
" masa gak bisa, Pa.? Terus Jia pulang sama siapa ? " kata Jiasa berbicara dengan seseorang melalui sambungan telephone.
Jiasa mendesah pelan, wajah kecewa terlihat dengan jelas. " ya udah, Jia pulang naik taksi aja "
Tak lama, wajah kecewa itu sirna, berganti dengan wajah terkejut. " Lani " Jiasa kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu ia berhenti ketika melihat Lani tengah berkumpul dengan teman-temannya.
" kayanya Lani gak bisa deh, Pa. Dia lagi ngumpul sama Tim. " Jiasa kembali berbicara.
ya, Fadil yang saat ini tengah berbicara dengan Jiasa mengatakan jika ia tidak bisa menjemput putrinya itu, Lalu Fadil menyuruh Jiasa untuk meminta Lani agar mengantarnya pulang.
Mengakhiri sambungan telephone dengan sang Ayah, Jiasa kembali mendesah pelan. Kemudian ia kembali menatap ke arah Lani dan teman-temannya. Secara kebetulan, Lani pun tengah memperhatikan Jiasa.
Jiasa yang sadar segera memalingkan wajahnya.
" Jia kenapa, Lan.? Kayanya gelisah banget " kata Zaki dengan berbisik. Kebetulan Zaki melihat Jiasa yang berkali-kali menatap ke arah mereka.
Lani menggelengkan kepala, kemudian kembali fokus pada teman-temannya.
" samperin gih, Lan. Liatin kesini lagi tuh " Zaki kembali berbisik. Kemudian Lani kembali menatap ke arah Jiasa. dan Zaki benar, Jiasa tengah menatap ke arahnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Melihat Jiasa tertangkap basah tengah memperhatikannya, Lani pula melihat Jiasa yang kemudian membuang pandangannya. Seketika Lani mengerutkan dahi.
" sebentar, ya. Gue tinggal dulu " pamit Lani pada rekan satu timnya. Lani berdiri kemudian ia melangkah pergi. Tujuan Lani adalah Jiasa.
Melihat Lani pergi, tentu saja membuat yang lain bertanya-tanya. Tedia sampai mengikuti kemana arah Lani pergi. Dan ketika Tedia tahu jika Lani menghampiri Jiasa, ekspresi wajahnya langsung berubah.
Lain Tedia, lain pula dengan Jiasa. Jiasa saat ini tengah terkejut karena Lani memanggilnya.
Dirinya yang hendak pergi sampai menghentikan langkahnya.
" ada apa ? " tanya Jiasa.
" elu yang ada apa ? " Lani malah balik bertanya, ia penasaran dengan gerak-gerik Jiasa ketika ia sedang berbicara melalui telephone hingga saat ini.
Jiasa bingung, jika berkata jujur ia pasti akan merasa malu. " gak ada apa-apa. Aku duluan ya " kata Jiasa hendak pergi.
Tak lama ponsel Lani berdering. " om Fadil ? " dahi Lani berkerut penuh tanya. Ketika ayah Jiasa menghubunginya. Bahkan Jiasa kembali menghentikan langkahnya.
Lani menerima panggilan telephone itu. ia berbicara sembari menatap Jiasa. " iya, om " kata Lani, lalu sambungan telephone itu berakhir. " lu tunggu aja disini, gue mau nyamperin mereka dulu. sebentar kok, gak akan lama "
Jiasa mengangguk, ia tahu pasti ayahnya sudah meminta langsung pada Lani.
Tidak bisa menolak, Jiasa akhirnya memilih duduk. Pandangannya kembali ia tunjukan ke arah Lani dan kawan-kawannya.
Dalam penglihatan Jiasa, Lani terlihat begitu serius berbicara pada teman-temannya itu.
apa yang Lani ucapkan pada Jiasa benar adanya, Jiasa tak perlu lama menunggu. ternyata kini Lani tengah membubarkan perkumpulan itu.
Semua membubarkan diri, siswa yang tadi berkumpul bersama Lani tak sengaja melewati Jiasa.
" eh ada Jia, nunggu Arlan ya. " kata Nathan, lebih terdengar seperti godaan. Tak bisa mengelak, Jiasa hanya menanggapi dengan senyuman.
Nathan berserta kawan-kawannya sudah berlalu, kini tinggal Lani dan 3 sahabatnya yang tengah melangkah.
__ADS_1
Beberapa langkah lagi mereka akan berada di hadapan Jiasa, dan kini mereka sudah berada didekat Jiasa.
" yuk .. " kata Lani, Jiasa bergegas berdiri dari duduknya.
Hal itu jelas mengundang tanya bagi tiga siswa yang sedari tadi bersama Lani.
" kalian mau kemana ? " tanya Zaki.
" gue nganterin Jia dulu, kalian duluan aja. Nanti gue nyusul. " kata Lani
awalnya terkejut. Tapi tak lama, Zaki mampu mengontrol dirinya.
Lain dengan Zaki, Lain pula dengan Tedia. ketika Lani mengatakan dirinya akan mengantar Jiasa, ekspresi Tedia berubah dingin, ia pun sampai membuangan muka. Tapi, Sebisa mungkin Tedia mencoba bersikap santai.
" ya udah kita duluan ya, Lan. Inget lu banyak istigfar. Ngeri launching anak kedua .. " kata Tedia kemudian berlari menghindari amukan Lani.
" SETAN LU MALIK " umpat Lani.
Zaki dan Yoga tertawa sembari melangkah menyusul Tedia. Sedangkan Jiasa hanya bisa menggelengkan kepala sembari menghela napas.
Bersama Jiasa, Lani melangkah menuju perkiran dimana ia menaruh motornya.
Tiba di barisan motor yang berjejer rapih, Jiasa menunjukan ekpsresi yang membuat Lani harus mendesah pelan.
" kenapa gak mau pake motor, takut kepanasan. gue bawanya motor, kalau mau pake mobil gue harus ngambil dulu ke rumah. "
Jiasa merasa tak enak hati. " gak apa-apa kok, gak masalah yang penting nyampe rumah "
diam, Lani kemudian menarik motornya agar keluar dari barisan motor lain yang tertata rapih.
Jiasa mengangguk, ia pun duduk di belakang Lani.
Kini motor Lani melaju meninggalkan area sekolah. Keduanya tidak tahu jika di tempat lain 3 orang siswa tengah memperhatikan keduanya.
Siapa mereka ? Jawabannya adalah. Zaki, Tedia, dan Yoga.
di area tempat parkir mobil, ketiganya memperhatikan Lani dan Jiasa hingga keduanya pergi menjauh.
" mereka janjian apa gimana ? " Yoga yang penasaran tentu saja bertanya.
Tedia yang tidak tahu hanya diam, ia bingung harus menjawab apa.
" janjian kali, kan tadi Lani nyamperin Jiasa. " Zaki merespon.
Yoga mengangguk-anggukan kepalanya. Ya, dia juga melihat Lani menghampiri Jiasa ketika mereka berkumpul.
" Aa Dia, hati Aa kuat kan " Suara Zaki kembali terdengar. Kali ini dengan nada genit.
Tedia dan Yoga menoleh, keduanya melihat Zaki yang tengah mengedip-ngedipkan matanya sembari menatap Tedia.
Tedia mendengus, kemudian ia mengusap kasar wajah Zaki dengan telapak tangannya.
" Asu lu Malik " umpat Zaki
__ADS_1
Tedia yang tak perduli segera melangkah pergi bersama Yoga.
" punya temen gak ada yang bener, laknat semua " kata Zaki lagi.
lagi, Tedia dan Yoga mengabaikan. Keduanya kini membuka pintu mobil milik Tedia, kemudian masuk ke dalam mobil.
" anjiir, gue di tinggal. " Zaki berlari menghampiri Tedia dan Zaki yang sudah di dalam mobil, terlebih Tedia sudah menghidupkan mesin mobilnya, dan hal itu membuat Zaki semakin kalang kabut karena takut di tinggal.
Zaki tahu bagaimana sifat laknat sahabatnya itu. mereka pasti akan meninggalkan Zaki tanpa perduli Zaki akan merajuk.
Dalam perjalanan pulang, hening tanpa percakapan.
mungkin karena yang Lani kendarai motor, jadi penyebab utama tak adanya percakapan.
semakin jauh melaju, tak lama Lani memelankan laju motornya, kemudian Lani menepikan motornya di pinggir jalan.
Tentu saja, Jiasa bertanya-tanya.
Lani menoleh kebelakang. " makan dulu yuk, Ji. tadi kan istirahat kita gak makan apa-apa " Ajak Lani.
Jiasa nampak berpikir. " emang laper banget ya ? " tanya Jiasa pada akhirnya.
" sekarang sih enggak, cuma kalau di lanjutin pulang kayanya bakal kerasa. " jelas Lani.
Jiasa mengangguk paham, " ya udah "
Lani tersenyum tipis, meski singkat tapi Lani tahu Jiasa sudah menyetujui ajakan Lani. Tanpa bertanya lagi, Lani kembali melajukan motornya.
..
Tiba di tempat yang Lani tuju, setelah memarkirkan motornya, Lani dan Jiasa turun, kemudian melangkah menuju penjual makanan yang tak jauh dari tempat Lani memarkirkan motornya.
" Pak, Bakso nya dua ya " Lani langsung memesan makanan yang ia inginkan.
Si penjual menoleh, kemudian ia memberikan senyuman ramah tatkala melihat siapa yang baru saja memesan dagangannya.
" Den Arlan. Kemana aja nih baru keliatan ? " tanyanya sembari melangkah menghampiri Lani yang sudah duduk bersama Jiasa.
" ada, cuma baru sempet kesini " sahut Lani sembari membalas senyuman ramah si pedagang.
Kemudian tatapan si pedagang dialihkan kepada Jiasa. Jiasa memberi senyuman.
" cieee, sekarang mah kalau kesini bawa cewek gak bawa Tedia dan kawan-kawan lagi " godanya, Jiasa menundukkan sedikit wajahnya karena malu.
Lani merespon dengan tawa. " bosen Pak, ngajak mereka mulu "
" ya udah tunggu sebentar ya, bapak bikinin dulu " katanya, Lani mengangguk. Kemudian si pedagang pergi, ia akan membuat makanan yang Lani pesan.
Meski sudah ditinggal berdua, tak membuat percakapan diantara Jiasa dan Lani muncul.
Lani sekarang sibuk dengan ponselnya, begitu pula Jiasa.
" Lani "
__ADS_1
Jiasa dan Lani mendongkak guna melihat siapa yang sudah memanggil Lani.