Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
Pelajaran untuk Rocky


__ADS_3

...šŸšŸšŸ...


"Kalau begitu jangan menjauh ... "


Entah kenapa Visha mengatakan hal semacam itu pada Rocky. Dengan cepat ia segera memalingkan wajahnya dan kembali menatap jalanan didepannya. Ia mengibaskan tangannya di depan wajah. Nafasnya tak beraturan sekarang.


"Apa AC nya kurang dingin?" tanya Rocky.


"Heh? Ah, tidak. Aku hanya ... "


"Bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang ke rumah?" tawar Rocky agar kegugupan Visha tak berlanjut.


"Boleh."


"Kau ingin makan apa?"


"Aku bisa makan apa saja. Warung kaki lima pinggir jalan juga tak masalah." jawab Visha.


"Baiklah."


Mereka memutuskan makan di warung nasi goreng kaki lima. Tak ada pembicaraan berarti selama mereka menikmati makan malam mereka.


Usai makan malam, Rocky mengantarkan Visha pulang ke rumah.


"Terima kasih sudah mengantarku pulang. Hati-hati di jalan." Ucap Visha.


"Iya, sama-sama."


Rocky kembali melajukan mobilnya. Kali ini mobil Rocky tak memasuki halaman rumah karena tak enak hati jika dilihat oleh orang lain.


Bagaimanapun juga, Visha adalah tunangan kakaknya. Rocky tahu diri dimana batasannya. Meski hatinya sudah jujur tak bisa jauh dari Visha.


Visha masuk kedalam rumah dan segera membersihkan diri. Suasana rumah sudah sepi karena sudah memasuki jam malam di rumah itu.


Visha berbaring di samping tubuh Ali. Kini Visha bisa tidur bersama Ali. Karena mimpi buruknya tak lagi menghantui.


Visha membelai lembut rambut Ali. Diciuminya pipi sang putra dengan hati-hati karena takut Ali terbangun.


Visha kembali ingat dengan apa yang dia katakan pada Rocky. Ia segera menutup matanya dengan tangan. Ia merasa sangat malu.


"Apa yang kau pikirkan, Visha? Rocky adalah calon adik iparmu. Jangan berpikir macam-macam dengannya." Batin Visha menolak untuk memikirkan Rocky.


Visha memutuskan untuk memejamkan mata dan segera menuju ke alam mimpi.


...***...


Esok harinya, Yogi yang mengetahui bahwa istrinya sedang dirawat di rumah sakit, segera datang kesana dan melihat kondisi Sania.


Sania terkejut melihat kedatangan Yogi. Sania ketakutan saat Yogi mendekat kepadanya. Ditambah lagi, kedua orang tua Sania sedang tidak ada disana.


"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Sania sinis.


"Aku menjenguk istriku. Apa tidak boleh?"


"Aku tidak sudi dijenguk olehmu!!"


"Kenapa kau melakukan hal seperti ini? Jangan bilang jika kau ingin menggugurkan anakku."


"Iya!!! Aku memang ingin menggugurkannya!!!"


"Apa katamu?! Anak itu harus hidup, Sania. Dengan begitu kau tidak akan bisa lepas dariku."


"Jangan mimpi!!! Aku akan segera mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Aku sudah tidak bisa jadi istrimu!"


"Cukup Sania!!! Apa karena lelaki pecundang itu, huh? Apa kau masih mencintainya?"


"Iya, ini semua karena Rocky. Jika aku harus mempertahankan bayiku, maka ini semua untuk Rocky, bukan untukmu. Dia yang akan menjadi ayah dari anakku."


"Apa katamu?!"


"Cepat pergi dari sini sebelum Papa dan Mama datang!"


"Baiklah. Aku akan pergi. Tapi kau harus ingat! Aku tidak akan membiarkan lelaki pecundang itu menjadi ayah dari anakku. Ingat itu, Sania!!!"


Yogi meninggalkan kamar rawat Sania dengan tangan mengepal kuat.

__ADS_1


"Sialan kau, Rocky!!! Awas saja!! Aku pasti akan membalasmu!" Batin Yogi.


...***...


Hari itu, Visha mendapat kejutan dari Galang. Sebuah sepeda motor matic tiba-tiba sudah terparkir dihalaman rumahnya.


"Selamat pagi, Mbak Visha. Ini ada kiriman dari Pak Galang," seperti biasa, Ari datang membawa pesan dari Galang.


Visha yang nampak kebingungan segera menghubungi Galang.


"Mas ... apa lagi ini? Kenapa mengirimkan sepeda motor untukku?"


"Hahahaha, pagi-pagi kau sudah menggerutu. Nanti cantiknya hilang, lho!"


"Habisnya ... "


"Visha, dengarkan aku dulu. Itu akan mempermudahmu dalam beraktifitas. Kau bisa mengantar jemput Ali dengan sepeda motor. Jarak ke sekolah Ali 'kan tidak terlalu jauh. Bukankah itu akan lebih irit daripada memakai mobil?"


"Iya, tapi ... bagaimana dengan pembayaran motornya? Apa aku harus mencicil juga?"


"Tidak perlu. Itu hadiah untukmu."


"Mas ... "


"Tak ada penolakan!! Sudah ya, aku harus berangkat ke kantor. Hari ini aku akan mampir kesana setelah bekerja. Sampai jumpa."


Sambungan telepon terputus. Visha menghela nafas menatap Ari yang berdiri didepannya.


"Bagaimana, Mbak?"


"Mau bagaimana lagi? Kau tahu 'kan Mas Galang tidak suka dibantah."


Ari tertawa kecil. "Benar sekali, Mbak. Pak Galang memang sangat tegas. Kalau begitu, saya permisi dulu. Ini kunci motor dan surat-suratnya."


"Terima kasih."


Visha menatap motor matic pemberian Galang. Ia mencoba menaiki motor tersebut.


"Tidak ada salahnya jika berkendara dengan motor. Jadi tidak terlalu lama terjebak kemacetan." Gumam Visha.


...***...


Ternyata benar apa yang dikatakan Galang, akan lebih praktis berkendara dengan menaiki motor.


Visha mampir ke sebuah mini market untuk membeli makanan ringan kesukaan Ali. Tak lupa ia membeli es krim kesukaan Ali dan dirinya.


Visha kembali melajukan sepeda motornya dan menikmati udara malam yang syahdu.


Visha menghentikan motornya ketika ia melihat sekumpulan orang seperti sedang berkelahi.


Bukannya malah memutar balik arah sepeda motornya, Visha malah menelisik lebih jauh apa yang sedang terjadi.


Visha turun dari sepeda motor dan mengamati dari jauh apa yang dilakukan orang-orang itu.


Mereka sedang mengeroyok seseorang. Visha menutup mulutnya ketika mengetahui siapa orang yang mereka keroyok.


"Itu 'kan ... Rocky?! Bagaimana bisa dia terlibat dengan preman-preman itu?" gumam Visha.


Ia mencari cara untuk menolong Rocky. Ia mencari sebuah senjata untuk pertahanan dirinya. Ia menemukan seonggok kayu panjang tergeletak tak jauh dari jalan raya.


Visha mengambil kayu dan berlari ke arah mereka.


"Berhenti!!! Atau akan kulaporkan kalian pada polisi!!!" Seru Visha didepan ke empat orang yang sudah membuat Rocky babak belur.


Rocky sudah ambruk di tengah jalan. Visha mengacungkan kayu yang dipegangnya dan mengancam mereka.


Entah dapat kekuatan dari mana, Visha terus berteriak didepan mereka. Hingga akhirnya orang-orang itu pergi meninggalkan mereka berdua.


Visha segera melihat keadaan Rocky.


"Rocky!! Kau tidak apa-apa?" Tanya Visha sambil membantunya duduk.


"Kau tidak lihat wajahku babak belur begini?"


"Maaf. Apa kau bisa berdiri? Sini aku bantu!"

__ADS_1


"Apa kau tidak punya ketakutan sedikitpun, huh? Bagaimana bisa kau berani melawan mereka?"


"Sudahlah, jangan membahas hal itu! Aku akan mengantarmu pulang. Kau tidak keberatan 'kan naik sepeda motor?"


"Hah? Naik motor?"


"Kau sudah babak belur begini masih mau menawar? Aku tidak bisa menyetir mobil. Sebaiknya kau hubungi Donny dan suruh dia mengurus mobilmu."


Visha memapah Rocky menuju sepeda motornya.


"Katakan dimana rumahmu?" Tanya Visha.


"Aku tinggal di apartemen Prince Town." jawab Rocky lirih.


"Oh, aku tahu tempat itu. Tempat itu dekat dengan tempat kerjaku dulu."


"Cih! Bilang saja jika itu adalah Miracle Club." gumam Rocky yang tak didengar oleh Visha karena ia fokus menyetir motor.


.


.


.


Sesampainya di apartemen Rocky, Visha masih memapah Rocky menuju kamarnya.


"Kau tinggal di lantai berapa?"


"Lantai 20."


"Oke!"


Mereka menaiki lift menuju lantai 20. Tak lama kemudian merekapun tiba dan pintu lift terbuka.


"Dimana kamarmu?"


"2001."


"Oh, disana!" tunjuk Visha.


Didepan pintu kamar apartemen Rocky, Visha kembali bertanya.


"Berapa kode kunci kamarmu?"


"7890."


Visha menekan angka yang disebutkan Rocky, kemudian pintu terbuka.


"Mudah ditebak sekali angkanya. Lain kali aku akan masuk dan mencuri di kamarmu." ujar Visha dengan nada bercanda.


Rocky duduk di sofa, sementara Visha mencari kotak obat.


"Tidak ada yang bisa dicuri disini. Tapi kau boleh untuk mencuri hatiku." gumam Rocky.


"Dimana kotak obatnya?" teriak Visha


"Ada disamping lemari es."


"Oh, ketemu!"


Visha menyiapkan beberapa es batu untuk digunakan mengompres luka memar Rocky.


Rocky hanya memandangi Visha dari kejauhan dengan sedikit senyum tersungging di bibirnya.


"Kau sudah mencuri hatiku, Visha."


...šŸšŸšŸ...


-----------tobe continued----------


*Aw aw aww,,,, ikut deg2an gak sih??šŸ˜…šŸ˜…šŸ˜…


Jangan lupa tinggalkan jejak untuk Rocky 😘😘😘


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2