Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
Kakak-Beradik


__ADS_3

...šŸšŸšŸ...


Rocky duduk bersantai di ruang kerjanya sambil memainkan ponsel. Ruangan berlapis kaca itu terlihat tembus pandang sehingga Rocky bisa melihat para karyawannya yang sedang duduk bersantai sama seperti dirinya. Belum ada yang bisa mereka kerjakan karena belum menerima proyek baru lagi.


Rocky menunggu kabar dari Donny yang sedari tadi tak mengangkat panggilan telepon darinya.


Pikirannya kembali tertuju pada sosok yang tadi ia lihat. Gadis pembawa makanan yang takut ia temui.


Kenapa aku jadi memikirkan gadis itu sih?


Rocky menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bos! Bos kenapa?"


Ternyata Donny sudah ada didepan Rocky dan melihatnya bertingkah aneh.


"Eh kamu, Don. Gimana-gimana? Dapat info apa aja kamu?"


"Begini, Bos. Kata Mbak Maharani, yang mengusulkan adanya catering untuk karyawan adalah Pak Galang. Kakak Bos sendiri."


"Eh? Kak Galang?"


"Iya. Ternyata di kantor Pak Galang juga sudah menyediakan makan siang untuk karyawannya."


"Hmm, ya sudah. Lupakan soal katering. Lalu soal Sania? Bagaimana? Kamu sudah dapat jadwal dia?"


"Sudah, Bos. Ini dia daftarnya." Donny menyerahkan selembar kertas pada Rocky.


"Hmmm, bagus Don. Ayo kita kesana sekarang."


"Eh? Sekarang bos?"


"Ya iyalah sekarang, masa tahun depan."


Rocky merapikan jasnya dan berjalan tegap keluar kantor.


...***...


Rocky menuju ke sebuah panti asuhan yatim piatu bernama Kasih Bunda.


Rocky mendapat info kalau di sore hari, Sania selalu datang ke panti asuhan itu.


Dan benar saja, dilihatnya Sania sedang bermain bersama anak-anak panti.


Rocky yang sudah mempersiapkan segalanya agar rencana meminta maaf pada Sania berjalan lancar, sengaja datang dengan tiba-tiba dan menghebohkan suasana panti.


"Halo adik-adik semua!!! Siapa yang mau hadiah dari Om?"


Anak-anak panti sontak menatap ke arah Rocky yang membawa kotak penuh mainan anak.


"Ayo kemari!!! Kalian akan dapat mainan baru dari Om Rocky!!!"


Semua anak panti berlarian ke arah Rocky dan mengerubunginya. Rocky yang kewalahan lalu menyerahkan tugas membagi mainan pada Donny. Rocky menghampiri Sania yang sendirian karena ditinggal oleh anak-anak panti.

__ADS_1


Sania melipat tangannya begitu berhadapan dengan Rocky.


"Kamu mengikutiku, huh?"


"Apa boleh buat. Hanya ini yang bisa kulakukan agar kamu mau bicara denganku."


"Cih! Mau apa lagi kamu, Rocky? Bukankah hubungan kita sudah selesai dari enam tahun lalu."


"Sania---berikan aku kesempatan untuk bicara."


Rocky berlutut didepan Sania. Sania kaget melihat aksi Rocky.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat berdiri!"


"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu mau bicara denganku."


Sania menghela nafas. "Oke! Apa yang mau kamu bicarakan?"


"Sania----selama ini aku tidak pernah meminta maaf dengan benar padamu. Jadi, sekarang aku ingin meminta maaf padamu. Aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan padamu."


Sania tersenyum getir. "Itu sudah berlalu, Rocky. Untuk apa kamu ungkit lagi?"


"Aku tahu ini aneh. Tapi---ada kemungkinan kalau kesialan yang aku alami selama ini ada hubungannya denganmu. Karena aku sudah menyakiti hatimu."


"Jadi, kamu pikir kamu mendapat kutukan, begitu? Dan aku adalah orang yang sudah mengutukmu?"


"Mungkin saja. Maka dari itu----"


"Cukup!!! Aku tidak mau dengar omong kosong lagi dari kamu. Aku peringatkan sama kamu, jangan pernah mengikutiku lagi, atau kamu akan tahu akibatnya!" Ancam Sania.


Sania pergi tanpa memberi maaf pada Rocky.


...***...


Usai bekerja, Galang mampir ke rumah Navisha. Ia merindukan Navisha dan juga Ali. Sekalian ia juga ingin mengonfirmasi perihal insiden kuah rendang beberapa hari lalu.


"Mas sudah makan?"


"Belum."


"Aku buatkan makan malam ya."


"Terima kasih, Nav---"


Navisha membuatkan nasi goreng spesial untuk Galang. Dan dengan cepat Galang menghabiskan hidangan yang di masak oleh Visha.


Usai menyantap makan malam, Galang duduk di ruang tamu bersama Ibu Karina. Mereka berdua membicarakan tentang bisnis yang sedang mereka kerjakan.


Visha yang sudah selesai merapikan meja makan, ikut bergabung bersama Galang dan Ibu Karina.


"Kalian berbincang seru sekali! Apa yang kalian bicarakan?" Selidik Visha.


"Biasa, Nduk. Nak Galang ini sangat pintar berbisnis! Sudah tampan, pintar bisnis pula! Ini namanya paket lengkap, Nduk!"

__ADS_1


"Ah, ibu bisa saja. Aku kan jadi malu---" wajah Galang bersemu merah.


"Tanpa diberitahu oleh ibupun aku tahu kalau Mas Galang ini pandai berbisnis. Kantornya saja sangat megah."


"Kamu jangan melebih-lebihkan, Nav. Mungkin aku hanya kebetulan pintar berbisnis seperti Papa. Oya, Nav---beberapa hari yang lalu saat kamu mengantar pesanan ke kantor Papa, apa terjadi sesuatu disana?"


"Eh? Maksud Mas?"


"Aku dengar terjadi insiden kuah rendang antara kamu dan seseorang."


"Maaf, Mas, Ibu. Aku tidak berani cerita karena aku takut citra katering Ibu jadi jelek karena insiden itu."


Galang malah tertawa. "Jangan berlebihan. Orang yang kamu tabrak itu adalah adikku."


"Hah? Adik Mas?" Visha terkejut.


"Iya. Maaf ya, selama ini aku tidak pernah cerita pada kalian, kalau aku memiliki saudara. Aku punya seorang adik laki-laki. Namanya Rocky, usianya tiga tahun dibawahku. Dan dia itu, orang yang kemarin kena kuah rendangmu."


Visha dan Ibu Karina saling pandang.


"Jangan khawatir! Kejadian itu tidak akan mempengaruhi kerjasama kita. Rocky memang suka meledak-ledak. Tapi dia anak yang baik."


"Kemarin----Mbak Maharani juga bilang begitu." Jawab Visha dengan ekpresi bingung.


...***...


Setelah Galang pulang dari rumah Visha, Ibu Karina menghampiri Visha yang sedang duduk termenung di teras depan rumah.


"Nduk----"


Visha menatap Ibu Karina. Ada berjuta pertanyaan di benaknya.


"Jika ada yang ingin kamu tanyakan, silahkan tanya saja. Ibu sudah siap menjawabnya."


Visha menghela nafas.


"Apa Ibu sudah tahu sebelumnya soal ini?"


"Tidak, Nduk. Ibu benar-benar tidak tahu kalau Nak Galang adalah bagian dari Brahms Corp. Ibu baru mengetahuinya saat Ibu akan menandatangani kontrak bersama Brahms Corp."


"Bagaimana Ibu bisa mendapat info tentang Brahms Corp?"


"Maafkan Ibu, Nduk. Tapi---Ibu memang mencari tahu soal Brahms Corp dari Nak Galang. Ibu pikir, karena Nak Galang adalah pengusaha sukses, pasti dia bisa menghubungkan Ibu dengan Brahms Corp. Tapi ternyata---Ibu mendapat kenyataan yang tidak terduga. Nak Galang adalah putra sulung pemilik Brahms Corp."


"Ibu!!! Kenapa Ibu ingin berhubungan dengan Brahms Corp? Apa Ibu memang sengaja menempatkan aku di posisi ini?"


"Maaf, Nduk. Ibu tidak bermaksud begitu. Ibu hanya----mengikuti saran dari dokter Diana. Dia bilang, besar kemungkinan kalau mimpi buruk yang menghantuimu, adalah karena seseorang di masa lalumu. Dan salah satu cara untuk menghentikan mimpi buruk itu, adalah dengan menemui orang itu. Jika saat bertemu dengannya membuat kondisimu memburuk, maka itu trauma yang dalam. Tapi----"


"Tapi apa, Bu?" Visha penasaran dengan apa yang akan dikatakan Ibu Karina.


...šŸšŸšŸ...


Tapi apa hayooooooo.....???

__ADS_1


Tunggu cerita lanjutannya yaak 😬😬


__ADS_2