Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
EXTRA PART 04


__ADS_3

Setelah selesai dengan pergulatan panas mereka, Visha nampak mengatur nafasnya yang masih tersengal. Perut Visha yang makin membesar membuatnya sulit untuk beraktifitas normal seperti biasa, termasuk dengan urusan ranjang. Namun karena Rocky memperlakukannya dengan lembut dan hati-hati, membuat Visha tetap nyaman meski harus deras berpeluh karena ulah Rocky.


"Sayang, tidurlah. Kau pasti lelah." ucap Rocky sambil mengusap perut buncit Visha lalu mengecupnya.


"Kamu baik-baik saja 'kan didalam. Maafkan Papa hanya sebentar menjengukmu, karena Papa kasihan pada Mamamu." ucap Rocky lagi sambil terkekeh.


"Rocky!!!" sungut Visha.


"Hehe, aku tidak tega lama-lama mengerjaimu, sayang. Lagipula sebentar lagi kita akan bertemu jagoan kita. Papa sudah sangat tidak sabar menantikan kelahiranmu, jagoan..." ucap Rocky dengan mengecup perut Visha berulang kali.


Rocky menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat tidur. Ada perasaan bersalah yang dalam kala mengingat perjuangan Visha saat dulu mengandung Ali.


"Kau kenapa?" tanya Visha.


"Tidak ada. Aku hanya merasa amat bersalah padamu dan Ali. Bagaimana dulu saat kau hamil Ali, dan aku tidak ada disisimu. Lalu saat kau melahirkan. Kau bahkan hanya sendiri. Aku sungguh menyesal, Visha."


"Dengar, kenapa kau selalu mengingat masa lalu yang bahkan aku sudah melupakannya. Aku tidak ingin mengingat masa-masa itu lagi. Kita sudah bahagia sekarang."


"Maafkan aku sayang..." Rocky membawa tubuh Visha dalam dekapannya.


"Kita meraih kebahagiaan setelah melalui banyak cobaan. Seharusnya kau lupakan saja aku dan hidup dengan pria baik lainnya." ucap Rocky lagi.


"Apa maksudmu? Kau menyuruhku untuk bersama orang lain?" Visha melepas pelukan Rocky dan duduk menatap tajam Rocky.


"Kenapa kau masih mencintaiku, Visha? Setelah banyak luka yang kutorehkan dalam hatimu..."


"Entahlah. Aku hanya mencintaimu. Itu saja. Tidak ada alasan. Tidak ada tapi. Hanya cinta..." balas Visha dengan memejamkan matanya. Ia merasa lelah dan mulai mengantuk. Visha merebahkan tubuhnya dan mulai terpejam.


"Tidurlah, sayang... Aku janji hingga esok kau menutup matamu kembali, aku akan selalu membuatmu tersenyum." lirih Rocky lalu mencium puncak kepala Visha.


.


.


.


.


Keesokan harinya,


"Lho, Mas? Kau tidak pergi ke kantor?" tanya Visha yang melihat Rocky memakai pakaian casual.


"Tidak. Aku mengambil cuti. Ada yang harus kulakukan. Kau bersiaplah!" titah Rocky.


"Melakukan apa?" Visha mengernyitkan dahinya.


"Nanti juga kau tahu, sayang..." Jawab Rocky dengan senyum penuh arti.


Tak lama mereka berdua berpamitan dengan Elena dan Leonard, juga kedua anak mereka.

__ADS_1


"Sayang, jangan nakal ya sama Oma. Mama sama Papa mau pergi sebentar." ucap Visha mengecup lembut pipi Ali. Ia hanya memandang sekilas ke arah Alisa.


Mereka tahu jika Visha masih belum bisa menerima Alisa menjadi bagian dari keluarga Abraham. Rocky mengambil alih memeluk dan mencium pipi Alisa.


Visha memalingkan wajah ketika Rocky melakukan itu. Dadanya selalu sesak jika mengingat apa yang sudah dilakukan oleh Sania. Dan itu akan melekat pada Alisa sebagai putrinya.


"Ayo, Mas. Kita harus berangkat!" Visha menarik lengan Rocky yang masih memeluk Alisa.


"Iya, sayang. Ayo! Ali, Alisa, jangan nakal dan nurut sama Oma dan Opa ya.


Secara tak terduga, Rocky mengajak Visha ke ruang tunggu bandara. Visha sedikit terkejut namun ia mencoba tetap rileks.


Rocky nampak menyapa seseorang yang tidak asing dimatanya.


"Pak Zayn?" teriak Visha gembira.


Zayn segera beralih menatap Visha. Wanita yang pernah mengisi hatinya itu kini sudah berubah. Perutnya terlihat buncit ulah Rocky.


"Apa kabarmu, Visha?" tanya Zayn.


"Baik. Bapak sendiri bagaimana? Bapak sedang ada di Jakarta?" tanya Visha balik.


"Iya. Aku sengaja datang kesini karena ingin berpamitan dengan kalian."


"Eh? Berpamitan?" Visha beralih menatap suaminya.


Ada raut kesedihan di wajah Visha.


"Lalu Zayn Building bagaimana?" tanya Visha.


"Zalia adikku yang akan memimpin."


"Oh..."


"Semoga lancar hingga persalinanmu ya. Rocky, jaga istrimu dengan baik. Jika tidak... Maka aku akan merebutnya darimu." canda Zayn.


"Bapak...!!!" Visha mengerucutkan bibirnya.


"Tidak, aku hanya bercanda. Aku tahu Rocky sangat mencintaimu. Dia tidak akan menyakitimu." Zayn memberi pelukan sahabat pada Rocky.


"Hati-hati ya, Bro. Semoga kau akan mendapatkan wanita yang baik sebagai ibu sambung Lyra." ucap Rocky.


"Thanks, Bro. Aku rasa aku sedang tidak ingin mencari pasangan saat ini. Ya sudah, kalau begitu, aku permisi. Jaga diri kalian." Zayn melambaikan tangannya.


Visha dan Rocky membalas lambaikan tangan Zayn sambil tersenyum.


Usai mengantar kepergian Zayn di bandara, Rocky kembali melajukan mobil mereka ke suatu tempat.


"Kita mau kemana lagi, Mas?" tanya Visha.

__ADS_1


"Ke tempat yang akan membuatmu bahagia." jawab Rocky.


Visha mengerutkan keningnya. "Sebenarnya apa sih yang ingin dia lakukan? Kenapa jadi sok misterius gini?" batin Visha.


Ternyata mereka mendatangi panti asuhan Kasih Bunda. Mata Visha berbinar akan menemui Ibu Nur. Ibu pengelola panti.


Visha berjalan dengan tergopoh-gopoh karena perutnya yang besar.


"Sayang, jangan cepat-cepat jalannya." lerai Rocky.


Visha menyapa ibu Nur yang memang sedang berada di taman panti. Ibu Nur memeluk Visha meski terhalang oleh perut Visha.


Tak lupa Rocky juga mengajak Visha menemui Ayah Biantara. Kakek Adi sekarang sudah lebih membaik. Ia juga amat bahagia melihat putranya mengunjunginya.


Rocky selalu menyempatkan untuk datang menjenguk Kakek Adi. Karena wajahnya yang milik Bian membuat semangat kakek Adi terpacu dan akhirnya mulai sehat kembali.


Visha tersenyum bangga pada suaminya. Sungguh tidak pernah menyangka jika mantan playboy yang suka memainkan hati wanita, kini menjadi pria yang lemah lembut dan berhati mulia.


Setiap orang bisa berubah. Jika ada kemauan dan kegigihan yang tinggi.


Tujuan mereka berakhir di sebuah gundukan tanah yang kini sudah kembali menjadi dirinya. Makam Biantara sudah menjadi miliknya.


"Terima kasih, karena kau sudah menolongku dan memberiku kehidupan kedua. Aku akan menggunakan kesempatan ini dengan baik. Semoga kau disana juga bahagia. Aku akan menjaga ayahmu. Kau tidak perlu khawatir." ucap Rocky sambil menabur bunga di atas makam Bian.


Setelah lelah seharian mengunjungi beberapa tempat, Rocky dan Visha pun kembali pulang ke rumah.


Visha nampak kelelahan dan segera merebahkab tubuhnya usai membersihkan diri. Rocky menghampiri istrinya dan ikut merebahkan tubuhnya.


"Anak Papa sedang apa di dalam? Baik-baik ya disana. Atau kamu rindu dengan Papamu?"


visha mendelik kearah Rocky.


"Aku lelah, Mas. Sebaiknya kita tidur saja." Ucap Visha.


Namun Rocky meraih bibir Visha dan menciumnya lembut. Satu menit, dua menit...


"Mas..." Visha mendorong dada Rocky pelan.


"Hmm, baiklah." ucap Rocky pasrah.


"Apa kau tahu, kau menjadi sangat seksi saat perutmu mulai membesar. Aku menjadi amat bergairah saat melihatmu..." goda Rocky.


"Ih, dasar mesum!!!" Visha memukul Rocky dengan bantal.


"Ampun sayang. Oke! Kita tidur sekarang." Rocky membawa tubuh Visha kedalam pelukannya. Dan mereka berdua sama-sama menuju ke alam mimpi.


...* * *...


...T H E E N D...

__ADS_1


__ADS_2