kesalahan satu malam

kesalahan satu malam
Olivia hamil


__ADS_3

Beberapa hari Olivia mengacuhkan Rai bahkan dia memblokir nomor telepon Rai, Olivia selalu kucing kucingan dengan Rai dia tidak mau bertatap muka dengannya


Olivia selalu masuk kelas ketika pelajaran akan di mulai dan keluar kelas dengan cepat ketika pelajaran selesai, Olivia juga menjaga jarak dengan Lola yang selalu mencoba mempertemukan mereka


Sudah menjadi kebiasaan saat orang orang lengah Kenzo masuk ke dalam kamar Olivia untuk sekedar mencumbu nya, Pintu kamar Olivia di ketuk Membuat Kenzo yang berada di atas Olivia segera bangun dan duduk di meja belajar Olivia


"Sayang ada temanmu di depan" ucap Hanin seraya mengetuk pintu


"Iya bu.. sebentar" Olivia merapihkan bajunya lalu membuka pintu


"Sedang apa kau disini? " tanya Hanin saat melihat Kenzo ada di kamar Olivia


"Aku mengajarinya pelajaran yang tidak dia mengerti" Jawab Kenzo


"Temui dulu temanmu" Olivia mengangguk seraya pergi


"Siapa temannya? pria atau wanita? " tanya Kenzo


"Jangan ikut campur urusan adikmu, dia sudah dewasa " mendengar ucapan sang ibu Kenzo mengerti yang datang pastilah teman pria


Setelah Hanin pergi ke kamar Kenzo mengikuti Olivia keluar namun di sana tidak ada siapa pun, Kenzo mencari ke sekeliling rumah juga tidak dia temukan


"Awas saja kau" Kenzo menutup pintu dengan kasar lalu kembali ke kamar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kau tidak membawaku masuk ke rumahmu? " tanya Rai


"Langsung saja pada intinya apa yang ingin kau katakan sampai datang kerumahku? " ucap Olivia dingin, mereka bicara sambil berjalan kaki menjauhi rumah Olivia


"Apa yang membuatmu menghindariku? apa ada salah padamu? "


"Tidak.. Rai aku sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kita, Aku bukan wanita yang baik untuk pria sebaik dirimu"


"Aku mencintaimu Olivia.. aku tidak peduli seperti apapun dirimu, aku akan menerima semuanya" Rai menghentikan langkahnya menyentuh kedua lengan Olivia


"Aku tidak bisa" Olivia melepas tangan Rai dari lengannya dan berlalu pergi meninggalkannya


"Olivia.. "


"Tolong mengerti pilihanku Rai, jangan mempersulit keadaanku" Olivia menghentikan langkahnya namun tidak menoleh sama sekali


"Aku mengerti Olivia, tidak bisakah kita berteman? " Olivia tidak menjawab dia pulang kembali ke rumahnya


Sepanjang perjalanan dia tak hentinya menangis ketika sampai di depan rumahnya Olivia Olivia berusaha menghapus air matanya, Beruntung di rumahnya sudah tidak ada siapapun Olivia bisa masuk ke kamar langsung tanpa pertanyaan

__ADS_1


"Sudah selesai berkencan sayang? " ketika Olivia menutup pintu kamarnya tiba-tiba saja Kenzo memeluknya dari belakang


"Kenapa diam? aku ingin meneruskan pekerjaan kita yang terganggu" Olivia tidak merespon atau pun berontak seperti biasanya


Dia membiarkan apapun yang di lakukan Kenzo padanya tidak ada penolakan sama sekali, Mereka sudah sama sama polos Olivia masih diam tatapannya kosong


Ketika Kenzo sudah bersiap mengambil posisi dia menatap wajah Olivia sudah tidak ada ketakutan lagi disana membuatnya kesal, Kenzo langsung bangun dari atas tubuh Olivia dan kembali memakai bajunya dan keluar membanting pintu kamar Olivia


Senyum Olivia terbit dia memunguti pakaiannya dan memakainya kembali, Sekarang dia mengerti bagaimana harus menghadapi Kenzo


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sebulan berlalu Olivia mengira cara itu akan ampuh untuk membuat Kenzo berhenti mengganggunya namun dia salah, sepertinya Kenzo tahu dan sekarang dia tidak perduli bagaimanapun reaksi Olivia yang terpenting hasratnya terpenuhi


"Aku harus segera ke sekolah, hari ini ada pertandingan badminton " ucap Olivia saat Kenzo kembali menghentikan mobilnya ketika mengantar Olivia ke sekolah


" Aku ingin melakukannya sekarang, bagaimana bisa aku menahannya apa lagi melihat kau memakai rok sependek itu"


"Aku mohon kali ini saja aku harus sampai ke sekolah secepatnya"


"Memohonlah dengan cara yang manis"


"Aku naik taksi saja" Olivia hendak keluar namun Kenzo mengunci pintunya


"Kenzo buka pintunya" bentak Olivia


"Kau bukan kakakku lagi, sekarang jangan main main buka pintunya"


"Cium aku" Olivia terpaksa menuruti keinginan Kenzo agar mempermudahnya


"Gadis pintar.. bibirmu manis sekali" Kenzo mengusap bibir Olivia yang basah"


Sesampainya di sekolah Olivia benar-benar terlambat sampai tim lawan harus menunggunya beberapa menit, Olivia meminta maaf pada pelatih serta lawan mainnya


Lagi lagi terjadi masalah pada Olivia saat di tengah permainan tiba tiba saja dia kehilangan kesadaran lalu jatuh pingsan, Melihat Olivia tergeletak Rai berlari ke tengah lapangan mengangkat Olivia


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hallo.. benar saya ibunya Olivia, apa? "


"Baiklah saya kesana sekarang"


Hanin di telepon guru Olivia tentang apa yang terjadi pada putrinya, saat Hanin datang Olivia tengah menangis di hadapan Rai


"Sayang.. kamu kenapa? " tanya Hanin namun Olivia hanya menangis

__ADS_1


"Bibi... " Rai tidak melanjutkan kata katanya saat Olivia menggenggam tangannya


"Ada apa sayang? "


"Ibu sudah datang rupanya, silahkan duduk" dokter di sekolah Olivia mempersilahkan Olivia duduk untuk mengatakan semua tentang Olivia


"Ibu sudah tahu apa yang terjadi pada anak ibu? " Hanin menggeleng tak mengerti


"Begini bu.. dari hasil pemeriksaan ternyata Olivia tengah mengandung"


Duar


Hanin membelalakkan matanya mendengar ucapan dokter, dia menatap Rai dan Olivia bergantian seraya menggelengkan kepalanya


"Kau yang telah mempengaruhi anakku? kau pemuda brengsek pasti memaksa anakku" Hanin marah memukuli Rai


Olivia memeluk kedua tangan Hanin dari belakang tangisnya semakin pecah, Dokter juga berusaha melerai dan menjauhkan Rai


"Lepaskan aku.. Akan ku beri pelajaran berandal kecil ini, beraninya kau melakukan hal itu pada putriku" teriak Hanin


"Bukan dia bu.. bukan dia" teriak Olivia diiringi isak tangis


"Kau berbohong demi pria bajingan ini huh? katakan pada ibu apa dia mengancammu? "


"Tidak ibu.. aku tidak bohong bukan dia, ayo kita pulang aku akan katakan semuanya"


"Kau... aku akan membunuhmu jika terbukti kau yang membuat anakku hamil" Hanin menunjuk Rai sebelum dia pergi untuk menemui kepala sekolah


Akhirnya Olivia di keluarkan dari sekolah namun pihak sekolah mau bekerja sama dengan Hanin untuk menutup masalah ini dari publik, Kini Olivia sedang di sidang oleh Hanin juga Tristan yang terpaksa meninggalkan pekerjaannya


"Sekarang katakan siapa yang menghamilimu? apa pemuda tadi? " Olivia menggeleng


"Lantas siapa? kau mau membuat keluarga kita malu? " Tristan menampar Olivia dua kali, Olivia hanya bisa tertunduk menangis


"Aku pulang" Kenzo melangkah masuk kedalam rumah


Tangan Olivia terangkat menunjuk Kenzo membuat kedua orang tuanya terkejut, Kenzo yang tidak tahu apapun jadi bingung dan menunjuk dirinya sendiri


"Dia.. dia yang memaksaku selama ini" lirih Olivia


"Apa? " pekik Hanin seraya berdiri


Kenzo melangkah mendekati kedua orang tuanya dan memutar sebuah video dia hadapan mereka, melihat itu Hanin segera menutup mata suaminya


"Apa menurut ibu dan ayah itu paksaan? kami melakukannya atas dasar suka sama suka"

__ADS_1


Duar


Kini Olivia yang terkejut dengan pengakuan Kenzo, Olivia berdiri dia tidak Terima dengan tuduhan Kenzo belum sempat dia menyangkal Tristan menampar keduanya hingga Olivia kemabli menelan kata katanya


__ADS_2