
...πππ...
-Bertemu Malaikat-
Akhirnya aku menginjakkan kakiku di kota Semarang. Kota yang tak begitu aku kenal sebelumnya. Entah kenapa aku memilih kota ini. Mungkin seakan takdir membawaku kesini.
Dengan sisa-sisa uang tabunganku aku mencari rumah kos yang murah di daerah kampus yang terkenal disana.
Aku mencoba bertahan hidup disana dengan bekerja serabutan. Aku melakukan apa saja asal aku dan anak dalam kandunganku bisa tetap makan.
Saat perutku sudah mulai besar, tidak ada lagi yang mau mempekerjakan wanita hamil sepertiku. Aku pun memutuskan untuk keluar dari rumah kosku karena aku tak sanggup lagi membayarnya.
Aku berjalan menyusuri jalan dengan perut yang sudah besar. Aku tidak boleh menyerah demi anakku.
Bahkan bayiku tak pernah rutin kuperiksakan ke dokter kandungan atau ke bidan, karena aku terkendala biaya. Hanya sesekali saja aku ke puskesmas terdekat untuk memantau janinku. Mungkin ini adalah hukuman untukku. Aku tetap menjalaninya dengan baik.
Aku yakin ada rencana yang indah dari semua kesakitanku hari ini. Kakiku terus menuntunku entah kemana.
Dan dimalam hujan badai itu, saat perutku mulai terasa sakit karena akan melahirkan, aku bertemu dengannya.
Seorang wanita baik hati yang bersedia menolongku membawaku ke rumah sakit dan membiayai seluruh biaya melahirkanku.
Wanita itu begitu bahagia saat melihat anakku sudah lahir. Dia bilang bayiku laki-laki. Aku menangis haru saat itu. Akhirnya penyemangat hidupku lahir ke dunia.
Aku melihat betapa lucunya dia. Aku akan memberinya nama, Aliando.
Wanita yang bernama Ibu Karina itu setuju dengan usulanku.
Setelah beberapa hari di rumah sakit, sudah saatnya aku pulang. Namun aku bingung harus pulang kemana. Aku tak punya tempat tujuan.
Lalu Ibu Karina memintaku tinggal di rumahnya. Ternyata dia adalah pemilik usaha katering.
Aku tidak mau tinggal secara gratis, maka aku ikut bekerja disana, dan belajar memasak.
Tahun pun berganti, ternyata sudah tiga tahun aku bersama Ibu Karina. Aku sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Dan Ibu Karina sudah lama ditinggal suaminya meninggal dan tak memiliki satu anakpun.
Tentu saja bertemu denganku dan Ali adalah anugerah juga untuknya. Mungkin ini yang disebut suratan takdir.
Namun selama itu pula aku selalu dihantui mimpi buruk yang entah apa penyebabnya. Aku selalu berteriak dalam tidurku. Ada yang bilang mungkin aku trauma karena kehidupanku begitu keras sebelum bertemu Ibu Karina. Aku terus mencari jawaban tentang mimpi itu.
...πππ...
-Mirip Seseorang-
Usaha katering Ibu Karina pun makin maju pesat. Kami sering mendapat pesanan dari perusahaan-perusahaan besar yang mengadakan rapat di gedung. Atau biasanya kami dapat pesanan di acara hajatan pernikahan.
Hingga suatu waktu, kami mengirim pesanan ke sebuah hotel yang disana sedang diadakan acara kantor dari Jakarta. Ternyata pihak dari Jakarta sangat menyukai makanan dari kami.
Pihak perusahaan itu minta untuk bertemu dengan kami. Ternyata pemilik perusahaan itu adalah seorang pria muda yang sukses dalam usaha percetakannya. Dia lah Galang Abadi. Dia mengenalkan dirinya begitu.
Kulihat sekilas, seperti seseorang yang pernah kutemui beberapa tahun lalu.
__ADS_1
Dia mengajak kami bekerja sama dalam setiap acaranya di Semarang. Aku pun jadi sering bertemu dengannya jika dia berkunjung.
Entah sejak kapan dia memiliki rasa untukku yang akhirnya ia ungkapkan. Dan aku menerima perasaannya itu. Kamipun berhubungan jarak jauh karena dia tinggal di Jakarta.
Saat aku menerima perasaannya sebenarnya aku tidak tahu apa yang aku rasakan terhadapnya. Apakah aku menerimanya karena dia mirip dengan seseorang? Entahlah. Aku menjalani hubungan ini dengan baik-baik saja. Aku selalu berharap suatu saat aku benar-benar bisa menerima perasaannya dengan tulus.
...πππ...
-Bertemu Kembali-
Kami mendapat tawaran untuk bisa mengembangkan bisnis katering Ibu ke Jakarta. Ibu pun menerimanya. Lalu kami pindah ke Jakarta. Kota yang pernah kusinggahi beberapa tahun lalu.
Aku mengingat semua kesakitanku disana. Ibu Karina meminta maaf padaku karena harus membawaku kembali kesana.
Aku tidak apa. Bagiku semua kenangan itu tak sepenuhnya buruk. Aku selalu mengingatnya di hatiku. Bahkan aku memiliki kenangan tentangnya melalui Ali.
Saat ibu memintaku untuk pergi ke dokter, aku memang sempat ragu. Karena aku tidak mau membuka luka lama itu. Tapi dokter Diana adalah orang yang baik. Aku menyukainya. Dan aku mulai terbuka padanya.
Entah apa yang ada dipikiran ibu saat itu hingga ingin mempertemukan kembali aku dengan masa laluku.
Dan hingga aku benar-benar bertemu lagi dengannya meski dengan insiden yang tidak mengenakkan.
Saat itu hatiku rasanya... Sangat tak beraturan. Aku tak tahu rasa apa yang kurasakan saat bertemu lagi dengannya.
Aku tidak marah dengannya ataupun memintanya bertanggung jawab. Karena dia memang tak mengenalku.
Ini seperti kami memang sengaja dipertemukan kembali untuk mulai saling mengenal.
Pertemuan kami yang tak menyenangkan justru membuatnya makin mendekat ke arahku.
...πππ...
-Cinta yang Rumit-
Aku tidak pernah merasakan seperti apa jatuh cinta dengan segala kerumitannya. Dulu saat bersama Reza, entah apa yang kurasakan. Tak ada rasa berbeda saat bersamanya.
Lalu bersama Mas Galang? Aku menghormatinya karena dia sudah banyak membantu kami. Aku tidak bisa sepenuhnya memberikan hatiku. Itu seperti hanya membalas budi atas semua kebaikannya.
Hingga akhirnya aku tahu, jika Mas Galang adalah kakak Rocky dari ayah yang sama.
Aku merasa semua ini mulai rumit. Aku tidak tahu bagaimana menghadapi mereka berdua.
Namun entah kenapa, pesona Rocky selalu menarik hatiku. Dia ... tidak bisa aku lupakan.
Dan dirinya pun seakan makin mendekat ke arahku. Sampai saat itu ia mengungkapkan rasa dihatinya disaat aku akan menikah dengan kakaknya.
Kenapa cinta harus begitu rumit? Hatiku ingin menghindarinya, namun otakku berkata sebaliknya. Aku malah mendekat padanya seakan tak bisa lepas.
Dan aku tiba-tiba ingat apa yang dia katakan di malam itu. Jika aku hanyalah miliknya. Ya, aku adalah miliknya. Hingga saat inipun, hatiku tetap menjadi miliknya...
^^^-Tertanda-^^^
__ADS_1
^^^Navisha Rahma^^^
.
.
...πππ...
Satu hari sebelum pulang ke rumah orang tuanya, Visha menemui dokter Diana di kliniknya. Dokter Diana mengucapkan ikut berduka atas apa yang menimpa Rocky.
"Saya turut berduka. Semoga kamu dan Ali... Bisa tabah menghadapi ini."
"Terima kasih, dokter."
"Bersemangatlah, Visha. Kamu adalah wanita yang kuat."
Visha mengangguk meski hatinya masih sakit. Kemudian ia mengutarakan maksudnya datang ke klinik.
"Saya ... akan kembali ke rumah orang tua saya di Pekalongan. Dan ini ... "
Visha meletakkan buku hariannya di meja.
"Saya rasa, saya tidak memerlukan buku ini lagi. Semua kisahnya ... sudah berakhir..."
Dokter Diana memandang Visha dengan penuh rasa iba dan bangga.
Betapa dia adalah wanita kuat yang pernah kutemui. Semua kesakitannya membuatnya semakin kuat. Semoga suatu saat dia mendapat kebahagiaan yang tiada berakhir.
"Baiklah, Visha. Saya akan menyimpannya. Agar saya selalu ingat, jika saya pernah mengenal seorang wanita yang luar biasa dalam menjalani hidupnya." Dokter Diana menggenggam kedua tangan Visha.
Kemudian Visha berpamitan. Ia melangkah pergi meninggalkan klinik. Dokter Diana menatapnya pergi dengan senyuman di bibirnya.
"Siapa dia, Dok?" tanya Ismail.
"Dia adalah wanita luar biasa yang pernah kukenal. Dia berjuang sendiri menjalani semua kesakitan dalam hidupnya hingga ke titik terendah dan kemudian bangkit."
"Wow! Sungguh luar biasa..."
...πππ...
^^^bersambung,,,^^^
Q : "Eh eh, kok itu ada Ismail, thor? siapa dia?"
A :"Dia ada disebelah. makanya mampir ke tetangga sebelah gih."
Q : "Oooh, masih di NT kan?"
A : "Iya lah, emang mau dimana lagiπ"
.
__ADS_1
...jangan lupa tekan jempolnya ππ...
...Terima kasih π...