
Melangkah dengan gaya coolnya, Lani masuk ke dalam kelas dan berjalan menuju mejanya yang terletak di pojok kelas.
Zaki dan Yoga yang sudah datang lebih awal menatap Lani dengan tatapan yang terlihat penuh kekaguman.
Zaki bahkan menggeleng-gelengkan kepalanya, mendecak-decakkan lidahnya lalu berkata.
" gue mah heran sama elu, Lan. "
Lani yang sudah tiba di mejanya mengerutkan dahi akan kalimat yang baru saja keluar dari mulut Zaki.
" seragam lu masuk ke celana, terus pake dasi, bukan keliatan cupu tapi malah tambah ganteng, gue yang cowok aja mengakui, apalagi anak cewek, pantes satu sekolah klepek-klepek sama elu .. " Zaki bersuara lagi, kali ini dia memuji penampilan kapten tim sepak bolanya itu.
Mendengar satu pujian untuknya, bukan senang Lani malah memutar bola matanya malas, kemudian ia meletakkan tas miliknya di kursi kosong yang sering ia duduki, karena Tedia masih izin, hari ini ia kembali duduk sendiri.
Lani duduk di kursi milik Tedia, kedua tangannya saling bertautan dan menempel di atas meja, kemudian Lani menundukkan wajahnya.
Zaki dan Yoga saling tatap akan sikap Lani yang terlihat dingin. Keduanya kemudian menghela nafas, mereka yakin akar permasalahnya masih perihal kemarin.
Tak lama terdengar suara canda para siswi yang baru saja memasuki kelas, Zaki dan Yoga seketika berpaling dan menatap ke arah depan kelas. Sama seperti Zaki dan Yoga, Lani pun mendongkak dan kemudian ia melihat Jiasa, Jennie, Rosa, dan juga Iren yang memasuki kelas dengan canda dan tawa.
" pokoknya hari ini elu harus teraktir kita .. " Kata Rosa begitu semangat menyampaikan keinginannya kepada Irene.
Irene memejamkan matanya sejenak kemudian ia menghela nafas. Irena menaruh tasnya di atas meja, kemudian ia duduk di kursinya. Hal yang sebelumnya sudah di lakukan oleh Jiasa, Jennie, dan Rosa.
" Ga, Irene udah pacaran masa .. " kata Jennie enteng kepada Yoga.
sontak Yoga yang memang sudah lama mengenal Irene pun merespon, Matanya terbuka dengan lebar. Bukan hanya Yoga, Zaki pun sama terkejutnya.
" beneran lu, Ren. wah parah gak bilang-bilang kita .. " celetuk Yoga berpura-pura kecewa karena Irene tak memberitahukan perihal kabar bahagia itu.
" apaan sih kalian lebay ah .. " kata Irene, yang pipinya sudah bersemu merah menahan malu karena terus digoda oleh teman-temannya.
Bukan hanya di kelas, dalam perjalanan menuju kelas, ia terus menjadi bahan olok-olokkan temannya karena mengaku sudah memiliki kekasih.
" cieee Irene udah gak jomblo .. " kali ini Zaki yang menggoda.
" Lan, Irene punya pacar, Lan.. " Heboh Yoga sembari memukul-mukul pelan meja Lani.
Lani yang sedari tadi kembali menunduk akhirnya mendongkak, ia menatap Yoga dengan tatapan dingin.
" terus gue harus kayang gitu .. " skak Lani, semua diam, terkejut dengan sikap cuek Lani.
Jiasa yang baru mendengar nada ketus Lani, menoleh kearah Lani. Ia menatap penuh tanya.
" Biasa aja donk, sensi banget sih lu, kaya abis ditolak cewek aja .. " kata Rosa cukup kesal dengan nada ketus yang dikeluarkan Lani.
Lani tersenyum miring, kata-kata Rosa sungguh seperti sindiran untuknya. ia bangkit, kemudian maju satu langkah menghampiri Rosa.
" terus masalah juga gitu buat elu .. " Lani semakin menjadi, kini tatapannya seolah menantang Rosa untuk berkelahi.
Zaki dan Yoga lekas berdiri, bersiaga jika terjadi hal yang lebih buruk.
" masalah, lah. Nada bicara lu nyebelin . " kata Rosa tak takut.
" kalau elu gak suka, ya gak usah denger, gue juga gak minta elu untuk denger suara gue .. " suara Lani naik satu oktaf, bahkan telunjuknya bergerak menunjuk-nunjuk wajah Rosa, mata Lani menatap nyalang Rosa penuh dengan emosi.
" gue punya kuping jadi bisa denger "
" TUTUP KUPING LU, BIAR GAK BISA DENGER, Manfaatin tangan elu, jangan cuma dijadiin pajangan di badan elu doank .. " bentak Lani membuat semua semakin panik.
" Arlan .. " Sentak Jennie agar Lani diam.
Keduanya kini menjadi pusat perhatian seisi kelas. Jika di biarkan sepertinya akan semakin buruk. Bergegas Zaki menarik Lani agar menjauh dari Rosa.
" Lan, udah Lan.. Malu dia cewek .. " Zaki mencoba menenangkan Lani, bahkan Zaki menepuk-nepuk pelan bahu Lani.
Tak ada adu argument lagi. Tapi, tatapan Rosa dan Lani tak putus, keduanya masih saling tatap dengan tatapan tajam dan membunuh.
__ADS_1
Zaki dan Yoga kembali menarik Lani agar menjauh dari Rosa, sementara Jiasa, Jennie, Irene mencoba membuat Rosa tenang dan tidak terpancing oleh Lani.
" duduk .. "
Zaki dan Yoga terus manarik Lani agar kembali ketempat duduknya. Lani yang tak terima menepis kasar.
" APA-APAAN SIH KALIAN, LEPAS .. " bentak Lani.
" ELU YANG APA-APAAN .. DUDUK GUE BILANG .. " bentak balik Zaki tak mau kalah.
Yoga menghela nafas, jika di biarkan maka kini Zaki dan Lani yang akan berdebat.
" UDAH, MASIH PAGI. KAYA BOCAH LU, SEMUA. " sentak Yoga kesal.
Zaki dan Lani menatap Yoga. Yang ditatap, menatap tajam keduanya.
" DUDUK .. " kata Yoga kembali memperingatkan.
Zaki menurut, sedangkan Lani tetap bergeming sembari menatap Yoga.
Yoga menatap Lani lelah, ia menghela nafas. Sikap buruk Lani tengah mengusai sisi baik Lani, maka hal seperti ini sangat sulit untuk dijinakkan.
" duduk Lani, gue udah ngomong baik-baik ini .. " Yoga mengalah, tak ingin memperpanjang masalah.
Lani terus menatap Yoga, kemudian ia membuang padangannya, lalu bergerak maju melangkah pergi.
Brakkk
Terkejut dan tersentak ketika suara yang berasal dari pintu yang di tendang oleh Lani terdengar.
Semua menggelengkan kepala.
Jiasa bahkan menatap nanar pintu yang manjadi korban kemarahan Lani, kemudian Jiasa memejamkan mata lalu menghela nafas.
" bocah edan, penyakit darah tingginya kumat " gerutu Zaki membuat semua pasang mata menatapnya, kecuali Yoga yang kini kembali menghela nafas.
Lagi, entar untuk keberapa kali, Yoga menghela nafas. Kemudian ia melirik Jennie dan Irene yang ternyata tengah menatapnya juga. Keduanya menatap Yoga dengan tatapan penuh tanya.
Sadar jika ia harus menjelaskan satu hal kepada Jennie dan Irene, Yoga berpaling kearah Jiasa.
" Ji .. "
Jiasa mendongkak, merespon Yoga akan panggilan yang di lakukan Yoga.
" elu susul Lani gih, gak akan jauh kok, dia pasti ada di UKS .. "
Mata Jiasa melebar penuh tanya. bukan hanya Jiasa, tiga gadis lainnya pun melebarkan matanya, bertanya dengan tatapan matanya mengapa Yoga meminta Jiasa menyusul Lani.
" ke - kenapa aku ? " pertanya yang sudah jelas Jiasa tanyakan, suaranya terdengar terbata. Masih heran dengan perintah Yoga.
Yoga tersenyum tipis. " kalau gue sama yang lain nyusul Lani, yang ada gelut lagi. Gue yakin kok, kalau elu mampu meredam emosi dia, tolong susulin ya. Elu gak mau, kan. Kalau UKS ancur sama tuh bocah .. "
Jiasa tampak berpikir, sementara yang lain tengah menatap Yoga dengan tatapan minta penjelasan.
Tak lama terdengar helaan nafas Jiasa, kemudian Jiasa menganggukkan kepala.
" elu gak usah khawatir ketinggalan pelajaran, hari ini jamkos, Gurunya berhalangan hadir .. " kata Zaki ikut berbicara, ia takut Jiasa enggan untuk menemui Lani karena takut tertinggal pelajaran pertama.
Jiasa diam, kemudian ia bangkit dan melangkah perlahan keluar dari kelas.
Setelah Jiasa keluar kelas, Yoga dan Zaki menghela nafas lega. Kemudian keduanya kembali beralih kearah Jennie, Irene, dan Rosa.
Keduanya cukup terkejut dengan tatapan menyelidik dari ketika gadis itu. Bahkan Jennie dan Irene sampai memincingkan matanya meminta penjelasan.
" gue yang kenal Lani dari kelas 1 SMA gak paham, ada yang bisa jelasin .. ? " Kata Rosa.
Zaki dan Yoga saling tatap, berbicara lewat mata, kemudian Zaki mengangguk seolah berkata jika berbicara adalah hal yang baik.
__ADS_1
Seolah mengiyakan, Yoga menunduk dan menghela nafas, detik berikutnya Yoga mendongkak menatap tiga gadis yang tengah menunggunya berbicara.
" Jadi gini .. " Katanya pelan " Arlan itu suka Jiasa " kata Yoga lagi. tak ada yang menyela, semua menunggu Yoga melanjutkan ceritanya.
" awalnya Arlan itu ngeliat Jiasa pas kita maen di Serang, Arlan nekad nyamperin terus minta no hp Jiasa, Jiasa yang baik hati itu ngasih. " Yoga melanjutkan.
" Arlan gak beruntung, pas Jiasa ngasih no hp nya ternyata hp Arlan di dalam bus, Arlan terpaksa nulis no hp Jiasa di duit 5000, sampe akhirnya duit itu gak sengaja dia kasih ke pengamen ".
Mata ketiga gadis itu melebar. tapi tak ada yang berbicara, mereka kembali menunggu Yoga melanjutkan cerita.
" Arlan nekad buat nyari Jiasa, ampe maksa minta bantuan Tedia. Ampe akhirnya keberuntungan menimpa Arlan, ada anak baru di kelas kita. dan itu Jiasa, Cewek yang Arlan ajak kenalan di Serang "
" maksudnya Lani di tolak Jiasa gitu ampe dia ngamuk begitu .. " kini Rosa menyela.
Yoga dan Zaki menggeleng.
" belum nyampe sesi di tolak, yang " Kata Yoga, Rosa mendesis mendengar panggilan Yoga kepadanya. Mendengar itu Yoga terkekeh.
" udah lanjut .. " sela Irene, karena ia tahu jika dibiarkan Yoga akan terus menggoda Rosa.
Yoga kembali menunjukan wajah seriusnya. " Arlan mutusin buat PDKT dulu sama Jiasa, Arlan sadar mereka berdua belum kenal lama, Arlab pengen semuanya berjalan layaknya air mengalir. Tapi, " Yoga berhenti. Tiga gadis yang sedari tadi mendengarkan menatap gemas kepada Yoga karena tiba-tiba menjeda ceritanya.
Kemudian Yoga menatap Jennie, yang ditatap mengerutkan dahi.
" Jiasa bapernya bukan sama Arlan, tapi sama Tedia .. " Kata Yoga melanjutkan cerita dengan nada suara pelan sembari menunjukan wajah.
" APA .. " teriak tiga gadis itu, sontak seisi kelas menatapnya.
Zaki mendengus karena kini mereka jadi pusat perhatian. Sedangkan Yoga hanya memejamkan matanya sejenak, ia tak terkejut akan reaksi ketiganya. Jika ia ada di posisi mereka maka Yoga yakin Jika ia akan bereaksi sama.
" Tedia yang suka godain Jiasa, itu bikin Jiasa baper, dan begonya Tedia pun kebawa baper .. " Yoga kembali melanjutkan cerita.
" jadi .. " Jennie yang sedari tadi hanya menyimak mulai bersuara.
Yoga mengangguk. " iya, akhirnya Tedia juga suka sama Jiasa, dan gue bisa nebak kalau Jiasa juga punya rasa sama Tedia, terbukti kok, pas Tedia jatoh di senggol Bara, di situ Jiasa nunjukin banget perhatiannya sampe dia bawa Tedia ke UKS terus dia ngobatin luka Tedia. "
Yoga kembali diam, semua kembali menunggu.
" sampai puncaknya, Arlan gak sengaja ngeliat mereka berdua lagi tatap-tatapan di UKS, gue yakin kalau dari situ Arlan udah marah, rasa sabar dia kan kaya kapas, enteng banget. "
" Arlan jadi dingin, dia diem aja, nganterin Tedia pulang juga kesannya dingin, serem banget pokoknya " Yoga kembali menjeda, kemudian dia menoleh kepada Zaki.
" sampe akhirnya kemaren pagi gue bernafas lega, karena Arlan kembali, dia kaya udah ngelupain semuanya. Tapi, dengan tidak tau dirinya si kunyuk ini malah mancing kesabaran Arlan .. " Yoga menatap Zaki dengan wajah gemas ingin memukul Zaki.
" lah. Kok gue ? " tanya Zaki tentunya.
" nyadar, setan. Kemaren di rumah Tedia lu ngomong apa, hah. Elu ngomong gini kan. MAMA MERTUA KAYANYA UDAH NGASIH RESTU, pas Jiasa salim ke Mama Ria karena Mama Ria ngasih senyum ke Jiasa, elu gak mikir sebelah elu ada Arlan. "
Zaki menggaruk kepalanya yang tak gatal, iya dia ingat dengan kalimatnya itu.
" terus elu juga kemaren ngomong gini kan, YA SIAPA TAU TEDIA MAU TURUN, KAN ADA JIASA, lagi-lagi elu ngomong tanpa mikir kalau disamping elu ada Arlan .. "
Zaki menghela nafas, kini tiga mata gadis itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
" elu kan tau Jen, Ren. Kesabaran Arlan itu kaya gimana, di senggol ya ngebacok lah, apalagi ini menyangkut hati, dan elu juga, Ca. "
Rosa membulatkan matanya, ketika namanya disangkut pautkan.
" tanpa sadar elu udah nyindir Arlan, pas tadi elu ngomong gini KAYA ABIS DI TOLAK CEWEK AJA ELU, itu tuh gue yakin pasti nusuk hatinya dia, karena dia nyadar belum nyatain cinta ke Jiasa aja, Jiasa udah pasti nolak "
" yak kan gue gak tau kalau dia kesindir .. " sela Rosa sedikit tak terima dikaitkan dengan amarah Lani.
Yoga menghela nafas," iya, gak ada yang salah sebenarnya, emang setannya Arlan aja yang gak bisa di ajak kompromi "
" apa selama ini Tedia terang-terang nunjukin kalau dia deketin Jiasa ? " Jennie bersuara lagi.
" enggak sih, soalnya sebelumnya gue udah wanti-wanti dia, suka sama cewek boleh asal jangan bikin persahabatan kita ancur, Tedia sih biasa aja, dia deket sama Jiasa dalam batas normal, cuma. Ya puncaknya pas Tedia jatoh terus Jiasa nolongin, itu yang bikin setan Arlan keluar dari sarangnya .. "
__ADS_1
Jennie mendesah pelan, akhirnya kini ia tahu akar permasalahan yang tengah terjadi di antara teman-temannya.