LABIRIN

LABIRIN
27


__ADS_3

" jangan tanya bagaimana esok, ku tak ingin menerka perasaan ini, yang ku tau hari ini ku mencintaimu .. Yang ku tau ku sangat menyangimu .. "


Lagu milik penyanyi asal daerah minang bernama arief putra terdengar di penjuru kelas.


Tedia sedari tadi asik menyanyikan lagu berjudul satu rasa cinta itu.


" biarlah semua berlalu jalani seperti apa adanya, bunga kan mekar meski kemarau melanda .. Bunga kan mekar meski kemarau melanda .. " Tedia kembali bersenandung, posisi tubuhnya disandarkan ke dada Lani yang kebetulan tengah menyandarkan tubuhnya di tembok.


" bukan ku ingin memastikan aku lah cinta sejati mu .. Yakinkan hati mu akulah takdir yang enkau nantikan .. " bait demi bait, Tedia terus menyanyikan lagu itu entah disadari atau tidak oleh siswa lain, Tedia bernyanyi sembari diam-diam menatap Jiasa.


" ku akan membuktikan cinta dihatimu .. "


" Dia bisa diem kaga lu ... Berisik tau gak .. " sentak Zaki yang sedaritadi tengah menulis beberapa soal yang ia dapatkan dari bu yuli.


Karena ada urusan mendadak, bu Yuli tidak bisa mengajar. Tapi, sebelum pulang bu Yuli menitipkan beberapa soal kepada Zaki untuk dikerjakan oleh siswa kelas 11 C .


Bukannya menuruti si ketua kelas, Tedia malah kembali bernyanyi " dengarkanlah di sepanjang malam aku berdoa, bersujud dan lalu aku meminta, semoga kita bersama .. " kali ini dengan ekspresi wajahnya yang di dramatiskan Tedia menyanyikan lagu milik raffa dengan judul cinta sampai mati. Posisi tubuhnya masih sama, bersandar pada tubuh Lani.


" lagi galau dia ki, maklumin aja .. " Yoga bersuara. Zaki di depan mendengus


Tedia melirik Yoga, kemudian ia mencibir. Dan Tedia kembali membuka mulutnya hendak bernyanyi lagi " rasa ini sungguh tak wajar, namun ku ingin tetap bersama dia untuk selamanya hoooohooooo .. " kali ini lagi milik teh virgin.


Zaki memutar bola matanya malas " bisa sumpel mulut tuh bocah kaga sih .. Pusing gue dengernya .. Bukannya nulis malah nyanyi .. Buruan nulis kalau udah kelar kasih gue mau gue taro di meja bu Yuli .. "


Zaki kembali menggerutu, kali ini dengan sebuah perintah yang membuat siswa lain membulatkan matanya.


" beneran ki di kumpulin sekarang .. ? " tanya fani teman sebangku robi.


" hooh .. Makanya buruan nulis, jangan ngereog .. " Zaki kembali menggerakan tangannya menulis soal demi soal yang diberikan bu Yuli.


" lah yang suka ngereog kan elu sama besti besti elu .. " Suara Jennie terdengar. Seketika Zaki menghentikan gerakan tangannya. Menghela nafas kasar kemudian Zaki memutar tubuhnya.


" gue lagi gak mau bercanda, udah buruan deh pada nulis .. Ngebacot aja dari tadi .. " kata Zaki kembali memutar tubuh menghadap papan tulis dan kembali menulis.


" aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta .. "


" heh Malik lu mending balik deh ke Makasar .. " usir Zaki gemas. Tak tanggung-tanggung Zaki mengusir bukan menyuruh Tedia keluar dari kelas, tapi menyuruh cowok yang baru saja menyanyikan lagu milik dewa19 itu pulang ke kota kelahirannya.


" jangan lah, nanti kasian ayang gue sendiri .. Iya kan Lan .. " kata Tedia mendongkakkan wajahnya menatap Lani.

__ADS_1


" dih najis .. Mending gue jomblo seumur hidup kalau enggak nikah sama Jiasa .. " tolak Lani, bahkan dengan percaya diri menyebut nama Jiasa.


Jiasa yang mendengar hanya tersenyum tipis, bagi Jiasa ia sudah mulai terbiasa dengan hal


Semacam ini. Di goda, di buat baper, dan di buat terbang ke awan. Namun dengan ending di hempaskan. Ya, seperti itu lah yang di rasakan Jiasa. Jujur saja Jiasa tengah merasa kecewa. Pasalnya baru saja kemarin ia di buat terbang oleh Tedia. Tapi, hari ini cowok itu malah terlihat cuek padanya.


Interaksi mereka hanya sekali, ketika di kantin pada saat Tedia mendapat hukuman akan game yang mereka mainkan.


" Jia gak mau sama elu, dia maunya sama gue .. " celetuk Tedia, Jiasa yang mendengar itu sontak menghentikan gerakan tangannya. Namun mengingat kembali kekecewaannya, Jiasa mencoba mengabaikan dan lanjut menulis.


" kata siapa, sekarang mah emang belum, tapi liat aja besok, pasti dia ngajakin gue ke KUA .. "


" ngapain ..? " tanya Tedia, ia bangkit dari posisi awal. Kini ia duduk menghadap Lani.


" NGEPEL LANTAI KUA .. " kata Zaki ngegas dari depan kelas. Zaki memutar tubuhnya.


" buruan deh pada nulis, gue pengen balik nih .. " Zaki gemas dengan tingkah teman-temannya yang malah bersikap seenaknya.


" bukannya di kerjain terus dikumpulin ki ? " rana siswi berkacamata yang duduk di depan Jiasa bertanya.


" kerjain di rumah, kelar nyatet kita balik .. " sahut Zaki kembali melanjutkan tugasnya.


Sontak seisi kelas terkejut. " apa dikerjain dirumah, tau gitu lu kirim aja ke grup kelas biar kita nulisnya nanti sekalian .. " Tedia dengan segala kerterkejutannya melayangkan protesnya.


Suasana kelas kini semakin hening. Zaki bernafas lega, sepertinya keadaan sudah mulai kondusif


" harus banget gue ngomel dulu, baru pada diem .. " Zaki kembali bersuara, dan benar tak ada sahutan dari penghuni kelas yang lain.


Zaki kembali melanjutnya sesi menulis 10 soal yanh sejak tadi tidak selesai. Zaki juga heran padahal hanya 10 soal. Tapi, pekerjaannya tidak kunjung selesai. Mungkin karena saat ini ia sedang malas.


Dalam keheningan, semua siswa menyalin apa yang Zaki tulis. Diam-diam Tedia bangkit dari duduknya, ia berdiri dan membuat semua siswa memperhatikannya kecuali Zaki yang membelakangi semua siswa.


Tedia menaruh jari telunjuk di bibirnya, memberi intruksi agar semua diam. Seolah patuh, semua diam tidak bersuara.


Tedia meninggalkan bangkunya, kemudian berjalan ke depan kelas dengan langkah perlahan. Semua menunggu apa yang akan Tedia lakukan.


Tiba di depan kelas, Tedia berdiri di belakang Zaki tanpa bersuara.


" ok .. Kalian catet ya nanti kalau udah ke ...... "

__ADS_1


" baaaaaa .. "


" ANJINGGGG .. " umpat Zaki, ia terkejut karena kehadiraan Tedia yang tiba-tiba. Sontak seisi kelas menertawakan si ketua kelas selengek'an itu.


Tedia memegangi perutnya yang sakit karena tertawa, Zaki sendiri sekarang tengah mengusap dadanya karena terkejut.


Menatap tajam Tedia, Zaki mengerakkan tangannya kemudian ia menjambak rambut Tedia.


Tedia mengaduh kesakitan " awwwww .. Ampun ki ampun ki .. Gak lagi-lagi deh .. "


" ka, ki, ka, ki... Lu pikir gue aki aki .. " Zaki tak melepas tangannya yang melekat pada rambut Tedia.


" iya ampun sakit ini, nanti gue botak, Jiasa gak mau .. " kata Tedia sembari meringis. Tangannya berusaha melepas cengkraman tangan Zaki di rambutnya.


Mendengar namanya disebut Jiasa membulatkan mata.


" elu kaga botak aja Jiasa kaga akan mau, akhlak lu nol besar soalnya .. " Zaki melepas tangannya, Tedia mengusap-ngusap kepalanya yang menjadi bahan bulan-bulanan Zaki.


Zaki menutup buku paket matematika milik Bu Yuli, kemudian ia berjalan guna menyimpan spidol yang ia gunakan untuk menulis ke tempatnya yang terletak di meja guru.


Zaki mengaitkan tangannya dilengan Tedia, Tedia mendengus


" ayo ke tempat kita, gue pegel berdiri terus dari tadi " kata Zaki kemudian menarik Tedia agar kembali duduk ke tempat asalnya.


Tiba di kursi miliknya. Zaki duduk kemudian menyimpan buku paket itu ke dalam tasnya. Setelah itu Zaki langsung bermain dengan ponselnya.


" kok elu gak nyantet sih Ki ? " tanya Lani dengan mata yang mendelik tajam.


Zaki menarik nafas kemudian ia hembuskan dengan kasar " entar di rumah, lagi pula gue abis nulis di depan, yang ada tangan gue eplek-eplek terus kaga bisa nulis .. " sahut Zaki matanya fokus ke ponsel.


" dih curang banget .. Tau gitu tadi harusnya lu foto terus kirim aja ke grup kelas .. " Jennie yang mendengar percakapan Lani dan Zaki melayangkan satu protes.


Zaki mendesah pelan kemudian ia menoleh ke arah Jennie yang duduk tak jauh dari kursinya. " gak usah kebanyakan protes, nurut aja napa apa kata calon suami .. "


Jennie mendengus. malas meladeni Zaki, Jennie pun memilih melanjutkan sesi mencatatnya.


" Ki .. " panggil Tedia


" hhhmm "sahut Zaki tak melepas fokusnya pada ponselnya.

__ADS_1


" kita males nulis, nanti lu kirim di grup kita aja ya .. " kata Tedia, Zaki mengacungkan jempolnya tanda setuju


..


__ADS_2