanin


"Emmhh.. Tristan diam lah"


"Aku merindukanmu, bisakah... "


"Tidak.. aku belum siap" sergah Hanin menjauhkan tubuhnya dari Tristan


"Sayang apa kau tega? kita sudah lama tidak melakukannya" rengek Tristan kembali memeluk Hanin dan memepetnya ke dinding


"Aku tidak mau" Hanin berontak memukul dada Tristan


Tristan menangkap kedua tangan Hanin dengan satu tangan sementara tangannya yang lain di gunakan untuk membelai wajah Hanin, Tristan menekan tengkuk Hanin dan mulai mencium bibirnya dengan lembut


Tristan menggigit bibir Hanin agar dia sedikit membuka mulutnya lalu lidahnya mulai saling membelit satu sama lain, Hanin terbawa suasana dia mulai mengikuti permainan Tristan

__ADS_1


Tangan Hanin dia kalungkan di lehernya dan tangan Tristan mulai berselancar di tubuh Hanin, lenguhan terdengar dari bibir Hanin yang terbungkam bibir Tristan


Tangan Tristan masuk ke dalam baju Hanin dan mulai menyentuh sumber air anaknya, Hanin melenguh matanya terpejam merasakan sentuhan Tristan


"Nyonya baby Kenzo sepertinya lapar" Suster baru saja kembali dia merasa malu melihat kedua majikannya sedang berc*mb* di dapur


Hanin dan Tristan terlonjak kaget mereka langsung menjauh satu sama lain, tanpa bicara Hanin langsung mengambil Kenzo dari gendongan suster dan naik ke kamarnya


Sementara Tristan pura pura mencari sesuatu kadang seperti memeriksa sesuatu seperti mengetuk lemari, dinding dan pintu lalu bergegas mengikuti Hanin ke kamar


"Dasar aneh" gumam suster


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat baru saja sampai di tempat tujuan Janu tersenyum senyum sendiri menatap layar handphonenya, Andrew mengernyitkan keningnya melihat tingkah mertua kakaknya itu


"Ayah kenapa? " tanya Andrew


"Ahh.. ini suster di rumah kakakmu memberitahu ku bahwa kakakmu dan Tristan sedang berc*mb* di dapur, saat dia baru sampai mereka sampai terkejut dan salah tingkah" ucap Janu dengan kekehan kecil, Andrew hanya diam wajahnya nampak gelisah


"Kau takut kakakmu kembali terluka? " tanya Janu, Andrew hanya mengangguk


"Aku yakin Tristan kali ini bersungguh sungguh, dia tidak lagi menemui atau pun menghubungi kekasihnya itu, dan apa kau tahu apa yang aku ketahui tentang kekasihnya? " Andrew menggeleng karena memang dia tidak tahu


Janu membisikkan sesuatu membuat Andrew terbelalak menutup mulutnya yang menganga, Janu membisikkan semua yang dia tahu tentang Yasmine


"Apa itu benar? " tanya Andrew


"Benar... wanita licik itu tidak pantas mendapat apapun"


"Lalu kenapa ayah tidak mengatakannya pada Tristan? " tanya Andrew


"Biar saja aku ingin melihat seberapa bersungguh sungguh nya dia dengan perkataannya, jika dia bertingkah aku pastikan dia kehilangan segalanya" ucap Janu


"Kau licik sekali pada anakmu sendiri" ucap Andrew


"Aku sudah bosan ceramah padanya biarkan dia merasakan akibat dari perbuatannya" Jawab Janu


"Apa kakakku akan baik baik saja? "


"Serahkan semuanya padaku, aku jamin kakakmu tidak akan terluka lagi sekolah yang benar jangan kecewakan aku" ucap Janu


"Baik ayah.. aku akan memberimu nilai yang bagus dan aku akan menjadi lulusan terbaik"


"Aku tunggu janjimu.. selesaikan kuliahmu dan kau akan menjadi wakil presdir menggantikan Bayu yang kini mengelola perusahaan ayahnya" ucap Janu


"Ayah serius? "


"Tentu saja dengan begitu kau bisa mengawasi Tristan sambil bekerja"

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote


Kasih othor bunga juga ya


__ADS_2