LABIRIN

LABIRIN
10


__ADS_3

Kriiiiingggggggg ....


" kita lanjut besok ya, selamat siang .. Hati-hati di jalan .. " seru Bu Pani kemudian melenggang pergi meninggalkan kelas.


Setelah Bu Pani keluar, seisi kelas mulai riuh.


" huwaaaaaaaa .. Akhirnya kelar juga, sumpah ya dari awal ampe akhir gue gak ngerti sama semua materi yang di jelasin Bu Pani .. " Tedia bersuara


Zaki dan Yoga yang duduk di depan Tedia merespon dan menggerakan tubuhnya berbalik menghadap Tedia " sama anjjirrr, mending gue ngadepin tendangan pinalti deh dari pada harus dengerin materi Bu Pani .. "


Tedia mengangguk setuju dengan kalimat yang di ucapkan Zaki


Ke empat siswa tampan yang terkenal seantero sekolah pun kini mulai mengemasi alat tulis yang hanya mereka jadikan pajangan di atas meja.


" balik bareng kaga ? " tanya Tedia pada Lani, yang sudah selesai mengemasi alat tulisnya.


Lani menatap Tedia sekilas, kemudian ia mengalihkan tatapannya ke arah Jiasa. Tedia mengikuti arah pandang Lani. Mengetahui Lani ternyata tengah memperhatikan Jiasa, Tedia menggeleng-gelengkan kepalanya " samperin kalau berani, kemaren lu cariin, sekarang udah ada di depan mata malah lu anggurin "


Sontak Lani menatap Tedia dengan tatapan tajam, Lani mendengus, Tedia memberinya cengiran bodoh " lu pikir gue lu, yang percaya diri ngardus sana sini "


" ya dari pada gue tikung .. " sahut Tedia tanpa dosa


" berani tikung, burung beo lu gue kebiri .. " ancam Lani, Tedia meringis, kemudian ia bergidik ngeri. Tak lama Tedia bangkit. Lani, Zaki, dan Yoga mengikuti. Mereka mulai melangkah menuju pintu keluar. Tapi, ketika sampai di jajaran kursi Jiasa, Tedia menghentikan langkahnya. Apa yang Tedia lakukan membuat tiga orang di belakangnya harus berhenti mendadak, bahkan Yoga sampai menabrak punggung Zaki.


Tedia berdiri menghadap Jiasa, Jiasa yang sadar mengerutkan dahinya, merasa bingung dan bertanya-tanya apa yang akan Tedia lakukan saat ini. Bukan hanya Jiasa yang bertanya-tanya, beberapa siswa yang masih berada di dalam kelas pun menatap penasaran.


" butuh tumpangan kaga, kalau butuh jok belakang motor Lani masih kosong .. " kata Tedia kemudian menoleh menatap Lani dengan senyum penuh arti.


Sontak Lani membulatkan matanya, ia terkejut dengan kata-kata tidak terduga yang diucapkan Tedia. Bukan hanya Lani, yang lain pun terkejut, begitu juga Jiasa.


Jiasa kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lani, Lani yang sadar akan tatapan Jiasa seketika menjadi gugup. Ia pun mengalihkan perhatian Jiasa dengan cara berbicara kepada Tedia " ngadi ngadi lu, buruan balik " Lani mendorong-dorong tubuh Tedia agar segera menjauh dari Jiasa, melihat bagaimana respon Lani, Tedia tertawa, setelah itu keduanya melangkah keluar tentu saja di ikuti Zaki dan juga Yoga.


Jiasa yang melihat tingkah mereka menggeleng-gelengkan kepalanya, hingga sentuhan di bahunya membuat perhatian Jiasa teralihkan, melihat siapa yang menyetuh bahunya, Jiasa pun bertanya " kenapa ? "

__ADS_1


" jangan di ambil hati ya, Tedia emang pea, tuh bocah sawan, kayanya pas hamil mama Ria gak sengaja lewat jalan angker deh .. " celetuk Jennie membuat Jiasa terkekeh dan menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya sepupuhnya berbicara seperti itu.


" kamu bisa aja deh .. " seru Jiasa tak melepas senyumnya


" emang bener Jia, ampun dah, Tedia mah kalau mau modus gak mandang Orang, Guru aja dia kadalin ..  Pokoknya lu jangan sampai kebawa baper .. Ok .. " kali ini Rosa yang memberi peringatan.


" kamu gak ngasih peringatan juga buat aku .. ? " tanya Jiasa pada Iren teman barunya sekaligus teman sebangkunya.


Sebelum berbicara Iren membuang nafas kasarnya " intinya jangan baper sama Tedia .. "


" cuma sama Tedia aja nih ? "


Iren, Jennie, dan Rosa menghela nafas " pokoknya sama mereka berempat .. Kalau kebawa baper nanti lu patah hati, mereka mah kerjaannya modusin cewek .. Yuk ah balik .. " Jennie bangkit dari duduknya, Jiasa, Rosa, dan Iren mengikuti. Kemudian ke empat gadis cantik itu melangkah keluar kelas.


Di tempat parkir sekolah Tedia dibuat geram dengan tingkah konyol Lani. Bayangkan di saat dirinya ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya, dengan seenak jidat Lani menahan Tedia untuk pulang dan meninta Tedia agar menemaninya menunggu Jiasa.


" Lan terus kalau tuh cewek udah nongol mau lu aja balik gitu, tadi gue bantuin modusin so so an nolak .. ? "


Lani menatap Tedia, kemudian ia menggeleng sebagai jawaban


" sabar dulu napa sih .. Bawel banget lu kaya anak SD putus cinta .. "


Tedia mendengus, si keras kepala Lani tidak bisa di rayu untuk saat ini.


Tak lama mata Lani dan mata Tedia menangkap sosok Jiasa yang tengah berjalan bersama Jennie, Rosa, dan juga Iren.


" tuh udah keliatan, buruan balik, kasian mama gue sendiri di rumah .. " bujuk Tedia


Lani mencibir, ia menatap sinis Tedia " halah ... Biasanya juga lu tinggalin sendiri .. "


" heh ngaca, gue ninggalin mama atas bujukkan lu ya yang minta anter kesana kemari .. " sahut Tedia,


Lani yang tak mau mengalah kembali berkata " gak sering kali, itu mah emang lu nya yang ngayab mulu kaya kalong nyari makan .. Kasian deh ditegur papa .. " ledek Lani, Tedia mendengus mendengarnya.

__ADS_1


" lah kalian ngapain, kok belum pulang, Zaki sama Yoga mana ? " tanya Rosa ketika ia melihat Lani dan Tedia, semua mata tertuju ke arah dua pemuda tampan yang kini tengah bertengger di atas motornya.


" eh calon bini .. Balik bareng yuk ca .. " rayuan maut Tedia terlontar, Jennie, Rosa, dan Iren memutar bola matanya malas, sedangkan Jiasa menatap Tedia dengan tatapan yang sulit di artikan, membuang pandangannya ke arah lain, tak sengaja Jiasa bertemu pandang dengan Lani, Lani tersenyum kepada Jiasa, dan Jiasa pun membalas senyuman Lani.


" ogah balik sama lu, yang ada besok badan gue ada dua .. " tolak Rosa dengan nada ketus.


Tedia menyipitkan matanya " dih .. Omes banget otak lu, lani aja badannya tetep satu .. Padahal pulang pergi sama gue .. "


Sebuah toyoran di kepala didapatkan Tedia, pelakunya adalah Lani " gue cowok , setan .. "


" lu cowok apa setan .. ? " canda Tedia, Lani memutar bola matanya malas


" buruan balik, udah selesai, orangnya juga udah keluar .. "


Tanpa berucap Tedia dan Lani bergegas menghidupkan mesin motornya, kemudian keduanya mulai melajukan motornya meninggalkan area tempat parkir


" dadah selir selir ku .. " kata Tedia, dan mendapat sorakan kesal dari Jennie, Iren, dan Rosa. Jiasa yang masih baru hanya diam memperhatikan tingkah mereka. Kemudian tatapan Jiasa tertuju ke arah punggung laki-laki yang tengah mengendarai motornya, hingga punggung itu tak terlihat lagi, barulah Jiasa mengalihkan perhatiannya.


" tuh kan liat sendiri Ji, Tedia mah pea .. " seru Jennie, Jiasa tersenyum tipis menanggapi.


..


Malam menyapa, Jiasa tengah berkutat dengan buku catatannya. Begitu fokus, hingga fokusnya terganggu tatkala seseorang di balik pintu mengetuk pintu kamarnya.


Merespon, Jiasa pun memberi perintah agar seseorang di balik pintu masuk " masuk aja gak di kunci "


tak lama suara pintu terbuka terdengar di telinga Jiasa, Jiasa tersenyum menyambut kedatangan sang ibu yang kini melangkah masuk mendekati Jiasa.


" gimana sekolah barunya, teman teman baru kamu gak ada yang nyebelin kan ? " tanya Farah wanita paruh baya yang wajahnya telihat sangat mirip dengan Jiasa.


Jiasa tersenyum kemudian perhatiannya kembali di alihkan ke arah buku catatan " baru satu hari ma, aku belum memahami lingkungan sekolah, tapi untuk teman sekelas, mereka cukup menyenangkan, apalagi aku sekelas sama Jennie dan Rosa .. "


" pasti ada ya cowok yang modusin kamu ..? " tanya Farah mengoda putrinya cantiknya

__ADS_1


Jiasa tersenyum, benar kata ibunya, ada pria yang sudah berani mengodanya, dan pria itu sudah manarik perhatian Jiasa sejak Jiasa pertama kali melihatnya di dalam stadiun saat pria itu bertanding.


__ADS_2