LABIRIN

LABIRIN
16


__ADS_3

Waktu paling di nanti tiba, meski hanya 15 menit, tapi itu sangat berharga.


Seperti biasa, para murid mengisi waktu di kantin sekolah. Selama dua jam lamanya otak mereka dijejali oleh pelajaran, dan kali ini perut mereka pun perlu dijejali oleh makanan.


" itu gimana ceritanya , pas pelatih nelephone elu ..? "


Zaki menagih janji kepada Lani perihal seleksi timnas yang pagi sempat menjadi pembahasan mereka.


Lani merespon, Sebelum menjawab Lani memilih untuk menghabiskan makanan miliknya dengan cepat.


Selesai, Lani minum air mineral miliknya, detik selanjutnya Lani menatap ketiga temannya satu persatu.


" Jadi pas tuh kadal balik gak lama pelatih nelephone gue, dia bilang nanti mau ada seleksi, dia minta kita tuh fokus. Jangan males kalau di suruh latihan " kata Lani matanya tertuju ke arah Zaki, karena kalimat terakhir yang di ucapkan ditunjukkan untuk menyindir Zaki.


Peka, Zaki merespon dengan cengiran bodoh.


" jangan Telat kalau latihan .. " Lani kembali berucap, kali ini matanya tertuju kepada Yoga, sama seperti memberi sindiran kepada Zaki, Kali ini Lani pun menyindir Yoga.


Dan sama seperti Zaki yang peka, Yoga merespon dengan garukan di belakang kepalanya yang tak gatal.


" dan satu lagi, pulang latihan langsung pulang jangan ngayab kaya kalong, pake waktu yang ada buat istirahat, supaya kita itu lebih fokus .. " kali ini tatapan Lani tertuju kepada Tedia, berbeda dengan Zaki dan Yoga yang peka dan merasa bersalah. Tedia justru asik dengan dunianya yakni menikmati somay yang menjadi menu di waktu istirahatnya.


Melihat reaksi Tedia yang seolah tak perduli membuat Lani memutar bola matanya, sadar akan ekspresi Lani, Yoga dan Zaki mengerutkan dahi, kemudian keduanya mengikuti arah pandang Lani, paham akan ekspresi wajah Lani, kini Zaki dan Yoga menggelengkan kepala menatap Tedia.


Tedia masih tidak menyadari jika ia menjadi pusat perhatian ketiga temannya. Ia tetap menikmati makanan miliknya. Hingga ketika ia bersiap menyuap makanan, kakinya di tendang pelan oleh Lani " heh Malik. dengerin gue lagi ngomong "


alhasil Tedia terkesiap, somay yang sudah siap masuk ke dalam mulutnya jatuh, beruntung jatuh ke atas piring saji, hingga tidak menjadi mubazir.


" anjing, gue lagi makan, setan .. " Tedia mengumpat


Bukan takut Lani justru memutar bola matanya malas " lebay .. " Lani mencibir, sedangkan Zaki dan Yoga tengah tertawa.


Helaan nafas kasar di hembuskan oleh Tedia " entar dulu napa, Lan. gue makan dulu, laper gue, gue belum sarapan dari pagi .. " Tedia memelas.


Bukan prihatin Lani justru mendesis " gue gak perduli .. "


" durjana banget sih lu jadi temen .. " Tedia kembali memelas.

__ADS_1


" emang pagi lu ngapain aja, masa iya hukumannya sampe kaga dikasih makan ..? " tanya Yoga dibumbui ledekan dalam pertanyaan yang ia lontarkan.


Tedia semakin memelas " pagi gue muter-muter nyariin kunci motor yang di umpetin bapak gue .. " sahut Tedia memberitahu alasan mengapa ia tidak sempat untuk sarapan.


" terus ketemu ..? " Lani meledek, Tedia memberi dengusan


" ya kaga lah, di umpetin di deler motor kali .. "


" hahahahaha ..  Makanya Di, dikurangin bandelnya .. Kena batunya kan lu .. " nasehat Yoga, Tedia mendengus


" balik lagi ke topik awal, jadi kapan dan waktunya elu masih belum di kasih tahu Lan ..? " Zaki masih penasaran dengan pembahasan awal.


" belum .. Ga tahu bulan depan, gak tahu 3 bulan lagi, gak tahu tahun depan, atau mungkin gak jadi .. " Lani bergurau di akhir kalimat, Zaki dan Yoga mendelik, sedangkan Tedia kembali fokus pada makanannya.


" serius napa Lan .. " kata Zaki, sedikit gemas karena Lani senang sekali bergurau dikala disituasi sedang menegangkan.


" gue serius, emang gitu faktanya, pokoknya pelatih minta sama kita supaya fokus, inget ya ini tuh kesempatan emas buat kita, kita harus bisa buktiin kalau kita mampu nembus timnas, kita harus berhasil dan gak boleh gagal .. " Lani bersuara keli ini wajahnya terlihat serius tak ada candaan seperti di awal.


" kalau gagal gimana ..? " tanya Tedia ikut dalam obrolan


" ya berati bukan rezeki kita .. Pokoknya fokus aja dulu .. " sahut Lani


Seolah paham kode tangan Tedia, Lani tersenyum kemudian menyatukan tangannya dengan tangan Tedia, tak lama Zaki menyusul, selanjutnya Yoga mengikuti.


" kita udah sama-sama dari jaman jahiliyah, maka sekarang kita berjuang bareng, anggap aja kita lagi di medan perang, kalau mau hancur kita harus hancur sama-sama .. Janji buat semangat .. " Kata-kata yang terlontar dari mulut Tedia membuat ketiga temannya terkekeh. Kemudian tanpa menghitung ketiganya bersorak menyemangati diri mereka yang akan berjuang menuju titik yang selama ini mereka impikan.


..


Cuaca sedang tidak bersahabat, langit yang cerah berubah hitam.


Hujan turun tanpa di duga.


Dengan wajah memelas Lani, Zaki, dan Yoga berdiri menunggu hujan reda di koridor sekolah.


" Lama banget redanya, mana ujannya gak sendirian lagi, dia bawa temen-temennya .. " celetuk Zaki, ketika hujan datang di sertai dengan petir dan gemuruh yang terdengar di telinganya.


Celetukan Zaki yang mengada-ngada membuat Lani dan Yoga memutar bola matanya malas.

__ADS_1


Tak lama ketiganya mendengar suara siulan seseorang.


Ketiganya menoleh dan melihat Tedia yang tengah berjalan sembari memainkan kunci mobil miliknya.


" ngapain bang, nungguin ujan reda ya .. " ledek Tedia disertai wajah tengilnya.


Lani berdecih, Yoga mendengus, sedangkan Zaki menunduk dengan wajah memelas.


" biasa aja donk mukanya .. " Tedia kembali meledek " oh iya, kata BMKG hujan hari ini berhentinya besok pagi , jadi sabar ya . "


" pulang sana dah, berisik banget dari tadi .. " Lani yang sudah gemas akhirnya mengusir Tedia.


Bukan takut, Tedia malah terbahak " ya udah gue balik duluan, selamat menunggu ujan reda sahabat-sahabatku .. " kata Tedia yang kemudian mengayunkan kaki menerabas hujan, Tedia melangkah menuju tempat parkir.


" anak dajjal emang .. " Zaki mengumpat.


Tedia sudah sampai di tempat parkir, ia buru-buru membuka mobilnya dan kemudian bergegas masuk. Tedia mengusak rambutnya yang sedikit basah karena air hujan. Kemudian ia segera menghidupkan mesin mobilnya.


Sebelum melajukkan mobilnya, Tedia tersenyum penuh arti sembari menatap ke arah tiga temannya. Tak lama Tedia melajukan mobilnya menuju ketiga temannya.


" lah tuh bocah ngapain kok kayanya ke arah kita ..? " tanya Yoga melihat mobil yang Tedia kendarai melaju ke arahnya.


" mau ngasih kita tumpangan kali " sahut Zaki penuh harap


" jangan mimpi, gue temenan sama dia bukan setahun dua tahun, gak bakal dia ngasih tumpangan sama kita, Tedia itu orangnya dendaman, pasti dia bakal balas dendam karena pagi kita ngeledekin dia .. " suara Lani menghancurkan harapan Zaki, Zaki pun menundukkan wajahnya, padahal ia sangat berharap Tedia memberinya tumpangan, masalah motornya, ia bisa mengambilnya nanti jika hujan sudah reda.


Tin tin ....


Tedia sengaja membunyikan klakson ketika ia berhenti di hadapan ketiga teman-temannya "semangat ya nunggu ujan redanya, dadah teman-teman .. " ledek Tedia, sembari tertawa Tedia melajukan mobilnya meninggalkan Lani, Zaki, dan juga Yoga yang kini tengah mengumpat dengan kata-kata mutiara


" bocah edan .. "


" anak dajjal "


" anak setan .. "


Seperti itulah kata-kata mutiara yang keluar dari mulut Yoga, Lani, dan Zaki.

__ADS_1


...


__ADS_2