Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
S2 - Loving Never Forgetting


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk pasangan yang telah memperjuangkan cinta mereka selama bertahun-tahun. Selama itu juga, cinta mereka tak pernah pudar. Senyum merekah tak pernah lepas dari bibir mereka berdua.


Rocky dan Visha, dua insan yang kini berdiri di atas panggung dan menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Setelah melalui berbagai cobaan dalam hidup mereka, kini mereka benar-benar bisa bersatu.


Tak ada kata yang dapat menggambarkan bagaimana perasaan mereka sekarang. Dengan diapit oleh putra dan putri mereka, Rocky dan Visha merasakan kebahagiaan amat dalam.


Para tamu undangan yang hadir pun ikut merasakan rasa bahagia dari kedua mempelai pengantin yang akhirnya mengadakan pesta resepsi secara besar-besaran itu.


"Aku tidak menyangka ya, Don, cinta mereka begitu kuat."


"Hei, kau sudah mengatakan itu berulang kali, sayang..." Donny mengusap pipi Siska yang terharu dengan perjuangan cinta Rocky dan Visha.


"Mungkin memang benar, saat kita mencintai seseorang, kita tidak akan mudah melupakannya. Meski dipisahkan jarak dan waktu..."


"Itu sebagai pembelajaran untuk kita juga, sayang. Kita baru memulainya, dan semoga hubungan kita... Juga langgeng seperti mereka...." Donny memeluk Siska dengan erat.


"Ehem-ehem! Pasangan baru ini sepertinya akan mengalahkan Bos Rocky dan Visha nih..." cibir Jemmy.


"Makanya kau juga cari pasangan. Jangan terus menyendiri." balas Donny.


"Yah, aku sudah memiliki seseorang yang aku tunggu, tapi mungkin belum saatnya saja kami bersatu..." sahut Jemmy lagi.


Sementara itu, Visha Dan Rocky masih sibuk dengan menyalami tamu undangan yang hadir malam itu.


"Visha!!!"


"Mbak Keisya!!!"


Dua sahabat ini langsung berpelukan erat tanpa mempedulikan Rocky yang ada di sebelah Visha.


"Hmmm, kalian ini jika sudah berdua serasa dunia milik kalian saja, huh!"


"Hehe, maaf Mas. Aku tidak sengaja. Aku terlalu senang karena Mbak Keisya bisa datang kesini."


"Iya aku tahu. Silahkan nikmati pestanya ya!"


"Visha, aku turun ke bawah dulu ya. By the way, selamat atas kebahagiaan kalian hari ini."


"Terima kasih, Mbak..."


"Sayang, bagaimana kalau kita kebawah saja menemui tamu-tamu yang datang." usul Rocky.


"Iya, benar juga. Akan lebih akrab jika kita menemui mereka. Ayo!"


Visha segera menggenggam tangan suaminya dan berjalan menuruni panggung dengan hati-hati.


Para tamu undangan bersorak sorai ketika melihat kedua mempelai turun dari peraduannya. Para orang tua yang berada di atas penggung hanya menggeleng pelan menyaksikan tingkah anak mereka.


"Biarkan saja, yang penting mereka bahagia." ucap Leonard yang nampak sudah sehat seperti sedia kala.


Rocky menemui teman-temannya yang rata-rata adalah rekan bisnisnya. Sedang Visha juga menemui teman-temannya terutama yang datang dari Semarang.


Keisya yang sedang mengambil beberapa makanan tak sengaja bertemu pandang dengan Jemmy. Pandangan mereka beradu. Seketika Keisya mengalihkan pandangannya.


"Mbak Kei!!" panggil Visha yang menghampiri Keisya.

__ADS_1


Ada atmosfer berbeda yang Visha rasakan. "Ada apa ini? Apa kalian saling mengenal?"


"Umm, Visha... Sebenarnya..." Keisya terbata ingin menjelaskan hubungannya dengan Jemmy.


"Sudahlah. Jika ada yang harus kalian selesaikan, maka selesaikanlah! Aku permisi dulu!"


Jemmy dan Keisya nampak canggung, namun Jemmy berinisiatif untuk mendekat lebih dulu.


"Apa kabarmu, Keisya?"


*


*


*


Pesta pernikahan mewah pun telah usai. Visha dan Rocky kini siap menata hidup baru mereka.


Mereka tinggal di rumah keluarga Abraham sekarang. Bersama putra mereka, Ali, dan Alisa, putri angkat mereka.


Malam itu, Rocky terbangun karena mendengar suara dari arah kamar mandi. Dan rupanya istrinya juga tak ada di tempat tidur.


Rocky mengetuk pintu kamar mandi dan lagi-lagi mendapati Visha sedang memuntahkan isi dalam perutnya kedalam wastafel.


"Sayang, kau kenapa? Apa kau sakit lagi?"


"Entahlah, Mas. Mungkin aku terlalu lelah."


"Besok aku akan mengantarmu ke dokter! Tak ada penolakan!" tegas Rocky.


"Iya, baiklah. Ya sudah, sekarang kita kembali tidur ya. Aku sudah baikan."


"Kalian jadi pergi ke dokter?" tanya Elena.


"Iya, Ma. Visha muntah-muntah lagi semalam. Aku tidak tega melihatnya menderita begitu." jawab Rocky.


"Hmm, baiklah. Biar anak-anak mama dan papa yang jaga. Lagipula mereka tidak rewel."


"Terima kasih, Ma. Maaf kalau merepotkan Mama." ucap Visha.


"Sama sekali tidak repot kok." balas Elena dengan senyum penuh arti.


Usai sarapan, Rocky dan Visha pergi ke klinik dokter Thania. Visha bertanya-tanya kenapa Rocky membawanya ke klinik dokter kandungan.


"Sayang, jika dugaanku benar maka..."


"Apa?"


"Kita masuk dulu saja. Biar dokter yang menjelaskannya."


Rocky merangkul bahu Visha dan membawanya masuk ke klinik dan mendaftar.


Tak lama, Visha masuk ke ruang periksa dokter Thania ditemani Rocky. Visha disuruh berbaring di ranjang periksa, lalu dokter mengoleskan gel bening ke perut Visha.


Rocky menatap layar komputer dengan bersemangat. Ia yakin jika Visha tengah hamil.


"Nah, ini dia. Ini adalah bakal calon anak kalian." jelas dokter Thania.

__ADS_1


"Hah?!" Visha masih tak percaya dengan penjelasan Thania.


"Rocky, jadi istrimu selama ini tidak sadar jika dirinya tengah hamil?"


Rocky menggeleng dengan menyunggingkan senyum.


"Selamat ya Visha, Rocky. Kalian akan segera memiliki anak kedua. Dan kamu, Visha. Kamu harus menjaga kandunganmu. Karena kini kamu sudah tahu jika kamu sedang hamil."


"Benarkah? Kenapa aku tidak menyadarinya ya."


"Mungkin karena kita terlalu banyak masalah yang harus di urus. Jadi kau sampai melupakan kondisimu. Tapi, aku sudah mengira jika kau hamil. Makanya aku berkonsultasi dengan Thania."


"Terima kasih, suamiku..." Visha tersenyum haru menatap Rocky.


Mereka sudah tak sabar untuk memberi kabar kepada seluruh dunia. Rocky kembali melajukan mobil menuju ke rumah.


Ia ingin memberitahukan pada kedua orang tuanya jika istrinya akan segera memberi cucu untuk mereka. Sungguh suatu kebahagiaan yang tidak terkira.


Dan ketika tiba di rumah, mereka berdua disambut oleh kedua orang tua Visha, juga kedua putra putri mereka, dan beberapa teman dekat yang memberi kejutan.


Visha tak mampu lagi membendung kebahagiaan dalam hatinya. Ia pun menangis haru dan malah membuat orang-orang yang melihatnya tertawa.


...*...


...*...


...*...


"Selamat, Pak Rocky, istri anda melahirkan bayi laki-laki." ucap seorang perawat menghampiri Rocky yang sedari tadi tegang menanti kelahiran anak keduanya.


Rocky mengusap wajahnya dan merasakan syukur yang luar biasa atas semua kebahagiaan yang ia terima.


Rocky berkali-kali mengecup kening Visha yang masih tergolek lemah pasca melahirkan.


"Terima kasih, sayang. Kau sudah melengkapi hidupku yang dulu kelam ini..."


"Hmmm," Visha hanya membalas dengan dehaman.


"Kira-kira kita beri nama siapa putra kedua kita?"


"Armaan.. Aku suka nama itu."


Rocky tersenyum bahagia. "Bagus juga. Armaan Abraham. Sangat cocok."


Visha kembali menyunggingkan senyumnya.


"Aku mencintaimu, Navisha..." Rocky kembali mengecup kening Visha dengan penuh cinta.


...-THE END-...


.


.


.


😍😍😍😍 so, this is the end of Goodbye Mr.Playboy, 😊😊😊terima kasih utk semua yg sudah mampir ke story halu ini.

__ADS_1


Next akan kulanjut dengan beberapa extra part 😊😊 sekali lagi kuucapkan terima kasih 😚😚


__ADS_2