
Tin
Tin
Tin ...
Suara klason Lani bunyikan guna memberitahu Pak Adul agar segera membukakan pagar rumah Tedia.
Direspon. Pak Adul bergegas mendorong pagar yang cukup tinggi itu agar mobil milik Tedia bisa masuk.
Ketika pagar terbuka lebar, Lani kembali melajukan mobil milik Tedia. Dibelakang mobil Tedia ada Yoga dan Zaki yang mengendarai motornya.
Pak Adul mengerutkan dahinya ketika melihat Lani yang mengendarai mobil milik anak majikannya itu.
Penasaran Pak Adul pun menghampiri Lani yang sudah menghentikan mobilnya di halaman depan rumah Tedia.
Lani keluar dari mobil milik Tedia, kemudian ia berjalan kesisi kiri guna membuka pintu untuk Tedia dan membantu Tedia keluar dari mobilnya.
Bukan hanya Lani, Zaki dan Yoga pun bersiap untuk membantu.
" den Tedia kenapa den Zaki ..? " Tanya Pak Adul, kebetulan Zaki lah yang bisa dimintai jawaban melihat Yoga dan Lani tengah membantu Tedia keluar dari mobilnya.
" nyusruk Pak, pas lagi maen bola tadi disekolah .. " jawab Zaki. Pak Adul kembali memperhatikan Tedia yang kini tengah dipapah oleh Lani dan Yoga untuk masuk kedalam rumahnya.
" perasaan tadi mah gak sakit, ini kenapa nyutnyutan sih .. " gerutu Tedia disertai ringisan kecil.
" baru kerasa kali Di .. " kata Zaki yang berjalan dibelakang ketiganya sembari membawa tas milik Tedia dan Lani yang sebelumnya ia keluarkan dari dalam mobil Tedia.
Tiba diambang pintu. Tak sengaja mereka berpapasan dengan Ria " Astagfirallahalazim .. Dia kamu kenapa .. " panik Ria, mengurungkan niatnya untuk keluar dan malah berbalik mengikuti Lani dan Yoga yang tengah memapah Tedia menuju ruang tamu.
Sampai di ruang tamu. Lani dan Yoga membantu Tedia untuk duduk.
Tedia sudah mendaratkan tubuhnya di soffa. Ia pun menyadarkan tubuhnya disandaran soffa dengan posisi kaki yang diluruskan.
" kamu kenapa sih, kok ampe dipapah begini .. " Ria yang panik kembali bertanya.
" jatoh ma, tadi pas maen bola disekolah .. " bukan Tedia yang menjawab. Tapi, Lani yang sudah mendudukkan tubuhnya di soffa samping Lani.
Ria mendecakan lidahnya kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya " tapi gak parah kan, kalau papa kamu tau bisa-bisa langsung pulang dari Batam .. "
Tedia menghela nafas, yang dikatakan ibunya benar. Ayahnya itu tidak bisa melihat Tedia terluka. Meski keras terhadap Tedia, Tapi Malik amat memanjakan putra sematawayangnya itu.
__ADS_1
" ya mama jangan kasih tau papa. Besok juga sembuh ini mah .. " Tedia berusaha membuat ibunya itu agar tidak khawatir.
" pala lu sembuh, tadi aja pas keluar dari mobil mulut lu aduh aduhan .. " kata Yoga mendengar ringisan Tedia sepanjang ia memapahnya.
" elu sama Lani tuh ngeluarin gue dari mobilnya gak sabaran .. " sahut Tedia. Yoga mendengus.
Ria menggeleng pelan. Ia menatap nanar kaki putranya yang diluruskan " mama ambilin minum dulu, kalian tunggu sini .. " kata Ria yang kemudian melangkah pergi menuju dapur.
Di tinggal sang ibu. Tedia dan Yoga yang duduk berseberangan saling tatapan, kemudian keduanya sama-sama melirik Lani yang kini diam sembari bermain dengan ponselnya.
Tedia dan Yoga kembali saling tatap. Kemudian Tedia mengangkat dagunya pelan memberi kode kepada Yoga jika ia harus berbuat apa.
Yoga yang mengerti maksud Tedia hanya mengedikkan bahunya.
Berbeda dengan Tedia, Yoga, dan Lani. Zaki sedari tadi memperhatikan interaksi Tedia dan Yoga. Kemudian ia mengalihkan pandangan kepada Lani. Tak lama Zaki menghela nafas sembari menggelengkan kepala.
" Ki .. Anter gue kesekolah ya, gue mau ngambil motor .. " Lani bersuara mengubah suasana hening menjadi sirna. Semua menatap Lani, kemudian Zaki menganggukkan kepala.
" lu mau di sini apa balik Ga ..? " Tanya Zaki.
Yoga menatap Zaki sejenak, kemudian ia menghela nafasnya " gue di sini dulu aja deh, kalian balik lagi kaga .. ? " tanya Yoga menatap Lani yang kini sudah berdiri dan meraih tasnya yang Zaki geletakan di meja.
" yuk. Ki.. " tak ada jawaban yang Yoga dapatkan, Lani melangkah keluar membawa tasnya.
" pergi dulu ya .. " kata Zaki dan mendapat anggukan dari Yoga.
" Ki tunggu .. " panggilan Yoga menghentikan langkah Zaki. Sementara Lani sudah lebih dulu keluar.
" apa ..? " tanya Zaki pada Yoga yang kini sudah berada didekatnya.
" elu urusan Lani,, Tedia biar gue .. Kalau bukan kita yang turun tangan mereka bakal terus-terusan kaya gini .. " bisik Yoga, dan mendapat anggukkan dari Zaki.
Di soffa, Tedia menyipitkan matanya menatap penuh tanya kearah Yoga dan Zaki.
.
" lho Arlan sama Zaki kemana ..? " Tanya Ria yang baru saja datang dari dapur dengan 4 air berwarna orengeĀ di dalam gelas.
" ngambil motor Lani di sekolah ma .. " sahut Yoga. Tak ada suara lagi. Ria menaruh minuman itu di atas meja.
" nanti mereka balik lagi ? " Ria kembali melontarkan satu pertanyaan.
__ADS_1
" enggak tau deh ma .. " lagi-lagi Yoga yang menyahuti.
..
Sementara itu di perjalanan menuju sekolah. Zaki melajukan motornya dengan kecepatan standar.
Zaki melirik kearah spion guna melihat Lani yang duduk di belakangnya.
" Lan .. Gue mau nanya tapi elu harus jawab jujur .."
Lani yang tengah fokus pada jalanan kota menoleh ke depan melirik spion guna menatap mata Zaki.
" hhhmmm .. " Lani mengiyakan keinginan Zaki dan kembali memandang hamparan jalanan kota.
Zaki kembali melirik Lani melalui kaca spion motornya. Kemudian ia menarik nafas dalam dan menghembuskan dengan kasar.
" Lu cemburu ya ngeliat Tedia sama Jiasa di UKS ..? "
Lani mendengar pertanyaan Zaki, tak menjawab ia memilih diam dan fokus pada jalanan kota yang ia tatap.
Diamnya Lani membuat Zaki kembali menghela nafas kasar " Lan, gue kan udah bilang jawab dengan jujur .. "
" tanpa gue jawab, bahkan elu udah tau jawabannya .. " Lani bersuara.
Zaki kembali fokus pada jalanan, sebentar lagi keduanya akan tiba di sekolah.
" ini pertama kalinya lho buat sejarah pertemanan kita .. Please jangan pada mentingan ego masing-masing deh, Jiasa itu orang baru buat kita bahkan kita aja gak tau dia naroh hati apa enggak buat kalian, gue gak mau ya, cuma gara-gara satu cewek yang kehadirannya belum ada satu bulan persahabatan kita jadi ancur .. " panjang lebar Zaki menasehati.
Lani mendengar tapi ia memilih diam tak menjawab ataupun mengeluarkan kata-kata.
" entar malem gue kerumah elu deh .. " Zaki memilih mengakhiri percakapannya.
Tak terasa keduanya sudah sampai di area sekolah. Sembari mengendarai motornya Zaki memasuki area sekolah menuju tempat parkir.
Tiba di tempat parkir Zaki berhenti dan kemudian Lani turun dari motor Zaki.
Lani melangkah menuju motornya, lagi tanpa. Banyak kata Lani menghidupkan mesin motornya dan kemudian berlalu melajukan motornya meninggalkan Zaki.
Zaki menghela nafas. Ini lah sosok yang tidak Zaki sukai dari Lani, yaitu sikap keras kepala dan ego yang tinggi.
" baru kepergok tatap-tatapan di UKS udah kaya gitu, gimana kalau ke pergok tidur bareng .. " Zaki yang gemas akan tingkah Lani menggerutu. Tapi, tak lama Zaki memukul mulutnya pelan.
__ADS_1
" duh ini mulut suka gak ke filter kalau ngomong, amit-amit jangan sampai kejadian .. " katanya lagi, kemudian menghidupkan mesin motornya dan melaju meninggalkan area sekolah.
..