
"Rai... " Cassandra baru saja pulang dari sekolah dan mampir ke rumah Kenzo
"Cassandra, kau disini"
"Apa yang kau lakukan disini? apa kau tidak apa apa? apa kak Kenzo menyakitimu? " Cassandra menyentuh wajah Rai juga memutar tubuhnya
"Kau khawatir? " Rai tersenyum menyentuh tangan Cassandra
"Aku hanya takut kakakku masuk penjara" Ucap Cassandra seraya menarik tangannya
"Apa yang kau lakukan disini? " tanya Cassandra
"Aku ingin bertemu paman Tristan"
"Ada perlu apa? tapi mereka benar-benar tidak ada disini, bibi Hanin sakit parah dan di bawa ke luar negeri" Ucap Cassandra
"Ada sesuatu yang harus aku tanyakan padanya, ini tentang masalalunya"
"Aku punya nomor teleponnya, tapi aku harus izin terlebih dahulu" Cassandra takut jika sembarangan memberikan nomor pamannya pada orang lain
"Aku mohon bantu aku"
"Apa hubungannya masalalu pamanku denganmu? apa kau bisa menjelaskannya sedikit? " tanya Cassandra
"Aku akan menceritakannya setelah aku mendapatkan nomor pamanmu"
"Baiklah... sekarang lebih baik kau pulang jangan berlama lama disini atau kakakku akan mengamuk" Cassandra menarik tangan Kenzo menuju mobilnya
"Baiklah.. kabari aku nanti dan... jangan menghindar dariku lagi, aku butuh seseorang bersamaku saat ini, hidupku sedang benar-benar kacau" Ucap Rai
"Hmm.. pergilah" Cassandra hanya mengangguk
"Apa kau masih ingin disini atau pulang? aku akan mengantarmu"
"Sebaiknya aku pulang saja, aku ikut denganmu" Rai membukakan pintu mobilnya untuk Cassandra
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa kau akan terus memandangi mereka? " Kenzo baru saja masuk kekamarnya dan melihat Olivia menatap mereka dari jendela
"Bukankah kau pulang dari tadi kenapa baru masuk kamar? " Olivia mendekati Kenzo dan menyentuh lengannya
"Kenapa? kau cemburu pada Cassandra? " Kenzo bicara ketus seraya menarik tangannya yang di sentuh Olivia
"Tidak.. tidak seperti itu" Lirih Olivia
"Apa kau senang bisa bicara dengannya? jika kau ingin lebih lama berbicara dengannya pergilah sekarang selagi aku berbaik hati"
"Kenzo aku... " Kenzo tidak mendengarkan Olivia dia langsung masuk ke kamar mandi
__ADS_1
Olivia mengambil pakaian untuk Kenzo dan menunggunya sambil duduk di ranjang, Kenzo tidak mengambil Pakaian yang di sediakan Olivia dia mengambil pakaiannya sendiri
"Kau mau kemana? " Olivia berdiri ketika melihat suaminya sudah bersiap pergi
"Aku mau pergi, kenapa? ada masalah? "
"Sudah hampir gelap, apa kau akan meninggalkanku? " Lirih Olivia
"Ada suster dan bibi di rumah, aku sedang kesal padamu.. aku tidak ingin menyakitimu" Kenzo masih marah melihat Olivia berbicara dengan Rai meskipun dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan
"Jika aku mengatakan jangan pergi, apa kau akan tetap pergi? "
"Aku tidak melakukan apapun, aku berani bersumpah.. aku mengusirnya lagi pula dia bukan bermaksud menemuiku dia ingin bertemu orang tua kita" lanjut Olivia
"Tapi matamu tidak rela, bukan? melihat mantan pacarmu dan Cassandra, buktinya kau terus memandangi mereka"
"Tidak.. Kenzo, Kau salah" Olivia hendak berjalan mendekat kearah Kenzo
"Berhenti di tempatmu sekarang, Jangan menungguku, aku tidak tahu kapan akan pulang " ucap Kenzo lalu pergi
"Kenzo.. aku tidak melakukan apapun, kau salah paham.. Kenzo tunggu" Kenzo benar benar pergi meninggalkan Olivia
"Kenapa dia pergi? aku tidak melakukan apapun" Olivia mengusap air matanya lalu kembali ke kamar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Cassandra baru saja sampai di rumahnya namun baru saja turun dari mobil dia di kejutkan dengan kemunculan sang ayah dari tempat gelap
"Ayah... aku tadi mampir ke rumah kak Olivia, kebetulan Rai juga ada disana dan mengantarku pulang" Cassandra segera memeluk lengan ayahnya
"Cepat pulang, hari sudah gelap dan jangan keluyuran sepulang sekolah" ucap bayu pada Rai
"Maaf paman tadi aku mengajaknya ke tempat makan dulu sebelum pulang dari rumah Olivia, tapi kami tidak berbohong paman bisa menghubungi Olivia"
"Ya sudah cepat pulang" ucap Bayu dingin
"Ayah kejam sekali, apa tidak mau mengundangnya masuk? kita bisa makan malam bersama" Bujuk Cassandra
"Bukankah kalian baru pulang dari tempat makan? apa masih mau makan malam? "
"Ayah ini kenapa? sebenarnya ayahku ini baik tapi entah apa yang dia makan hari ini membuat dia jadi sedikit berbeda" ucap Cassandra pada Rai
"Ahh.. bukankah kau mau tahu tentang masalalu paman Tristan? ayah pasti tahu kan? " Cassandra baru teringat tentang hal itu
"Aku tidak ingin membahas hidup orang lain, sekarang pergilah "
"Ayah... aku tidak akan bicara dengan ayah kalau begitu" Cassandra mengerucutkan bibirnya seraya melipat tangannya di dada
"Hah.. aku kalah, masuklah" Bayu menghela nafas sebelum berbicara
__ADS_1
"Aku sudah bilang ayahku sebenarnya baik" bisik Cassandra setelah Bayu sudah melangkah menuju rumah
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nona kita tidur saja, Ini sudah lewat tengah malam" Suster dan bibi masih membujuk Olivia agar tidak menunggu Kenzo
"Tidak.. kalian tidur saja, aku akan menunggu sebentar lagi" jawab Olivia
Suster pergi ke kamarnya untuk menghubungi Kenzo namun teleponnya di matikan, baru saja suster meletakkan handphonenya terdengar suara mobil terparkir di halaman rumah
"Kau dari mana? " Terdengar suara Olivia setengah berteriak
"Tidak dari mana mana" hanya jawaban singkat yang terucap dari mulut Kenzo, Olivia mengendus bibir serta tubuh Kenzo layaknya seekor anjing
"Kau ini kenapa? " Kenzo menahan kepala Olivia
"Kau tidak mabuk? " Tanya Olivia
"Siapa yang mengatakan aku mabuk? aku pergi ke kantor "
"Ke kantor? apa masih ada pekerjaan? "
"Tidak.. aku hanya bermain game disana, kenapa kau menungguku? aku sudah menyuruhmu untuk jangan menunggu, kau tidak patuh" Kenzo mencubit hidung Olivia
"Aku takut kau macam macam di luar, Aku takut kau pergi ke club dan bersenang senang bersama wanita lain" Olivia langsung memeluk Kenzo
"Aku tidak seburuk itu, setelah menikah denganmu aku sudah berhenti dari kebiasaan buruk ku, ayo kita tidur... tidak baik wanita hamil bergadang " Kenzo merangkul Olivia dan membawanya ke kamar
Suster mengintip dari tempat persembunyiannya, senyumnya bercampur air mata bahagia melihat Kenzo benar-benar berubah sekarang
Dia lebih bisa mengontrol emosinya pada Olivia juga bisa merubah kebiasaan buruknya minum minuman beralkohol, Suster jadi teringat pada Tristan dan Hanin saat muda dulu yang memiliki sifat hampir sama namun Kenzo lebih baik di banding ayahnya dulu
"Kau sudah makan? " tanya Kenzo
"Sudah.. apa kau sudah makan? "
"Sudah.. aku memesan makanan tadi saat di kantor" jawab Kenzo seraya membuka bajunya
"Apa yang kau pesan? "
"Eemm.. aku lupa namanya, tapi itu ayam dengan saos keju yang agak manis dan pedas" jawab Kenzo seraya mengingat ngingat makanan yang dia pesan tadi
"Kau curang.. kenapa tidak membelikannya untukku juga? Aku juga mau" Olivia merengek
"Besok aku belikan, sekarang tidur ini hampir pagi tapi kau belum tidur sama sekali" Kenzo memeluk Olivia dengan selimut tebal menggulung tubuh mereka
"Berjanji padaku besok kau akan membelikannya untukku"
"Iya... aku akan belikan sepuluh porsi untukmu agar kau puas" ucap Kenzo
__ADS_1
"Kau.. " Kenzo mencium bibir Olivia sebelum dia bicara kembali
"Jangan bicara lagi cepat tidur"