Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
EXTRA PART 03


__ADS_3

Kebahagiaan makin meliputi keluarga kecil milik Rocky dan Visha. Hari ini akan diadakan acara perayaan tujuh bulanan kehamilan Visha. Perut Visha yang makin membesar membuat orang bertanya-tanya tentang jenis kelamin bayi yang dikandungnya Dan rencananya malam ini akan ia umumkan di depan tamu undangan yang hadir.


Sedari pagi, Visha ikut sibuk mempersiapkan pesta kecil-kecilan yang hanya mengundang kerabat dekat dan teman-teman Rocky dan Visha.


"Sayang, jangan terlalu lelah. Lagipula mama dan ibu sudah membantu, jangan memaksakan diri."


"Iya, Mas. Aku tahu. Aku hanya mengecek saja kok. Jangan khawatir." Visha membelai wajah suaminya.


Dan malam pun tiba, para tamu undangan mulai berdatangan ke rumah keluarga Abraham.


Kebahagiaan juga terpancar di wajah Elena dan Leonard, juga Haryono dan Yanti. Mereka sangat senang akan mendapatkan cucu dari anak dan menantu mereka.


Meski memang awal perkenalan Rocky dan Visha kuranglah baik, tapi di akhir mereka memperbaiki semuanya dan mendapat banyak pelajaran dari masa lalu mereka.


Toh hidup adalah belajar. Belajar untuk terus memperbaiki diri di hadapan Tuhan, dan juga di depan orang lain. Meski jalan yang harus dilalui tidaklah mudah.


Visha menyapa dengan gembira teman-temannya yang datang di malam itu. Keisya dan Lala juga ikut hadir disana. Begitu pula dengan teman-teman bisnis Rocky.


Ketika acara mulai riuh dengan prosesi adat tujuh bulanan, Keisya nampak mulai mundur untuk menghindari keramaian. Usianya sudah tak muda lagi, namun cinta masih belum menghampirinya. Dulu ia pernah memiliki satu cinta, namun ia tinggalkan karena harus mengejar cita-citanya menjadi seorang dosen.


"Butuh teman bicara?" suara seseorang membuyarkan lamunan Keisya.


"Jemmy?"


"Jangan sendirian disini. Kita diciptakan untuk berpasang-pasangan. Jadi, jangan merasa jika kau hidup sendiri." Ucap Jemmy dengan mengulurkan tangannya.


Keisya tersenyum dan menerima uluran tangan Jemmy.


.

__ADS_1


.


.


.


Usai acara, Visha segera merebahkan diri ke tempat tidur. Tubuhnya merasa lelah apalagi perutnya mulai membesar dan membuatnya susah beraktifitas.


"Istirahatlah, sayang..." ucap Rocky yang ikut naik ke tempat tidur.


"Hmmm, kemarilah, lebih dekat denganku. Aku ingin tidur sambil memelukmu."


"Kau makin manja saja."


"Bukan aku, tapi adik bayi yang selalu ingin dekat dengan papanya."


"Ah alasan saja." Meski Rocky meledek Visha pada awalnya, ia tetap memberikan pelukan terhangat untuk istrinya itu.


"Mas..."


"Hmm?"


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Apa?" Rocky membelai rambut Visha dengan penuh cinta.


"Dulu... Kenapa kau tidak datang? Bukankah kau bilang kau akan datang setelah makan malam di rumah?"


Rocky menghela nafas sebelum menjawab.

__ADS_1


"Aku bertengkar hebat dengan Kak Galang dan juga papa. Mama juga pingsan setelah mendengar fakta jika Ali adalah anakku."


Visha masih memejamkan mata mendengarkan cerita Rocky.


"Aku datang malam itu. Aku melihatmu menangis. Aku juga tahu kau melepas kalung pemberianku. Aku... adalah orang yang sudah membuat lubang luka untukmu, Visha. Aku tidak pantas menampakkan diriku didepanmu setelah apa yang sudah kulakukan padamu. Aku sudah sangat menyakitimu... Justru aku berharap kau tidak perlu memaafkanku..."


"Kenapa kau berpikir begitu? Aku... tidak pernah membencimu. Semua ini terjadi juga karena keinginanku. Aku menyerahkan diriku tanpa paksaan darimu. Memang sih awalnya karena terpaksa, tapi... kau memperlakukanku dengan lembut dan... Itu membuatku melayang dan terbuai dengan sentuhanmu..."


"Apa?!" Rocky memekik terkejut mendengar pengakuan Visha. Sontak ia melepas pelukannya dan duduk menatap Visha.


"Mas... Kau kenapa bereaksi begitu?" Visha mulai cemas karena raut wajah Rocky berubah 180 derajat.


"Selama ini aku merasa aku adalah pria brengsek yang sudah merusak masa depanmu. Aku menghancurkan hidupmu. Aku tidak pantas kau cintai meski nyatanya kau tetap mencintaiku."


Visha menangkupkan tangannya ke wajah Rocky. "Karena sekarang kau sudah tahu. Jadi, jangan merasa bersalah lagi. Kita memang melakukan kesalahan. Tapi kita juga belajar dari kesalahan itu. Jadi, sekarang, kita harus hidup dengan baik dan membesarkan anak-anak kita dengan baik. Apa kau mengerti?"


"Terima kasih, sayang. Terima kasih karena sudah hadir dalam hidupku dan menjadikan hidupku lebih bermakna."


"Iya sama-sama." Visha memeluk Rocky dan mengusap punggungnya.


"Sayang... Bisakah kita...?" tanya Rocky usai melepas pelukannya.


Visha memicing curiga menatap Rocky. "Boleh sih, tapi... Lakukan dengan perlahan ya, perutku sudah besar..."


"Kakau begitu, kau saja yang diatas dan aku di bawah..."


"Hmm, boleh juga..."


Tanpa berlama-lama lagi, mereka saling maju dan saling mengecap rasa. Hingga rasa itu berubah menjadi kenikmatan tak terhingga dan kepuasan tersendiri bagi kedua insan yang lagi-lagi di mabuk asmara.

__ADS_1


#END


__ADS_2