LABIRIN

LABIRIN
20


__ADS_3

Tin


Tin


Tin


Suara klason mobil terdengar, Jiasa mengedarkan pandangannya ke luar pagar. Di luar pagar terlihat jelas mobil yang sangat Jiasa kenali.


Jiasa tersenyum sumringah, Fadil ayahnya sudah datang.


Jiasa pun kembali mengalihkan atensinya kepada Tedia yang sedari tadi nenemaninya.


" aku pulang ya .. " Jiasa pamit untuk pulang, Tedia tersenyum dan menganggukkan kepala.


" gue anter sampe mobil .. " Tedia menawarkan diri, merasa tidak enak jika membiarkan Jiasa menghampiri ayahnya sendiri, sama seperti yang dilakukan Tedia, Jiasa pun tersenyum dan mengangguk.


Keduanya melangkah beriringan, Fadil yang sudah keluar dari mobilnya tersenyum melihat Jiasa berjalan menghampirinya.


" pa .. " seru Jiasa, Fadil menyambut dengan senyuman. Tak bergegas masuk ke dalam mobil, Bersama Fadil, Jiasa kini berdiri dan menatap kearah Tedia.


" aku pulang ya di, bilang mama kamu makasih jamuannya .. " pamit Jiasa, tak lupa memberi pesan kepada Tedia


Tedia mengangguk. bersama Fadil, Jiasa masuk ke dalam mobil. Sebelum pergi kepala Jiasa menyembul di jendela mobil, Jiasa tersenyum dan melambaikan tangan, Tedia membalas lambaian tangan Jiasa. Tak lama mobil yang dikendarai Fadil melaju meninggalkan kediaman Tedia.


Tedia masih berdiri ditempat, memandang mobil yang membawa Jiasa melesat semakin menjauh. Setelah mobil itu tak terlihat dari pandangan, Tedia mulai melangkah memasuki halaman rumahnya.


" ehhhmm .. Roman romannya calon pacar nih .. "


Tedia menghentikan langkah, kemudian ia menyipitkan matanya. Perlahan kepala Tedia bergerak, menoleh ke arah sumber suara.


Ya, Pak Adul satpam rumahnya baru saja menggodanya.


Tedia memutar bola matanya " calon pacar Arlan itu .. " kata Tedia. Mata Pak Adul terbelalak.


Pak Adul yang berada di dalam pos satpam bergegas melangkah mendekati Tedia dengan tidak menghilangkan rasa terkejutnya.


Melihat ekspresi Pak Adul membuat Tedia mencibir.


" serius .. Tapi kok kalian kelihatan deket banget .. Apa jangan-jangan den Tedia berperan sebagai mak comblangnya .. " Mata Pak Adul menyipit penuh selidik, dan hal itu membuat Tedia kembali memutar bola matanya malas.

__ADS_1


" kalau iya emang kenapa ..? "


Tak langsung menjawab, Mata Pak Adul kembali menyipit. Kemudian Pak adul memegang dagunya sembari mengangguk-anggukkan kepalanya " hati-hati den, nanti bukan jadian sama den Arlan tapi jadian sama aden .. " Tawa Pak Adul menggema, Tedia terbelalak mendengar penuturan Pak Adul.


" heh .. Mana ada kaya gitu ..? "


Pak Adul menghentikan tawanya, kemudian ia menatap Tedia dengan tatapan yang sulit di artikan. Tak lama tatapan itu berubah menjadi tatapan godaan, bahkan Pak Adul sampai memainkan alisnya naik turun.


" kebanyakan emang kaya gitu den, awalnya niat nyomblangin, tapi akhirnya putar haluan nikam dari samping .. "


" kok dari samping pak ..? " Tedia tak paham dengan istilah yang di ucapkan Pak Adul.


Pak Adul mendesah pelan, kemudian ia memutar bola matanya malas. " ibaratnya gini lho den .. Aden berdiri di sini, den Arlan di sini, nah nona yang tadi di tengah-tengah .. " Pak Adul mulai memberitahu lewat gestur tubuhnya menunjukan di mana posisi orang yang tadi ia sebutkan " nah aden kan posisinya di samping nona tadi, pas den Arlan meleng, aden langsung rangkul nona tadi terus dibawa kabur, itu yang namanya nikam dari samping .. " Pak Adul selesai memberi penjelasan, wajah tengilnya kembali di tunjukan kepada anak majikannya itu, bahkan alis Pak Adul kembali naik turun menggoda Tedia.


Raut wajah Tedia seketika berubah, Tedia diam seolah berpikir. tapi tak lama, Tedia kini menatap Pak Adul dengan mata memincing tajam " ngomong sama kucing .. " katanya, memberi dengusan kemudian menghentakan kaki dan melangkah pergi.


Bukan takut Pak Adul justru tertawa terbahak, di tertawakan Tedia berhenti dan berbalik. Kini tatapan tajam kembali Tedia berikan, kemudian Tedia mengacungkan jari tengahnya ke arah Pak Adul.


Pak Adul kembali terbahak, Tedia mendegus kemudian melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah.


" potong kuping kucingnya kalau ucapan saya gak kebukti den .. " Pak Adul masih semangat menggoda Tedia.


Tedia masuk ke dalam rumah sembari misuh-misuh. Mulutnya terus menggerutu, kakinya dihentak-hentakkan, dan tangannya diangkat ke atas kemudian bergerak seolah mencekik seseorang.


Tingkah Tedia tentunya dilihat oleh Malik dan Ria. Keduanya menggeleng-gelengkan kepala " heh heh heh .. Kerusupan setan apa kamu, sampe tingkah kamu gak jelas kaya gitu ..? "


Tedia menghentikan langkahnya, dengan wajah memberengut ia menoleh dan kini menatap ke arah orang tuanya " pa .. Papa ajak aja Pak Adul ke Batam, rese dia kalau ada di sini .. " dengan nada manja Tedia mulai meminta hal aneh kepada Malik. Sontak Malik dan Ria mengerutkan dahinya.


" emang Pak Adul kenapa ..? " Ria penasara


" Pak Adul .. dia .. Emmm dia .. Gak tau ah .. " kata Tedia, ia merasa malu untuk mengatakan semua, Tedia yakin jika ia berkata yang sebenarnya pasti bukan dukungan yang ia dapat, melainkan sebuah godaan dari kedua orang tuanya.


Dengan wajah di tekut, Tedia menghampiri kedua orang tuanya. Ia duduk di lantai kemudian ia menyandarkan kepalanya di kaki Ria yang tengah duduk di atas sofa bersama Malik.


" pa .. Minta kunci motor donk .. " Tedia mulai mencoba peruntungannya, siapa tahu hati ayahnya itu akan luluh.


" baru dua hari Tedia, masih ada 2 bulan 28 hari lagi .. " sahut Malik menolak.


Tedia mendengus pelan, tapi ia tidak kehilangan akal " nanti bakal ada seleksi timnas pa .. Aku harus fokus sama latihan .. "

__ADS_1


" ya terus hubungan sama motor apa ..? " sahut Malik.


Tedia memutar bola matanya malas, perlahan ia merubah posisi tubuhnya. Kepalanya yang bersandar di kaki sang ibu ia angkat, masih dalam posisi duduk di lantai, kini Tedia menghadap ayah dan ibunya.


" pa , aku itu harus fokus latihan, kalau fokus itu berarti gak boleh datang telat " tutur Tedia, Malik menganggukkan kepala, seketika mata Tedia berbinar, sepertinya rencananya akan berhasil.


" nah, biar gak telat ke tempat latihan, berarti aku harus pake motor, kalau pake mobil gak bisa nyalip apa lagi kalau kejebak macet .. " mata Tedia menatap mata sang ayah dengan tatapan memohon. Siapa tahu ayahnya akan luluh setelah mendengar hal ini.


Malik menghela nafas, raut wajahnya pun berubah, Tedia semakin berbinar.


Tak lama Malik menggelengkan kepala " enggak .. Kamu harus tetap menjalani hukuman, masalah telat , kamu harus bisa mengatasi sendiri, ibarat macet, berarti kamu harus datang lebih awal .. "


Tak hujan tapi Tedia merasa tersambar petir, seketika wajahnya memelas, ia kira sang ayah akan luluh setelah ia memberikan alasan yang begitu masuk akal.


" udah kamu belajar sana, papa satu minggu disini, dan baru 5 hari, hari sabtu papa baru balik lagi ke Batam, jadi kamu rubah sikap kamu selama papa di sini .. " kata Malik kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah masuk ke dalam kamarnya, sebenarnya Malik merasa tak tega memberi hukuman kepada putra sematawayangnya, hanya saja ia tidak mau Tedia sampai kelewatan dan melakukan hal yang berujung patal.


Selepas ayahnya pergi, Tedia kembali menekuk wajahnya, kini ia beralih kepada sang ibu " ma .. " rengek Tedia, Ria hanya mengedikkan bahunya.


Tedia menghela nafas pasrahnya.


..


Di lain tempat, Lani tengah berkutat dengan ponselnya, Jari-jarinya terus menari-nari di atas ponselnya. Sesekali ia tersenyum. Apa lagi ketika pesan yang ia kirim mendapat balasa.


" lucu banget sih kamu Jiasa .. " kata Lani. Ya, saat ini ia tengah bertukar pesan dengan Jiasa. Awalnya Lani bertanya apakah Jiasa sudah tiba di rumah, Jiasa pun menjawab jika ia sudah berada di rumah, saling bertukar pesan akhirnya berlanjut. Hingga hal itu pun terhenti ketika Raya memanggilnya.


" Lan .. Makan dulu yuk .. "


Lani menoleh, ia melihat sang ibu yang sudah berdiri di ambang pintu.


" iya bu, bentar .. " kata Lani, kemudian ia jarinya kembali menari di atas layar ponsel


Lani mengakhiri kegiatan bertukar pesan dengan Jiasa, meletakan ponselnya di atas tempat tidur kemudian Lani keluar dari kamarnya.


..


Sama seperti Lani, Jiasa pun senyum-senyum sendiri sambari manatap layar ponselnya


" ternyata Lani lucu juga .. " kata Jiasa

__ADS_1


..


__ADS_2