Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
S2 - H U K U M A N


__ADS_3

Manusia menuai apa yang sudah mereka tanam,


entah itu baik ataupun buruk,


.


.


...🍁🍁🍁...


Hari ini adalah hari persidangan kasus Galang dan Sania. Bian dan Visha bersiap untuk menghadiri persidangan itu.


Meski dalam hati Visha agak berkecamuk untuk menghadiri sidang itu, tapi ia juga ingin tahu apa yang akan terjadi pada Galang dan Sania.


Benar. Mereka harus menanggung apa yang telah mereka lakukan.


Benar. Setiap perbuatan akan ada karma yang mengikutinya.


Benar. Kebaikan akan mengalahkan keburukan.


Visha menatap dirinya di depan cermin. Bayangan akan kebaikan Galang di masa lalunya tiba-tiba terlintas di benaknya.


Galang yang ia kenal dulu, adalah pria baik, bahkan sangat baik, terlalu baik.


Apakah semua perbuatan buruknya adalah karena aku? Aku yang sudah mengubahnya menjadi monster...


Tes tes, air mata Visha tiba-tiba mengalir.


"Sayang... Ada apa denganmu?" Bian menghampiri Visha dan mengecup puncak kepalanya.


"Entahlah, Mas. Aku merasa... aku tidsk sanggup datang ke persidangan."


Bian menghela nafas. Akhir-akhir ini istrinya sangat sensitif. Bahkan untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan hidupnya pun ia ikut menangis.


Bian memeluk Visha dengan erat dan mengusap punggungnya.


"Ya sudah, jika kamu tidak bisa datang, tidak apa. Biar aku saja yang datang."


"Benarkah, Mas?"


"Iya sayang..." Entah kenapa wajah sendu Visha membuat Bian tak bisa menahan hasratnya.


"Sayang, jangan menunjukkan wajah seperti itu padaku. Atau aku tidak bisa pergi ke pengadilan juga."


Visha mengernyit. "Kenapa memangnya?"


"Tidak ada. Kau istirahat saja. Akhir-akhir ini kau selalu mengeluh cepat lelah dan tak bersemangat. Apa aku... terlalu banyak membuatmu lembur?"

__ADS_1


"Mas..!!!" pekik Visha dengan mendorong tubuh Bian.


"Iya, iya. Aku pergi ya. Tidurlah lagi jika kau lelah."


Visha mengangguk.


.


.


.


-Pengadilan-


Bian di temani Donny dan juga Siska menghadiri sidang putusan untuk Galang dan Sania.


Bian melihat ke arah Galang yang memakai seragam tahanan. Sebenarnya ada rasa iba dalam hatinya. Tapi, hukum akan tetap di tegakkan meski itu adalah orang terdekat kita.


Apa yang mereka lakukan adalah salah. Dan kini mereka harus mendapat balasannya. Dan ternyata beberapa orang yang membantu Galang dan Sania juga tak luput dari hukuman kurungan.


Jaksa penuntut umum menuntut Galang Dan Sania dengan hukuman 15 tahun penjara. Bian memejamkan matanya saat mendengar putusan itu. Memang belum final karena masih menunggu keputusan hakim ketua.


Bian menatap ke arah Sania yang juga menatap ke arahnya. Bayangan tentang Alisa melintas dalam benak Bian. Bagaimana Alisa menghadapi dunia dengan kenyataan bahwa ibunya seorang kriminal.


Lalu Bian menatap Galang. Kakak yang selalu bersamanya, dan membantunya dikala ia kesusahan.


"Bos?" Donny menepuk bahu Bian pelan.


Bian segera memalingkan wajahnya dan menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh.


Bian tak kuat lagi harus mendengar putusan hakim. Ia keluar dari ruang sidang diikuti Donny dan Siska. Sementara Yogi, ia juga datang kesana dan masih setia mendengar putusan dari pengadilan. Bagaimanapun Sania pernah mengisi hatinya dan memberinya seorang anak. Meski merasa miris, tapi ia akan kuat untuk mendukung Sania agar tidak merasa sendiri.


Diluar pengadilan, Bian segera memakai kaca mata hitamnya agar tak terlihat jika matanya memerah. Beberapa wartawan sudah menunggu untuk mewawancarainya. Donny segera menghalau beberapa orang yang memaksa.


Bian akan bicara jika waktunya sudah tepat dan ia siap. Bian meminta pengertian dari para pencari berita.


Kemudian ia pun masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi dari area pengadilan. Ia harus mengurus beberapa berkas lagi untuk dirinya agar cepat kembali menjadi Rocky.


Namun sebelumnya ia berkunjung ke rumah sakit tempat Leonard di rawat. Kondisinya makin membaik. Bian bersyukur masih bisa melihat papanya.


Lalu ia berkunjung ke klinik dokter Diana dimana Elena sedang di rawat. Depresi dan tekanan batinnya mulai pulih. Bian melihat mamanya mulai mengenali orang-orang disekitarnya.


"Mama... Meski wajahku telah berubah. Tapi aku tetaplah Rocky anak mama. Maka dari itu, mama... harus segera sembuh."


Elena mulai mengembangkan senyumnya. Bian memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu. Matanya tiba-tiba memanas dalam dekapan mamanya.


Sudah tiga tahun ini ia tak memeluk Elena. Kerinduan seorang anak pada ibunya kini terbalaskan sudah.

__ADS_1


Bian berpamitan pada dokter Diana dan memintanya agar menjaga mamanya.


Bian kembali pulang ke apartemen. Bian mengedarkan pandangan mencari Visha. Namun yang dicari tak ada dimanapun.


Biasanya jam segini Visha sedang memasak, kenapa dia tidak ada di dapur?


Bian menuju kamarnya dan tak mendapati Visha di tempat tidur. Terdengar suara dari arah kamar mandi. Bian mengetuk pintu yang ternyata tak di kunci.


"Sayang? Kau kenapa?" Bian panik karena melihat Visha sedang muntah di wastafel.


"Sayang... Kau sakit? Apa kita perlu ke dokter?"


Visha menggeleng. "Tidak perlu. Sepertinya aku hanya masuk angin saja. Mungkin kelelahan." jawab Visha dengan mengelap mulutnya.


"Mas belum makan 'kan? Aku siapkan makan malam dulu ya."


Bian segera mencegat Visha. "Kau sedang tidak enak badan. Istirahat saja! Aku akan memesan ayam goreng Wac'D lewat delivery order saja."


"Kau yakin?"


"Iya. Kau juga belum makan 'kan? Kau ingin makan apa?"


"Aku tidak ingin makan apapun. Aku hanya ingin tidur."


"Hmm, baiklah." Bian memapah Visha ke tempat tidur, dan menyelimuti tubuh Visha.


Bian mengecup kening Visha sebelum akhirnya keluar dari kamarnya.


Bian duduk di sofa dengan pikiran yang melayang-layang.


Ada apa dengan Visha? Dia tidak biasanya sakit begitu. Apa jangan-jangan...?


...🍁🍁🍁...


#bersambung...


*jangan jangan apa hayoooook?😬😬


*Jangan lupa tinggalkan jejak kalianπŸ‘£πŸ‘£πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜š 'Coz you are my sunshine β˜€β˜€


Hai hai, Mamak punya story baru nih di NT, judulnya RaKhania. Masih baru banget dan masih anget 😬😬😬


Silahkan mampir dan kepoin yaak. Klik favorit aja dulu biar kalo ada UP bisa langsung baca πŸ˜‰πŸ˜˜


Terima kasih πŸ™


__ADS_1


__ADS_2