Labuhan Cinta Sang Playboy

Labuhan Cinta Sang Playboy
S2 - Memahami Hati Wanita


__ADS_3

Bian mengatur nafasnya yang terasa memburu. Entah kenapa ia terbuai dengan ciuman yang diberikan Sania. Apakah jiwanya sebagai Rocky merindukan Sania yang dulu pernah dicintainya?


Bian menggeleng cepat. "Tidak! Aku tidak boleh begini. Aku sudah menikah dengan Visha. Visha pasti akan sangat sedih jika tahu mengenai hal ini. Kenapa disaat pikiranku kacau hatiku malah goyah? Kau memang memalukan, Rocky!!!" gumam Bian sebelum akhirnya ia tancap gas menuju kantornya.


Hari ini Sania ingin menjenguk Leonard di rumah sakit. Bagaimanapun juga, Sania menganggap Leonard sebagai ayah mertuanya meskipun ia dan Rocky tidak menikah.


Namun Sania terkejut karena Leonard sudah dipindahkan ke rumah sakit lain. Sania tersenyum menyeringai.


Ini pasti ulahmu 'kan Galang? Kau benar-benar licik.


Sania mengepalkan tangannya lalu kembali melajukan mobilnya ke kantor Brahms Corp. Jika prediksinya tepat, kemungkinan ia akan bertemu dengan Leonard dari hasil memata-matai Galang.


Cukup lama Sania menunggu hingga akhirnya mobil Galang keluar dari area parkir gedung Brahms Corp.


Aku yakin kau pasti ingin menemui Om Leon. Dimana kau menyembunyikan Om Leon, huh?


Sania mengikuti mobil Galang dengan hati-hati. Ternyata Galang menuju ke arah yang jauh dari kota.


Sania tiba di sebuah klinik di sebuah desa, klinik itu bernama Magnolia. Sania mengerutkan dahinya.


Jangan-jangan Galang memindahkan Om Leon kesini? Ya ampun! Klinik ini jauh dari kata layak meski namanya terlalu bagus. Sebaiknya aku masuk dan melihat-lihat.


Sania melangkah masuk ke klinik itu dan melihat Galang memasuki sebuah ruang yang diyakininya adalah kamar milik Leonard.


Tak


Tak


Tak


Suara sepatu heels milik Sania terdengar jelas di lorong yang sunyi itu.


Sania membuka pintu dan melihat tubuh Leonard terbaring di ranjang klinik itu.


Galang sangat kaget melihat Sania ada disana. Tangannya mengepal kuat. Ia tahu jika Sania pasti akan mencari masalah lagi dengannya.


"Jadi, kau mengikutiku, huh?!" ucap Galang ketus.


"Tenang dulu! Aku hanya ingin melihat keadaan Om Leon. Kau ini benar-benar putra yang buruk. Bagaimana mungkin kau memindahkan Om Leon ke tempat tidak layak seperti ini? Kau sengaja ingin membuat Om Leon cepat mati, huh?!"


"Jaga ucapanmu! Ini semua karena dirimu! Karena kepanikanmu maka aku harus memindahkan Papa dan menyembunyikan Mama."


"Ckckck, kau sangat kejam, Galang."


"Tidak perlu menceramahiku. Kau sendiri bahkan tak lebih baik dariku. Kau mengubah wajah Rocky menjadi Bian agar kau bisa memilikinya dan menjadikannya ayah dari anakmu."


"Ah, sudahlah. Jangan membahas masa lalu. Aku bisa berhasil juga karena berkat bantuan darimu. Jadi, jika semua kejahatanku terbongkar, maka kejahatanmu juga ikut terbongkar."


"Cih, kau masih saja berani mengancamku! Sekarang kau sebaiknya bersiap untuk kehilangan Bian. Karena Visha... Dia ada disini..."


Sania yang tadinya tersenyum menyeringai, kini senyum itu berubah getir.

__ADS_1


"A-apa katamu?! Visha ada disini? Tidak mungkin!!!"


"Kemarin malam aku bertemu dengannya di apartemen yang dulu pernah Rocky tinggali. Aku tidak tahu dia tinggal disana atau tidak, tapi yang jelas... Dia ada disini sekarang."


Kaki Sania mendadak lemas. "Itu tidak mungkin!"


"Jika kau tidak percaya maka... Kau buktikan saja sendiri."


Donny berjalan sambil bersiul karena merasa bebannya sedikit berkurang. Sejak Rocky kembali, ia selalu disibukkan dengan banyaknya pekerjaan yang Rocky berikan. Donny meregangkan otot-ototnya yang kaku.


Saat sedang mengerakkan tangan dan kaki serta kepalanya, Donny melihat Siska menghampirinya. Siska menyapa Donny ramah.


Donny memperhatikan penampilan Siska yang nampak berbeda. Donny baru sadar jika Siska memakai dress batik pemberiannya.


Dengan malu-malu Siska berucap, "Terima kasih atas kadonya. Ini sangat cantik."


"Ah, sama-sama. Kau juga cantik memakai dress itu."


Entah kenapa ada debaran aneh yang Donny rasakan kala melihat Siska dengan sikapnya yang mulai melunak.


"Kau sudah makan siang?" Tanya Donny memecah kecanggungan.


"Belum."


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita makan siang bersama."


"Ummm, boleh." Jawab Siska dengan tersenyum pada Donny.


Sore itu Bian pulang ke apartemen dan langsung membersihkan diri. Visha merapikan tas kantor Bian dan dilihatnya sebuah kotak makan ada didalamnya.


"Apa ini? Siapa yang menyiapkan bekal makan untuk Mas Bian? Apa jangan-jangan..." gumam Visha dengan hatinya yang bergemuruh.


Visha menunggu di depan kamar mandi dan membuat Bian berjingkat kaget saat keluar dari sana.


"Sayang? Kau mengagetkan saja! Apa yang kau lakukan didepan sini?"


"Jelaskan apa maksudnya ini?" Visha menunjukkan sebuah kotak makan.ke arah Bian.


"Heh? Itu... Itu..."


"Siapa yang menyiapkan bekal untukmu? Apakah Sania?" Mata Visha mulai memerah.


"Sayang, ini tidak seperti yang kau kira..."


"Lalu apa yang terjadi?"


"Tadi pagi aku memang mampir ke rumah dan... Sania menyiapkan bekal makan siang untukku..."


Visha menghembuskan nafasnya kasar. "Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau pergi ke rumah Sania?"


"Maaf... Aku hanya mengambil berkas yag tertinggal di rumah."

__ADS_1


"Hanya itu? Tidak adakah alasan yang lain?" Visha semakin menyelidik dengan tajam.


Bian menelan ludah. Tidak mungkin juga ia jujur tentang kejadian ciuman itu pada Visha.


"Aku ingin melihat keadaan Alisa. Aku merindukannya..." ucap Bian jujur.


"Apa katamu?! Kau merindukan anak yang bahkan bukan darah dagingmu sendiri? Sementara Ali? Anakmu sendiri, kau bahkan tidak pernah menanyakan kabarnya." Jawaban Bian memicu amarah di hati Visha.


"Bukan begitu, Visha. Tentu saja aku merindukan Ali, dia adalah anakku. Tapi Alisa... Sejak kecil dia menganggapku sebagai ayahnya. Aku tidak bisa menyakitinya hanya karena egoku. Kumohon mengertilah!"


"Ah, sudahlah. Aku yang salah. Tidak seharusnya aku meninggalkan pekerjaanku dan pindah kesini. Sementara disini kau memang punya tanggung jawab lain selain aku dan Ali." Visha mulai terisak.


Bian mendekati Visha namun Visha menjauh. Saat ini ia tidak ingin melihat wajah Bian.


Bian yang didiamkan oleh Visha akhirnya keluar dari apartemen dan menuju Miracle Club.


Tempatnya yang berada tepat disamping apartemen membuatnya tak perlu memakai mobil untuk kesana. Bian hanya berjalan menuju ke klab. Ia menghubungi Donny untuk menemaninya di klab.


Donny menghampiri Bian yang nampak sedang menyesap wine. Donny menggelengkan kepala tidak percaya jika Rocky akan kembali ke tempat seperti ini.


"Bos! Apa yang terjadi? Tumben bos datang kesini lagi?"


"Sssttt!!! Diamlah! Aku hanya ingin menenangkan pikiranku."


"Apa bos bertengkar dengan Visha?"


"Wah, kau seperti cenanyang, Don. Bagaimana kau bisa tahu?"


"Aku hapal dengan semua tingkah laku bos. Memangnya apa yang kalian ributkan?"


"Soal Sania dan Alisa. Visha marah karena tadi pagi aku mampir ke rumah Sania." Bian mulai meracau tak jelas.


"Jadi Visha cemburu saat Bos bersama Sania?"


"Entahlah, Don. Aku tidak bisa memahami hati wanita... Mereka makhluk yang sulit di tebak."


"Hmmm, jika bos saja yang mantan playboy tidak bisa memahami wanita, bagaimana aku? Aku selalu jomblo tiap hari, huufffttt!!!"


Bian sudah mulai mabuk. Donny tak mau jika bos sekaligus sahabatnya itu kembali ke jalan yang salah. Donny segera memapah Bian keluar dari klab dan diantarkannya ke kamar apartemennya.


Donny tidak tahu berapa kode angka pintu kamar Bian. Sambil meracau tak jelas, Bian menekan angka yang ternyata benar.


Bian masuk ke dalam kamar dan mendapati tubuh Visha telah tertidur pulas.


Bian naik ke atas tempat tidur dan memeluk Visha yanh selalu tidur dengan posisi menyamping.


"Maafkan aku, sayang... Aku tahu aku salah. Aku tidak akan mengulangi hal semacam itu lagi. Aku janji!!! Aku akan menolak jika nanti Sania ingin menciumku lagi..."


Entah didengar atau tidak oleh Visha. Namun secara tak sadar Bian mengakui kesalahannya.


bersambung,

__ADS_1


Hai hai šŸ‘‹šŸ‘‹ jangan lupa mampir juga ke story author yg lain ya, ada "The Broken Leaf" yg masih ongoing dan "99 Cinta Untukmu" yg sudah tamat šŸ˜˜šŸ™


*Jangan lupa tinggalkan jejak kalian utk Bian dan Visha (Bisha 😬😬) Karena kalian adalah semangatku šŸ˜ššŸ˜ššŸ’ŖšŸ’Ŗ


__ADS_2